"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"
Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.
Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?
Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?
Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Berhak Bahagia - episode 16
Hari ini di kedai nasi, Mila kedatangan tamu yang tak disangka-sangka. Hanny dan Mayang beserta keluarga datang mengunjungi kota ini. Mereka singgah di kedai nasi tempat Mila bekerja, sekaligus ingin menanyakan kabarnya.
Mila begitu senang dengan kehadiran 2 wanita yang telah membantunya lepas dari mantan suaminya. Ia memeluk keduanya secara bergantian dengan senyuman bahagia.
"Sekarang makin cantik aja, ya, Mil!" puji Mayang yang pernah menjadi kuasa hukumnya.
"Ibu bisa aja!" Mila tersipu malu.
"Benar loh, kamu sekarang makin cantik. Apa karena sudah bahagia lepas darinya?" goda Mayang lagi.
"Ya, begitulah kira-kira, Bu!" kata Mila tersenyum.
"Mila, nanti kita lanjut mengobrol lagi. Kami mau makan dulu, udah kelaparan. Berikan kami menu yang paling dicari orang di kedai ini!" ucap Bu Hanny.
Mila menjelaskan menu-menu yang menjadi kesukaan para langganan. Setelah Bu Hanny beserta rombongannya memesannya. Mila segera memberikan laporan pesanan kepada Pak Bagas.
"Kamu kalau mau mengobrol dengan mereka sambil menunggu masakan selesai, silahkan saja!" kata Bu Bagas memberikan izin kepada Mila berbicara kepada tamu jauhnya.
"Benar, Bu?" mata Mila tampak berbinar.
"Iya."
"Terima kasih, Bu!" Mila bergegas menghampiri meja rombongan mantan majikannya.
"Eh, kamu kok di sini? Nanti dimarahi bosmu!" kata Hanny heran karena Mila bukannya membantu rekan kerjanya malah asyik mengobrol.
"Sudah dapat izin, Bu!" ucap Mila.
"Oh," Hanny manggut-manggut.
"Bagaimana rasanya tinggal di sini? Enak?" tanya Mayang yang duduk di sisi kiri Mila, tepatnya duduk diantara 2 wanita yang hampir memasuki usia setengah abad.
"Ya, begitulah, Bu. Harus di betahkan," jawab Mila.
"Sepertinya kamu sekarang benar-benar menjaga bentuk tubuh," kata Hanny yang melihat perubahan Mila cukup baik.
"Aku ingat semua nasihat Bu Hanny untuk menjaga pola makan dan selalu olahraga," Mila mengingat ucapan Hanny beberapa bulan lalu ketika dirinya tinggal di rumahnya.
"Nah, begitu dong. Jadi, kalau mantan suamimu melihat udah berubah begini pasti dia menyesal!" sahut Bu Mayang.
"Aku 'sih berharap gak pernah bertemu dia lagi, Bu!"
"Kita 'kan gak pernah tau, tapi perubahan kamu ini membuat kami bangga!" kata Bu Mayang lagi.
"Aku yang bangga karena pernah dibantu Bu Mayang dan Bu Hanny."
Beberapa menu makanan telah selesai, Mila dengan cepat melangkah ke dapur mengantarkan pesanan Hanny dan rombongan.
Satu persatu pesanan tersaji di meja, Mila kemudian bertanya kepada Hanny dan Mayang, "Kira-kira ada yang kurang atau tidak, Bu?"
"Semua sudah lengkap!" jawab Mayang memperhatikan pesanan yang telah keluar.
"Kalau begitu, silahkan dimakan. Kalau butuh sesuatu, panggil saja!" kata Mila kemudian diiyakan Hanny dan Mayang.
Mila lantas menjauh dari rombongan Hanny, membiarkan mereka menyantap hidangan dengan tenang dan aman.
Selesai makan, Hanny mencuci tangannya di wastafel sambil memanggil Mila agar mendekat.
"Iya, Bu. Ada apa?"
"Laki-laki yang itu kekasihmu, ya?" bisik Hanny namun pandangannya ke arah Alan berdiri sedang mengobrol dengan Wina.
"Enggak, Bu. Dia temanku," bantah Mila.
"Sepertinya dia menyukaimu," tebak Hanny yang sedari tadi memperhatikan kedekatan Mila dan Alan dari kejauhan. Salah satunya saat Mila meminta tolong kepada Alan untuk mengikat rambutnya.
Mila cuma tertawa kecil.
"Mil, saya hanya mengingatkan kamu buat berhati-hati. Jangan salah lagi, jadikan kasus kemarin pelajaran. Saya cuma mau kamu mendapatkan yang terbaik!" nasihat Hanny.
"Iya, Bu. Aku akan berhati-hati!" janji Mila.
"Jaga diri baik-baik!" Hanny menambahkan nasihat lagi kemudian dijawab Mila dengan anggukan kecil. "Bagaimana hubunganmu dengan orang tuamu?" lanjutnya bertanya.
"Sepertinya mereka memang benar-benar gak ingin mencari aku, Bu!" jawab Mila yang mendadak matanya berkaca-kaca.
"Kamu yang sabar, ya. Teruslah berdoa, semoga mereka terbuka pintu hatinya!" Hanny memberikan semangat.
"Terima kasih, Bu!" lirihnya.
seperti saya sm suami... d selingkuh in sm pasangan. 😄😍
jd teringat saat bertemu sm suami dl. 🤗
atw sang mantan. 🤔🤔🤔