NovelToon NovelToon
ALAN(A)

ALAN(A)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Ketos / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi fatmawati

🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!

Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?

Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....

Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan

SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS

SLOW UPDET!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 16

HAPPY READING 🌟

.

.

..."Sakit hati sama sakit gigi itu sama, sama-sama berawal dari yang manis."...

...Ben David Arian....

.

.

.

"Zia! lo Zia kan?" Tebak Leo.

Gadis itu tersenyum lebar, "Goodboy." Jawab gadis itu yang diketahui bernama Zia.

"Ck, gue gak ada urusan sama lo! minggir!" Sejak insiden saat dimana hampir merenggut nyawa gadisnya, sejak itu lah Leo telah membenci Zia. Dia bahkan ingin sekali membunuh Zia secara perlahan!

"Oh gitu." Zia mengangguk-anggukkan kepalanya, "Berarti lo udah gak sayang sama Adek lo?" Tanya Zia santai sementara Leo langsung mematikan motornya kala nama Adiknya dibawa-bawa.

"Ha? apa? lo bilang apa?" Leo langsung turun dari motornya, dan menatap Zia dengan manik tajamnya.

"Adek lo... Nessa Damian Fillbert, ada ditangan gue sekarang." Ucap Zia dengan senyum simriknya, membuat Leo langsung melayangkan pukulannya tepat pada muka Zia.

Tinggal beberapa senti lagi, Leo dapat memukul wajah sok tenang milik Zia. Tidak peduli jika nantinya dia akan dicap banci karena telah memukul seorang gadis. Rasa kesal sudah merasuki dirinya.

Namun...

"Silahkan pukul gue kalau mau Adek lo gue siksa habis-habisan." Ucapan Zia mampu membuat Leo menurunkan tangannya, dan menatap penuh emosi Zia. Beraninya gadis didepannya ini bermain-main dengannya!

"Apa mau lo bi*ch sia*an!" Bentak Leo, ia tidak suka bila menyangkut orang yang ia sayangi apalagi itu Adiknya! walaupun ia selalu bersikap cuek atau datar kepada Adiknya namun percayalah dibalik itu semua Leo selalu melindungi Adik kecilnya dalam diam tanpa sepengetahuan Nessa.

Sebab, Leo pernah berjanji kepada almarhum kedua orang tuanya untuk menjaga Adiknya walupun itu nyawanya sekalipun.

"Santai dong. Gue cuma mau putuskan hubungan lo dengan Alana, dan berpacaranlah dengan Clara."

"Heh, lo pikir gue setuju dengan permainan bodohmu ini?"

"Oh gitu, it's ok gue tinggal bunuh Adek lo. Gampangkan?" Tanya balik Zia, membuat Leo tertawa hambar.

"Lo pikir gue percaya ha?"

Zia langsung mengeluarkan Handphonenya, dan menunjukan hasil rekamannya tadi kepada Leo.

Disana terlihat Nessa yang terduduk lemah dikursi dengan tangan, dan kaki terikat, dan jangan lupakan beberapa luka-luka diseluruh badannya yang tercetak jelas karena kulit Nessa yang putih seputih susu.

Padahal Nessa tadi sempat bercanda gurau diapikasi GI bersama dirinya, dan Alana. Ini salah dirinya yang dengan teganya meninggalkan Adiknya sendirian dirumah!

"Bang*at! lepasin Adek gue anj*ng! gak waras lo!" Marah Leo, ingin sekali ia meninju wajah Zia sekarang juga namun ia lupa bahwa Adiknya bersama gadis gila didepannya ini bahkan ia tidak tau dimana tempat Zia menyekap Adiknya. Ia hanya bisa menatap penuh emosi ke arah Zia.

"Awalnya sih gue gak berniat untuk melukai Adek kecil lo tapi perkataannya yang tidak sopan membuat gue mengajarinya apa arti sopan dengan benar." Jeda Zia santai tak menghiraukan tatapan Leo kepadanya.

"Gue kan udah bilang, lo putus dengan jala*g itu atau bisa disebut Alana lalu berhubunganlah dengan Clara. Gampangkan?" Sambung Zia.

Hening.

Leo terdiam ditempat sementara Zia sudah menyunggingkan senyumannya kala melihat mangsanya mati kutu. Melihat reaksi Leo saja Zia suka apalagi nanti melihat reaksi Alana yang akan bersujud dikakinya? pasti sangat menyenangkan.

Leo nampak menghembuskan nafasnya kasar, "Ya." Jawab singkat Leo pada akhirnya tapi berbanding terbalik dengan hatinya, ia sekarang benar-benar binggung! disatu sisi dia tak mau mengecewakan Alana tapi disisi lain ia juga tidak suka Adiknya mati ditangan Zia.

"Good! peraturan mainnya jangan sampai Alana tau, dan satu hal lagi! buat Alana cemburu sampai-sampai ia ingin bunuh diri. Kayaknya seru lihat Alana bunuh diri, dan itu karena lo." Ucap Zia santai lalu berjalan pergi meninggalkan Leo yang menggepalkan tangannya erat menuju mobilnya.

Maaf, mungkin aku membuatmu kecewa kali ini. Batin Leo tak terasa cairan bening dari pelupuk mata Leo jatuh mengalir dipipinya. Ia lemah jika dihadapkan dengan seorang yang ia sayangi, cukup sudah ia diuji dengan cara orang tuanya telah tiada! Alana jangan.

Ini setimpal dengan apa yang lo perbuat Alana. Batin Zia tanpa rasa bersalah sedikit pun. Gadis itu sudah dibutakan rasa benci, dan dendamnya kepada Alana tanpa tau yang sebenarnya.

Setelah dirasa mobil Zia cukup jauh darinya. Leo langsung mengeluarkan Handphonenya, dan mulai memanggil anak buahnya.

"Utus beberapa mata-mata handal untuk mengikuti gadis yang bernama Zia sekarang! dan jangan sampai ketauan mengerti!" Perintah Leo mutlak.

"Baik." Jawab anak buah Leo dari sebrang sana.

❌KOMEN❌

Sudah seminggu lamanya Alana, dan Leo berpacaran. Namun entah mengapa Leo akhir-akhir ini terlihat cuek.

Seperti contoh Leo selalu mengirim pesan panjang beserta emot love yang mampu membuat hatinya menghangat saat malam hari namun sekarang tidak, mungkin ia kecapean atau sehabis pulang mengatarnya kemarin ia langsung tidur begitulah pikir Alana. Positif Thinking bukan? padahal ia tak tau yang sebenarnya...

Taman. Itulah tempat yang kini dipijaki oleh kedua sejoli tersebut siapa lagi kalau bukan Alana, dan Leo mengingat keduanya masih menjalankan hukuman skor selama dua hari.

"Hai, sudah makan?" Tanya Alana dengan senyumannya setelah hening beberapa saat.

"Ya." Jawab Leo singkat tapi tidak dengan hatinya.

Setelah itu hening. Tidak ada yang mau membuka suara duluan, dua orang itu malah bergulat dengan pikiran masing-masing membiarkan rambut mereka berdua dimainkan oleh angin.

Leo menatap serius Alana yang juga menatapnya bingung, "Gue minta kita putus." Ucap Leo pada akhirnya setelah selesai mengumpulkan semua keberaniannya, jujur saja ia tak berani untuk mengatakan kalimat luknut itu tapi apa boleh buat.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

"Ha? apa? kamu bilang apa? maaf aku tadi nggak denger, hahaha anginnya kenceng sih." Tanya Alana masih dengan senyumannya, bohong jika dia tidak mendengar sama sekali! jelas-jelas dia dengar bahkan sangat jelas sekali.

"Kita putus." Ulang Leo lalu hendak beranjak pergi begitu saja, ia tak sanggup jika disana terus menyaksikan air mata Alana yang perlahan-lahan turun dan itu karenanya!

Alana tertawa hambar, "Kenapa?"

Langkah kaki Leo yang semula melebar kini perlahan terhenti, "Karena gue udah bosen sama lo." Leo kembali berjalan, kenapa dia mengatakan kalimat itu?

"Maaf honey." Lirih Leo tapi sayangnya tidak dapat didengar Alana.

Kenapa begitu sakit! padahal dia kemarin sempat bahagia, tertawa begitu keras jika melihat tingkah menggemaskan dari kekasihnya mungkin sekarang mantan kekasihnya tapi lihatlah sekarang! rasanya ia tak sanggup untuk hidup lagi.

"Gimana informasinya?" Tanya Leo datar kepada anak buahnya disebrang telepon.

"Maaf bos ka-" Jawab anak buah Leo terpotong.

"Gue gak mau tau harus dapat! kalau gak nyawa lo taruhannya! bila perlu ambil semua anak buah gue yang penting dapat infonya!" Kesal Leo lalu mematikan teleponnya sepihak.

Krakkk.

Leo dengan kesal membanting handphone miliknya hingga tidak terbentuk lagi. Ia langsung berjongkok, dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Gue yakin ini hanya sebentar, bakal gue bunuh lo Zia Puspita Roberto!" Sumpah Leo dalam dirinya, ia harus bersabar untuk sekarang.

Sementara ditempat lain yaitu masih ditaman, nampaklah seorang gadis tengah menatap kosong ke arah depan.

"Putus? gue habis dicampakan oleh sosok laki-laki yang sudah gue tunggu beberapa tahun lamanya loh! tapi lihat sekarang? hahaha lucu ya?" Tawa hambar Alana dengan tatapan yang sama yaitu kosong.

Tes tes.

Beberapa tetesan air mata jatuh begitu saja melewati pipi mulus Alana dengan lihainya, hei dimana sifat bar-bar Alana yang selalu tersenyum ketika mengerjai para Guru!

"Alasanya gak logis anj*ng! ba*ingan lo Leo!" Geram Alana namun sedetik kemudian gadis itu tersenyum, "Dan betapa bodohnya gue malah nangisi dia? hahaha." Tawa menggelegar dari Alana lalu mulai mengecil.

Dia yang selalu ditunggu Alana dengan sabar, dia yang selalu membuat Alana tersenyum lepas setiap saatnya tapi dia juga yang merebut semua kebahagian yang Alana punya. Apakah mencintai harus sesakit ini?

"Berhenti nangisin dia bodoh!"

BERSAMBUNG~

ISH ISH ISH KASIHAN😅

LIKE, VOTE, KASIH RANTING 5, KOMEN DAN TAMBAH KAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😄 ITU JUGA MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT LOH😊

SEE YOU NEXT CHAPTER😉

BABAY~

1
bundha novita
🥰🥰🥰
Onzha Aloych
Luar biasa
Lela Agustin
/Facepalm//Slight//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qaisaa Nazarudin
Awan ini anak siapa thor?? anak2 temennya Alana mana?Siapa nama nya?
Qaisaa Nazarudin
Duh beneran ya nama anak2 nya nama yg ada di atas langit semua, Anak siapa sih itu?😂
Qaisaa Nazarudin
Suami takut istri yg bener..
Qaisaa Nazarudin
Makanya bikin anak tuh yg banyak,Biar nikah 2 ada lagi yg lain..😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leo gercep mah,Takut kehilangan kedua kalinya ya..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah gercep Bastian langsung ngelamar jadi jadi istri aja, Bukan pacar bukan kekasih lagi..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Woow malaikat penolong, Pasti babang Leo 😅😜
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu,Ku pikir Alana udah maafin Leo..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Videoin aja baru keren 😂
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh Mafia abal abalan,,Berly aja gak mampu ngelawan Agnes,Apa lagi loe..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah kebanyakan ngomong,Tembak aja, Kelamaan,Ntar kalian tg mati kenak tembak..
Qaisaa Nazarudin
Mau2 nya Clara di BODOHIN ama Zia 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Leo peka dan Alana selalu memakai gelangnya..👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu nyesel nanti ya Leo,Karena membunuh Alana..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Leo nyerang Alana sih??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang kamu udah tau kan,So sekarang langsung bantuin Leo..👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Cari tau penyebabnya Alana Leo kek gitu,Harusnya kamu tau fak mungkin banget Leo bisa berubah dlm hitungan detik,Kalo gak ada pentebabnya,Peka dikit lah,Tuh Nessa adeknya gak skolah alias hilang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!