NovelToon NovelToon
Biru ( You Are My Angel )

Biru ( You Are My Angel )

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Indah mala

Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.

Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.


Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.

Semangat!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseriusan seorang Alfarezel

...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...

[Selamat membaca]

"Dasar Kadal jantan." Ucap Biru. Tanpa ia sadari. Varo tersenyum saat mendengar umpatan Biru seperti loading. Namun tak lama kemudian mereka baru sadar.

"Kau dapat berbicara!" Ucap Rezel dan Varo bersamaan.

''A,,a,,aku dapat berbicara lagi?'' Ucap Biru dengan bahagia. Varo langsung menghampiri adiknya lalu memeluknya. Rezel yang refleks pun ikut menghampiri Biru dan hendak memeluknya, namun langsung di tahan Vero menggunakan tangannya.

''Apa yang akan kau lakukan!'' Ucap Varo melotot kearah Rezel.

''Tentu saja ingin memeluk Biru,'' Jawab Rezel dengan entengnya.

''Apa!!!'' Biru dan Varo melotot kearah Rezel.

( "Tapi tunggu dulu," Jika Biru sudah bisa berbicara, bagaimana jika ia mengatakan yang sebenarnya kepada Varo jika aku bukan kekasihnya? Bukannya aku tidak bahagia tapi aku belum siap jika harus pergi dari kehidupan Biru." Batin Rezel dalam hati.)

Biru bisa melihat kegelisahan dalam wajah Rezel. Ia mengerti apa yang kini Rezel pikirkan. Biar bagaimana pun, selama ini Rezel yang dengan setia merawatnya. Rezel selalu memperlakukan Biru dengan sangat baik. Bahkan dalam hal makanan saja Rezel sendiri yang memasaknya. Biru tidak akan membongkar kebenaran tentang hubungannya dengan Rezel. Nanti ia akan bicarakan lagi bagaimana nanti kedepannya.

Kalau soal perasaan, Tentu saja Rezel makin mencintai Biru. Tapi kalau soal perasaan Biru, ia sendiri belum memahami tentang masalah seperti itu. Baginya kalau suka ya suka tapi soal cinta ia belum begitu memahaminya.

''Oh iya sekarang apakah Biru sudah boleh pulang kak? Biru sudah bosan disini. Biru rindu rumah.'' Rengek Biru kepada kakaknya.

''Nanti kakak akan berbicara dengan Dokter. Tapi kakak tidak bisa ikut pulang kerumah dulu.'' Ucap Varo, ia sungguh sangat menyesal tidak bisa menemani adiknya, karena harus kembali ke Australia. Sebab ia masih harus menjaga Rani. Tadi Varo buru-buru kembali karena mendapat kabar tentang Biru, jadinya ia belum berpamitan juga dengan tunangannya itu. Pasti saat ini Rani sedang mengamuk karena Varo tidak ada kabar sama sekali.

Entah ini berkah dari Tuhan karena mendukung keinginan Rezel, atau kebetulan, Rezel tidak perduli. Tapi yang pasti ia saat ini tengah kegirangan. Rasanya ia ingin sekali melompat-lompat. Varo dapat melihat wajah bahagianya Rezel.

''Mungkin Rezel benar-benar sangat mencintai adikku, Semoga saja ia tidak akan menyakiti hati Biru.'' Batin Varo.

Wajah Biru berubah menjadi masam.

''Tenang saja,'' Kakak akan berusaha untuk bisa segera kembali. Kamu doakan saja semoga pekerjaan kakak iparmu lancar dan cepat selesai.'' Ucap Varo sambil mengusap kepala adiknya. Biru hanya bisa mengangguk pasrah.

''Kakak berhati-hatilah di jalan. Ingat! Jaga kesehatan kakak! Kurangi minuman beralkohol, dan jangan telat makan!'' Pesan Biru kepada kakaknya.

''Siap Bos!'' Hahahahaha Biru dan kakaknya tertawa. Lalu pun Varo berpamitan kepada Biru dan Rezel. Namun sebelum berpamitan, Varo berpesan kepada Rezel untuk baik-baik menjaga Biru. Dan jika ada apa-apa di minta untuk segera menghubunginya.

''Dan satu lagi!'' Usahakan Biru tidak melihat darah lagi! Jika memang ingin serius dengan adikku, kamu harus bisa menyembuhkan rasa traumanya Biru dan bisa membuatnya melupakan masa lalunya yang suram itu.'' Ucap Varo.

''Iya kak,'' Saya pasti akan berusaha keras untuk bisa membuat Biru melupakan kenangan pahitnya itu. Saya akan berusaha agar Biru tidak melihat darah dulu sebelum ia benar-benar sembuh.'' Ucap Rezel dengan serius.

Setelah selesai pemeriksaan dan mendapat izin dari dokter agar bisa pulang, Biru pun sangat senang akhirnya ia tidak lagi berada di tempat yang membosankan ini. Biru juga harus secepatnya bicara dengan Rezel.

Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah sakit. Di sepanjang jalan Biru terus memejamkan matanya, ada perasaan takut setiap kali ia menaiki mobil. Namun zaman sekarang jika tidak naik mobil la terus mau naik apa? Kan gak mungkin jalan kaki. Jadi Biru pun harus memberanikan diri.

Saat di persimpangan jalan, Biru meminta Rezel mengantarkannya di rumahnya. ''Tunggu dulu,'' Bukannya rumahnya sama dengan rumah yang di tinggalin Varo. Ternyata Biru memang memiliki Rumah sendiri yang kusus ia tinggali jika kakaknya pergi melakukan perjalanan bisnis.

''Akhirnya sampai juga.'' Ucap Biru saat mobil sudah berhenti di depan sebuah rumah yang bernuansa minimalis namun terkesan seperti pedesaan. Karena letaknya tak jauh dari pantai. Rumah berlantai dua itu di berikan oleh Ibunya untuk hadiah ulang tahunnya ketika Biru berumur 9 tahun.

Selama ini rumah itu di jaga oleh orang kepercayaan keluarganya. Dan Biru sering mengunjungi nya bersama Rani.

Rezel pun membopong Biru untuk di dudukkan di kursi roda. Namun bukannya di dudukkan di kursi roda, Biru malah di bopong sampai masuk kekamarnya.

''Kau!'' Turunkan aku, biarkan aku duduk di kursi roda saja!'' Ucap Biru. Namun Rezel tidak menggubrisnya sama sekali.

''Dasar Kadal jantan! otak mesum!'' Ucap Biru cemberut karena Rezel tidak mengindahkannya.

''Otak mesum?'' Siapa yang kau sebut otak mesum?'' Ucap Rezel lalu menurunkan Biru ketempat tidurnya.

''Tentu saja kau!'' Apa kau tidak melihatnya? Di dahimu sudah terukir tulisan otak mesum dengan huruf besar-besar dan menggunakan huruf kapital !'' Gerutu Biru. Rezel hanya tersenyum saat mendengar umpatan gadis manis yang ada di hadapannya itu.

''Seperti kucing liar saja.'' Ucap Rezel sambil mengusap kepala Biru.

''Siapa yang kau sebut kecil liar haah!!''

-

-

-

-

1
hayatun nufus
ternyata cuma khayalan toh... kena prank aq 😀😀😀
𝑀𝒶𝓁𝒶: 😅😅😅😅 iya kk
total 1 replies
Novthv
Bagus kak cerita nya😉
Jazz ♋
Next Biru
💙💙💙💙💙💙💙💙
Jazz ♋
Bahkan ada Jungkang Sakti 👍👍👍👍
Jazz ♋
Semoga kami dapat mendukung, selalu 💕💕💕💕💕
Jazz ♋
Ayo lebih semangat Biru
💙💙💙💙💙
Jazz ♋
Ya....semoga kita bisa berjumpa 💕💕🌹🌹
Jazz ♋
Agar makin mantab dak sukses 💕💕💕💕🌹🌹🌹💐💐💐
Jazz ♋
Eh, yang ke 6 nih
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Jazz ♋
Biar mantap nih, 4 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jazz ♋
Masuk lagi dengan kembaran yang lain 🤦🤦😂😂
Adinda
😘😘😘😘😘🖤🖤🖤🖤♥️♥️♥️♥️
🏁Nyno_Ever🏁
Wahhh...Pak Rezel
Yang Nge Zel in
🏁Nyno_Ever🏁
Akui lah Rezel, kau suka pada Biru 💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
🏁Nyno_Ever🏁
Sania....mungkin sebaiknya kamu instropeksi diri
Dhina ♑
Berarti Varo keduluan Rezel dong??
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Dhina ♑
Biru....aku sedih dengan keadaan kamu yang seperti ini
Dhina ♑
Wah Rezel...kali ini kamu benar-benar tak mau lengah lagi, sehingga kamu cepat bertindak
Dhina ♑
Samuel baik banget, tulus, lucu dan pintar menghibur.

Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri

Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
Qirana
Oh No
💕💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!