NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Penaut Jiwa di Sisi Jurang

SREEEET! CHIII!

Suara desis mengerikan bergema dari titik di mana telapak tangan kiri Yu Fan menghantam dantian Lin Xueru. Energi Yang murni yang dialirkan Yu Fan sewarna emas cair yang mendidih, meletup-letup hebat saat menerobos masuk ke dalam jaringan meridian es yang membeku kelam.

Pertemuan dua kutub energi ekstrem ini menciptakan reaksi tolakan yang luar biasa dahsyat. Uap putih bercampur hitam pekat menyembur dari pori-pori kulit Xueru, membubung ke udara bagai kepulan asap dari besi membara yang dicelupkan ke dalam air raksa.

Tubuh Xueru menegang kaku. Sepasang matanya yang semula putih salju tanpa pupil mendadak bergetar hebat. Pembuluh darah di sekitar pelipis dan lehernya menonjol ke permukaan, berwarna biru kehitaman yang mengerikan akibat sirkulasi paksa yang berjalan berlawanan arah.

“Arghhhhh!”

Sebuah jeritan parau, melengking, dan sarat akan penderitaan jiwa akhirnya pecah dari bibir Xueru. Itu bukan lagi suara mekanis dari boneka tanpa hati; itu adalah jeritan murni dari kesadaran aslinya yang tengah dibakar hidup-hidup oleh panasnya energi surgawi milik Yu Fan.

Pil Pembeku Emosi Jiwa yang mengunci kesadarannya menolak untuk tunduk, mengerahkan sisa-sisa pertahanan es hitamnya untuk mengikis telapak tangan Yu Fan yang menempel di perutnya.

Kulit telapak tangan Yu Fan mulai melepuh, terkelupas oleh hawa dingin yang menggigit hingga menembus daging, sementara di saat yang sama energinya sendiri membakar raga di depannya. Rasa sakitnya teramat sangat nyata, mengoyak fokus batin Yu Fan hingga ia harus menggigit bibirnya begitu keras sampai darah segar kembali mengalir, membasahi dagunya.

"Bertahanlah, Xueru! Jangan biarkan kegelapan itu menelan jiwamu sepenuhnya!" seru Yu Fan, suaranya parau, bergetar di antara deru angin yang kian liar.

Setiap detik terasa seperti satu kalpa. Yu Fan bisa merasakan dengan sangat jelas bagaimana struktur dantian Xueru mulai retak akibat tekanan ganda ini. Jika ia menyalurkan energi terlalu kuat, dantian Xueru akan hancur dan menjadikannya cacat seumur hidup.

Namun, jika ia menarik tangannya sekarang, racun es akan berbalik menyerang jantung Xueru dan membunuhnya dalam hitungan napas. Yu Fan berada di atas titian seutas tali di atas jurang maut; satu kesalahan kecil dari kendali batinnya berarti kematian bagi wanita di depannya.

Di dalam lanskap kesadaran terdalam Yu Fan, situasi tidak kalah mencekam. Pintu gerbang segel ketujuh yang sempat berguncang kini dipenuhi oleh riak energi merah darah yang kental.

Entitas yang terkurung di sana tertawa terbahak-bahak, sebuah suara tawa yang mengandung frekuensi gelombang batin yang mampu mengacaukan konsentrasi manusia.

“Bodoh! Benar-benar manusia fana yang bodoh!” Raungan dari dalam jiwanya itu menggema, memantul di antara dinding-dinding dantian emas milik Yu Fan.

“Kau merusak meridianmu sendiri demi menyelamatkan seekor semut yang mencoba menggorok lehermu? Lihat tanganmu! Dagingmu mulai membusuk oleh es! Berikan kendali itu kepadaku! Cukup satu sentuhan apiku, dan racun itu akan musnah, bersama dengan seluruh raga fana yang merepotkan ini!”

"Diam... Kau tidak akan pernah mendapatkan sejumput pun dari raga ini!" desis Yu Fan secara batin.

Fokusnya terpecah menjadi dua medan perang yang sama-sama mematikan. Di luar, ia harus mempertahankan sirkulasi mikro energi Yang yang teramat presisi pada tubuh Xueru; di dalam, ia harus mengerahkan sisa energi Yin-nya untuk memperkuat jeruji segel batin agar entitas itu tidak memanfaatkan kelengahan emosinya.

Tekanan ganda ini membuat dahi Yu Fan terus meneteskan keringat dingin yang langsung membeku menjadi butiran es begitu jatuh dari wajahnya.

CRACK!

Tiba-tiba, Pedang Teratai Hitam yang masih terjepit oleh bilah Pedang Yin melepaskan entakan energi pelindung terakhirnya. Bilah pedang terkutuk itu seolah merasakan bahwa tuannya sedang berada dalam bahaya pembersihan spiritual.

Riak energi kematian berwarna merah tua melesat dari hulu pedang Xueru, menghantam dada Yu Fan dengan telak.

BANG!

Yu Fan terdorong mundur tiga langkah, cengkeraman pedangnya terlepas, dan telapak tangan kirinya terpaksa terpisah dari dantian Xueru. Begitu hubungan energi itu terputus, tubuh Xueru ambruk ke atas tanah berbatu yang dingin, terengah-engah dengan sisa-sisa uap hitam yang masih mengepul dari sekujur tubuhnya.

Yu Fan berlutut, memegang dadanya yang terasa sesak dan terbakar. Di telapak tangan kirinya, luka bakar es telah mengubah kulitnya menjadi putih keperakan yang mati rasa.

Namun, matanya tidak beralih dari sosok Xueru yang kini sedang mencoba bangkit kembali dengan bertumpu pada pedangnya.

Pupil mata Xueru tidak lagi putih murni.

Warna hitam aslinya telah kembali, namun matanya dipenuhi oleh kabut air mata yang tak terbendung. Ia menatap Yu Fan dengan pandangan yang hancur, sebuah tatapan yang mencerminkan konflik perasaan yang teramat dalam antara sisa-sisa pengaruh racun yang memaksanya membunuh dan kesadaran cintanya yang menolak untuk menyakiti pemuda di depannya.

"Yu... Fan... Kenapa kau... tidak membunuhku saja?" bisik Xueru, air matanya jatuh membasahi tanah berbatu, mengikis lapisan es tipis di bawahnya. "Tubuh ini... tangan ini... telah menumpahkan darah sekutu kita. Aku tidak bisa mengendalikannya... Tolong, sebelum kegelapan ini kembali... hancurkan aku..."

Mendengar keputusasaan yang keluar dari mulut Xueru, dada Yu Fan terasa seperti dihantam oleh ribuan jarum tak berwujud.

Konflik kemanusiaan yang nyata mencabik-cabik logikanya sebagai seorang pemimpin garda depan Aliansi Enam Kerajaan. Di sekeliling mereka, jeritan kematian para prajurit fana kian membubung tinggi ke langit, mengingatkannya bahwa setiap detik yang ia habiskan di sini untuk bernegosiasi dengan perasaannya adalah bayaran nyawa bagi orang-orang yang mempercayainya sebagai perisai.

Dari atas tebing, suara gemuruh pertempuran tingkat tinggi kian menggila. Leluhur Jin Taixu tampak mulai terdesak oleh keganasan Jenderal Mayat Hidup pertama yang tidak mengenal rasa lelah ataupun rasa sakit.

Jubah abu-abu sang leluhur telah dinodai oleh darah tua yang merembes dari bahunya. Di titik lain, Raja Jin Wu terlempar mundur dengan zirah phoenix-nya yang retak seribu setelah menerima hantaman langsung dari Jenderal Mayat Hidup kedua.

"Ayahanda!" Teriak Putri Jin Yuexin dari atas menara pengawas, wajahnya pucat pasi melihat sang raja terjatuh di antara tumpukan batu.

Situasi di seluruh Celah Serigala Merah berada di ambang kehancuran total. Barisan baja Kekaisaran Tianhuang mulai merangsek naik, menginjak-injak sisa pertahanan rawa lumpur spiritual yang telah kehilangan daya magisnya.

Yu Fan menarik napas panjang, menegakkan kembali tubuhnya yang terluka. Sepasang matanya kembali menatap Xueru yang masih bersimpuh. Kesedihan di matanya kini berganti menjadi sebuah ketegasan yang dingin namun sarat akan kasih sayang yang matang.

"Aku tidak akan membunuhmu, Xueru. Dan aku juga tidak akan membiarkan tanah ini runtuh," ucap Yu Fan, suaranya terdengar sangat tenang, sebuah ketenangan yang lahir dari keputusan ekstrem yang telah ia ambil di dalam relung jiwanya.

Yu Fan mengangkat Pedang Yin dengan tangan kanannya yang gemetar. Pola cahaya merah darah tipis yang sebelumnya muncul di sepanjang bilah pedang kini berkobar kian terang, menyatu dengan aura emas alaminya.

Retakan pada segel Pedang Yin melebar seiring dengan tekad bulat Yu Fan untuk menggunakan teknik terlarang yang membutuhkan pengorbanan esensi kehidupannya sendiri.

"Jika satu kali sirkulasi tidak cukup untuk membakar racun itu, maka aku akan mengalirkan seluruh silsilah batin milikku ke dalam jiwamu, tidak peduli jika dantian ku sendiri yang harus menjadi taruhannya," batin Yu Fan dengan ketetapan hati yang mutlak.

Melihat perubahan aura Yu Fan yang kian membubung tinggi melampaui batas kewajaran seorang master Ranah Tingkat 4, insting pelindung dari Pil Pembeku Emosi Jiwa di dalam tubuh Xueru kembali bergejolak.

Kabut es hitam pekat kembali menyembur keluar dari matanya, menutup kembali binar kemanusiaan yang baru saja muncul. Xueru kembali bangkit berdiri, raungannya kali ini terdengar lebih mirip raungan monster purba daripada seorang manusia fana.

WUZHUUUUU!

Xueru melompat maju, memutar Pedang Teratai Hitamnya hingga membentuk pusaran badai es tajam setinggi tiga puluh meter yang menyapu seluruh permukaan ngarai di depan mereka. Batuan tebing runtuh, tersedot ke dalam pusaran es yang mampu mencabik-cabik raga seorang master Tingkat 5 sekalipun.

Yu Fan tidak menghindar. Ia justru melangkah maju, menyambut badai tersebut dengan Pedang Yin yang terhunus lurus ke depan. Sekujur tubuhnya kini dilapisi oleh pelindung batin berbentuk naga emas bercampur perak yang berputar melingkari jubah hitamnya.

CRASH! CRASH! CRASH!

Serpihan-serpihan es tajam dari badai Xueru menghantam pelindung batin Yu Fan, meninggalkan goresan-goresan luka baru di wajah, lengan, dan kakinya. Darah segar mengalir dari berbagai penjuru tubuhnya, namun langkah kaki Yu Fan tetap kokoh bagai gunung purba yang tidak bergeming oleh badai topan.

Tepat di tengah-tengah pusat badai, kedua bilah pedang mereka kembali bertemu.

TINGGGGGGG!

Kali ini, tidak ada gelombang kejut yang melesat keluar. Seluruh energi dari benturan tersebut tersedot ke dalam titik temu kedua ujung bilah pedang.

Yu Fan menggunakan sisa seluruh kekuatan batinnya untuk menahan pergerakan Xueru, sementara tangan kirinya yang terluka parah kembali bergerak maju, memegang pergelangan tangan Xueru yang menggenggam pedang.

"Seni Terlarang Yin-Yang: Penaut Jiwa Surgawi!"

BOOM!

Sebuah pilar cahaya emas-merah yang teramat benderang meledak dari titik cengkeraman tangan Yu Fan, membubung tinggi menembus awan hitam di langit, menciptakan sebuah pemandangan yang teramat megah sekaligus mengerikan di tengah medan pertempuran yang sarat akan maut.

Energi kehidupan Yu Fan mulai mengalir deras menembus lengan Xueru, langsung menuju ke pusat jiwanya demi menghancurkan belenggu es untuk yang terakhir kalinya.

Taruhan terbesar telah dijatuhkan, dan di atas tanah Celah Serigala Merah yang bersimbah darah, takdir dua manusia ini berada di titik kritis yang tidak akan pernah bisa kembali seperti semula.

1
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🫰
Xiao
eumm
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 2 replies
Muo
semangat thor/Determined//Determined/
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 2 replies
F.S
hai Pembaca sekalian kalau kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasi rating 5 ya
WER
semangat author 👍👍👍👍
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya ". zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 3 replies
F.S
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!