Bagaimana jika dirimu dihadapkan diantara dua pilihan yang sulit?
Itulah yang dialami wanita cantik bernama Maya, terjebak cinta diantara dua bersaudara.
Aiden yang berjuang dan membantunya kembali bangkit pada trauma masa lalunya
Alden cinta pertama Maya dan ayah dari anaknya
Siapakah kira kira yang mendapatkan hatinya?
*Lanjutan cerita dari Story of Maya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju
🌷🌷🌷
Maya keluar dari kamar mandi dan buru-buru mencari pelayan wanita yang sebelumnya melayaninya tadi.
"Bik, kesini sebentar," ucap Maya setengah berbisik.
"Iya Non, ada apa? bagaimana hasilnya, Non?"
Maya menarik nafas panjang," Jangan beritahu siapapun tentang kehamilanku ya, Bik. Biar aku sendiri yang memberitahu Aiden. Ingat ya Bik, ini rahasia kita."
Pelayan wanita itu mengangguk pelan.
Maya memang ingin menyembunyikan dulu masalah kehamilannya ini, entah kenapa dia merasa terancam kembali. Kehamilan pertamanya membuat trauma sendiri untuknya, apalagi sekarang saat ini dia tidak bisa meminum obatnya lagi sembarangan.
"Mommy akan melindungimu sayang," ucap Maya lirih sembari mengusap perutnya yang masih rata.
Sementara di New York
"Aku sudah menghasilkan uang yang banyak untukmu, bahkan beberapa kali aku hampir kehilangan nyawa karena dikejar polisi. Kurasa sudah cukup! Aku ingin kembali ke Indonesia," protes Aiden.
Alex tersenyum miring.
"Kau tidak akan bisa lepas begitu saja, Aiden."
"Terserah!"
Aiden berlalu meninggalkan markas Alex dan kembali ke apartemen David.
Hampir sebulan ini dia melakukan pekerjaan kotornya kembali, transaksi narkoba dan jual beli senjata ilegal. Tentu saja pekerjaan itu sudah diintai polisi beberapa kali dia mulai kepergok dan beberapa luka tembakan bersarang di tubuhnya karena berusaha melarikan diri.
"Ck, aku harus pulang!" decak Aiden dalam hati.
Sesampai di apartemen dia segera meminta bantuan David untuk mengurus kepulangannya ke Indonesia karena saat ini paspor dan visanya di tahan oleh Alex.
"Polisi sudah mencurigaimu, Man," tegur David.
"Aku harus kembali ke Indonesia, sepertinya Alex tidak akan melepasku begitu saja. Bagaimana apa kau bisa menjinakkan bom di tubuh Marcus?" sahut Aiden sembari mengobati luka ditubuhnya.
David terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Aiden, jika kau ingin kembali harus ada yang kau korbankan," ucap David menatap nanar temannya itu.
Seolah tahu apa yang ada dipikiran David saat ini, Aiden hanya bisa memejamkan matanya frustasi.
"Itu satu-satunya cara, setelah itu aku kita akan pergi bersama ke Indonesia," imbuh David lagi.
"Kau ingin ikut aku ke Indonesia?" tanya Aiden heran.
"Hm, mati dimana pun tak masalah bagiku. Aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini."
Aiden berdiri dan menepuk pundak temannya itu," Ada aku, bodoh!"
David mengangguk pelan.
"Aku akan urus Marcus dari sini," ucap Aiden lirih.
Ya, Satu-satunya jalan saat ini adalah dengan membunuh Marcus agar dia tidak menjadi ancaman lagi. Setidaknya untuk sementara Alex dan anak buahnya tidak bisa melacak dan menjadikan Marcus sebagai ancaman. Dia terpaksa melakukan ini untuk melindungi Maya tentunya. Karena dia tidak tahu seberapa gilanya Alex untuk saat ini.
Aiden menghubungi seorang pembunuh bayaran untuk membereskan semuanya. Semoga Alex tidak menyadari dan anak buahnya juga bisa di bekuk jadi dia dan David bisa cepat pergi dari kota New York.
(maaf di part ini mungkin diluar nalar dan jalur, masih awan dalam dunia mafia jadi takut salah-salah nulis. Tolong di maklumi🙏)
🌷🌷🌷
Sudah dua hari ini Maya tidak melihat Marcus, sebenarnya dimana pria itu pikirnya. Dengan terpaksa hari ini Maya datang mengunjungi tokonya, kehamilannya yang kedua ini sungguh berbeda dengan sebelumnya. Maya terlihat lelah walaupun tidak melakukan apapun, yang dia inginkan hanya bermalas-malasan.
Nafsu makannya juga berkurang, alhasil bukan bertambah naik berat badan tapi justru turun. Dia sudah berusaha untuk memaksa makanan masuk ke mulutnya tapi makanan itu akan dimuntahkan kembali. Jadi, dia hanya minum susu dan buah-buahan walaupun rasa mual terus bergejolak di perutnya.
Dan sampai saat ini, dia belum juga memeriksakan dirinya ke dokter kandungan. Dia ingin menunggu Aiden pulang dan akan memeriksa dengan ayah si bayi pikirnya.
Sore hari dia kembali dari toko dengan memakai taksi karena kondisi tubuhnya saat ini Maya takut untuk berkendara sendirian.
Saat taksi berhenti, Maya segera turun dan melangkahkan kakinya masuk ke villa yang ada di pikirannya saat ini ingin berendam di bathup karena badannya terasa gerah.
"Sudah pulang, Non," tegur pelayan.
Maya hanya tersenyum dan mengangguk setelah itu berlalu menuju kamarnya.
Dia membuka pintu perlahan dan segera masuk tanpa dia sadari ada sepasang mata yang melihat dan menanti kedatangannya sedari tadi.
Pria itu segera memeluk Maya dari belakang yang saat ini Maya tengah sibuk akan melepas bajunya untuk mandi.
"Akhhhh" Maya kaget tiba-tiba ada tangan kekar yang erat memeluknya, dia langsung membalikkan badannya dan benar saja sosok pria yang dia rindukan selama sebulan ini muncul dihadapannya seketika tangisnya pecah kembali.
"Hei, jangan menangis. Aku ada disini sekarang," ucap Aiden sembari mengusap lelehan air mata yang jatuh ke pipi wanita yang sangat dia rindukan itu.
Maya memukul-mukul dada Aiden pelan," Jangan tinggalkan aku lagi."
Aiden segera memeluk Maya dengan penuh kasih sayang dan menghujaninya dengan kecupan di puncak kepalanya.
"Tidak akan."
Malam harinya kegiatan dua manusia itu berbeda dari sebelumnya.
Tangan Aiden mencengkram pinggang di depannya sambil memberikan tempo yang cepat dari sebelumnya.
"Eughhhh... " lenguh Maya yang menenggelamkan kepalanya ke dalam bantal.
Posisi ini membuat titik sensitive Maya jauh terasa. Sebelumnya dia sudah mati-matian menolak kemauan Aiden tapi akhirnya dia terlena juga oleh sentuhan yang Aiden berikan.
"Uuuhhhh... Aiden... pelan."
Aiden menyunggingkan senyumannya, dia menarik tangan Maya hingga punggungnya menempel dengan perut six pack miliknya.
Dengan hentakan yang tidak berhenti.
"Aku sangat merindukanmu sayang," ucap Aiden sembari mengigit daun telinga Maya.
Akhirnya setelah satu jam kegiatan panas itu berhenti setelah Maya terus merengek karena kelelahan. Sebenarnya yang Maya takutkan justru permainan Aiden yang akan menyakiti janinnya yang masih rentan.
Kini keduanya saling berpelukan yang masih dalam keadaan polos, Maya mendelik saat baru sadar ada beberapa luka di tubuh Aiden dan luka itu masih baru.
"Aiden, tubuhmu penuh dengan luka? Sebenarnya apa yang kau kerjakan di New York?"
Aiden semakin mengeratkan pelukannya tanpa menjawab yang mana membuat Maya melepas pelukannya dan mendudukkan badannya.
"Aiden, jawab!"
Aiden mengusap wajahnya kasar," Ada hal penting yang harus kau tahu sayang, sebenarnya aku seorang mafia sebelum aku pindah ke Indonesia."
Seketika mata Maya membulat dan refleks tangannya mengelus perutnya. Apakah dia dan bayinya akan aman? Itulah yang ada dipikirannya saat ini.
Aiden ikut mendudukkan dirinya dan menarik Maya dalam pelukannya kembali.
"Maafkan aku tidak memberitahumu jati diriku dari awal tapi aku benar-benar sudah meninggalkan dunia hitam itu. Aku ingin menikahimu secepatnya kita ke Jakarta menemui keluargaku," terang Aiden dengan mengelus punggung polos Maya.
Sedangkan Maya masih mencerna kata-kata Aiden, seketika dia mengurungkan niatnya memberitahu Aiden tentang kehamilannya.
"Kau jangan takut lagi, ada aku yang menjagamu. Bukankah kau ingin ke makam ibumu?"
Maya mengangguk pelan.
"Maka dari itu lawan rasa takutmu kita akan segera ke Jakarta."
🌷🌷🌷
Menuju pertemuan Maya dan Alden, bagaimana jika mereka bertemu kembali?
awalnya ngira Maya bakalan balikan lg ma Alden, secara ada pesan Aiden yg nyuruh buat jagain Maya dan anaknya ke Alden..
mungkin kakak author bingung jg nentuin mau ngilangin tokoh yg mana..
secara Aiden dari dulu selalu merasa dianaktirikan ma keluarganya, sedangkan Alden dah puas ngerasain cinta ortu dan Sinta pada awalnya..
jadinya kakak author mau ngasih keadilan jg buat Aiden biar sama2 bahagia..
jadi ceritanya turun ranjang ini mah ya..
tetep keren ceritanya walopun di puncak konflik bikin nyesek bacanya..
dan pada akhirnya jati diri author keluar di akhir2 cerita 😁😁😁🤭🤭🤭
g usah season 3 ya kak, kasian Aiden ma Maya biar happily ever after..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰😍🤩