NovelToon NovelToon
My Arrogant Prince

My Arrogant Prince

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Poligami / Berondong
Popularitas:308.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wardah Rose

Tidur Pangeran Rayyan Muhannad Arnauth tak akan pernah nyenyak jika ia tak bisa mendapatkan seorang wanita yang menghantui mimpinya tiap malam. Bagaimanapun caranya ia harus bisa menjadikan wanita itu sebagai salah satu selirnya.

Selir? Bilqist sangat membenci status itu. Dia merasa tak jauh beda dengan wanita simpanan yang tak mempunyai status dan dihargai hanya bila tubuhnya mampu menjadi pemuas napsu sang pangeran.

Sampai tulang belulangnya mengering di gurun pasir pun Bilqist rela. Asalkan dia tidak akan pernah menjadi selir Rayyan Muhannad Arnauth.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lost

Rayyan mungkin memang adalah pemuda yang kurang pengalaman, ia akui itu. Tapi Rayyan tidak mau dianggap pemuda manja. Tiap harinya dia berusaha lebih keras dari pemuda manapun di negaranya. Tidak hanya bidang akademis, dia harus menguasai ilmu pengetahuan tentang negaranya, dari sejarah, kekayaan alam, geografis, ekonomis, sampai ilmu politik dunia, bisnis, hubungan internasional, bahkan sebelum ia lulus kuliah.

Tak mengherankan, karena ia memang dipersiapkan menjadi penerus ayahnya, sang raja Julunda. Jika anak seusianya bisa santai dan bermain bersama anak-anak sebaya dengannya, tidak dengan Rayyan. Dia harus terus belajar dari mulai pagi hingga menjelang tidur. Siklus itu kembali berulang terus keesokan harinya. Pelarian dari kebosanannya adalah jika ia melakukan aktivitas fisik seperti berenang, bermain bola, memanah, dan yang paling ia sukai, berkuda.

Imran mengetahui bahwa Rayyan berniat menentang Jendral Thariq, tapi sampai mana?

“Memang ada pasal hukum yang bisa membuat Jendral Thariq mendapatkan keinginannya. Siapapun boleh dihukum di tempat ketika terbukti menghalangi operasi militer khusus.”

Rayyan menatap berkas yang ada di mejanya. “Apa hukum itu bisa diubah?”

“Tentu saja.” Rayyan menatap Imran dengan rasa . Imran melanjutkan kalimatnya, “Seorang raja bisa memberikan pengampunan.”

Rayyan mengerutkan dahinya. Lalu mendesah dengan napas berat. “Aku tidak akan mengganggu ayah dengan masalah negara. Aku ingin dia segera sehat.”

Imran tentu paham tentang itu tapi ia memberikan gambaran bagaimana situasi yang akan mereka hadapi selanjutnya. “Melihat dari sepak terjang Jendral Thariq, masalah ini sepertinya akan berlanjut.”

“Apa kemungkinan terburuknya?”

“Wanita itu akan mati, dan bukan dia saja, Sa’id juga akan terancam diberhentikan dari kesatuan.”

Rayyan menggenggam telapak tangannya lebih erat. “Apa kamu tidak berpikir terlalu jauh? Dia bukan orang Julunda maupun Nu'mani. Kita tidak berhak melakukan hukuman untuknya dengan hukum Julunda karena peristiwa itu pun terjadi di Nu'mani,” tentang Rayyan.

Rayyan belum pernah berhadapan dengan Jendral Thariq secara langsung. Dia juga belum benar-benar masuk pada percaturan dunia politik kerajaan, tentu saja Rayyan tidak paham bagaimana orang bisa berbuat apa saja untuk mencapai tujuannya.

“Jendral Thariq bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuannya. Jika dia menginginkan wanita itu mati, maka dia akan mati. Bagaimanapun caranya.”

“Meskipun dia tidak bersalah?” Rayyan menaikkan alisnya menatap tak percaya kepada Imran.

“Tahanan politis terkadang tidak mendapatkan hak-haknya dalam sidang. Apalagi dokter itu tidak membawa identitas apapun saat ditangkap. Semua bisa dimanipulasi.”

Rayyan menggeleng dan memijat pelipisnya. “Semakin lama aku mendengarmu, semakin aku benci dengan kerajaan ini. Apa hukum kita sebobrok itu?”

“Mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memanfaatkan posisi dan jabatan mereka yang sanggup melakukannya,” jawab Imran.

 

Rayyan memejamkan mata beberapa detik lamanya sambil mengatur napas agar amarahnya bisa tereduksi dengan baik. Kemudian ia membuka mata dan menatap Imran yang telah setia melayani keluarga raja bahkan sejak ia berusia remaja. Rayyan sangat percaya padanya dan yakin Imran lebih memahami situasi saat ini.“Apa yang bisa kulakukan untuk mencegahnya?”

----------

Bilqist melihat pergelangan tangannya, dia sempat melepas jam tangan yang biasa dia kenakan sebelum operasi. Bahkan dia tidak sempat membawa apapun, dompet, uang. Bahkan pakaian yang ia kenakan sewaktu operasi juga bukan baju miliknya. Bilqist melihat dokter Aisyah yang sedang menulis di papan chart pasien dan menanyakan padanya, “Jam berapa sekarang?”

Dokter Aisyah melihat pergelangan tangannya dan menjawab. “Jam delapan malam.”

"Sudah malam ternyata," pikir Bilqist. "Pantas aku merasa lapar sekali," kata Bilqist dengan spontan.

“Tentu saja," jawab dokter Aisyah dengan tersenyum. "Tadi perawat sudah menyiapkan makanan untuk Anda.”

Perawat yang selesai menyuntikkan obat pada Bilqist segera mengambilkan meja beroda yang telah tersaji beberapa makanan di atasnya.

Saat meja itu didekatkan padanya, Bilqist merasa takjub. Ada buah segar beraneka warna yang menggugah selera. Seekor ayam utuh berukuran sedang yang sepertinya dipanggang dengan rempah dan madu. Kulitnya coklat keemasan dengan aroma rempah yang membuat lidah Bilqist memproduksi saliva lebih banyak dari biasanya. Side dish berupa samosa berisi daging yang Bilqist belum tahu apa isinya. Yang pasti sangat enak kalau melihat tampilan dari kesempurnaan bentuk segitiga-segitiga yang berjajar di hadapannya. Ada sayuran dan ada juga puding krim nasi dan susu—yang Bilqist tahu namanya adalah Ar Ruz bin Laban. Bilqist pernah memakannya di restoran masakan Timur Tengah di Indonesia.

“Wow, aku hampir saja lupa kalau ini rumah sakit bukan restoran bintang lima.”

Dokter Aisyah tersenyum padanya. “Tentu saja kami akan menyajikan hidangan yang istimewa pada keluarga kerajaan. Semoga Anda menikmatinya dan segera sembuh.”

Bilqist mengerutkan dahi. “Keluarga kerajaan?” tanyanya dengan heran.

“Benar. Maaf saya belum mengenal Anda siapa. Hanya tadi Pangeran Rayyan yang menggendong Anda mengatakan bahwa Anda adalah keluarga kerajaan dan bernama Bilqist.”

“Pangeran?” tanya Bilqist yang masih belum paham apa yang terjadi. Dia tahu kalau tadi tubuhnya sudah sangat lemas karena penyiksaan yang dilakukan oleh Jendral Thariq, yang ia belum tahu siapa namanya, itulah sebabnya dia tertidur dan sewaktu terbangun sudah berada di atas ranjang rumah sakit.

“Iya benar. Tadi Pangeran Rayyan-lah yang mengantar Anda ke sini.”

“Siapa itu Pangeran Rayyan?”

Mendengar pertanyaan Bilqist, dokter Aisyah membelalakkan matanya. “Anda tidak kenal Pangeran Rayyan?”

Bilqist terlihat berpikir dan mencoba mengingat-ingat apakah ia pernah berkenalan dengan seorang pangeran? Selain ketiga pangeran dari Inggris yang ia temui sewaktu berumur sebelas tahun, ia belum pernah bertemu dengan pangeran lain sampai sekarang. Waktu itu kakek buyutnya yang bernama Ahmad Ilyas mengenalkan keluarganya di Inggris. Ternyata keluarga Ilyas berasal dari keluarga bangsawan atau Earl. Sewaktu abad ke 19, ayah dari kakek buyutnya berlayar ke Indonesia dan memutuskan untuk menetap sampai akhirnya menikah dan memiliki anak. Setelah itu tidak pernah lagi kembali ke Inggris. Meskipun begitu, Kakek dari kakek buyutnya masih menyandang gelar Earl hingga wafat. Jadi keturunannya masih bisa memakai gelar itu.

Bilqist berpikir mungkin Daddy-nya merasa gelar itu tak seberapa penting, jadi tidak pernah meminta penobatan secara resmi. Namun Bilqist dan ketiga saudaranya tetap dikenalkan kepada keluarga mereka di Inggris agar mereka bisa terhubung dan merasakan tali persaudaraan yang erat.

Hal itu tentu saja sangat bermanfaat bagi bisnis keluarga mereka. Al yang baru memiliki perusahaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi mendapatkan dukungan dari keluarga di Inggris. Mereka memiliki lingkar pertemanan dengan orang-orang yang memiliki perusahaan di bidang yang sama sehingga memudahkan Al untuk mengembangkan bisnisnya hingga ke Inggris.

Namun tetap saja orangtuanya tidak pernah meminta gelar Earl dan Countes.

“Tidak. Aku tidak pernah mendengar namanya.”

Dokter Aisyah terlihat melongo. “Jadi ... siapa Bilqist ini?” tanyanya dalam hati.

Bilqist yang perutnya sudah merasa keroncongan spontan melupakan nama pangeran yang telah bersusah payah menggendongnya sampai ke rumah sakit. Ia segera mulai memetik sebuah anggur merah dan memakannya. “Mmmm,” katanya dengan mulut tertutup dan wajah terkejut. Bilqist meneruskan mengunyah sampai daging buah anggur di dalam mulutnya habis dan menyisakan bijinya. “Anggur ini manis sekali,” ucapnya dengan senyum lebar. Seperti anak kecil yang baru saja merasakan es krim terlezat di dunia. Bilqist segera mengambil lagi sebutir anggur dan memakannya.

“Tentu saja. Tanah Julunda adalah tanah yang terberkati. Semua buah yang tumbuh di tanah kami hampir semua manis sekali rasanya. Sangat jarang yang berasa masam,” jawab dokter Aisyah. Terdengar rasa bangga pada warna suaranya.

Tiba-tiba saja Bilqist berhenti mengunyah. “Julunda?” tanya Bilqist mengulang nama yang disebutkan oleh dokter Aisyah.

“Iya benar. Negara kami Julunda yang sangat indah dan kaya.”

Bilqist merasa tiba-tiba selera makannya hilang. Julunda ... bukan Nu’mani. Bilqist merasa tersesat sangat jauh. Bagaimana dia bisa keluar dari negara itu? Dia sama sekali tak tahu tentang Julunda. Seberapa jauh dia dari Nu’mani? Seberapa jauh dia dari Indonesia?

 

---++++++++-------

 Kasihan si Rayyan, ganteng-ganteng dilupakan karena rasa lapar 😆

Maaf ya kalian nunggu lama 😊

Biasa laah author receh, upload nya jarang-jarang

 

 

 

 

1
Dewi Djordan
bakal di up g nih atau selesai sampai dsini ?( nanya dgn nada lembut)
Dewi Djordan
bggussssss
Mey Kusrini
hadeeeh
Mey Kusrini
saya suka Al bobol wifi
Mey Kusrini
salam saya pembaca baru pengen langsung skiming aza
Mey Kusrini
ga sabar mau melihat matanya😂
Mey Kusrini
Luar biasa
Erni Fitriana
keren👍🏾
buna
muhannad tuh apa😭
Eskael Evol
keren banget
Eskael Evol
keren thor syukron doa nya🙏
Nuning Setiyawati
ini gak ada ending nya ya thor
novi taurusita
selalu setia menanti kak
Dian Kartika Dewi
hai author. sehat2 ya . kapan lanjut cerita. udah lama nungguin lanjutannya. semoga segera update ya.
bank sha one
aku nunggu up nya othor tayangkuuuh
Babo Saram
ini tidak ada kelanjutan'a ya?
Dewi Djordan
cerita yang sangat menarik,alur y bagus,, tapi sayang up y lamaaa bangetttt,rasanya udah 1 tahun lebih nunggu
Fitri Octawaty
jangan lama lama lanjitin cerita,aku penasan ini🤔🤔🤔
Verdut Ndut
thor kpn up lg suwiii nya torrr 😩😩😩
novi taurusita
karyanya yang bagus sekali, suka dengan tokoh dan alurnya. tak bosan-bosannya untuk melihat up selanjutnya. semangat kakak semoga sehat selalu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!