NovelToon NovelToon
Ketulusan Suami Pengganti

Ketulusan Suami Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: nur danovar

Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.

Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.

Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16 After Kissing

Maxime merasa sedikit canggung selepas berciuman dengan Rora di hadapan keluarganya. Max khawatir setelah ini Rora akan sangat marah padanya. sesekali ia melirik Rora yang sedang mengobrol dengan mama-mama dan juga Catherine.

"Kau hebat Max!" kata papa sambil menepuk bahu Maxime.

"Hebat apa pa?"

"Kau sudah memenangkan hati Aurora bukan?"

Maxime tersenyum samar, mungkin nanti malam adalah waktu yang tepat untuk mengakui semua perasaannya pada Aurora yang ia sembunyikan selama bertahun-tahun lamanya. Max akan mengatakan jika ia mencintai Rora.

"Papa senang Max, tolong jaga Rora baik-baik" kata Antoro terharu.

"Papa jangan cemas saya pasti menjaga Rora dengan baik"

Aurora menatap Maxime yang sedang mengobrol dengan papa. ia ingat benar kejadian ciuman kilat tadi. singkat tapi membekas di ingatan. bibir Maxime yang menyentuh lembut bibir Rora benar-benar sulit di lupakan bagi Rora.

Aurora menggelengkan kepala ketika Maxime hampir menyesap segelas wine. Maxime langsung mengurungkan niatnya dan mengganti dengan segelas air putih.

"Cie bos Maxime nurut sekali sama mba Aurora, sudah bertemu pawangnya ya bos?" kata Wisnu usil.

"Haha benar juga Aurora memang pawang bagi Maxime" kata papa Gunanto.

Maxime tersenyum melirik tajam ke arah Wisnu yang mulai takut. Wisnu memegangi bibirnya karena takut salah bicara dan membuat Max marah.

Setelah makan bersama semua keluarga akhirnya pulang. rumah kembali sepi tinggal Maxime dan Aurora saja. Wisnu juga sudah pulang karena Max memintanya ke kantor untuk mengurus beberapa pekerjaan.

Suasana canggung kembali terjadi antara Max dan Rora.

Aurora sibuk membersihkan meja dan membawa piring kotor ke wastafel. Max ikut membantu hilir mudik membawa gelas dan tumpukan piring ke dapur. ia pikir hari ini juga harus dapat asisten rumah tangga agar Rora tidak kelelahan mengurus rumah.

Max menatap Rora yang sejak tadi menghindari pandangannya. Rora seperti mencari-cari kesibukan demi menghindari Maxime.

"Rora aku mau bicara" Max meraih lembut lengan Rora saat Rora melintas di hadapannya.

"Soal apa? ciuman tadi? lupakan saja" kata Rora malu plus salah tingkah.

Maxime tersenyum melihat Rora yang masih tidak mau menatap matanya.

"Lihat aku kenapa kau menghindar?"

Aurora memberanikan diri menatap wajah Maxime tapi ia gagal karena baru beberapa detik Rora langsung menunduk.

"Terimakasih sudah merawat ku saat aku sakit, terimakasih sudah menyambut keluarga kita yang tiba-tiba datang mengejutkan mu, terimakasih atas ciuman tadi" kata Maxime sembari menggenggam tangan Rora.

"Itu sudah tugasku sebagai istri bukan?" kata Rora berusaha dingin. ia tidak mau terjebak perasaan dengan Maxime.

Rora sendiri bimbang apakah pernikahannya dengan Max bisa berlanjut atau tidak. Rora pikir Max tidak mencintainya melainkan hanya kasihan padanya.

"Nanti malam kita dinner ya fine dining di restoran langganan ku?"

Rora mengangguk samar sambil memalingkan wajahnya masih canggung menatap Maxime.

"Max...selamat ulang tahun" kata Rora tulus.

Max tersenyum mengusap kepala Aurora dengan lembut.

Keduanya kembali ke kamar masing-masing. Max berdiri di dekat jendela kamarnya memandang halaman rumahnya yang asri dan luas. senyum merekah di bibirnya mengiringi pertambahan usianya ke tiga puluh tahun. sejak membuka mata tadi pagi kejutan demi kejutan beruntun ia terima dari Aurora. dari skin to skin, ciuman di hadapan keluarga, perhatian Aurora yang terasa berbeda dari sebelumnya. dulu Rora juga perhatian pada Max tapi sebagai sahabat dan sekarang Max merasa Rora perhatian padanya sebagai pasangan, sebagai Istri.

Max mengusap wajahnya sambil tersenyum lebar.

"Terimakasih Tuhan"

1
StAr 1086
mampir... kayaknya seru cinta segitiga...
Dew666
💄💄💄💄
Dew666
💝💝💝
Dew666
☀️☀️☀️
Dew666
😍😍😍😍
Dew666
💃💃💃
Dew666
💄💄💄
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!