Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecerobohan
"Bu Yuni sudah bercerita dengan saya apa yang sudah terjadi" ucap Arlan
"Kamu bisa bekerja kembali seperti biasanya, tidak jadi saya pecat" lanjut nya lagi membuat Aulia mengangkat kepalanya menatap sang atasan dengan tersenyum kecil.
"Tapi kamu jangan senang dulu, meskipun saya tidak jadi untuk memecat kamu bukan berarti kamu bisa mengulangi kesalahan yang sama seperti tadi" ujar Arlan lagi.
"Bapak tau sendiri saya melakukan itu dengan alasan yang jelas pak semua ini demi kepentingan hotel jika tamu tersebut marah dan membuat hotel ini menjadi viral bapak juga yang akan mengalami kerugian nya materi pak" ucap Aulia berusaha menjelaskan.
"Saya tidak sedang berbicara mengenai tamu hotel!"potong Arlan membuat Aulia mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Kecerobohan kamu hingga menyebabkan kerugian di tubuh saya" ucap Arlan membuat Aulia terkejut dan menundukkan kepalanya kembali.
"Pinggang saya terasa sakit akibat kamu himpit tadi,kali ini kamu saya maaf kan tapi jika terulang kembali kamu harus ganti rugi" lanjut nya dan diangguki Aulia pelan,dia benar-benar malu jika membahas persoalan tadi.
"Sekali lagi saya minta maaf pak"sesal Aulia
"Kamu boleh keluar dan lupakan soal ciuman tadi" ujar Arlan membuat Aulia segera keluar dari ruangan bos besar nya itu.
Arlan tiba-tiba memegangi bibir nya sekelebat bayangan Aulia mencium bibir nya tadi terus terbayang.
"Apa-apa aku" batin Arlan menggeleng cepat menghilangkan bayangan tersebut.
"Gimana Lia?" tanya Bu Yuni
"Alhamdulillah mbak saya masih boleh kerja" jawab Lia
"Alhamdulillah..... ternyata pa Arlan masih ada sisi manusiawi nya" puji bu Yuni
"Cepat kamu cek kamar yang kosong segera minta Mira buat rapikan jika sudah selesai pindahkan tamu tadi" perintah bu Yuni dan diangguki Aulia patuh.
*****
"Mohon maaf atas kejadian tadi pak,saya akan tegur Aulia,saya benar-benar tidak tau karena saya sedang menemani pak Pieter tamu kita dari luar negeri" ucap pak Heru
"Hanya kesalahan pahaman saja tidak usah di perpanjang lagi dia sudah bekerja dengan baik" sahut Arlan membuat pak Heru heran melihat sang atasan memuji Aulia,belum pernah dalam sejarah Arlan memuji kinerja pegawai nya.
"Untuk bookingan pak Wiranto apa sudah selesai?"tanya Arlan
"Sudah pak,saya sudah memindahkan jadwal rapat rutin perusahaan ke hotel selatan"
"Tidak perlu itu hanya rapat bulanan biasa nanti akan di adakan di kantor saja berhubung saat ini kondisi pekerjaan sangat padat mereka juga akan kerepotan jika harus bolak-balik dari perusahaan ke hotel yang memakan waktu"jelas Arlan
"Mana baiknya menurut bapak saja"
"Perusahaan akan mengadakan launching produk terbaru Selasa ini jika semua nya lancar tolong pak Heru siapkan jamuan makan malam di restoran hotel" pinta Arlan
"Siap pak" sahut pak Heru patuh.
****
"Aku kira kita bakalan pisah Lia,baru saja aku menemukan teman kerja yang cocok seperti kamu malah kita berpisah,aku bakalan kesepian lagi kalau kamu pergi"
"Alhamdulillah Vin berkat mbak Yuni dan kamu aku masih bisa kerja di sini kembali"
"Lain kali kamu harus lebih teliti lagi Lia, jangan sampai kesalahan ini terulang kembali beruntung pak Arlan bisa di berikan penjelasan" tegur bu Yuni
"Iya mbak maaf ya sudah membuat mbak jadi repot menjelaskan ke pak Arlan"
"Tidak masalah itu memang tugas saya,saya merasa kasihan saja jika kamu harus di pecat,kamu butuh pekerjaan ini,anak muda seperti kamu yang semangat bekerja seharusnya di support bukan malah di pecat, jarang-jarang saya bertemu anak muda seperti kamu yang semangat bekerja sambil kuliah" puji bu Yuni
"Sekali lagi terimakasih mbak untuk semua bantuan dan bimbingan nya"
"Iya kalau ada apa-apa langsung hubungi saya,kamu juga Vina harus lebih teliti lagi apalagi kamu pegawai lama pihak hotel sudah tidak mentolerir lagi kesalahan berulang" ingat Bu Yuni
"Iya mbak saya akan lebih teliti lagi" sahut Vina cepat.