NovelToon NovelToon
My Baby Mafia

My Baby Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Hamil dengan pria asing yang ternyata, Mafia???!

Aria hamil dari pria tak dikenal setelah malam yang menghancurkan hidupnya. Ia memilih mempertahankan anak itu, meski pikirannya nyaris runtuh.

Hingga pria itu kembali.

Lorenzo de Santis—datang, mengaku bertanggung jawab, dan masuk ke hidupnya tanpa izin. Namun Aria tidak tahu…
Bahwa kehamilan tersebut bukanlah kebetulan.

Melainkan rencana.

Dan pria yang berdiri di hadapannya bukan sekadar masa lalu yang kelam—
melainkan seorang bos mafia yang sejak awal telah mengendalikan segalanya.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM — BAB 16

IDENTITAS YANG SESUNGGUHNYA

Selang beberapa menit berlalu. Lorenzo menghentikan mobilnya saat Aria melihat restoran minimalis namun terlihat mewah. Dia tak pernah datang ke tempat-tempat mewah seperti itu, karena dia tidak sendirian makan itu adalah kesempatan.

“Jadi ini rencana keduamu?” sindir Lorenzo yang menoleh ke Aria hingga mematikan musiknya.

“Aku mempunyai suami yang kaya, bukankah itu kesempatan untuk berfoya-foya.” kata Aria tersenyum kecil lalu keluar.

Sementara Lorenzo terheran-heran akan sikap wanita itu. Dia benar-benar berbeda dari profil yang ia tahu tentangnya. Dan Loren yakin, Aria sengaja melakukan semua itu untuk memancing amarahnya sebagai bentuk balas dendam.

Tok! Tok!

Wanita itu mengetuk kaca jendela, sehingga Loren keluar meski jujur semua ini membuang waktunya.

“Bukankah ini lebih besar dari toko roti ku?!” ucap Aria bercanda.

Lorenzo yang hanya mengenakan kemeja hitam, ia gatal ingin sekali merokok. Hingga mereka masuk dan melihat ada banyak pelanggan kaya yang juga menikmati momen mereka. Tak sedikit orang menatap ke arah Lorenzo, termasuk manager di sana yang mendekatinya.

“Tuan de Santis?”

“Ya. Aku butuh meja sepasang.” kata Loren tanpa menatap pria itu dan mengamati tempat tersebut.

Sementara Aria memperhatikan bagaimana pria berjas lengkap itu nampak mengenal suaminya.

Sampai mereka benar-benar duduk di dekat dinding kaca dengan sambutan yang hangat dan ramah. Namun Lorenzo tak membalasnya dengan ramah.

Saat pelayan mendekat dan bertanya pesanan. Aria memilih namun Loren tidak. Pria itu hanya duduk diam menikmati sebotol beer berkelas yang ia tuang ke gelas.

“Aku belum pernah mendengar dengan Santos.” kata Aria yang memecah hening diantara mereka.

“Bagus, jika kau tidak mengenalnya.” kata Lorenzo.

Aria kembali diam memperhatikan pria tampan di depannya saat ini. Yang terlihat tenang, mata perak tegas dan tajam serta dingin. Hingga masalalu Lorenzo dan pemerkosaan itu.

“Kenapa kau melecehkan ku?” pertanyaan itu seketika memancing mata silver itu mengarah ke arahnya.

Kali ini tidak ada candaan. Aria menatap dan menunggu jawaban yang jelas.

“Itu hanya kesalahan.”

Wanita itu tersenyum tak percaya. “Kesalahan??” ia kembali menatap suaminya yang masih menatapnya santai. “Kau datang dan membeli roti di toko ku, lalu malamnya, kau melakukan aksi menjijikan itu. Dan kau bilang itu kesalahan?”

“Ya.” balas singkat Loren yang benar-benar membuat Aria kesal.

Wanita itu enggan menatapnya, namun Lorenzo menatapnya. “Kenapa kau ingin dinikahi oleh pria bajingan seperti ku? Kau bisa bertahan hidup sendiri.”

Aria menatapnya tajam. “Jika saja kau tidak datang. Dan aku melakukannya karena aku memiliki maksud.”

“Memancing emosi seseorang?”

Aria terdiam dan berpaling malas. Hingga Lorenzo menyeringai kecil dan matanya bergerak melihat sekelilingnya, sampai dia melihat seorang pria berjas lengkap nan rapi, tatto yang terlihat di lehernya dan rambut rapi.

Pria bermata biru itu memperhatikannya sesekali, sembari sibuk mengetik sesuatu dengan mesin ketik nya yang klasik.

Pesanan datang, namun pandangan Loren tertuju ke pria asing dan mencurigakan tadi.

“Aromanya sangat enak.” kata Aria yang mulai mencicipi hidangan mewah itu, namun ia justru malah mual saat baru satu sendok.

“Ada apa?” tanya tegas Lorenzo ketika melihat Aria menutupi mulutnya seolah ingin muntah.

Wanita itu langsung bergegas menuju kamar mandi, sementara Lorenzo memperhatikan makanan yang Aria pesan. Hanya sup kental yang sederhana, dan aromanya juga enak, namun perut Aria benar-benar tidak enak.

Dan kini Lorenzo berpikir kalau wanita hamil itu benar-benar susah.

Ia kembali iseng menoleh ke meja pria asing yang duduk di sudut ruangan tadi, namun pria itu sudah tidak ada, dan mesin ketik nya masih ada bersama cangkir kopi.

“Fuck.” umpat Loren yang bergegas pergi ke kamar mandi wanita dan mengecek keadaan Aria.

Ia langsung membuka pintu putih itu dan melihat istrinya berdiri kaget serta tegang, sendirian di dekat wastafel paling ujung.

Loren masuk, menatap wajah Aria yang sedikit tegang, hingga— Bruakk!!! Vas keramik baru saja dipecahkan tepat mengenai kening Loren saat pria itu reflek berbalik. “Shit!”

Tentu ia meringis sakit, memegang sekilas luka di keningnya yang berdarah, hingga langsung melawan balik pria bermata biru yang benar-benar memperhatikannya sejak tadi.

Sementara Aria cukup tegang melihat darah Loren hingga pertengkaran tadi yang semakin brutal.

Brugh! Brugh!

pukulan kasar Lorenzo berikan saat pria asing tadi berhasil membenturkan kepalanya di cermin hingga retak. Namun Lorenzo langsung mematahkan tangan kanan pria itu dan langsung membenturkan kepalanya ke wastafel keramik hingga pecah ujungnya dan berdarah.

“Astaga...” Aria gemetar melihat pemandangan itu, pemandangan saat Lorenzo mencengkram kuat leher pria itu di wastafel.

“Siapa yang menyuruh mu?”

Namun pria itu tidak menjawab dan malah mempertahankan dirinya hingga akhirnya Lorenzo membenturkan kepalanya berulang kali ke wastafel sampai pria itu tewas.

Tentu Aria semakin mual melihat semua itu.

Melihat bagaimana suaminya benar-benar membunuh seseorang dengan brutal tanpa ampun hingga kening dan tangannya berdarah.

“Kau sudah muntah?” tanya Lorenzo dengan entengnya kepada Aria setelah membunuh orang.

Aria tak bisa berkata-kata selain mematung dan rasa mualnya hilang dan ia menggeleng kecil.

“Ayo.” ajak pria itu yang langsung menarik pergelangan tangan kiri Aria sehingga darah pria malang tadi juga ikut tertempel di lengan dan lengan mantelnya yang berwarna krem.

Ia hanya patuh jare tubuhnya benar-benar tegang serta gemetar.

Beberapa orang ada di depan toilet termasuk sang manager dan beberapa pelayan di sana.

Mereka terkejut melihat Lorenzo berantakan dengan darah. Hingga pria itu berjalan santai melewati sang manager dan berbisik singkat. “Bereskan semua ini.”

“Saya mengerti,” balas sang manager yang segera menyelesaikan kejadian di sana agar tidak tercium oleh polisi.

Sementara Lorenzo mengajak Aria keluar, namun ia juga tak lupa membawa mesin ketik milik si pria asing tadi untuk mencari bukti.

Brakk!

pintu mobil tertutup rapat. Lorenzo menoleh ke istrinya yang masih diam dan tegang menatap lurus.

“Jadi... Akhirnya kau melihat jati diri suamimu yang sebenarnya.” kata Lorenzo, Aria menoleh bingung dengan bibir pucat.

“Ka-kau... kau benar-benar membunuh orang?”

“Ya. Musuhku.” jawab singkat namun cukup mengejutkan Aria.

“Mu-mu-musuhmu?”

Pria kemeja hitam itu segera melajukan mobilnya, membiarkan istrinya tenang dengan menyalakan musik yang Aria putar sebelumnya. Namun kali ini, Aria sama sekali tidak menikmatinya.

Pikirannya kacau bersama jantungnya yang berdegup kencang membayangkan dan berpikir siapa pria yang duduk di samping nya saat ini? dan bagaimana nasib bayinya kelak?

“Kau ingin mengatakan sesuatu?” tanya Lorenzo yang kali ini, dialah yang membuka suara lebih dulu.

“Tidak ada.” jawab Aria yang masih gemetar.

pria itu menoleh, memperhatikannya sekilas, namun dia yakin, dia sudah membuat wanita itu tegang dan terkejut luar biasa.

“Tenangkan dirimu. Kau akan membuatnya ikut tegang.” kata Lorenzo sekedar mengingatkan akan kondisi Aria saat ini yang sedang hamil.

“Ya.” jawab Aria mengangguk-anggukkan kepalanya kecil. “Ya.. Tentu saja aku, aku tenang. Aku tenang...” ucapnya dengan nafas memburu dan tangan gemetar saat mencoba merapikan rambut panjangnya dan mencoba menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.

“Good.”

Aria kembali menatap lurus, dan “Hffuuu....”

1
Tiara Bella
akhirnya ngobrol dr hati ke hati ini Aria sm Lorenzo... curhat soal ibu mereka berdua
Four.: iya juga 😁
total 1 replies
Kinara Widya
sebenarnya yg membunuh ibunya Loren... Emilio apa lorenzo,..atau jgn2 Monica...
Kinara Widya: lanjut kak...
total 2 replies
vnablu
sabarrr Lorenzo semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu 😌😌
Four.: ho, oh
total 1 replies
vnablu
udah bener kata Lorenzo di rumah aja duduk maniss😄
Four.: membosankan tau
total 1 replies
Tiara Bella
aku suka ceritanya bagus....Dar der dor....
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
makanya Aria km gk ush keluar dr rmh ya itu diincer orang untuk dibunuh.....
Four.: enggak kok, GK sengaja
total 1 replies
Kinara Widya
habis tegang....eee lapar mereka.
Four.: biar GK tegang Mulu 😁
total 1 replies
Tiara Bella
vittorio ember bocor bngt ya.....
Four.: sangat berhati-hati harusnya
total 1 replies
vnablu
kamu salah tuan kan itu memang anak nya Lorenzo sebelum kalian semua punya rencana tersembunyi tapi Lorenzo sudah beberapa langkah di depan kalian semua 😌😌
Kinara Widya: selalu bikin penasaran ni kak four...❤️
total 4 replies
sleepyhead
Baru mendengar Namannya saja kalian sdh begitu khawatir, bagaimana jika dia ada dihadapan kalian 😁
Four.: auto 😱😱😱
total 1 replies
sleepyhead
Karena kau akan selalu aman jika pergi dengannya
sleepyhead: Teh celup lagi 😂
total 2 replies
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 kucing nakal
Four.: nakal banget 🤭
total 1 replies
sleepyhead
Terlalu lama dia dimanfaatkan oleh Papa nya dan Ibu gundiknya
Four.: ho,oh cuman menunggu 20 aja kurang 5 tahun lagi kok😁
total 1 replies
vnablu
semangat terus up nya thorr...aduh Lorenzo bilang aja kamu mau Deket" Aria 🤭🤭
Tiara Bella
Aria percaya deh sm suami km🤭
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
makin seru ceritanya...lanjut kak
Four.: wokehhhh
total 1 replies
sleepyhead
wakakakakkk...
Four.: wahhh bahaya nihh orang😌
total 5 replies
sleepyhead
Pintar, gass...
Four.: harus donggg uyyy 😁
total 1 replies
vnablu
yang ada kamu tambah nyaman tidurnya karena ada Lorenzo di sebelah kamu 🤭🤭
Four.: iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
apakah Meraka berdua Aria sm Lorenzo akan bucin pd waktunya....
Four.: semoga aja 😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!