NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kinara

Takdir Cinta Kinara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:12.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Lestari

Karena memegang teguh amanat terakhir dari Ayahnya, Kinara Amalia rela menikah dengan Dika Mahendra yang sudah mencintai wanita lain.

Demi amanat itu Kinara tetap bertahan menjadi istri yang tak dianggap oleh Dika.

Namun rasa sakit yang diberikan Dika sudah terlalu dalam, akhirnya Kinara memilih menggugat cerai suaminya ke pengadilan.

Di tengah keterpurukan itu, Kinara selalu ditemani laki-laki yang sudah jatuh hati padanya ketika pandangan pertama. Dia adalah Agra Grissham.

Mampukah Dika merebut kembali hati Kinara, atau justru harus menelan kekecewaan karena melihat Kinara bersama Agra?

Novel ini memberi tahu kita hakikat tentang jodoh yang sebenarnya.



Follow
IG : @roseelily16
Fb : RoseeLily

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kampus Baru

Ken terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya memandang lurus ke depan, fokus menyetir. Ini kali pertama Ken bertemu dengan wanita yang sangat keras kepala, Kinar tidak hanya memiliki keberanian yang menggunung, bagaimana mungkin ada seorang wanita yang berani berdebat dengan Dika. Bahkan dengan mudahnya Kinar memanggil nama Dika. Sepertinya Kinar adalah hadiah khusus, yang dikirim Tuhan untuk melunnakan kerasnya hati Dika.

Selama ini Dika dikenal seperti laki-laki gunung es. Kokoh, tinggi, indah namun mematikan. Dika memang menjalin kedekatan dengan beberapa wanita, namun tidak ada satu pun dari mereka yang bisa membuat Dika jatuh hati. Hatinya hanya terpaut untuk satu nama, cinta pertamanya.

Sementara Ken bergulat dengan pikirannya, Kinar hanya membisu. Mengunci rapat mulutnya.

Perlahan Kinar mulai memejamkan mata sembari menyandarkan tubuhnya di punggung kursi mobil. Perasaanya carut marut, tidak bisa di gambarkan dengan apa pun.

Tuhan, tidak pernah terpikirkan olehku bisa menjalani sisa hidup dengan laki-laki arogan sepertinya. Bagaimana aku bisa bertahan hidup satu atap dengannya, dengan laki-laki yang bahkan masih menyimpan foto wanita lain di dalam kamarnya. Mungkin saja, bukan hanya di dalam kamarnya. Tetapi juga di dalam hatinya. Lalu di mana tempatku yang sesungguhnya? Di hatinya, di rumahnya atau di dalam kebenciannya karena telah menjadi penghalang kisah mereka. Di mana Kau menempatkan posisiku, Tuhan? Batin Kinar.

“Ken, bisa sedikit dibuka kaca mobilnya?” Tanya Kinar memecah keheningan.

“Tentu, Nyonya.” Jawab Ken diiringi senyuman.

Setelah kaca mobil sedikit terbuka, udara segar mulai menyeruak masuk ke dalam mobil. Kinar kembali memejamkan mata, menarik napas panjang.

Alangkah indahnya hidup ini jika kita bisa bergerak bebas ke mana saja. Tidak terkurung dalam sangkar emas yang hanya membuat perasaan tertekan, bahkan untuk sekadar menarik napas pun rasanya terlalu sakit. Batin Kinar.

“Ken, bisakah kita berhenti di pom bensin?” Tanya Kinar, tangannya bergerak untuk membuka ritsleting tas yang menggembung sempurna. Kinar bergumam seperti sedang memastikan semua yang dibutuhkannya sudah ada di dalam tas itu. sepersekian detik senyum mulai mengembang di sudut bibirnya.

Ken terdiam, tidak ada jawaban yang keluar dari mulutnya. Ia hanya mengernyitkan alis, nampak jelas rona kebingungan terlihat di raut wajah Ken.

“Ken?” Sekali lagi Kinar memanggil namanya.

“Ah.... Maafkan saya, Nyonya.” Ken tersadar dari lamunannya.

“Maaf jika saya terkesan lancang, tetapi ada keperluan apa Nyonya meminta saya menghentikan mobil di pom bensin?” Tanya Ken.

“Aku ingin mengganti pakaianku.” Jawab Kinar singkat, ia melirikan pandangan matanya ke arah Ken. Masih sama, Ken tetap tidak mengerti maksud dari perkataan Kinar. “Aku tidak mungkin ke kampus dengan baju seperti ini, Ken. Aku tidak nyaman mengenakan gaun yang setengah jadi ini. Di mana-mana terbuka, seperti belum selesai di jahit saja.” Kata Kinar.

Ken membisu, diam seribu bahasa, setengah mati Ken menahan tawanya agar tidak keluar. Bagaimana mungkin gaun dengan harga puluhan juta bisa disamakan dengan gaun setengah jadi. Pikir Ken.

“Tapi, bagaimana jika tuan sampai tahu?” Tanya Ken.

“Ya, jangan sampai dia tahu. Jika kau dan aku sama-sama tutup mulut, maka tuanmu itu tidak akan pernah mengetahuinya.” Jawab Kinar enteng, seperti tidak mengetahuai kekuasaan suaminya.

Bahkan jika aku menutup rapat mulutku sekalipun, bukan berarti tuan tidak akan tahu. Sepertinya nyonya masih belum tahu seperti apa laki-laki yang dinikahinya. Batin Ken.

“Itu, baiklah jika nyonya siap dengan segala risikonya.” Ken memperingatkan, yang diperingatkan hanya tersenyum sinis. Kinar acuh tidak peduli dengan peringatan Ken.

“Aku sudah siap dengan semua risikonya, Ken. Risiko karena menikah dengan laki-laki seperti dia, risiko karena harus tinggal satu atap dengannya, mendengar suaranya saja sudah membuat dadaku terasa sesak. Apa lagi harus melihat wajahnya setiap hari, risiko terbesarku adalah mati karena perasaan tertekan. Kehidupanku yang tenang tiba-tiba berubah seperti di dalam neraka, hanya karena ada satu orang yang datang. Dan orang itu adalah tuanmu. Dika Mahendra.” Kinar memalingkan wajahnya, menyapu bersih air mata yang mulai turun membasahi pipinya.

Ken hanya terdiam, ia tidak tahu harus berkata apa. Ken tidak terlalu pintar untuk menghibur dirinya sendiri, apa lagi harus menghibur orang lain. Cara terbaik yang bisa dilakukannya hanyalah diam, mencoba menjadi pendengar yang baik.

Kinar mendongakkan wajahnya, menatap matahari yang perlahan mulai bergerak naik.

Ayah, putrimu ini tidak akan menyerah. Aku akan tetap menjadi putri kebangganmu, aku akan berusaha semampu yang aku bisa untuk memberikan kehidupan yang layak bagi Ibu dan Manda. Batin Kinar.

“Apa kampusnya masih jauh, Ken?” Tanya Kinar.

“Tidak, Nyonya. Sekitar lima belas menit lagi.” Ken mengangkat tangannya, melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. “Di depan ada pom bensin, Nyonya bisa berganti pakaian di sana.”

“Terima kasih, Ken.” Kinar menundukkan kepalanya, tidak tahu harus mengucapkan kalimat apa lagi selain ucapan terima kasih.

“Tidak perlu sungkan, Nyonya.” Ken tersenyum.

Mobil mulai berbelok ke dalam area pom bensin, Kinar turun dengan tergesa. Menyusuri area pom dan memandang sekeliling mencari toilet, sudut bibirnya mengembang ketika menemukan toilet di sisi kiri. Beberapa saat kemudian Kinar keluar dari dalam toilet, berjalan mendekati Ken.

“Ayo, Ken.” Kalimat Kinar membuyarkan lamunan Ken.

“Ah, iya, Nyonya. Silakan.” Ken membuka pintu mobil, mempersilakan Kinar dengan sopan.

Beberapa saat yang lalu Ken hampir terpesona dengan kecantikkan yang terpancar dari dalam diri Kinar, entah karena pakaian yang dikenakannya. Atau karena perasaan bahagia yang terpancar jelas di wajah Kinar.

Nyonya memang tidak pantas mengenakan pakaian terbuka, seperti keindahan bunga yang tidak mudah terjamah tangan manusia. Batin Ken, masih terpesona melihat kecantikan Kinara.

Mobil kembali melaju, melewati bangunan-bangunan yang menjulang tinggi, gedung-gedung pencakar langit berdiri kokoh dengan segala keangkuhan mencoba menggapai permukaan langit. Perlahan, Ken memutar mobilnya memasuki area bangunan yang tinggi, besar, dan sangat mewah.

“Ken, kau tidak salah? Apa ini kampusku?” Kinar bertanya bukan tanpa alasan, saat ini di depan matanya berdiri bangunan kampus yang sangat besar, ukurannya berkali-kali lipat dari kampusnya yang dulu. Terlihat jelas mobil-mobil mewah terparkir rapi di sana, belum juga Kinar menapakkan kaki di kampus barunya, nyali Kinar sudah menciut. Ada desir ketakutan yang menyelinap ke dalam dadanya, bagaimana Kinar harus beradaptasi dengan lingkungan kelas atas seperti ini?

“Saya tidak salah, Nyonya. Ini adalah kampus baru, Nyonya. Semua berkas-berkas anda sudah di urus, anda hanya perlu masuk ke dalam kelas.” Kata Ken.

Kinar menggigit bibir bawahnya, memejamkan mata sembari menarik napas panjang. Lenguhan napasnya terdengar cukup jelas di telinga Ken.

Ken memutar tubuhnya, masih duduk di kursi kemudi. Melihat rona ketakutan yang menyergap wajah Kinar membuat Ken merasa sedih. “Nyonya, anda adalah istri dari Tuan Dika Mahendra, anda tidak perlu menundukkan kepala kepada siapa pun. Tegakkan kepala Anda, bertahanlah setidaknya demi Ibu dan Adik anda yang menggantungkan harapan tinggi kepada, Nyonya.”

Kinar meremas bajunya, membuatnya nampak kusut karena cengkraman tangan Kinar yang cukup kuat. Mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Ken, Kinar hanya membatu. Pandangan matanya menelisik jauh, diingat kembali bayangan wajah ibu dan adiknya, senyum keduanya yang selalu terpancar bagai sinar mentari pagi yang menghangatkan justru membuat dadanya semakin terasa sesak, Kinar menunduk. Air mata berjatuhan dari pelupuk matanya, tumpah membasahi pipinya tanpa ampun. Tangan kanannya masih meremas pakaian yang dikenakannya, sementara tangan kirinya terus menyapu air mata yang mengalir tanpa kompromi. Pundaknya berguncang, dadanya berdesir. Semua perasaan tumpah ruah, bercampur menjadi satu menghujam hatinya.

Ken terdiam, keduanya masih ada di dalam mobil. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Ken. Hening, hanya terdengar suara isak tangis yang keluar dari mulut Kinar.

Beberapa saat kemudian, Kinar mengangkat wajahnya. Membuka tas lalu mengeluarkan bedak dan lip tint dari dalam tasnya, tangannya cekatan membersihkan sisa-sisa air mata di wajahnya. Dengan tangan bergetar ia menyapukan bedak ke wajahnya dan mengoleskan lip tint di bibirnya.

“Ken, bolehkan aku bertanya satu hal padamu?” suaranya terdengar parau.

Ken hanya mengangguk.

\=\=\=>Bersambung 💕💕

Please, Klik Like 🖒 Favorite ❤ Tinggalkan Komentar 💬 beri Rate bintang 5, bagi Vote yang banyak yah ☺☺🌹🌹 Dukungan kalian sangat berarti.. Jangan pelit2 dongss.. Jangan cuma minta up tapi kalian gak dukung author, kan aku jadi sedih 😭😭

1
darkchoco
dua orang menyingkirkan diri dengan sangat tahu diri, ya ampun akhir yang ... sulit di jelaskan...
darkchoco
huaaaaaaa😭😭😭😭😭😭😭
darkchoco
bole bolee di karungin, trus di lempar ke antariksa mungkin yah 🤣🤣🤣🤣
darkchoco
😭😭😭😭😭😭😭
darkchoco
gempa... ada gempaa
darkchoco
kata kata Manda..... 😭😭😭😭
erenn_na
like Agra
erenn_na
dari sini sebenarnya Dika Mahendra sudah ada peduli
erenn_na
hhhhhhh badaaassss
christina lilik
bagaimana nasibnya perkawinan Kinara? masih teka teki
Putri Dwi
Mak saya pembaca takdir cinta kinara mulai novel ini tayang. Tau ngk mak nama anak saya Kinara karena saya suka banget dg karakter kinara di sini. Ceritanya sangat bagus terima kasih mak atas novel ini. Semoga anda selalu sehat dan di berikan keberkahan aamiin.
Siti solikah
akhirnya alhmdllh
Lala_lela067
baca lagi setelah sekian lama🤣udah baca sampai habis waktu 2020,tiba tiba kangen sama ceritanya🤣🤣
Umi Zahra Suwanto
mama mertua ko gak ada tampil Thor
Umi Zahra Suwanto
thor kok mertuanya Kinan tak pernah nampak dlm ceritanya
💞my heart💞
kok gak muncul lagi ya dh di tunggu" gak ada jga
🎀ᵀᵗᵇ'ˢAni Rhoma❤️
author novel mreka mau update dsni ya
Alta Najwa
eehhhhhhh kakak othor balik lgi ke NT...jgn php lg y kaka..hrus lnjut smpe tamat😁😁😁
🎀ᵀᵗᵇ'ˢAni Rhoma❤️
wahhh up lagi nih 😍 smngat Thor
mbak i
aku dah lupa ceritanya Mak😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!