Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Sore hari nya Zeline bangun saat melihat jam di dinding yang berada di kamar telah menunjukan pukul 15:30.
Wanita meregangkan badan nya terlebih dahulu badan nya sedikit sakit karena tidur di atas karpet. Walaupun Arthur sedang tidak berada di dalam apartement Zeline tidak beranitidur di atas kasur.
Syukurlah badan Zeline sedikit lebih enak setelah minum obat tadi, Zeline mengikat rambut nya kuncir kuda sedikit ke atas.
Zeline keluar dari dalam kamar sebelum Arthur pulang Zeline akan memasak. Hari ini Zeline memilih menu ayam dan tumis sayuran sebagai teman nya,Zeline akan membuat ayam lada hitam dan semoga Arthur suka dengan masakan nya yang ini. Ya walaupun bisa di pastikan pasti Arthur tidak akan menyukai masakan Zeline dan malah akan menghina nya.
Zeline membuka kulkas lalu mulai mengeluarkan bahan-bahan yang di perlukan untuk masakan nya. Setelah semuanya lengkap Zeline menaruh bahan-bahan itu di atas meja, lalu menutup kulkas nya kembali.
Dan finally setelah kurang lebih satu setengah jam berkutat di dapur masakan nya kini telah matang. Mata Zeline berbinar kala melihat masakan yang di buatnya telah tersaji rapi di atas meja makan. Walaupun masakan Zeline sederhana tetapi rasanya luar biasa bahkan masakan Zeline bisa mengalahkan restaurant bintang lima sekalipun
Setelah masakan nya jadi Zeline pun bergegas untuk membersihkan dirinya dulu. Zeline berjalan ke arah kamar lalu menuju ke lemari untuk membawa baju gantinya setelah dia mandi nanti.
Zeline masuk ke dalam bathtub setalah air nya sudah terisi penuh. Ia menambahkan aroma mawar ke dalam bathub agar menjadi sedikit relax dan lelah nya sedikit berkurang.
Beberapa menit yang lalu Zeline telah selesai mandi nya. Zeline saat ini telah mengenakan pakaian tidur miliknya. Zeline mengambil ponsel nya yang terletak di atas nakas lalu kelaur kamar untuk menunggu Arthur pulang sambil menonton tv.
****
Saat Arthur datang dia menatap Zeline yang sedang berdiri menyambut kedatang nya. Arthur hanya menyerigai menatap Zeline.
" Bukakan sepatuku." Titah Arthur setelah duduk di atas sofa.
" Iya Tuan." Zeline menurt ia pun mulai membukakan sepatu Arthur satu-satu.
Arthur mendekat ke arah Zeline pria itu memegang keras rahang Zeline " Sudah ku katakan jangan panggil aku dengan sebutan Tuan. Memang nya aku Tuan mu wahai wanita bodoh." Arthut melepaskan cengkraman nya dengan kasar.
Zeline memejamkan mata sambil menahan agar air mata nya tidak jatuh. Saat Arthur pergi ke kamar Zeline menyusulnya untuk menyiapkan air mandi untuk Arthur.
Setelah Arthur masuk ke dalam kamar mandi, Zeline pun menyiapkan baju ganti untuk Arthur.
Arthur pun keluar dari dalam kamar mandi setelah ritual mandi nya telah selesai.
Arthur menatap baju yang berada di atas kasur ide jahil pun muncul dari dalam oatk Arthur.
" Wanita Bodoh cepat kemari." teriak Arthur sambil menatap baju yang berada di atas kasur.
Zeline yang sedang merapikan kembali makan malam nya dengan cepat meninggalkan pekerjaan nya untuk segera menemui Arthur.
" Ya Tuan ada apa?"
" Carikan aku baju yang lain pilihanmu yang itu sangat jelek dan aku tidak suka."
" Baiklah akan aku carikan." Zeline berjalan ke arah lemari.
" Yang ini bagaimana Tuan?" Zeline menujukan baju pilihan kedua nya.
" Tidak itu malah lebih jelek dari pilihan pertamamu." kata Arthur senyum ringai lagi-lagi menghiasi wajah tampan nya.
" Kalau yang ini bagaimana?" dan ini adalah baju pilihan Zeline entah yang ke berapa kali. Zeline bingung mau baju yang seperti apa yang Arthur mau.
Setelah Arthur puas menjahili Zeline ia pun berhenti untuk menjahili Zeline. " Sudah pilihanmu tidak ada yang bagus, Yasudah kemarikan baju pilihan pertamamu."
Zeline melotokan mata nya ia baru sadar saat Arthur masuk ke dalam kamar mandi lagi. Ia sedang di jahili oleh Arthur Zeline pun merapikan kembali baju-baju Arthur seperti sebelum nya.
Saat tiba di meja makan mata Arthur menatap masakan dan mencium aroma masakan Zeline yang benar-benar menggugah selera nya.
Zeline mengambilkan makan Arthur terlebih dahulu. Mereka pun mulai makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Satu suap, dua suapan telah masuk ke dalam mulut Arthur benar-benar mewah masakan Zeline tak kalah enak dari masakan buatan Mama nya. Tuh kan Arthur jadi merindukan Ibu nya sudah lama dia tidak berkunjung untuk menemui Ibu dan juga Ayah nya serta adik perempuan nya.
" Lain kali masaklah masakan yang berkelas sedikit bukan yang seperti kau masak tadi." padahal mah si Arthur suka banget sama masakan nya si Zeline.
" Iya Tuan." ucap Zeline sambil membawa piring-pirimg kotor ke dalam wastafel untuk segera ia cuci.
Tak seperti biasa nya Arthur duduk di kursi meja makan ia jadi teringat Thalia kala melihat Zeline yang sedang mencuci piring, Sudah lama juga Arthur tidak mengunjugi makam Thalia.
Namun kebencian Arthur mulai memuncak lagi kala menginggat Thalia tiada gara-gara wanita sialan dan bodoh itu.
PRAKKK
PRAKKK
Entah sengaja atau tidak Arthur melemparkan dua gelas yang berada di atas meja ke bawah lantai. Zeline yang sedang fokus mencuci piring pun kaget lalu mencari asal sumber suara tersebut.
" Bersihkan serpihan beling-beling itu sampai bersih baru kau boleh tidur."
" Tapi Tuan maaf kenapa sepertinya kau sengaja memecahkan gelas-gelas itu?" tanya Zeline hati-hati.
" Bersihkan dan jangan banyak tanya mengerti ." Arthur berjalan menghampiri Zeline lalu menarik rambut panjang Zeline yang terikat ke atas. Arthur baru ingat dengan misi nya untuk membuat Zeline lelah dengan pernikahan ini.
" Iy-iya Tuan." Zeline menutup mata saat tangan Arthur masih menarik rambut panjang nya.lalu membuka mata nya kembali setelah Arthur melepaskan tangan nya dari rambut nya.
Zeline meneteskan air mata nya setelah Arthur pergi masuk ke dalam kamar. Ada apa dengan Arthur kenapa dia sangat membenciku? aku tau di dalam hati kecil Arthur,Sebenarnya Arthur masih belum bisa untuk mengikhlaskan Thalia.
Entahlah apakah Zeline akankah kuat menghadapi perlakuan Arthur selama ini kepada nya. Dua bulan mereka menikah namun Arthur masih tetap saja seperti itu kepada Zeline. Ada rasa Lelah di hati Zeline menjalani pernikahan seperti ini.
Bagi sebagian orang mungkin menikah dengan seoragg CEO adalah kebahagiaan, tetapi tidak bagi Zeline, yang Zeliene dapatkan hanyalah hinaan yang selalu ia terima setiap hari.
Terkadang terlintas di benak Zeline untuk mengakhiri pernikahan ini dengan Arthur. Toh mereka juga belum pernah melakukan hubungan suami istri layaknya pasangan pada umum nya.
Namun prinsip Zeline yang hanya mau menikah sekali seumur hidup dan juga amanah yang ia terima dari wanita malaikat penolong nyawa nya, yang membuat Zeline ingin terus memperjuangkan pernikahan nya walaupun mungkin tidak dengan Arthur.
JIKA KALIAN MENYUKAI CERITA HALUANKU INI.DUKUNG NOVEL INI DENGAN CARA MEMBERI LIKE,KOMEN,VOTE ANDE RATE BINTANG LIMA NYA YA TERIMAKASIH☺
Semangat ya.