Part 2, lanjutan dari Ta'aruf Pembawa Cinta. Disarankan untuk membaca part pertama terlebih dahulu.
Daffa pergi meninggalkan rumah dan melepaskan semua yang akan menjadi miliknya dan mulai membuka usahanya sendiri.
Lelaki bernama Daffa itu adalah seorang duda yang memiliki seorang putri kecil yang begitu cantik, Ia sangat menyayangi putrinya itu bahkan memberinya nama seperti nama mendiang istrinya, Zeline.
Daffa dibuat frustasi saat semua orang mendesaknya agar menikah lagi, hal yang sangat sulit lelaki itu pikirkan, bahkan dengan membayangkannya saja ia sama sekali tidak sanggup jika harus mencari pengganti dari istrinya, wanita yang sangat ia cintai itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Orang Asing
Pagi harinya Adam dan Zeline tengah bersiap untuk ke sekolah, supir Adam menunggu diluar setelah memberikan seragam sekolah Adam yang di titipkan oleh Zahra.
Daffa terlihat sibuk membuatkan sarapan untuk anak dan keponakannya didapur, sementara Zeline tengah disibukkan mengikat rambutnya di kamarnya dan Adam sepertinya sudah selesai dan keluar dari kamar Daffa.
Adam menuju ke dapur dan mendapati Daffa yang sedang membuatkan sarapan untuk mereka.
"Adam, apa sandwich tidak masalah sebagai sarapan?" tanya Daffa yang melihat keponakannya sudah berada di meja makan
"Tidak masalah uncle, maaf merepotkan uncle" jawab Adam tersenyum merasa tidak enak dengan pamannya
"Merepotkan darimananya, justru kemarin uncle berterima kasih sekali kau mau menemani Zeline" kata Daffa merasa berutang budi pada keponakannya itu, karena Adamlah ia bisa kembali ke kedai dan membuat tambahan cake semalam.
Zeline pun terlihat sudah selesai dan keluar dari kamarnya, ia bergerutu kesal sembari merapikan rambutnya yang sudah terikat
"Sebentar lagi rambutku akan ku potong kalau begini" gerutu Zeline begitu duduk di meja makan
"Kenapa sayang?" tanya Daffa yang sudah terbiasa dengan putrinya itu yang selalu saja memiliki masalah tiap paginya
"Sangat sulit untuk di ikat Pa" keluh Zeline kesal
"Lihatlah kakakmu Adam, perkara rambut saja tiap pagi harus ribut seperti ini" kata Daffa pada Adam yang membuat Adam menahan tawanya
"Jangan di potong kak Zeline, kau cantik dengan rambut panjangmu" ucap Adam yang merubah sedikit keputusan Zeline
"Tapi sulit untuk merawatnya" kata Zeline berpura-pura tidak suka di puji cantik oleh sepupunya itu
"Sudahlah, kalian sarapan dulu" Daffa menyela pembicaraan mereka dengan meletakkan piring berisi tiga sandwich di hadapan mereka masing-masing
"Maaf yah Adam, aku dan Papa terbiasa sarapan roti atau sandwich atau apapun yang simple dan cepat. Pasti Aunty selalu membuatkan sarapan berat untukmu kan? Kali ini kau harus sarapan ringan seperti ini, sandwich gampang dibuat makanya..." celotehan Zeline terhenti saat Adam menyuapkan sebuah sandwich untuknya, bukan menyuapkan lagi, lebih tepatnya menyumbat mulut Zeline dengan sandwich
"Makanlah, aku tidak masalah dengan sarapan apapun" kata Adam kembali fokus pada sarapannya, Daffa pun menahan tawanya melihat keponakannya yang begitu dewasa itu
"Terima kasih" Ucap Zeline menyengir lalu memakan sandwich itu dengan lahap
Setelah selesai sarapan, Daffa, Adam dan Zeline keluar dari apartemen menuju ke parkiran. Hari ini, kedua anak sekolah itu di antar oleh supir Adam dan Daffa langsung ke kedainya untuk bekerja.
***
"Selamat pagi Zeline" sapa Zafina yang tidak sengaja bertemu mereka di parkira
"Bibi Zafina, selamat pagi Bi" balas Zeline dengan antusias dan langsung berlarian kecil ke arah Zafina
"Apa tanganmu baik-baik saja? kenapa tidak istirahat dirumah saja untuk hari ini" tanya Zafina terlihat mengkhawatirkan Zeline
"Zeline harus ke sekolah Bi, lagipula ini sudah tidak terlalu sakit lagi. Bagaimana dengan kakai Bibi? harusnya Bibi yang beristirahat hari ini" jawab Zeline menunjukkan tangannya yang sudah tidak sakit lagi lalu beralih menanyakan keadaan Zafina
"Sudah lebih baik, Arin tidak bisa mengerjakan pekerjaan di toko jika sendiri saja" kata Zafina memikirkan karyawannya itu
"Zeline, cepat sayang. Nanti kau terlambat" panggil Daffa yang berdiri di depan mobil adiknya itu
"Selamat pagi Pak Daffa" sapa Zafina tersenyum ramah pada Daffa
"Selamat Pagi" balas Daffa seadanya dan tersenyum tipis seadanya pula
"Bibi, Zeline berangkat duluan yah. Hati-hati dijalan Bibi" kata Zeline berpamitan pada Zafina
"Iya sayang, kau juga" jawab Zafina mengelus wajah Zeline
Zeline pun berlalu dari sana dan kembali ke mobil yang dibawa oleh supir unclenya. Setelah itu mereka berdua berpamitan pada Daffa dan berangkat ke sekolah. Daffa sendiri langsung menuju ke mobilnya begitu putrinya sudah berangkat ke sekolah tanpa menghiraukan Zafina yang ada di atas mobil dan menunggu Zeline pergi dari sana.
***
"Perempuan yang tadi itu siapa kak Zeline?" tanya Adam penasaran
"Itu Bibi baik yang ku maksud Adam, namanya Bibi Zafina. Dia sangat baik padaku" jawab Zeline begitu senang memperkenalkan Zafina pada Adam
"Aku baru ingat, dia yang punya toko roti di dekat sekolah itu kan? aku pernah mampir kesana dan membelikan roti untuk Fatima" kata Adam mengingat Zafina si pemilik toko roti dekat sekolahnya itu
"Betul sekali, roti buatan Bibi Zafina semuanya enak-enak loh" puji Zeline tidak ada habisnya pada Zafina
"Tapi sepertinya uncle Daffa tidak suka dengan perempuan itu" kata Daffa yang sekali lagi sangat peka pada keadaan, Zeline pun menganggukkan kepalanya mengerti
"Bukan tidak suka Adam, tapi Papa khawatir padaku. Papa sangat was was pada orang asing, tapi Bibi Zafina bukan orang asing bagiku jadi aku tidak masalah" jelas Zeline yang mengerti akan kekhawatiran Papanya, bagaimanapun selama ini hanya Daffa dan keluarga Rafiflah yang hanya dekat dengannya jadi wajar jika Papanya itu merasa khawatir padanya
"Uncle Daffa benar, bagaimana pun kita tetap harus waspada pada orang yang baru di kenal" kata Adam berpesan pada sepupunya itu
"Iya, aku tau mana yang baik dan buruk" cebik Zeline kesal karena Adam juga menyuruhnya berhati-hati didekat Zafina padahal menurut Zeline, Zafina orang yang sangat baik
"Disodori permen saja kau mau" gumam Adam yang bisa didengar jelas oleh Zeline
"Adam, aku bukan anak kecil lagi" seru Zeline kesal karena Adam juga menganggapnya anak kecil sama seperti Daffa, padahal pada kenyataannya ia masih sangat belia
lanjut dg karya yg bagus lagiii....
semangaaaattt....
MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS dari Endergamer 1256
"Malam ini kamu pulang ke rumah.
Rumah kita.
Udah terlalu lama kamu berkeliaran di luar.
Aku harus jaga calon istriku biar gak ditidurin orang lain.
Besok..kita pulang ke Indonesia.
Langsung kawin.
Sedikit aja kamu mau kabur...aku gak akan segan-segan ngeluarin video kita." kembali Michael mengancam.
Numpang iklan dan terima kasih kakak author 😘