" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16_ monster
Hari hari berlalu begitu saja. sudah 1 Minggu ini Elio tidak pernah menyiksa shakira seperti biasanya. namun tetap saja Elio masih dingin tak tersentuh.
Selama satu Minggu ini juga Elio jarang pulang. Biasanya pulang jam 1 malam atau nggak pulang sama sekali. seperti nya Elio sibuk dengan pekerjaannya.
" tuan, nyonya tidak keluar kamar sedari tadi pagi" lapor seorang pelayan begitu Elio pulang.
seharian ini shakira tidak pernah keluar kamar. Pelayan sebenarnya khawatir terjadi sesuatu pada shakira. Namun mereka di larang keras memasuki kamar Elio kecuali untuk membersihkan kamar pada pagi hari .
" seperti nya nyonya sakit tuan, tadi saat saya membersihkan kamar nyonya belum bangun"
" hmm" gumam Elio sebagai respon lalu pergi begitu saja menuju lift.
Begitu tiba di kamar tidak ada lagi suara hangat yang menyambut kedatangan Elio. apa lagi perlakuan lembut dari shakira. Yang dia dapatkan hanya pemandangan shakira yang terbaring di atas ranjang dengan mata tertutup dan wajah pucat.
Brak!
Elio menjatuhkan botol parfum yang ada di atas meja rias hingga mengejutkan shakira yang sedang tertidur.
Shakira segera bangun dan melihat Elio yang sedang berdiri di depan kaca rias. Dari balik kaca mata hitamnya dan pantulan cermin. Elio dapat melihat tatapan satu shakira dengan bibirnya yang pucat selayaknya orang sakit.
" kau sudah pulang?" tanya shakira dengan suara lemah.
Dengan langkah gontai shakira menuruni ranjang dan menghampiri Elio. Dia membungkuk mengambil botol parfum yang terletak di atas ranjang lalu kembali meletakkan nya di atas nakas.
" mau aku siapkan air?" tanya shakira seraya membantu melepaskan jas kerja muluk Elio.
Saat kulit tangan shakira menyentuh kulit leher Elio. Elio dapat merasakan dengan jelas suhu tubuh shakira yang sangat panas.
" yaa, cepat!" ujarnya dingin.
" baik, tunggu sebentar" ujar shakira membawa jas kotor Elio ke keranjang baju kotor.
" kau hanya punya waktu 5 menit" ujar Elio tegas tidak ingin di bantah.
Padahal dia tahu shakira sedang sakit. namun bukanya kasihan Elio malah semakin menyiksanya. seperti nya Elio benar benar ingin shakira cepat mati.
" baik" jawab shakira patuh laku segera bergegas ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi Elio.
" sial! Awas saja nanti" batin shakira
Setelah 5 menit berlalu shakira selesai menyiapkan air untuk Elio. dia segera keluar kembali menghampiri Elio.
" air mandi nya sudah siap, apa kamu ingin minum susu? Atau mau makan malam sekarang? " tanya shakira.
" seperti biasanya " jawab Elio singkat.
" baiklah, aku akan ambilkan sekarang " ujar shakira.
Begitu Elio masuk ke kamar mandi shakira segera keluar dari kamar. Setelah beberapa menit kemudian shakira kembali dengan membawakan makan malem serta susu hangat untuk Elio.
Setelah mandi selama 30 menit lebih, Elio keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk di pinggangnya. dia berjalan santai dengan rambut basahnya menghampiri shakira yang sedang duduk di sofa mengistirahatkan tubuh nya.
Tes!
Shakira sontak membuka matanya Kala merasakan setetes air jatuh pada hidung nya. Mata indahnya langsung terpaku pada wajah tampan Elio yang berada tepat di depan wajahnya.
Shakira meneguk ludah kasar saat melihat penampilan Elio yang begitu menggoda. Dada dan lengan kekarnya serta perutnya yang memiliki kotak-kotak. terlihat sangat menggoda di tambah lagi dengan rambutnya yang basah. Meskipun matanya tidak normal namun hal itu tidak membuat ketampanan nya berkurang.
Tes!
Shakira sontak tersadar dan segera memejamkan matanya kala setetes air jatuh tepat pada matanya. Keduanya tangan nya terangkat berusaha mendorong Elio menjauh namun tubuh kelas Elio tidak bergeser sedikit pun.
" susunya akan dingin jika tidak segera di minum" ujar shakira berharap Elio segera menyingkir dari hadapan nya.
" tidak papa, aku bisa meminum susu mu"
matanya shakira sontak membulat sempurna terkejut mendengar ucapan vulgar yang keluar dari mulut Elio. tidak biasanya Elio ceplas-ceplos seperti itu.
" a-aku tidak punya susu" jawab shakira gugup.
Tangan Elio bergerak menyentuh bahu shakira lalu turun secara perlahan hingga berhenti tepat pada dadanya.
" ini" bisik Elio " ini lebih nikmat dari pada susu hangat"
Shakira menggigit bibir bawahnya karena gugup. dia tidak tahu harus menjawab apa. Jangan sampai Elio kembali memperkosa dirinya. Meskipun mereka sekarang sudah suami istri.
" sayang, kamu harus makan dulu. Aku sudah capek mengambilnya di bawah. Setelah selesai makan kita akan..... Melakukannya" ujar shakira malu malu.
sebuah senyuman miring yang samar terbit di bibir Elio. Dia menjauhkan tubuhnya lalu duduk di samping shakira.
" mau aku su_"
" seperti biasa" potong Elio.
Shakira yang paham segera mengambil piring dan mulai menyuapi Elio. Dan seperti biasanya Elio menghabiskan makan malamnya.
Setelah selesai makan malam barulah Elio bergegas ke walk in closet untuk ganti baju. Shakira tidak heran lagi dengan Elio yang terlihat dapat berjalan dengan santai tanpa tersesat di kamar nya. Mungkin Elio sudah hafal semua letak barang dan ruangan Disini.
" apa ini? Kenapa nafas ku terasa sesak" gumam Elio menyentuh dada nya.
Nafasnya terasa sesak, dia sangat sulit bernafas. Jantung nya berdegup kencang, tenggorokan nya terasa gatal dan bengkak.
Elio mundur beberapa langkah hingga punggungnya menyentuh meja kaca yang di isi oleh jam tangan mahal miliknya. nafasnya terputus putus kedua tangan nya sibuk menggaruk wajahnya yang gatal.
" SHAKIRA!!" teriak elio marah.
Shakira yang mendengar panggilan itu segera berjalan cepat menghampiri Elio.
" ARGHHHHH!!" teriak shakira terkejut dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya begitu melihat wajah Elio yang berubah total.
Dari yang tadi sangat tampan dan menggoda kini menjadi bengkak terlihat seperti monster. Bibirnya membesar, wajahnya pun bengkak. Banyak bintik bintik di leher nya. Elio benar benar terlihat menyeramkan.
" panggilkan dokter, segera" ujar Elio susah payah dengan nafas yang susah untuk di hembuskan.
" dok_ dokter? Aku tidak punya nomor dokter" ujar shakira panik.
Shakira mana punya nomor dokter. Jika sakit dia tidak kerumah sakit dia hanya mengambil obat di apotik. lagian dokter mana yang mau datang ke kosan sempit miliknya?
" CK! pakai ponsel ku! Cepetan!"
" iyaa iyaa" jawab shakira lalu segera mencari ponsel suaminya. Begitu menemukan nya dia segera membuka nya dan mencari kontak dokter. dengan gerakan cepat dia segera menghubungi nomor tersebut.
" hallo tuan Elio, ada apa? Apa anda sakit?" tanya dokter di seberang sana .
" dokter! Segera ke sini. suami ku berubah menjadi monster!" ujar shakira tanpa sadar.
" SHAKIRA!!" bentak Elio marah karena di bilang monster.
" i-iyaa! Ada apa?" tanya shakira
Shakira menatap Elio takut takut. Baru kali ini dia melihat wajah orang seseram ini. Ini benar benar mengerikan.
Elio tidak mengatakan apapun, namun tatapan tajamnya seolah mengatakan semuanya. Dia sedang marah dan kesal sekarang.