NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RETAKNYA KEANGKUHAN

Gemuruh derap kaki seratus ribu pasukan Aliansi Tiga Kerajaan Besar mengguncang tanah di luar dinding benteng berlian hitam Kekaisaran Es Dewa. Barisan zirah yang membentang luas seperti lautan besi itu kini telah memasuki garis merah setinggi lima kilometer dari pusat menara.

Elena berdiri tegak di puncak menara pengawas utama. Tatapannya dingin, mengunci pergerakan barisan depan musuh.

[Sistem: Target telah mengunci posisi. Mengaktifkan Menara Meriam Es Penghancur Jiwa secara serentak.]

HUMMM—BOOOOMMM!

Sepuluh menara es di sepanjang dinding benteng memancarkan cahaya keperakan yang membutakan mata. Detik berikutnya, sepuluh berkas sinar laser es berdiameter raksasa melesat membelah udara, meninggalkan jejak pembekuan mutlak pada atmosfer yang dilewatinya. Tembakan itu mengarah tepat ke jantung formasi barisan depan Aliansi.

"Pertahankan formasi!" teriak Sir Leon dari barisan depan, matanya membelalak melihat intensitas energi yang menuju ke arah Mereka.

Tepat sebelum laser es itu menghantam tanah dan melenyapkan puluhan ribu prajurit, sesosok pria bertubuh raksasa melompat ke depan barisan. Itu adalah Sir Reinhardt sang Perisai Suci. Dengan raungan yang menggetarkan dada, dia menghantamkan sebuah perisai emas kuno berukiran wajah dewa matahari ke atas tanah.

"Artefak Suci: Sun God’s Aegis, aktifkan!" raung Reinhardt.

WUUUUSH!

Sebuah dinding api suci berwarna emas murni setinggi seratus meter bangkit dari tanah, membentuk barikade melengkung yang melindungi seluruh pasukan Aliansi. Ketika sepuluh laser es milik Elena menghantam perisai api tersebut, ledakan uap yang luar biasa terjadi. Suara hantaman itu terdengar seperti dua gunung yang bertabrakan.

CRAAAKKK!

Perisai api milik Reinhard bergetar hebat. Urat-urat di wajah sang ksatria Lingkaran 8 menonjol tebal, menahan tekanan magis dari sistem Elena. Meskipun perisai emasnya mulai retak di beberapa bagian, dinding api itu berhasil bertahan. Laser es milik menara Elena terpental dan meledak di sisi kanan dan kiri lembah, menyapu sekitar lima ribu prajurit di sayap luar, namun pasukan inti Aliansi tetap utuh.

"Hmph, gadis kecil," Reinhard menghembuskan napas berat, menyeka keringat di dahinya sambil menatap menara Elena dari kejauhan. "Sihir mekanismu memang kuat, tapi Kekaisaran Suci tidak datang dengan tangan kosong!"

Elena menyipitkan matanya melihat hasil tembakan meriamnya. "Artefak kuno penghalau elemen es? Menarik. Tampaknya mereka benar-benar bersiap untuk menguras manaku."

"Elena, manusia-manusia itu mulai merapal sesuatu yang berbahaya," Frost memperingatkan dari sampingnya, kepalanya yang besar merendah saat matanya yang vertikal menangkap fluktuasi mana yang aneh dari barisan belakang musuh.

Di belakang barisan ksatria, sepuluh Penyihir Agung Lingkaran 7 berbaju merah berdiri membentuk lingkaran konsentris. Mereka menancapkan tongkat sihir mereka ke tanah secara bersamaan, mengabaikan hawa dingin dari Absolute Zero Aura milik Elena yang mulai menekan pergerakan mereka.

"Sihir Larangan Gabungan: Scorching Purgatory!" teriak kesepuluh penyihir itu serempak.

Tanah bersalju di depan benteng Elena tiba-tiba retak merah. Aliran magma cair menyembur keluar dari dalam bumi, membakar salju abadi dan mengubah medan perang menjadi lautan api yang mengepulkan asap beracun. Hawa panas dari sihir gabungan Lingkaran 7 ini mulai mengikis hawa dingin di sekitar benteng, menekan radius Absolute Zero Aura milik Elena hingga menyusut setengahnya.

"Serang! Hancurkan makhluk-makhluk es itu!" perintah Sir Leon memanfaatkan celah dari hilangnya hawa dingin.

Puluhan ribu ksatria aliansi menyerbu maju melintasi tanah yang terbakar. Namun, dua Ice Chimera milik Elena tidak tinggal diam. Mereka melompat dari atas dinding benteng, mendarat di tengah lautan api. Kepala singa es mereka menyemburkan badai salju beracun, sementara kepala ular di ekor mereka mematuk para ksatria dengan kecepatan kilat. Dua Golem Es Kuno bertubuh berlian hitam ikut menerjang, menghantam barisan zirah berat musuh dengan kepalan tinju raksasa mereka.

Pertempuran besar yang kacau pecah. Kali ini, pasukan es Elena tidak bisa menyapu musuh dalam hitungan detik. Ksatria Aliansi yang dilindungi oleh berkat api suci para penyihir terus merangsek maju, perlahan-lahan mulai memojokkan dua puluh Ice Vanguard Knight milik Elena.

"Pertempuran ini berjalan terlalu lambat," gumam Elena. Matanya berkilat keperakan. Dia tidak bisa membiarkan pasukannya terkikis habis di sini sebelum mencapai ibukota suci.

Elena melangkah maju, tubuhnya melayang turun dari menara pengawas dengan anggun. Jubah esnya berkibar menembus kepulan asap hitam medan perang.

Namun, sebelum kakinya menyentuh tanah, sebuah robekan ruang terjadi di depannya. Sesosok bayangan emas melesat dengan kecepatan yang melampaui batas pandangan mata manusia.

"Mati kau, penyihir sesat!"

Sir Leon sang Pembelah Badai tiba-tiba muncul di depan Elena. Pedang besar di tangannya telah dilapisi oleh aura angin keemasan yang berputar seperti gergaji raksasa, siap membelah tubuh Elena menjadi dua bagian.

Elena bereaksi dalam sepersekian detik. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

[Sistem: Merapal Instan Glacial Shield tingkat maksimal.]

BLAAAARRRRRR!

Pedang besar Leon menghantam perisai es kristal yang muncul di depan Elena. Benturan dua kekuatan Lingkaran tinggi itu menciptakan gelombang kejut udara yang mencabut tanah di sekitar mereka sejauh seratus meter. Perisai es Elena retak parah, dan tubuhnya terdorong mundur beberapa meter di udara sebelum berhasil menstabilkan posisinya.

Leon mendarat di atas tanah dengan seringai meremehkan, pedangnya kembali diangkat tinggi-tinggi. Aura angin keemasan di sekelilingnya semakin membesar, membentuk badai puting beliung kecil yang mengikis es di sekitarnya. "Kecepatan bereaksi yang bagus untuk seorang gadis kecil. Tapi mari kita lihat berapa banyak tebasan yang bisa ditahan oleh perisaimu!"

Elena menatap telapak tangannya yang sedikit bergetar akibat dampak hantaman fisik Leon. Ini adalah pertama kalinya sejak reinkarnasinya dia merasakan tekanan fisik yang begitu nyata dari seorang musuh.

"Kekuatan fisik Lingkaran 8 Tahap Menengah..." Elena mendongak, matanya yang seputih es menatap Leon dengan kilatan tirani yang tidak goyah sedikit pun. "Kau cukup menghibur, manusia. Tapi kau salah jika mengira ini adalah batas kekuatanku."

Di saat yang sama, dari balik bayang-bayang lautan api di belakang Elena, Nona Valerica sang Pemburu Bayangan perlahan-lahan menghilang, mengincar titik lengah Elena saat dia fokus menghadapi Leon. Pertempuran di Lembah Ratapan kali ini benar-benar berada di titik buntu yang berbahaya.

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!