NovelToon NovelToon
DIJEBAK PERJODOHAN

DIJEBAK PERJODOHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

Sekuel dari istri kedua tuan Alex...

Kisah berlanjut disini, dimana para putra putri pun jadi korban jebakan perjodohan Tuan Alex dan Sandi asisten nya....

Bagaimana kisah mereka? apakah mereka bisa bahagia setelah menikah dengan pasangan pilihan dari mak comblang super sukses seperti Tuan Alex dan Sandi...

Jangan lupa tinggalkan like vote dan komentar jika suka dengan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Setelah mobil Sandi meluncur meninggalkan pekarangan rumah, ketiga berandal itu kini sedang menyeret kopernya dan membawa ke dalam rumah sederhana yang akan mereka tinggali.

"Gila! bener bener Gila! gue udah ditipu sama bokap gue sendiri." kata Revan sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

Revan duduk disalah satu sofa tua yang hampir rusak, dia masih asyik merenung disana sementara yang lain sudah mengelilingi isi rumah.

"Is not Bad!" ucap Ander setelah mengelilingi rumah.

"Selamat datang di kehidupan sederhana." kekeh Randi.

"Kalian pada seneng amat dah!" kesal Revan.

"Kita nikmati aja, mau gimana lagi!" balas Randi santai.

"Lagian sejak awal bukannya gue udah bilang, ini bukan liburan. mana ada hukuman dikasih liburan." Ejek Ander yang langsung membuat Revan menggerutu kesal.

Randi menepuk nepuk bahu Revan "Kita nikmati saja bro, siapa tau pulang dari sini dapet hadiah lamborghini model terbaru."

Ander terkekeh, "Pulang dari sini gue bakal bikin perhitungan sama tuh ugly!"

"Ya elah, masih aja di urusin!" cibir Revan "Ntar naksir baru tau rasa!"

Ander menendang kaki Revan karena kesal dengan ucapan Revan "Dia udah ingkar janji, patut di permasalahkan!"

"Iye iye, nggak usah pake nendang juga kali!"

Randi bangkit dari duduknya, "Gue mau mandi, abis itu kita keluar cari makan malam. disini nggak ada apa apa buat dimakan."

"Ya ampun tega banget deh orangtua kita, nggak dikasih makan trus kita gimana,"

"Nggak usah lebay deh, tinggal beli aja repot! kita kan bawa atm juga." kesal Randi mendengar gerutuan Revan.

"Mana nggak ada sinyal lagi." Randi sibuk mengoyang goyangkan ponselnya mencari sinyal.

Ander dan Randi menatap jengah ke arah Revan, keduanya pun berjalan ke belakang untuk mandi dari pada harus mendengarkan keluhan Revan yang tak berfaedah.

Mereka mandi bergantian karena hanya ada satu kamar mandi, itupun air nya harus menimba dulu disumur yang ada disamping kamar mandi.

Dan saat giliran Revan,

"Ini kamar mandi nggak ada yang lebih bagus apa? mana harus nimba dulu airnya." keluh Revan saat memasuki kamar mandi.

"Udah buruan mandi, keburu kemaleman ntar!" kesal Ander sedari tadi mendengar umpatan rempong Revan.

"Iya iya, sabar napa!"

Revan segera menimba air meskipun sedikit kesulitan karena Ia tak terbiasa bekerja keras.

"Gila, dua ember aja bikin ngos ngosan." keluh Revan yang kini sudah membawa air ke kamar mandi.

Selesai mandi dan berpakaian rapi, nyatanya Revan sudah ditunggu para kakaknya didepan rumah.

"Lama amat sih Lo!"

"Ck, namanya juga orang mandi, wajar kalau lama."

"Keburu malem nih, yuk ah cabut." ajak Ander.

"Jalan kaki nih?" tanya Revan membuat Ander dan Randi menatapnya secara bersamaan.

"Lo ngesot nggak apa apa sih!" balas Randi yang membuat Ander terkekeh.

"Ck, gue nggak biasa jalan kaki ntar kalau kaki gue bengkak gimana?"

"Udah dibilang Lo ngesot aja! ribet banget Lo jadi cowok." kesal Randi tak tahan lagi.

"Lo pikir gue suster ngesot! mana ada suster ngesot cowok ganteng kayak gue!" balas Revan sengit membuat Randi memutar bola matanya malas dan melanjutkan langkahnya tanpa mengubris Revan yang masih menggerutu.

Hampir 30 menit mereka mengelilingi kampung ini untuk mencari mesin atm namun sama sekali tak menemukan dan mereka juga sama sekali tak berpapasan dengan warga satu pun.

Kampung itu benar benar sangat sepi.

"Gila, ini kampung apa kuburan. sepi amat." celetuk Revan lagi.

"Gimana nih? kayaknya nggak ada mesin atm di sini." keluh Ander.

"Gue juga nggak tau mau gimana lagi, mana nggak punya duit cash lagi!" Randi merogohi kantongnya dan tak menemukan apapun disana.

"Jadi gimana dong, gue laper banget." Revan ikut menimpali dan Ia juga merogoh kantongnya namun tak menemukan apapun disana.

"Gue cuma punya ini," Ander menemukan uang 20ribu di kantong celana nya.

"Ya udah sementara kita beli makanan pakai uang itu dulu, besok kita pikirn lagi gimana caranya nemu mesin atm." jelas Randi yang langsung diangguki setuju Ander.

"20 ribu mau makan apa? nggak cukup." keluh Revan.

Mereka kini kembali berjalan mencari warung makan namun sama sekali tidak menemukan, hingga akhirnya keduanya berpapasan dengan pria paruh baya yang baru saja pulang dari masjid.

"Malam pak," sapa Ander membuat pria itu mengeryit.

"Kalian siapa!" tanya pria itu heran karena belum pernah melihat anak anak ini.

"Kami datang dari jakarta pak,"

"Oh jadi kalian anak anak nakal yang dari jakarta itu!"

"Haaa?" baik Ander, Revan maupun Randi sama sama terkejut.

Mereka belum genap sehari disini dan seseorang sudah menyebut mereka nakal.

"Mungkin bapak salah orang." Randi tentu saja membela diri.

"Kalian datang dari jakarta kesini karena dihukum sama orangtua kalian kan?" tanya Bapak itu terlihat memastikan.

"Iya memang benar kami sedang dihukum tapi kami nggak nakal kok pak." bela Randi lagi, revan pun ikut mengangguk.

"Mana ada anak baik dapet hukuman kayak gini!" ucap Bapak itu membuat Ander mengepalkan tangan nya emosi.

Haruskah Dad melakukan semua ini? bahkan memberikan citra yang tak baik sebelum hukuman mereka rasakan, batin Ander kesal.

"Ya sudah jika Bapak memang beranggapan kami seperti itu, tidak masalah." kata Randi pasrah, "Kami hanya ingin tanya apa ada mesin atm di sekitar sini?"

Bapak itu malah terkekeh mengejek "Kalian pikir ini dikota, mana ada mesin atm dikampung seperti ini. ah iya jika kalian ingin kesana ada tapi kalian harus berjalan kaki selama 3 jam hingga sampai di pinggir jalan!" jelas Bapak itu menambahkan kekesalan ketiga berandal itu.

Ketiga berandal itu segera pergi, mendengar ucapan Bapak yang sama sekali tak membantu mereka dan malah membuat mereka kesal.

"Tunggu." teriakan Bapak itu membuat ketiga berandal berhenti.

"Jika kalian lapar, nanti pukul 9 malam ada penjual nasi goreng murah lewat." kata Bapak itu "Dan jika kalian di sini ingin mendapatkan uang, kalian harus bekerja."

"Bekerja?" kening Revan mengkerut.

"Ya, bekerjalah besok di kandang mbah Mirah. mengurus sapi mereka dan kalian bisa mendapatkan upah untuk makan."

"Mengurus sapi?" ketiganya terkejut.

"Ya, jika kalian ingin mendapatkan uang dan bisa makan. jika tidak ya sudah karena untuk pergi ke mesin atm membutuhkan motor dan disini tidak ada yang memiliki motor."

Ketiga berandal itu mendesah bersamaan "Tapi kami belum pernah mengurus sapi,"

"Besok disana akan diajari. datanglah pukul 7 pagi ke arah selatan dari rumah kalian dan kadang berada tepat di pojok sendiri."

"Baiklah, terimakasih." ucap Ketiganya bersamaan.

Dan benar saja, tepat pukul 9 malam ada penjual nasi goreng keliling dengan gerobak yang melewati depan rumah mereka.

Hanya dengan uang 20ribu yang di miliki Ander bisa mendapatkan 3 porsi nasi goreng ukuran jumbo.

"Gila, ini sih enak banget. mana murah lagi." Revan menguyah sambil berucap takjub.

Randi hanya menggelengkan kepalanya,

"Gue nggak bisa bayangin besok. ngurus sapi?" celetuk Ander.

Randi mengangguk setuju "Gimana lagi, nggak ada pilihan lain."

"Santai aja, cuma ngurus sapi doang ini." ucap Revan santai yang membuat Randi dan Ander menatap kesal ke arah Revan.

"Lagak Lo! awas aja besok ngeluh, gue gibang juga Lo!"

Bersambung...

Jangan lupa like vote dan komen

1
nnk pw
dr semua judul novel othor, hmpir semua ceritanya ga sinkron di awal dan di akhir. tp ga apa2. termaafkan krn ceritanya bagus.

di awal kan ayahnya minjam uang untuk adik nya berobat
nnk pw
bw hp ga punya mbanking?
Qaisaa Nazarudin
Ini juga salahnya Revan waktu itu nyuruh Rania deketin Ander,yah gini kan jadinya..ckck..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pasti itu Rania..
Qaisaa Nazarudin
Randi kan 16 tahun?? Emang Udah punya sim ya??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Astaga bukin ngakak aja..😂😂
shofia ramadhani4
Luar biasa
Yuli Astuti
nunggu yg lain di updet, mampir dulu deh kemari 😁
Tri Susanti
suka banget baca nya lucu bikin senyum senyum sendiri semangat thor sukses selalu
fifid dwi ariani
trus sukses
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus sehat
Junaidah Ramdhani
Risha sama Rendi kyknya
Junaidah Ramdhani
kok malah cerita Rania mana Ellya
Phecekkk
Ngakak abis thoor lanjut
Haslinda
visual ander ccok ama yang yang dan eliya ccok ama dilraba klw revan ccok ama liu te dan rania zhao lusi klw rendi lingyi aja thor tp gak tau ama spa
Eka Sss
bagus dan lucu ceritanya
Andriyani Al Ibtisam
kucing2an niyye
Nanda Khusuma
terimakasih thor,, ending ny suka.. 🤗🤗
sukses selalu y thor
Nanda Khusuma
yeeeeeeee dad alex dan ayah sandi akhir ny turun tgn..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!