NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak mau kehilangan

Jam dinding telah menunjukkan pukul sebelas malam. Suasana rumah mewah itu terasa sunyi dan mencekam, namun tidak bagi Dion. Pria itu berjalan mondar-mandir dengan gelisah di ruang tengah, pandangannya tak lepas dari pintu utama, seolah menanti kedatangan seseorang yang sangat berarti baginya.

"Kemana dia sebenarnya? Kenapa jam segini belum pulang juga?" gumam Dion pelan, nada suaranya bergetar menahan cemas.

Dion segera meraih ponselnya, jari-jarinya menekan nomor Tamara dengan cepat.

"Tuuut... Tuuut... Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif."

Suara operator itu terdengar seperti tamparan keras bagi Dion. Wajahnya berubah pucat, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Kekhawatiran yang selama ini ia pendam kini meledak. Dion jelas-jelas terlihat jauh lebih cemas memikirkan keberadaan Tamara dibandingkan istrinya sendiri yang saat ini masih terbaring lemah di rumah sakit.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak bisa kehilangan dia lagi... tidak untuk kedua kalinya!" ucap Dion tegas, matanya memancarkan ketakutan yang terpendam.

Dion segera menekan tombol panggil pada asisten kepercayaannya, Robby.

"Rob! Cari tahu di mana Tamara sekarang!" perintah Dion dengan nada tak terbantahkan.

 ***

Hanya butuh waktu lima belas menit. Robby datang dengan tergesa-gesa membawa sebuah tablet di tangannya.

"Tuan, kami sudah melacak lokasi terakhir ponsel Nona Tamara. Dan meretas CCTV di area sana."

Robby memperlihatkan layar tablet itu kepada Dion. Di sana terlihat jelas gambar Tamara yang sedang tertidur pulas di atas gundukan tanah makam, memeluk nisan orang tuanya dengan erat, seolah tak ingin berpisah. Angin malam mengibaskan rambut panjangnya, membuat pemandangan itu terlihat begitu menyedihkan namun damai.

Wajah Dion berubah lembut, bercampur rasa khawatir yang semakin memuncak.

"Siapkan mobilku! Kita harus menjemput Tamara sekarang juga!" seru Dion, tanpa menunggu lagi ia langsung melangkah keluar rumah.

 ***

Di tempat lain...

Tamara tersentak, matanya perlahan terbuka. Ia terkejut setengah mati saat menyadari bahwa langit sudah gelap gulita. Suasana pemakaman itu kini terasa angker dan dingin.

"Astaga! Bagaimana bisa aku tertidur selama ini?" seru Tamara panik.

Ia segera bangkit, membersihkan debu di bajunya, lalu bergegas berpamitan pada makam keluarganya dan berlari menuju jalan utama. Namun harapan Tamara untuk segera pulang pupus sudah. Malam sudah terlalu larut, tidak ada satu pun kendaraan yang lewat. Ia mencoba menyalakan ponselnya untuk memesan taksi daring, namun layar itu hanya menampilkan logo baterai merah sebelum akhirnya mati total. Kehabisan daya.

"Bagaimana ini? Bagaimana aku bisa pulang?" Tamara menelan ludah, menatap sekeliling yang gelap dan menakutkan. Ia mencoba tetap tenang, memaksakan diri berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang minim penerangan.

Sekitar dua ratus meter Tamara berjalan, tiba-tiba ia melewati sebuah rumah tua yang terbengkalai. Dari arah sana, terdengar suara tawa keras dan bau alkohol yang menyengat. Sekelompok pemuda tampak sedang berpesta pora.

Salah satu dari mereka melihat keberadaan Tamara.

"Heh! Lihat tuh! Ada cewek sendirian jalan malam-malam!" teriak salah satu dari mereka.

Seketika, tiga orang pemuda berjalan mendekat menghalangi jalan Tamara. Wajah mereka merah padam karena mabuk, tatapan mereka kotor dan menjijikkan.

"Halo cantik... mau ke mana malam-malam begini sendirian?" tanya pemuda yang paling depan sambil menyeringai jahat. Ia mencoba meraba pipi Tamara. "Kasihan sekali kamu, pasti kesepian ya. Mau temani Abang minum dan bersenang-senang nggak?"

PLAK!

Dengan sigap, Tamara menepis kasar tangan pria itu.

"Jangan sentuh aku! Minggir! Aku mau pulang!" bentak Tamara, berusaha terlihat garang meski tubuhnya gemetar ketakutan.

"Wah, galak juga ya!" pemuda itu tertawa sinis, menatap teman-temannya. "Tapi justru cewek galak begini yang bikin semangat, kan kawan-kawan? Pasti bakal seru kalau kita ajak main-main!"

"Mau apa kalian?! Jangan macam-macam!" Tamara mundur selangkah demi selangkah, jantungnya berdegup kencang bagai mau copot. Ia terpojok, tidak ada siapa pun di sana untuk mintai tolong.

"Tangkap dia!" teriak salah satu dari mereka.

Kelompok pemuda itu mulai bergerak maju, mengepung Tamara dengan tatapan buas. Tamara memejamkan mata, bersiap untuk yang terburuk, saat tiba-tiba...

SREEET!

Sebuah mobil mewah berwarna hitam melaju kencang dan berhenti mendadak tepat di hadapan mereka, lampu utamanya menyilaukan mata, membelah kegelapan malam.

Bersambung...

1
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
Dew666
💎💎
Dew666
💐💐
Dew666
💐💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!