NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Imperial Banquet and Unspoken Feelings

Malam berangkut gelap di atas Kekaisaran Great Yan. Istana Dalam yang biasanya diselimuti hawa dingin mendadak semarak oleh lampion-lampion sutra merah yang tergantung anggun di sepanjang selasar pualam. Malam ini adalah Jamuan Kekaisaran pertama untuk menyambut dua puluh selir baru yang terpilih dari berbagai prefektur.

Di Aula Teratai Emas, alunan musik pipa dan seruling bambu mengalir lembut, beradu dengan gelak tawa tipis para pejabat dan ramahnya obrolan para wanita bangsawan. Harum hidangan panggang, anggur beras yang difermentasi sempurna, serta wewangian kayu cendana memenuhi udara.

Ye Xinyue duduk di barisan paling belakang di antara para selir baru. Gaun ungu mudanya yang bersulam sutra perak tampak bersahaja di tengah kilau busana selir-selir senior yang berlomba-lomba memamerkan perhiasan emas. Matanya yang jernih memindai sekeliling ruangan dengan ketenangan yang luar biasa.

Menurut alur cerita novel yang aku ingat, batin Xinyue seraya menggenggam erat cangkir porselennya, jamuan makan malam seperti ini bukanlah sekadar pesta hiburan. Ini adalah medan perang pertama tanpa pedang, tempat persaingan racun dan manipulasi politik dimulai.

Mata Xinyue seketika tertuju pada puncak aula. Di atas singgasana emas, Zhao Fengting duduk dengan keanggunan seorang penguasa mutlak. Jubah hitam berhiaskan sulaman naga emas sembilan cakar tampak begitu gagah membingkai tubuhnya yang tegap. Parasnya yang tampan dengan garis rahang tegas tampak dingin dan tak tersentuh saat mendengarkan laporan para menteri.

Namun, saat mata pekat Zhao Fengting menyapu seluruh isi aula dan berhenti tepat pada sosok Xinyue yang duduk bersahaja di sudut ruangan, pendar dingin di matanya perlahan mencair. Sang Kaisar meletakkan cangkir anggurnya, menatap Xinyue dengan binar kehangatan yang mendalam—sebuah tatapan eksklusif yang tidak ia berikan kepada siapa pun di aula tersebut.

Xinyue merasa dadanya berdesir halus. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat saat menyadari perhatian sang Kaisar terkunci padanya. Meskipun ia tidak memiliki ingatan tentang masa lalu dan hanya tahu bahwa ia masuk ke dalam dunia novel, ada rasa akrab yang begitu kuat saat menatap mata pria itu.

"Nona," bisik Mingzhu gelisah di balik bahu Xinyue. "Selir Senior Li dari Paviliun Anggrek terus memperhatikan Nona sejak tadi."

Xinyue mengalihkan pandangannya sedikit ke barisan depan. Selir Senior Li—putri dari Menteri Hukum Faksi Selatan—tampak menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan niat terselubung.

"Biarkan saja, Mingzhu," sahut Xinyue pelan dan rasional. "Fokus pada makanan dan minumannya. Jangan menyentuh apa pun yang tidak dituangkan oleh tanganmu sendiri."

Sebelum Xinyue sempat menyesap tehnya, seorang dayang senior dari Paviliun Anggrek melangkah mendekati meja Xinyue seraya membawa sebuah nampan perak berisi cawan anggur berukir rumit.

"Selir Ye," ujar dayang itu dengan nada sopan yang dibuat-buat. "Selir Senior Li ingin menyampaikan rasa hormat dan menyambut Nona di Istana Dalam. Beliau mempersembahkan Cawan Angkur Teratai Merah ini sebagai tanda persahabatan."

Seluruh perhatian para selir di sekitar mereka mendadak terpusat ke meja Xinyue. Kasak-kusuk halus mulai terdengar. Di dalam tradisi istana, menolak persembahan dari selir senior adalah bentuk ketidaksopanan besar, namun meminumnya tanpa memeriksa bisa berarti bahaya mematikan.

Xinyue menatap cairan merah pekat di dalam cawan tersebut. Dengan ketajaman analisis yang ia miliki, ia memperhatikan reaksi gelembung halus yang menempel di dinding dalam cawan perunggu itu serta aroma pahit samar yang tersembunyi di balik wangi manis anggur beras.

Ekstrak biji jarak dosis ringan, analisis Xinyue di dalam hatinya secara instingtif. Cukup untuk membuatku jatuh sakit dan dipermalukan di hadapan seluruh menteri malam ini.

Xinyue tersenyum tipis, berdiri dari duduknya dengan anggun tanpa ada sedikit pun raut wajah panik.

"Sampaikan terima kasih saya yang mendalam kepada Selir Senior Li atas kebaikannya," tutur Xinyue dengan suara jernih yang bergema lembut. "Namun, sesuai dengan tata tertib medis dan hukum kesehatan kekaisaran, seorang selir yang baru saja pulih dari perjalanan jauh tidak diperkenankan mengonsumsi anggur keras sebelum mengucap doa keselamatan untuk Yang Mulia Kaisar."

Xinyue mengambil cawan tersebut, lalu berbalik menghadap ke arah singgasana utama. Ia mengangkat cawan itu tinggi-tinggi ke udara.

"Hamba mempersembahkan anggur persahabatan ini untuk mendoakan kesehatan dan kejayaan Yang Mulia Kaisar!" seru Xinyue tegas.

Tindakan cerdas Xinyue membuat Selir Senior Li membelalakkan matanya dengan pucat pasih. Jika anggur itu dipersembahkan untuk Kaisar, maka tidak ada yang boleh menyentuhnya selain sang Penguasa.

Zhao Fengting yang menyaksikan seluruh kejadian itu dari atas singgasana menyunggingkan senyuman penuh pesona. Rasa kagum dan terpesona di dalam dadanya makin membuncah melihat kecerdasan dan keberanian wanita ungu muda itu. Sang Kaisar berdiri dari tempat duduknya, melangkah turun dari tangga pualam di hadapan ratusan pasang mata yang terperanjat.

Langkah kaki Zhao Fengting yang mantap berhenti tepat di hadapan Xinyue. Harum wewangian kayu cendana yang hangat menyergap indra penciuman Xinyue saat sang Kaisar berjarak begitu dekat darinya.

"Pikiran yang sangat tajam dan doa yang begitu indah, Selir Ye," ujar Zhao Fengting dengan suara rendah yang amat hangat.

Pria itu perlahan mengambil cawan dari tangan Xinyue. Namun, alih-alih meminumnya, Zhao Fengting justru menumpahkan cairan merah itu ke dalam vas bunga perak di samping meja, menunjukkan bahwa ia sepenuhnya paham akan permainan racun di belakangnya tanpa perlu merusak jamuan.

Jemari Zhao Fengting yang hangat secara sengaja menyentuh telapak tangan Xinyue saat mengembalikan cawan kosong tersebut. Sentuhan lembut itu membuat darah Xinyue berdesir hangat. Matanya beradu dengan sorot mata pekat Zhao Fengting yang dipenuhi rasa perlindungan mutlak.

"Di istana ini, tidak ada seorang pun yang boleh memaksa atau membahayakan dirimu," bisik Zhao Fengting dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Xinyue. Matanya memancarkan rasa ketertarikan dan romansa yang amat pekat. "Kau tidak perlu bertarung sendirian, Xinyue."

Xinyue menatap lurus ke dalam mata sang Kaisar. Logika dinginnya yang biasa mendominasi kini luluh oleh rasa hangat yang mengalir di antara mereka. Ia mengangguk pelan, menyunggingkan senyum tulus yang memikat.

"Hamba percaya pada Yang Mulia," sahut Xinyue pelan.

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!