NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pria Matang

Terjerat Cinta Pria Matang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Bubu.id

SQUEL TERNYATA AKU ORANG KETIGA

Kisah tentang ketulusan ....
Dan sungguh setelah kesulitan terdapat kemudahan.

Sebuah peristiwa nahas mempertemukan dua sosok terpaut usia 20 tahun.

Keduanya patah hati dan merana sebab kehilangan orang tercinta. Hingga kekosongan itu saling melengkapi ...

Kebersamaan perlahan menumbuhkan benih-benih cinta itu ...
Rasa yang sekian lama seolah mati, kini memiliki tempat berlabuh.

Mampu kah hubungan itu mudah ditempuh?

"Setiap melihatmu aku seakan sedang melihat Dia ... Dan darimu aku kembali tau ada ekspresi wajah bernama senyum dan ada sebuah rasa bersama bahagia ...." (Dimas)

"Siapa sebetulnya pemilih wajah ini? Apakah ia begitu berarti untuk Om?" (Shofie)

Selain kisah kedua tokoh di atas, kisah anak-anak Dimas juga akan ditampilkan di sini❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WAJAH-WAJAH ITU

Setelah ikut berkumpul di ruang tamu dan Dimas mengenalkan Aldo pula pada anggota keluarga Billy, ia meminta izin Dimas untuk masuk. Dan sungguh Dimas masih terngiang ucapan Aldo yang akan datang jika Shofi di sana. Dimas tak tenang, ia terus melirik Aldo yang semakin masuk ke dalam rumahnya.

Mang Jaja tampak masuk dan berbisik pada Dimas bahwa hidangan telah tersaji di meja saji yang berada di ruang keluarga agar acara makan berjalan santai. Dimas segera mengahadap ke arah keluarga Billy yang masih tampak berbincang dengan Mayra dan Diyara. Ia meminta seluruh yang ada di ruang tamu tersebut untuk menikmati hidangan.

Seluruh jiwa tampak bersemangat kini menuju meja saji, mereka tampak teratur mengambil hidangan dan membawa setelahnya ke sofa ruang keluarga.

______________

Di tempat berbeda, Aldo tampak masih mondar-mandir di dapur mencari bayang Shofi. Hingga tiba-tiba raga yang dicari terlihat menghampirinya.

Ya, setelah mendapat informasi Diyara bahwa ada Aldo mencarinya, sebagai manusia beretika ia bermaksud menemuinya. Dan ia melihat raga itu di sana.

Wajah Aldo tampak berbinar melihat Shofi, ia mengajak Shofi keluar dari dapur melalui pintu samping dan mereka duduk setelahnya di taman dengan bunga-bunga indah di sana.

"Untung aku menemukanmu, hampir saja aku pulang karena bosan!"

"Mas Aldo sudah lama?"

"Belum lama juga. Oh ya, bagaimana acara memasak tadi siang?"

"Alhamdulillah lancar! Sepertinya ruang keluarga mulai riuh .... Masuklah, Mas! Coba masakanku!"

"Aku tidak mau makan!"

"Kenapa?"

"Aku takut ketagihan dan ingin memakan masakanmu terus!" Shofi tersenyum.

"Akhirnya aku melihat senyum itu. Kadang saat bersamamu seperti ini, aku serasa sedang bermain belakang dengan mas Dimas."

"Karena wajahku mirip tante Lyra?"

"Iya, kalian sangat mirip. Hidup itu aneh. Tunggu! Shof, kamu tidak ada hubungan apapun dengan mas Dimas, kan?"

"Kenapa bertanya itu?"

"Jika itu terjadi, sungguh beruntung mas Dimas, mendapat hidup dan cinta kedua bersama wajah yang sama namun dengan raga berbeda dan lebih muda!" Shofi menggeleng-gelengkan kepala.

"Itu tidak mungkin, Mas! Aku mana mungkin bisa menggantikan posisi tante Lyra!"

"Benar, mas dimas memang begitu mencintai mendiang istrinya. Mbak Lyra adalah kelemahan mas Dimas, ia akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan mbak Lyra!" Shofi menunduk.

"Oke kita berhenti membicarakan mas Dimas, bagaimana jika bercerita tentang kehidupanmu!"

"Kehidupanku tidak ada yang menarik!"

"Begitukah? Bagaimana tentang hati? Pernahkah kamu mencintai seseorang?" Setelah beberapa saat terdiam, Shofi mengangguk.

"Lalu bagaimana hubungan kalian?" Rona penasaran Aldo terlihat jelas.

"Hubungan kami sebuah kesalahan."

"Begitukah? Lalu di mana pria itu sekarang?"

"Ia pasti sudah bahagia dengan istri dan anak-anaknya."

"Ohh .... Dan hatimu sendiri, apakah masih terisi untuknya?"

"Tidak lagi!"

"Syukurlah! .... Shof----

"Hem?"

"Hati kosong itu tidak baik, lebih baik kita saling membuka diri dan mengenal." Shofi tersenyum.

"Kenapa senyum. Aku serius!"

Dan Dimas melihat segalanya di kejauhan, perkara apa yang mereka bicarakan tak penting. Tapi melihat wajah itu berbicara dengan laki-laki lain yang notabenenya secara terang-terangan tertarik pada pemilik wajah itu membuat Dimas geram.

Dimas memanggil bik Imas untuk menambahkan lauk di ruang keluarga, dan ia meminta Shofi yang melakukannya. Tujuan intinya satu, agar kedua raga itu saling menjauh. Bik Imas mengangguk.

________________

Di ruang keluarga seorang pria berkali menahan bumbu-bumbu itu di mulutnya. Hatinya berdesir. Rasa itu berbeda dan ia sangat hapal di lidahnya. Opor ayam seperti ini sebelumnya sering dibuat oleh wanita keduanya, tapi kini ia merasakannya lagi.

"Bagaimana mungkin, mengapa aku jadi penasaran siapa yang membuatnya. Siapa wanita yang bisa juga membuat rasa semacam ini." Pria itu adalah Syafiq. Ya, saat ini ia terus bermonolog dalam hatinya.

Dari arah dapur seorang wanita tampak masuk ke ruang keluarga dengan sebuah piring berisi kentang balado. Wajahnya tenang berusaha menyingkirkan beban yang ia rasa. Tatapannya merunduk, tampak ia tak nyaman dengan susana riuh di sana. Belum lagi sampai ke meja yang di tuju, seorang bocah menabraknya.

BUG

"Maaf Ibu," lontarnya seketika.

Shofi menangkap wajah itu, dadanya seketika sesak. Ia menelusuri isi ruangan berusaha mencari wajah bocah tersebut untuk memastikan yang dilihatnya sesaat lalu. Namun ... bukan hanya wajah itu yang ditangkapnya, wajah orang-orang dalam masa lalunya tampak pula di sana.

Seketika kaki itu lemas, berbagai bayangan masa lalu, hal indah terbalut kebohongan yang terjadi di hidupnya hingga menyisakan satu-persatu kejadian memilukan dan perih yang sulit terobati muncul di otaknya. Ia butuh sandaran, ia terus memundurkan tubuh hingga seseorang meraih bahunya.

Beberapa meter dari Shofi berdiri, Dimas yang sedang berbincang dengan Rian menatap tubuh itu tak berdiri stabil. Ia yang menyadari ada hal yang tidak beres seketika meminta izin untuk beranjak dan mendekati raga itu.

"Ada apa?" bisik Dimas meraih Bahu Shofi dengan satu tangan yang lain meraih piring dalam genggaman wanita itu.

"Omm ... bawa aku keluar dari ruangan ini!" Dimas bingung, seketika ia memapahnya menuju kamar tamu.

"Tetap di sini sampai aku kembali, paham?" Dimas menggunakan penekanan dalam kata-katanya sebab melihat pandangan mata itu tak fokus. Shofi mengangguk.

"Omm ...." Baru saja berbalik panggilan itu terdengar.

"Hem?"

"Jangan lama-lama!" Dimas kembali mendekat dan duduk di sisi Shofi.

"Apa pun yang kamu khawatirkan, semua tidak akan terjadi! Ini rumahku, kamu akan selalu baik-baik saja di rumahku! Dengar!" Sorot mata itu meyakinkan Shofi, Shofi lagi-lagi mengangguk.

"Kunci saja dari dalam kalau kamu takut!" ucap kembali Dimas sebelum akhirnya ia menghilang dari balik pintu.

Lelaki itu tak tenang, tapi bagaimana pun ia adalah tuan rumah saat ini. Menjamu dan memastikan tamu-tamunya nyaman adalah tugasnya. Ia kembali berbaur dengan keluarga Billy mengenyampingkan gejolak otak yang dipenuhi wanita dengan wajah istrinya itu.

"Hal apa yang sebetulnya terjadi pada Shofi?"

Tak berselang lama, sebuah civic berhenti di pelataran. Tangan pria dalam mobil itu melambai ke arah mang Jaja, membuat pria paruh baya itu mendekat.

"Apa sudah selesai acaranya?"

"Belum mas Dirga, sedang acara makan di dalam!" jawab Jaja.

Setelahnya pria tinggi dengan rahang tegas itu ke luar dari mobil. Ia tak sendiri, ia membuka pintu mobil di sisinya hingga seorang wanita dewasa dengan tubuh aduhai tampak turun dan masuk beriringan dengan Dirga.

Seketika mereka mendekati posisi Dimas. Dimas semringah menyambut kepulangan putranya, ia merangkul bahu Dirga dan membawa Dirga menemui Rian dan seluruh keluarga Billy yang sedang menikmati puding sebagai hidangan penutup makan malam itu.

Baru saja Dimas ingin mengajak Dirga ke sudut untuk menanyakan perihal keterlambatannya. Seorang wanita yang sejak tadi tak dihiaukan mendekat. Dimas terbelalak tak menyangka kehadiran wanita itu di acara putrinya.

"Viona?"

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

⛅Happy reading😘

⛅Masih ada yang ingat Viona? (Ada di My Handsome Dad)

1
Dewa Rana
mantan suami shofie banyak
Dewa Rana
Semoga Dimas yg terakhir buat Shofie
Dewa Rana
Luar biasa
Dewa Rana
mestinya Sofie punya rumah, kan sebelum nikah dia wanita karir, dokter lagi
Dewa Rana
mestinya setelah ganti wajah, sofi juga ganti nama dan identitas
Batriani
Luar biasa
Surati
bagus
Jessica
Luar biasa
Mirfa Linda
dari yg pertama sampai yg ketiga knp buruk terus nasib shofii Thor...selalu jadi yg kedua dihati suaminya
mentari: karena sofie penggambaran wanita bodoh,tipe2 pelakor .orang nikah kayak mau beli cireng..satset ngga jelas . asal jabat tangan, ijab sah.. pdhl ada pacaran atau kalo mau mode syar'i ya taaruf.. masa dimana kita mengenal calon dan keluarganya..
total 1 replies
Mirfa Linda
malang betul nasib shofii...
makanya jadi orang jgn lemah gitu
Najwa Sahida Lukman Hakim
setelah terjebak dengan 2 orang munafik sekarang terjebak dalam wajah orang yang sudah meninggal ,sabar ya sof semoga ada bahagia untuk mu kelak
Ummi Lestari
sukaaaa
Bundanya Pandu Pharamadina
masih nyimak, alurnya belum paham👍❤
Aliya Jazila
aku juga agak bingung baca nya
EndRu
berat juga jadi ayafiq
EndRu
maklum juga klo Dirga begitu. karena sang anak sangat mencintai bundanya
EndRu
biarin Syafiq tersiksa. rasain
EndRu
suasananya mencekam banget.
EndRu
beneran nyesek lagi inget penderitaan Shofi karena Syafiq
EndRu
pria matang yang manis.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!