Jeni seorang perempuan yang lemah lembut, sopan dan diberikan kelebihan memiliki paras yang sangat cantik. namun sejak dia berusia 4 tahun ayahnya pergi meninggalkan dia dan juga sang ibu untuk selama - lamanya
yang membuat ibunya harus banting tulang untuk menghidupi Jeni, sejak kecil Jeni terbiasa dengan kehidupan yang sederhana yang membuatnya selalu bersyukur dengan apa yang dia miliki
tapi kehidupannya baru saja dimulai saat dia mulai beranjak dewasa cobaan silih berganti mendatanginya, akan kah Jeni tetap kuat menghadapi cobaan demi cobaan yang datang kepadanya
apa kah Jeni akan bahagia dengan pernikahan yang sangat tidak pernah dia duga sebelumnya, walau pun dia menikah dengan sahabat masa kecilnya namun tetap saja itu berbeda sekarang mereka sudah dewasa sudah tidak sama lagi dengan masa kecil mereka
kalau penasaran dengan ceritanya, silahkan dinikmati ceritanya
mohon maaf jika ada kekurangan didalam cerita ini, karena ini adalah karya pertama say
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenika Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita 15
Setelah itu terlihatlah wajah dingin dari Hendra yang menatap lekat ke arah Rendy, yang membuat Rendy semakin tidak karuan. terlihat beberapa kali Rendy menelan ludahnya
" pah......aku benar - benar minta maaf ya kejadian tadi pagi, aku juga benar - benar menyesal " ujar Rendy, dengan wajah yang terlihat sendu
Hendra hanya diam dia sama sekali tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh sang anak itu, namun matanya terus saja menatap lekat kearah Rendy, seperti seorang predator yang menatap mangsanya
yang membuat Rendy enggan untuk membalas tatapan dari Hendra, Rendy hanya menundukkan kepalanya kebawah menatap lantai - lantai yang ia injak
" Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu, tapi satu hal yang kamu harus ingat kalau kejadian tadi pagi sampai terulang kembali maka jangan pernah kamu berharap kalau kamu bisa minta maaf dengan semudah ini " ujar Hendra, dengan raut wajah serius
Rendy mengangkat kepalanya ia mulai berani untuk menatap kearah orang yang ada didepannya, perasaanya pun sudah mulai tenang
wajah Hendra masih saja dengan wajah datarnya, ia mendudukkan tubuhnya di kursi yang biasa ia duduki saat ia bekerja, matanya yang dari tadi menatap lekat wajah Rendy beralih ke arah kursi yang ada di depannya
bahasa mata yang dipakai Hendra langsung bisa di pahami oleh Rendy, ia pun langsung mendudukkan tubuhnya kekursi yang tadi ditunjukkan oleh Hendra
" apa yang ingin papah omongin sama aku " ujar Rendy, dengan nada sopan nya.
" aku sudah memutuskan untuk segera melepaskan jabatan ku sebagai CEO di perusahaan kita, sampai sini apa kamu sudah paham " Sahut Hendra
Rendy mengangkat kedua alisnya dan membulatkan kedua bola matanya, tentu saja dia sudah paham dengan maksud dari Hendra namun hatinya masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar
Rendy tahu suatu hari ini pasti akan terjadi karena dia adalah satu - satu nya orang yang akan menggantikan Hendra untuk memimpin perusahaan YG grub
tapi dia tidak menyangka kalau itu akan terjadi secepat ini, karena dia baru saja beberapa Minggu lulus dari kuliahnya bahkan dia sama sekali belum berpengalaman dalam urusan bisnis keluarganya
" ta...ta..Pi... pah apa ini nggak terlalu cepat, aku baru saja lulus " Jawab rendy, dengan suara yang sedikit gagap
" terlalu cepat...apa kamu lupa saat usia berapa aku diangkat menjadi CEO menggantikan kakek kamu hah..." ujar Hendra, dengan sedikit meninggikan suaranya dan menatap kearah bola mata Rendy
flashback on
Tokk....Tokkk...Tokkk
suara ketukan pintu terdengar dari luar rumah yang ditempati oleh Hendra saat ia masih remaja dulu bersama kedua orang tuanya yang bernama Roni dan wita dan kedua adik perempuannya
" anak - anak kalian lanjutin makannya ya biar mamah yang bukain pintu ya, Hendra jagain adek - adek kamu ya " ujar wita, dengan suara lembutnya diiringi dengan senyum ramahnya
" iya mah.. " jawab Hendra
lalu wita pun mulai berjalan menuju pintu depan rumah mereka untuk membukakan pintu, setelah ia sampai tepat didepan pintu tanpa berpikir panjang wita pun langsung membuka pintu
setelah pintu terbuka terlihat lah dua orang laki - laki, bertubuh tinggi dan tegap dengan menggunakan baju kepolisian lengkap, Melinda pun kebingungan ada apa sehingga polisi datang ke rumah nya malam - malam begini
" apa benar ini rumah pak Roni?. dan ini saya bawa KTP nya " ujar salah satu polisi yang berdiri di didepan wita
" iya pa benar ini rumah pak Roni, dan saya istri nya " sahut wita. dengan nada sopan namun terlihat wajahnya sangat penasaran
setelah mendengar jawaban dari wita, kedua polisi itu pun saling bertatapan lalu mereka menatap iba kearah wita, yang nampak masih tidak mengerti dengan kedatangan mereka
" sebelumnya kita minta maaf, kedatangan kita kemari membawa kabar yang tidak enak untuk ibu dan keluarga " ujar polisi itu kembali, terlihat wajah polisi itu terlihat sedih
" ma...m..ksud bapak - bapak apa ya " sahut wita, dengan nada gagap
tiba - tiba saja jantungnya berdegup dengan kencang setelah mendengar kalau kedatangan kedua polisi ini membawa kabar yang tidak baik untuknya, walau pun ia tidak mengerti apa maksud dari mereka apa berita tidak enak yang mereka maksud itu
" iya Bu jadi tadi sekitar pukul 7 kita mendapat kan laporan dari warga setempat kalau ada kecelakaan mobil ditempat mereka, setelah kita mendatangi TKP kita menemukan KTP korban di dalam dompet beliau " ujar polisi itu
Degg.....Deegggg...Deggg
Jantung wita berdebar semakin tidak terkendali, tubuhnya langsung lemas setelah mendengar apa yang dikatakan oleh polisi tadi.
Wita langsung duduk tersungkur kakinya seolah - olah tidak sanggup lagi menahan beban tubuhnya, buliran air mata mulai menetes dari kedua bola matanya
" kak mamah kok lama banget sih " ujar Sinta adik Hendra
" Kaka juga nggak tau, yaudah kalian lanjutin makannya ya biar Kaka susulin mamah " jawab Rendy,
lalu ia pun meninggalkan meja makan, dan mulai melangkahkan kakinya untuk menyusul wita.
alangkah terkejutnya ia melihat ada dua orang polisi didepan rumahnya, dan yang paling membuatnya terkejut adalah melihat wita sang ibu duduk tersungkur sambil menangis tersedu - sedu
" ma..mahhh.. mamah kenapa " ujar Rendy, dengan nada khawatirnya
" pak ada apa ini? kenapa ibu saya bisa seperti ini " ujar rendy, sambil menatap kedua polisi yang berdiri dihadapannya itu
polisi itu pun menceritakan kejadiannya, tentang warga yang melapor kepada mereka kalau ada kecelakaan ditempat mereka, dan mereka menemukan identitas dari korban, sehingga membuat mereka datang kerumahnya
" terus sekarang ayah saya dimana pak " sahut Rendy, dengan suara yang terdengar sedang berusaha menahan isakan tangisnya
" korban sekarang berada di rumah sakit sedang dalam proses pemeriksaan saat dibawa dari lokasi kejadian keadaan beliau sangat kritis " jawab salah satu dari polisi itu
mendengar apa yang dikatakan oleh polisi itu membuat tangis wita semakin menjadi - jadi, berita itu sangat membuatnya terpukul dia benar - benar tidak menyangka itu akan terjadi, karena tadi pagi saat Roni ingin berangkat kerja dia terlihat baik - baik saja
Wita benar - benar tidak tahu apa yang membuat sang suami hingga mengalami tabrakan seperti apa yang diceritakan oleh polisi
" Baik lah pak terima kasih, tapi saya boleh minta alamat rumah sakitnya saya akan segera menyusul ayah saya " sahut Rendy. ia berusaha tersenyum kearah polisi namun hatinya sekarang benar - benar hancur berkeping - keping mendengar kabar dari snag ayah
TERIMA KASIH😊🙂
JANGAN LUPA LIKE, COMEN, VOTE, DAN JANGAN LUPA JUGA TAMBAH KAN KE FAVORITE
LOVE YOU GUSY👋🌼
OH YA BUAT KALIAN YANG PENGEN BERTEMAN SAMA AKU BISA FOLLOW AKUN INSTAGRAM AKU DI @JK.MSDH
DAN LANGSUNG DM AJA OKE
BAY👋👋
bkin rendi mmbenci devina dn kluargax.. trus nikahi jeni dn hidup bahgia
smg ppax rendy tau lngsung hacurkan prusahanx tono