Ini bukan kisah cinta yang indah dan damai, melainkan hubungan yang dibangun di atas kekuasaan, ketakutan, dan hasrat yang membara namun membinasakan.
Disclaimer: ini cerita pendek
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lusi rohmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHASIA YANG TERAKHIR DAN KEJUTAN YANG TAK TERDUGA
Hari-hari setelah peristiwa itu terasa begitu damai dan tenang. Tidak ada lagi kabar buruk, tidak ada lagi ancaman yang datang. Orang-orang yang bersalah sudah semuanya tertangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Kota yang dulunya gelap dan penuh kebohongan kini benar-benar berubah menjadi tempat yang aman, adil, dan penuh harapan bagi semua orang yang tinggal di dalamnya.
Raka sudah pulih kembali sepenuhnya. Luka-luka yang didapatkannya sudah sembuh, dan ia bisa bergerak serta beraktivitas seperti biasa. Ia menjalani kewajibannya untuk memulihkan kerusakan yang pernah ia timbulkan, bekerja dengan sungguh-sungguh dan tulus demi membangun kembali apa yang sudah hancur. Masyarakat pun makin lama makin menghargai dan menghormatinya, melihatnya bukan lagi sebagai orang yang berbahaya, melainkan sebagai orang yang berani berubah dan berjuang demi kebenaran.
Begitu juga dengan Gubernur William. Ia telah mengundurkan diri dari jabatannya dan memilih untuk hidup sederhana, bekerja membantu orang-orang yang membutuhkan dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan. Ia merasa sudah menemukan kedamaian dalam hatinya, karena ia sudah berusaha menebus segala kesalahan yang pernah ia lakukan, baik yang disadarinya maupun yang tidak.
Hidup mereka terasa begitu sempurna. Setiap hari dihabiskan dengan kebersamaan, tawa, dan rasa syukur yang tidak pernah habis. Tapi meski begitu, Raka kadang masih merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya. Ada perasaan bahwa belum semuanya selesai, bahwa masih ada sesuatu yang belum terungkap sepenuhnya. Perasaan itu datang dan pergi, tapi tidak pernah benar-benar hilang begitu saja.
><><><><
Suatu hari, saat sedang membereskan barang-barang peninggalan orang tuanya yang sudah lama tersimpan dan belum sempat diteliti, Raka menemukan sebuah kotak kayu yang kecil dan terlihat sudah tua. Kotak itu terkunci, dan ia tidak pernah melihatnya sebelumnya. Ia mencoba membukanya dengan berbagai cara, dan akhirnya berhasil membukanya juga.
Di dalamnya ada surat-surat, catatan-catatan, dan juga benda-benda kecil yang dulunya milik orang tuanya. Ia mulai membaca satu per satu, dan seiring ia membaca, raut wajahnya perlahan-lahan berubah. Ada hal-hal yang tertulis di sana yang sama sekali tidak ia ketahui sebelumnya, hal-hal yang membuat segala peristiwa yang telah terjadi menjadi semakin rumit dan penuh makna.
Ia segera membawa semua barang itu dan pergi menemui Alana serta Gubernur William. Saat mereka berkumpul, Raka langsung menyampaikan apa yang baru saja ia temukan.
“Ada hal yang baru aku ketahui,” ucapnya dengan nada yang serius.
“Hal yang membuatku sadar bahwa ternyata masih ada satu rahasia terakhir yang selama ini tersembunyi dari kita semua.”
“Apa itu?” tanya Gubernur William segera. “Ada apa lagi yang belum kita ketahui?”
Raka lalu mulai membacakan apa yang tertulis di dalam surat-surat itu. Ternyata, orang tua Raka dan orang tua Alana dulunya adalah teman yang sangat dekat, bahkan lebih dari itu—mereka adalah saudara sepersaudaraan yang telah berjanji untuk selalu saling membantu dan melindungi satu sama lain. Mereka bekerja sama dalam berbagai hal, dan bersama-sama menemukan bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang berkuasa saat itu.
Ketika rencana jahat itu mulai bergerak dan mereka tahu bahwa nyawa mereka sedang terancam, orang tua Raka telah membuat perjanjian dengan orang tua Alana. Mereka sepakat untuk menyembunyikan sebagian bukti di tempat yang berbeda-beda, supaya walaupun salah satu dari mereka tertangkap atau celaka, sebagian lainnya tetap ada dan suatu hari nanti bisa ditemukan kembali.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, tertulis di sana bahwa mereka juga telah merencanakan sesuatu yang menyangkut masa depan anak-anak mereka. Mereka melihat betapa eratnya hubungan antara kedua keluarga itu, dan mereka berharap bahwa suatu hari nanti, anak-anak mereka akan bisa bersatu dan menyelesaikan apa yang mereka mulai, serta melanjutkan kehidupan dengan saling melengkapi dan melindungi satu sama lain.
“Jadi... pertemuan kita ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan saja?” tanya Alana dengan suara yang lembut dan penuh keterkejutan.
“Semua ini sudah direncanakan dan diharapkan oleh orang tua kita sejak lama?”
“Sepertinya begitu,” jawab Raka.
“Dari awal kita sudah terhubung satu sama lain, bahkan sebelum kita lahir ke dunia ini. Semua peristiwa yang kita lalui, semua kesulitan dan bahaya yang kita hadapi, seolah-olah menjadi jalan yang membawa kita untuk bertemu dan berada di posisi kita sekarang ini.”
Gubernur William terdiam, matanya terlihat berkaca-kaca. Ia teringat kembali pada masa-masa lalu, pada persahabatan yang pernah ia miliki dengan orang tua Raka, yang semuanya hilang karena rekayasa dan kebohongan orang lain.
“Aku ingat,” serunya perlahan.
“Dulu kami memang sangat dekat. Kami selalu bersama-sama, saling membantu dalam suka maupun duka. Tapi kemudian ada peristiwa-peristiwa yang membuat kami terpisah dan saling bermusuhan, dan aku tidak pernah mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Ternyata semuanya dibuat-buat, dan orang-orang yang kita cintai itu sudah tahu bahwa hal seperti ini akan terjadi.”
Ia menatap Raka dan Alana dengan pandangan yang dalam. “Mereka tahu bahwa mereka akan dihancurkan, dan mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya supaya kebenaran tetap terjaga, dan supaya kalian berdua bisa bertemu dan menyelesaikan semuanya. Mereka percaya pada kalian, percaya bahwa kalian akan mampu melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan.”
Raka menggenggam tangan Alana dengan erat. “Kalau begitu, apa yang kita lakukan ini bukan hanya untuk diri kita sendiri atau untuk orang-orang di sekitar kita. Kita juga mewujudkan keinginan dan harapan dari orang-orang yang kita cintai ini. Kita berhasil melakukan apa yang mereka harapkan dari kita, dan itu membuat segala perjuangan kita menjadi lebih berharga lagi.”
Tapi saat mereka masih larut dalam perasaan yang timbul dari penemuan itu, seseorang datang tergesa-gesa dan membawa kabar baru. Wajahnya terlihat cemas dan terkejut, seolah ia baru saja mendengar atau melihat sesuatu yang tidak disangka-sangka.
“Ada apa?” tanya Raka segera. “Ada kabar apa lagi?”
“Tuan... ada sesuatu yang terjadi di tempat penahanan tempat orang-orang yang bersalah itu ditahan,” jawab orang itu dengan suara yang terputus-putus karena tergesa-gesa.
“Tadi ada orang yang masuk ke sana, dan berhasil membebaskan beberapa orang dari mereka. Mereka kabur, dan sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya.”
Berita itu membuat suasana seketika menjadi tegang kembali. Semua orang yang ada di situ sama-sama terkejut dan tidak percaya. Mereka sudah merasa bahwa semuanya sudah selesai, tapi ternyata masih ada yang bisa melakukan hal seperti ini.
“Bagaimana hal ini bisa terjadi?” tanya Gubernur William dengan nada yang tegas. “Tempat itu dijaga dengan sangat ketat, tidak mungkin ada orang yang bisa masuk dan keluar begitu saja tanpa diketahui orang lain.”
“Kami juga tidak mengerti, Tuan,” jawab orang itu.
“Semua penjaga kami memeriksa, dan ternyata ada sebagian dari mereka yang ternyata tidak bisa dipercaya. Mereka sudah bekerja sama dengan orang-orang itu sejak lama, dan mereka yang membuka jalan supaya orang-orang itu bisa lolos.” lapornya.
“Jadi masih ada orang yang tersisa, orang yang selama ini bersembunyi dan menunggu kesempatan seperti ini,” ucap Raka dengan suara yang berat.
“Kita pikir semuanya sudah berakhir, tapi ternyata kita masih belum melihat semuanya dengan jelas.”
“Tapi siapa lagi yang bisa melakukan hal ini?” tanya Alana. “Semua orang yang kita kenal yang terlibat dalam kejahatan itu sudah tertangkap, atau sudah mati. Siapa lagi yang memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk melakukan hal sebesar ini?”
“Itulah yang sedang kita cari tahu sekarang,” jawab Raka. “Tapi satu hal yang pasti, orang ini bukan orang yang biasa saja. Ia memiliki kekuasaan, pengaruh, dan juga banyak orang yang bekerja untuknya. Ia berhasil menyembunyikan dirinya selama ini, sampai kita mengira bahwa kita sudah menang sepenuhnya.”
Segera setelah itu, mereka kembali bergerak. Mereka memeriksa segala tempat, menelusuri segala jejak yang ada, dan bertanya kepada orang-orang yang mungkin tahu sesuatu. Hari-hari berikutnya kembali diisi dengan kewaspadaan dan kerja keras, sama seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya.
Dan setelah beberapa hari berusaha mencari tahu, akhirnya mereka mendapatkan petunjuk yang jelas. Dari informasi yang berhasil mereka kumpulkan, mereka mengetahui bahwa orang yang berada di balik semua ini adalah seseorang yang selama ini selalu terlihat di sisi mereka, seseorang yang mereka percayai dan anggap sebagai teman dan orang yang baik.
Namanya adalah Arjuna, seorang pejabat tinggi yang selalu membantu mereka, yang selalu tampil mendukung segala hal yang mereka lakukan, dan yang selalu dianggap sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya. Ia selalu ada di saat-saat sulit, selalu membantu dengan segala kemampuannya, dan tidak ada seorang pun yang pernah menyangka bahwa ia sebenarnya adalah orang yang berbahaya.
“Arjuna?” guman Gubernur William dengan nada yang tidak percaya saat mendengarnya.
“Ia adalah orang yang sudah aku kenal selama puluhan tahun. Ia selalu bekerja dengan baik, selalu jujur, dan selalu membantuku dalam berbagai hal. Bagaimana mungkin ia adalah orang yang kita cari?”
“Ia memang pandai menyembunyikan jati dirinya,” seru Raka. “Seperti orang-orang lainnya yang kita hadapi sebelumnya, ia juga memiliki kedok yang sangat baik. Ia selalu berada di dekat kita, supaya ia bisa mengetahui segala hal yang kita lakukan, dan supaya ia bisa memanipulasi keadaan sesuai dengan keinginannya sendiri.”
“Tapi apa tujuannya? Apa yang ia harapkan dari semua ini?” tanya Alana.
“Menurut informasi yang kita dapatkan, ia adalah orang yang dulunya juga bekerja sama dengan kelompok orang yang sudah kita tangkap itu,” jawab Raka.
“Tapi ia lebih pandai dan lebih berhati-hati dari yang lain. Ia selalu bergerak dari belakang, tidak pernah terlibat secara langsung, sehingga ia selalu aman dan tidak pernah dicurigai oleh siapa pun. Selama ini ia melihat segala sesuatu dari jauh, dan ia selalu memastikan bahwa posisinya tetap aman dan menguntungkan baginya.”
“Ia melihat bahwa kelompoknya mulai runtuh dan hancur, maka ia mulai bergerak ke sisi kita, supaya ia bisa tetap bertahan dan tetap mendapatkan apa yang ia inginkan,” tambahnya lagi. “Ia berpikir bahwa dengan menjadi orang yang membantu kita, ia akan tetap terlihat baik dan aman, dan suatu hari nanti ia bisa mengambil alih segalanya untuk dirinya sendiri.”
“Dan sekarang, ketika ia merasa bahwa posisinya mulai terancam dan rahasianya akan terbongkar, ia berusaha mengambil langkah terakhirnya,” jelas Gubernur William dengan nada yang penuh kekecewaan.
“Ia membebaskan orang-orang yang ia anggap masih bisa membantunya, dan berusaha melarikan diri serta menyiapkan rencana baru untuk mencapai tujuannya.”
“Dan rencananya kali ini bukan hanya untuk dirinya sendiri saja,” ujar salah satu orang yang membawa informasi itu.
“Ia berniat untuk melakukan sesuatu yang akan membuat seluruh kota ini mengalami kerusakan dan kekacauan yang sangat besar. Ia ingin menghancurkan segala sesuatu yang sudah kita bangun, supaya ia bisa muncul kembali sebagai orang yang menyelamatkan dan mengambil alih kekuasaan sepenuhnya.”
Berita itu membuat hati mereka terasa berat dan penuh kemarahan. Orang yang mereka percayai, orang yang selalu ada di sisi mereka, ternyata adalah orang yang paling berbahaya dari semuanya. Dan ia berniat untuk menghancurkan segalanya yang telah mereka bangun dengan susah payah dan pengorbanan yang begitu banyak.
“Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi,” seru Raka dengan suara yang tegas dan penuh tekad.
“Ia telah menipu kita, telah menggunakan kita untuk kepentingannya sendiri, dan kini ia berniat menghancurkan segalanya. Kita harus menghentikannya, sebelum ia sempat melakukan apa yang ia rencanakan.”
“Tapi kita harus berhati-hati,” peringat Gubernur William. “Ia sudah mengenal kita dengan sangat baik. Ia tahu cara berpikir kita, kebiasaan kita, dan juga hal-hal yang kita takuti. Ia akan menggunakan semua itu untuk melawan kita, dan ia pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang.”
“Kita tahu itu,” jawab Raka. “Tapi kali ini, kita juga sudah tahu siapa dia dan apa yang ia inginkan. Kita tidak lagi tertipu, dan kita tidak akan lagi membiarkan ia memanfaatkan kita. Kita akan menghadapinya, dan kita akan menghentikannya, apa pun yang harus kita lakukan.”
Kini, mereka tahu bahwa perjuangan mereka belum benar-benar selesai. Bahwa orang yang harus mereka hadapi kali ini adalah orang yang paling berbahaya, orang yang paling tahu kelebihan dan kekurangan mereka, orang yang selama ini selalu ada di dekat mereka. Tapi mereka juga tahu, bahwa mereka tidak akan mundur lagi. Mereka sudah melewati begitu banyak hal sulit dan berbahaya, dan mereka selalu berhasil melewatinya. Kali ini pun, mereka yakin bahwa mereka akan bisa mengatasinya juga.
Dan di dalam hati mereka masing-masing, ada keyakinan yang kuat bahwa kebenaran tidak akan pernah kalah, dan bahwa segala sesuatu yang dibangun dengan kejujuran dan pengorbanan tidak akan bisa dihancurkan oleh orang-orang yang berniat jahat. Mereka bersiap untuk menghadapi pertarungan yang paling sulit dan menegangkan ini, dengan hati yang teguh dan keyakinan yang tidak akan pernah goyah.