Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 : HABIS MANIS SEPAH DI BUANG
...HABIS MANIS SEPAH DI BUANG...
...BERSAMA SEMBURAT SENJA DI BATAS KOTA, KI LUKISKAN SEGORES KENANGAN DALAM DOA SUCI. TENTANG RINDU YANG TAK BERSYARAT DAN TENTANG HARAPAN YANG PERNAH PUTUS....
...----------------...
Keanu duduk si samping Vivian dengan mata masih terpejam, tangannya mengenggam lembut tangan sang putri tidur.
" Maaf " Hanya itu yang bisa di ucapkan olehnya.
Air mengalir dari pelupuk matanya, rasa takut yang selalu menghantui perlahan-lahan terbang terbawa angin.
" Tidak apa-apa, Nak. Semuanya akan baik-baik saja , besok pagi Vivian pasti bisa membuka matanya kembali " Kata Papa sambil menepuk pundak Keanu.
" Biar Papa yang menjaga Vivian, kata Wanda kamu seharian belum makan, sebaiknya kamu pergi mengisi perutmu " Papa tidak ingin putranya jatuh sakit.
" Tapi....." Seru Keanu tidak ingin berpisah dengan Vivian.
" Kamu harus makan , Jika Vivian tahu kamu menyiksa dirimu , dia tidak akan menyukainya. Papa tidak ingin kamu jatuh sakit " Sahut Papa lebih menekan Keanu.
" Baiklah, Aku titip Vivian. Aku akan pergi sebentar, dan segera kembali. kalau Vivian sudah bangun, tolong segera hubungi aku " Ucap Keanu mengikuti perintah Papanya.
" Hahahhahahahhah " Papa tertawa geli.
" Baiklah Papa mengerti, pasti kamu ingin berada di sampingnya ketika dia bangun. " Kata Papa senang, karena akhirnya Keanu bisa melihat ketulusan Vivian.
Keanu keluar dari kamar Vivian , dan meninggalkan Papa untuk menjaganya. Walau Ia tidak lapar tapi apa yang di katakan Papa ada benarnya, Ia membutuhkan tenaga.
" Nak, cepatlah bangun ! Kami semua menunggumu terutama suamimu " Bisik Papa di telinga Vivian .
Tiba-tiba Vivian merespon perkataan Papa, Ia menggerakan tangannya. Melihat tangan Vivian yang bergerak , seketika Papa berteriak memanggil suster, " Suster.....Suster "
" Ada apa , Pak ? " Tanya Suster segera masuk ke dalam kamar.
" Menantu saya, tangannya bergerak " Sahut Papa dengan mata yang berbinar.
" Boleh Bapak minggir sebentar, Aku akan memeriksanga " Pinta Suster.
" Baik " Jawab Papa sambil menjauh dari Vivian.
" Bagaimana, Sus ? " Tanya Papa penasaran.
" Kondisinya semakin bagus, terus mengajaknya bicara itu akan membantu otaknya untuk merespon. Jadi dia memiliki keinginan yang kuat untuk segera kembali " Kata Suster sambil tersenyum.
Papa mangguk-mangguk, mengerti perkataan suster.
" Terima kasih, Sus " Seru Papa sambil mengantar suster ke depan pintu kamar.
Papa mengambil ponselnya dan menepati janjinya untuk segera mengabari Keanu jika terjadi sesuatu pada Vivian.
" Nak, Istrimu tadi bisa menggerakn tangannya. Papa sangat senang sekali , kamu juga pasti senang. Makanlah dengan tenang setelah itu baru datang kemari " Tulis Papa dan mengirimkan pesan untuk Keanu.
Tring.....
Keanu sedang makan sambil terus memegang ponselnya, tidak sedetikpun Ia meletakan ponsel itu.
Ketika ponsel itu berbunyi, tanda ada pesan yang baru masuk, segera Keanu membuka dan membacanya.
Bibir Keanu senyam senyum saat membaca pesan yang di kirim oleh Ayahnya.
" Pa, Aku ingin bayar " Kata Keanu segera menyudahi makannya, Ia tidak menghabiskan makanannya yang masih ada banyak nasi di piringnya.
" Nasi pakai ayam balado, sayur kangkung, dan gorengan satu, di tambah teh panas, totalnya jadi tiga puluh lima ribu " Seru pelayan kantin rumah sakit.
Keanu memberikan uang lembaran senilai seratus ribu rupiah, sambil berkata, " Kembaliannya untuk, Bapak " Dengan senang hati sang bapak memerimanya sambil tersenyum.
" Terima kasih, Mas " Seru sang penjaga kantin.
Malam yang semakin sunyi, dan suara jangkrik terus bernyanyi menemani langkah Keanu, Ia berlari di lorong rumah sakit , hatinya tidak sabar ingin bertemu Vivian.
Jegrek......
" Papa " Seru Keanu membuka pintu dengan napas tersenggal-senggal.
" Vivian sudah bangun ? " Kata Keanu sambil berjalan mendekati Papa.
" Ya Allah.....Kamu sampai berlari begitu " Seru Papa yang melihat keringat mengucur dari tubuh putranya.
" Iya " Jawab Keanu melirik kearah Vivian.
" Apa Vivian sudah sadar ? " Tanya Keanu, lalu duduk di sampingnya.
" Belum, cuma tadi saat Papa membisikannya , Vivian bisa menggerakan tangannya. " Jawab Papa menjelaskan.
" Sungguh ? " Ucap Keanu membelalakan matanya, dan Papa memganggukan kepalanya.
" Papa akan meninggalkan kalian, coba kamu katakan sesuatu manis supaya Ia dapat meresponnya " Kata Papa meniru perkataan suster.
Keanu melakukan apa yang Papa suruh, dengan suara yang lembut dan kata-kata yang manis Ia membisikannga di telinga sang putri tidur.
" Kamu tahu ? aku sangat takut terjadi sesutu yang buruk, lalu kamu dan anak kita pergi meninggalkanku. rasanya seperti ada bom yang siap meledak di jantungku.aku tidak tahu, kenapa aku begini. kamu yang dulu tidak pernah terlihat oleh ku, tapi diam-diam kamu telah mencuri perhatianku. mata ku tidak bisa berpaling darimu. Apa ini bisa di katakan, aku sudah jatuh cinta padamu ? " Keanu membelai lembut pipi vivian dengan penuh kasih sayang.
Mata Vivian terpejam, tapi bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri, seakan dia sedang berusaha untuk membuka matanya.
" Vivian " Kata Keanu saat melihat Vivian membuka matanya perlahan-lahan.
" Sayang, kamu....kamu....." Ucap Keanu tanpa sadar memanggilnya sayang, dan menciumi kening Vivian.
Jegrek pintu kamar terbuka, Mama dan Wanda masuk kedalam, Wanda mendengar apa yang di katakan Keanu barusan , dan melihat suaminya mencium wanita lain.
" Vivian " Teriak Mama berlari mendekati menantunya, Wanda ikut menyusul di belakangnya.
" Syukurlah , kamu sudah sadar ! betapa takutnya Mama melihat kamu kaya gini " Seru Mama sambil menatap wajah Vivian.
Vivian masih terdiam, memandangi satu persatu orang-orang yang ada di depannya, mulutnya masih tercekat tapi telinganya bisa mendengar dengan jelas.
" Oia hampir lupa " Teriak Mama tiba-tiba sehingga membuat mata tertuju kepadanya.
" Kenapa, Ma " Tanya Keanu tampak cemas.
" Hari ini ada dua kabar baik " Seru Mama sambil melirik kedua menantunya.
" Pertama Vivian dan bayinya sudah selaamat, dan sudah siuman juga " Kata Mama menatap wajah Vivian sambil tersenyum, lalu melanjutkan ucapannya, " Dan yang kedua....." Mama sengaja menghentikan perkataannya
" Apa ? Kenapa ,Ma " Seru Keanu tidak sabar ingin mendengarkan ucapan Mama.
" Wanda hamil " Teriak Mama kegirangan sambil mengenggam tangan Keanu dan melompat-lompat.
Vivian yang sejak tadi mendengarkan Mama, tiba-tiba air matanya mengalir di wajahnya.
Hatiku senang, akhirnya Wanda bisa hamil , dan kami akan bersama-sama melahirkan anak untuk Keanu.
Anak Keanu !!!!
Deg....tiba-tiba jantungnya berhenti berdetak.
terlintas di pikiran Vivian, Apakah Keanu masih sama, akan menyayangi dirinya dan anaknya ? atau dia akan lebih menyayangj anak yang di kandung Wanda sama seperti dirinya yang selalu di abaikan.
Vivian tidak sanggup membayangan nasib anaknya nanti, memikirkannya saja sudah menyesakan hati.
...♧♧♧♧♧♧...
Dua Bulan Kemudian
Kondisi Vivian kini sudah lebih baik sejak dua bulan terakhir, dirinya juga sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, Kembali bekerja di perusahaan.
Jarak kehamilan Vivian dan Wanda hanya selisih dua bulan .
Semenjak tahu Wanda sedang mengandung anaknya, Keanu lebih mengutamakan kehamilan Wanda daripada Vivian yang sudah lebih dahulu hamil.
Mama pun ikut berubah, dulu Mama sangat memperhatikan ku, menyayangiku seperti anaknya sendiri tapi kini perhatian dan kasih sayangnya tertuju hanya untuk Wanda.
Papa dan Aldi masih bisa bersikap netral, cuma mereka berdua yang masih sama memperlakukan Vivian. Tetap memperhatikan Vivian dan juga bayinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tunggu di chapter selanjutnyanya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukunagn dari kalian , seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩