seorang gadis cantik beperawakan tinggi, berkulit putih dan rambut pirang. saat masih SMA kesucian nya hampir saja di renggut para lelaki hidung belang. gadis manis itu bernama dian.
gadis itu lari terbirit-birit hingga menabrak seorang lelaki yang bertubuh tinggi dan gagah, lelaki itu memeluk gadis di depan nya dan membawa ke mobil milik nya.
pertemuan yang begitu singkat tanpa saling mengenal satu sama lain, setelah bertahun lama nya, gadis cantik itu bekerja di sebuah perusaha yang ia lihat dalam diari lelaki pemilik mobil yang sempat ia ambil kala itu. berharap ia kan bertemu dan berterimakasih pada lelaki yg membantu nya kala itu.
gadis itu bekerja sebagai staf biasa dalam perusahan yg ia lamar, 2 tahun berlalu, perusahan yg gadis itu tempati mendatangkan CEO baru yang sangat tampan, namun gadis bernama dian itu telah di jodohkan kedua orang tua nya. entah siapa jodoh gadis itu. sedangkan gadis itu masih mengharapkan lelaki yang pernah ia temui beberapa tahun lalu.
akankan mereka akan di temukan waktu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mey ❣❣💙, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15
saat mobil milik alvin berlalu dari pagar rumah milik kediaman keluarga almargum herry telah berlalu, baru lah dian memasuki rumah pada jam 07 malam. dan di sambugi bi inah.
"selamatalm bi, apa bibi sudha makan?", dian bertanya pada bi inah dan bi sumi adik dari bi inah yang juga sudha lama berada di rumah itu.
"belom non, ayo kita sama-sama makan malam non", sebenar nya dian suda merasa sangat kenanyang. twtapi ia tetap mengindahkan ajakan bi inah dan bi sum untuk makan malam bersama.
"gimana hari ini non, apa berjalan dengan baik?", tanya bi sum pada nona muda nya di sela makan malam mereka.
"iya bi, swmuanya beres, tapi kami lupa membeli cincin, mungkin besok jika ada kesempatan saat jam istirahat kntor", jawab dian smabit tetap mengunyah makanan.
"ooh syukurlah kalau begitu non, kami senang dengar nya, semoga saat sudah berumah tangga nanti nya, non diberkati selalu dan segera memberikan keturunan", katabi ina yang di angguki bi sum pula.
"heheh terimakasih", kata dian sambil terkek
"oh ya non, jika non sudah menikah, kami akan pulang ke kampung, lalu rumah ini non apakan?", tanya bi sum.
"astaga bi, pokok mya bibi sum sama bi ina gak boleh kemana pun setelah aku nikah, kaian harus tetap bersama ku baik itu di rumah ini atau dimanapun. jika aku tidka tinggal di rumah ini, klian tak boleh pergi juga dari rumah ini, ini rumah peninggalan almarhum papa dan mm yang aku punya, dan aku haya punya kalina berdua juga, golong jangan tinggalkan aku sendirian yah bi.. tetaplah bersama ku..aku akan menafkahi kalian dan memberikan apaun yang kalina butuhkan", jelas dian pada kedua bibi yang setia menemani nya selama beberpa tahun ini sambil menangis "hiks hiks hiks.."
"ya ampun non, maafin bibi yah, gak bermaksud ninggalin non sendiri, bibi kirakan kalau non sudah punya keluarga sendiri, non bisa pergi tanpa kami, jika non gak mau bibi pergi, baiklah bibi akan tinggal disini seperri yang non bilang, iyakan bi sum", bi inah memeluk dian dan di ikutinoleh bi sum sambil menyekah air mata dari kedua pelupuk mata nona muda nya.
seketika tangisan dian meredah
"benaran yah bi, jangan ninggalin dia", yang juga membalas pelukan dari kedua wanita proh bay itu.
"pahh tadi alvin tiba-tiba aja berada di mall saat mama lagi belanja bersama dian loh, itu juga, cincin kawin dian gak jadi di beliin pah, gimana ini, pernikaha tinggal beberapa hari lagi", keluh bu shinta pada suami nya.
"oh ya? baguslah ma, gimana ekspresi alvin saat melihat nah dian disana?", tanya pak albert pada bu sinta tanpa menjawab keluhan dan pertanyaan bu shinta.
bu shinta menarik nafas dalam-dalam lalu menghembus nya dengan kasar,
"anak kamu itu pak, muka nya dater banget kayk gunung es juga, gak ada ekspresi memgagumi nak dian, dia hanya sibuk dengan dunia nya saja. kasin na dian jika nanti terua diabaika anak mu itu", jawab bu sinta ketus sambil tidur membelakangi pak albert dan menarik selimut menutupi seluruh tubih nya.
"dasar wanita" gumam pak albert
"besok kita akan memperkanalkan nak dian pada anak gunung es itu ma", kata apak albert pada ibu shinta yang berhasil membuat bu sinta membalik kan badan nya dan tersenyum lebar pada sang suami lalh memeluk nya dam berterimakasih pada sang suami.
"tapi pah, apa biak-baik saja pa?", kata bu sinta pada suami nya.
"maksud mama gimana?", pak albert balik bertanya pada bu sinta.
"maksud nya gini pa, apa alvin akan menolak setelah mengetahui siapa calon istri nya? atau alvin akan kabur pa?, tadi nya kan kitaberniat menyembunyikan wanita yang akan menjadi ostrinya sampai peernikhan nya tiba", jelas bu shinta pada sang suami
"tidak akan merubah apapun ma, manaungkin alvin merubah pirikan nya, sedangkan udangan sudah tersebar dikalangan teman-teman bisnis nya, jika saja dia melakukan ha itu, sama saja dia menjatuhkna diri nya kedalam jurang kan, lagian niat kita baim m, menikahkan dia dengan gadia baik baik", jawab pak albert sambil memberikan pengertian pada istrinya agar tidak kepikiran dengan pernikahan anak nya.
"baiklah pah, esok mama akan menelfon dian, papa bicara lah dengan alvin agar mau menemui dian besok di jam makan malam keluarga kita", kata bu sinta. "baiklah ma, ayo kita tidur", ajak pak albert , lalu kedua nya memejamkan mata.
"terimakasih atas hari baru mu ini tuhan, semoga hari ini banyak berkat yang menghampiri ku. amin", itulah doa pagi hari ini dari dian sebelum beraktifitas.
dian pun berjalan menuruni tangga dan mengambil sarapan, dian hanya sarapan roti tawar yang di olesi oleh selai kacang dan segelas susu di pagi hari sebelum akhir nya berangkat ke kantor. kring kring kring telfon rumah di ruangan tamu berdering,
" biar aku aja bi, aku udah selesai sarapan nya, aku langsung pamit ya. sebelum mendapatkan jawaban dari bi sum, dian berjalan hingga meraih gagangbtelfon rumha milik nya.
"hallo selamat pagi", sapa dian ramah
"selamat pagi, nak dian? ini mama sinta nak", sapa skaligus memperkenalkan diri dari sebrang penelfon
"oh iya ma ada apa, kog telfon pagi pagi ma?", jawab dian,
"ia nak, sedari tadi menghubungi nomer mu gak ktif nak, ibu mau nyampein nanti malam kamu dateng ke rumah untum makan malam keluarga yah nak", kata bu shinta dari seberang telfon.
"baiklah bu", jawab dian sopan. "nanti malam di jemput pak bur yah nak, kamu jangan nyetir sedniri", sambung bu shinta lahi.
"iya bu, nanti dian tunggu di rumah yah bu", kata dian lalu memberikan salma pada wanita paruh baya yang berada di sebrang telfon itu sebelum benar benar mengahiri panggilan nya pagi itu.
di dalam mobil dian masih saja mengingat akan undangam calon ibu mergua nya.
"aghh makan mam di rumah keluarga itu lagi, huffffttttt semangatlah dian......!!! semangat........!!! kamu pastiii bisa melewati tahap demintahap dalam hidup mu, tetap jalani dengan penuh keberanian dan tetap mengandalkan tuhan dalam segala hal", dia berbicara pada diri nya sendiri sambil sesekali menatap wajah nya sendiri dari balik kaca spion mobil nya.
tak butuh wkatu lama, kini mobil nya telah sampai di area parkir kusus pegawai perusahaham yang ia tempati.
"vin, nanti malam kamunakan bertemu dengan calon istri mu nak, lekaslah pulang setelah selesai bekerja yah!", pintah pak albert pada alvin yang sedang menikmati sarapan nya di meja makan.
"baiklah", jawab alvin singkat lalu berlalu meninggalkan ayah dan ibu nya di meja makan dan menuju mobil yang akan mengahantar nya menuju kantor.
.
.
.
hay gaeesss, jangan lupa like dan koment yah dan vote sebanyak nya juga demi tercapai kesuksesan novel ku ini. kesuksesan ku juga kesuksesan kalian. terimakasih 🙏🙏🙏😘
next semangat terus up nya thoor
suka bingung 😕..
Like datang, meluncur🥳🥳💖💕💕
Mampir ya ke karya ku☺️✨✨