Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.
Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.
Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Di bawah air, dunia berubah menjadi simfoni biru yang tenang. Arga menyesuaikan letak kaca mata, merasakan ritme napasnya sendiri yang menderu melaui snorkel. Di sebelahnya Kartini seperti Ikan paus besar yang baru menemukan kebebasan.
Meskipun status pernikahan mereka hanya terikat di atas materai, dan selalu membuat mereka sering bertengkar seperti Kucing dengan Anjing, di bawah kedalaman tiga meter itu seolah luruh.
"Aku tidak menyangka jika si gembul ini serba bisa," batin Arga, tentu kata itu tidak akan ia utarakan ketika di darat nanti.
Arga terus berenang berdampingan dengan Kartini, di dalam kesunyian itu ia merasakan ketenangan yang tidak pernah didapatkan dari Nadine. "Ah, hanya di dalam sini saja, ketika di luar nanti si gembul pasti akan kembali menyebalkan," bantah Arga di dalam hati. Di dasar laut itu Arga harus berperang dengan perasaan sendiri, walaupun bagaimana Kartini tidak lebih baik dari Nadine wanita yang kelak akan menjadi ibu dari anak-anaknya.
Arga menunjuk ke arah celah karang besar di bawah sana. Seekor penyu hijau sedang berenang di hadapan mereka.
Kartini membelalakkan mata di balik masker, jempolnya mengacung ke atas dengan antusias. Menatap ikan-ikan badut menari di sela-sela anemon yang melambai.
Tangan Arga mengait jemarinya, membuat hati Kartini merasa nyaman dan dilindungi. Namun, Kartini segera menyadari bahwa yang Arga lakukan hanya skenario aktingnya demi tuntutan keluarga.
Setelah snorkeling berakhir, mereka makan siang khas Maladewa di restoran yang tidak jauh dari tempat itu.
"Kok kamu hanya makan sedikit?" Arga kaget, tidak biasanya porsi makan Kartini cukup sepotong roti dengan Ikan tuna, padahal Arga memesan makan siang banyak sekali.
"Cukup Bos, sudah kenyang," Kartini berbohong karena tidak ingin memalukan Arga di tempat umum, makan banyak dan selalu nambah. Baru kali ini Kartini makan di luar bersama Arga. Seandainya di dalam rumah Kakek, Arga selalu tercengang melihat porsi makannya, Kartini tidak peduli. Tetapi di restoran ini ia melihat sekeliling isi piring mereka cukup satu potong ikan tuna dan tomat dipotong-potong Kartini pun menyudahi makanya.
"Kamu yakin Mbul, ayo habiskan makanannya," Arga tahu jika Kartini berbohong. Ketika baru-baru melihat porsi makan Kartini, Arga memang kaget, tapi seiring berjalannya waktu, ia sudah terbiasa dan seringkali mengimbangi menyebabkan berat badannya naik.
"Lagian, Bos. Siapa suruh memesan makanan sebanyak ini?" Kartini memandangi banyak hidangan yang super lezat itu sebenarnya ingin melahap semuanya.
"Semua ini aku pesan untuk kamu, kalau tidak kamu makan, jelas mubazir dong."
Kartini merapatkan duduknya ke sebelah Arga. Arga kaget tapi membiarkan saja.
"Boleh dibungkus nggak Bos? Kalau sudah sampai resort nanti aku habiskan," bisik Kartini, tersenyum malu-malu.
Arga terkekeh, dugaannya tidak salah, bahwa Kartini hanya malu pada sekeliling. "Nanti kalau kembali ke resort aku belikan lagi," Arga menjawab, tentu saja tidak akan membawa makanan tersebut ke mana-mana karena mereka masih ingin melanjutkan jalan-jalan sampai sore.
.
Siang itu, debur ombak seolah membuat keduanya ingin berlama-lama di tempat itu. Arga menyandarkan punggungnya di batang pohon kelapa yang miring. Jemarinya memetik gitar akustik yang baru saja ia beli. Memainkan intro lagu tempo lambat yang memang ia sukai sejak dulu.
Arga terkejut ketika suara lembut masuk dengan nada yang begitu presisi dan jernih. Dia adalah Kartini yang juga duduk di sebelahnya sembari memainkan pasir.
Lirik pertama yang Kartini bawakan tidak hanya sekedar bisa bernyanyi, tapi karakter suaranya yang bernada tinggi itu Kartini bawakan dengan ringan, tanpa beban, dan sangat menghayati.
"Kamu ternyata bukan hanya bisa Snorkeling tapi juga pandai bernyanyi," Arga benar-benar tidak menyangka. Setiap hari tinggal bersama Kartini tapi tidak tahu bahwa istri kontrak-nya itu menyimpan banyak keahlian.
"Belajar dong Bos, apapun itu ingin aku pelajari dan akhirnya berhasil kecuali satu hal yang paling sulit."
"Apa itu?" Potong Arga.
"Mengontrol nafsu makan. Hihihi..."
"Hahaha..."
Saat suasana hati mereka sedang berbunga-bunga, dikagetkan oleh perahu motor berwarna putih melaju kencang dan berhenti tepat di pinggir pantai. Turun wanita cantik dari perahu tersebut dan berjalan ke arah Arga dan Kartini siap menabuh genderang perang.
...~Bersambung~...
Mak ank Sruni jadi jodoh teguh aj Mak biar bisa lawan tu...ibu nya yg bawel mulutnya kyak emak nya seruni 🤣🤣🤣🤣🤦
Jangan dihiraukan Kartini dan Arga biar kakek yang membalas 🫢🫢🫢
Akhirnya Arga bobol gawang juga yah 🫢🫢🫢