NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Tabuhan Genderang Sembilan Langit

Matahari terbit di Kota Giok dengan kemegahan yang tak tertandingi. Cahayanya memantul di atas atap-atap bangunan yang terbuat dari kristal dan logam mulia, menciptakan fatamorgana emas yang menyilaukan. Namun, bagi penduduk kota dan ribuan kultivator yang datang dari penjuru benua, cahaya pagi ini adalah tanda dimulainya Turnamen Sembilan Langit—sebuah ajang pembuktian darah, bakat, dan kekuasaan yang hanya diadakan setiap seratus tahun sekali.

Wang Tian berdiri di puncak sebuah pagoda tua yang menghadap langsung ke Arena Agung di pusat kota. Angin pagi mempermainkan rambut hitamnya yang kini memiliki semburat perak, sisa dari transformasi energi primordial semalam. Ia mengenakan jubah hitam baru yang lebih elegan, hasil pemberian Lin Xia yang ditinggalkan di tempat persembunyiannya. Jubah itu tidak hanya tahan api dan air, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyamarkan basis kultivasinya. Di mata orang biasa, Wang Tian kini tampak seperti seorang pemuda di Ranah Pembersihan Tubuh Tingkat 5—tingkat yang cukup kuat untuk seorang pengembara, namun tidak akan memancing kecurigaan para tetua agung.

"Sembunyikan taringmu hingga saatnya menggigit tenggorokan mereka," bisik suara Lin Xia yang terbawa angin, sebelum suaranya menghilang ke dalam keheningan.

Wang Tian melompat turun dari pagoda, mendarat tanpa suara di jalanan yang sudah mulai padat. Ia berjalan menuju Arena Agung, sebuah struktur melingkar raksasa yang mampu menampung seratus ribu penonton. Di gerbang peserta, penjagaan sangat ketat. Para pengawal dari Sekte Penguasa Arah Angin berdiri dengan zirah perak, memegang tombak yang memancarkan aura angin yang tajam.

"Nama dan asal usul!" bentak seorang penguji di meja pendaftaran.

"Wang Tian. Kultivator mandiri," jawabnya singkat.

Penguji itu menatap Wang Tian dari bawah ke atas, lalu mencatat namanya di sebuah lempengan batu giok. "Kultivator mandiri nomor 999. Masuk ke koridor kiri. Jangan membuat keributan jika kau ingin keluar hidup-hidup."

Saat Wang Tian berjalan menyusuri koridor batu yang dingin, ia merasakan kehadiran energi yang sangat besar dari arah berlawanan. Sekelompok pemuda dengan jubah biru muda yang dihiasi sulaman awan bergerak masuk. Di tengah-tengah mereka, berjalan seorang gadis yang kecantikannya mampu membuat bunga-bunga malu untuk mekar.

Dia adalah Sui Ren, putri dari Pemimpin Sekte Angin Barat (Iron Gale). Berbeda dengan Lin Xuelan yang memiliki aura lembut seperti angin sepoi-sepoi, Sui Ren memancarkan aura yang tajam dan dingin, seolah-olah setiap langkahnya adalah bilah pedang yang siap membelah ruang. Dia adalah calon istri kedua yang diramalkan dalam takdir Wang Tian, meskipun saat ini, mereka belum saling mengenal.

Sui Ren berhenti sejenak saat berpapasan dengan Wang Tian. Matanya yang berwarna abu-abu baja menatap Wang Tian dengan tajam. Ada sesuatu yang aneh; meskipun pemuda di depannya tampak hanya berada di ranah rendah, insting tempurnya yang terasah di bawah badai angin barat memberitahunya bahwa ada bahaya yang tersembunyi di balik ketenangan itu.

"Tunggu," ucap Sui Ren, suaranya sedingin es di puncak gunung.

Wang Tian berhenti, namun tidak berbalik. "Ada yang bisa saya bantu, Nona?"

"Siapa kau? Aura di tubuhmu... terasa sangat asing," Sui Ren melangkah mendekat, membuat para pengikutnya waspada.

Wang Tian perlahan berbalik, menatap langsung ke mata abu-abu gadis itu. "Hanya seorang pengembara yang ingin mencoba keberuntungan di turnamen ini. Apakah itu melanggar aturan Sekte Angin Barat?"

Sui Ren menyipitkan matanya. Ia merasakan tekanan mental yang aneh dari tatapan Wang Tian. "Banyak orang mati karena mencoba keberuntungan yang tidak pantas mereka dapatkan. Berhati-hatilah, jangan sampai kau bertemu denganku di arena."

"Terima kasih atas peringatannya," jawab Wang Tian dengan senyum tipis yang penuh teka-teki, lalu ia melanjutkan langkahnya tanpa menoleh lagi.

Sui Ren menatap punggung Wang Tian hingga menghilang di tikungan koridor. "Menarik. Pertama kalinya ada seseorang di ranah rendah yang tidak gemetar di hadapan Napas Angin Barat-ku," gumamnya pelan.

Upacara pembukaan dimulai dengan dentuman genderang yang menggetarkan bumi. Kaisar Kota Giok, seorang pria paruh baya dengan jubah naga emas, berdiri di balkon utama. Di sampingnya duduk para pemimpin dari 12 Klan Kuno dan 4 Sekte Penguasa. Atmosfer di arena begitu berat dengan tekanan Qi dari para master tingkat tinggi.

"Turnamen Sembilan Langit dimulai! Babak pertama: Ujian Hutan Ilusi!" seru sang Kaisar.

Tiba-tiba, lantai arena bersinar terang dan seluruh peserta—termasuk Wang Tian—ditelan oleh cahaya putih. Saat penglihatannya kembali, Wang Tian menemukan dirinya berada di tengah hutan yang sangat lebat. Namun, ini bukan hutan biasa. Pohon-pohon di sini terbuat dari kristal, dan tanahnya memancarkan uap berwarna ungu yang bisa memicu halusinasi.

"Hanya seratus orang pertama yang mencapai menara pusat yang akan lolos ke babak utama," sebuah suara bergema di langit hutan.

Wang Tian tidak membuang waktu. Ia mengaktifkan Langkah Bayangan Kematian. Namun, baru saja ia bergerak beberapa meter, tanah di bawah kakinya meledak.

BUM!

Sesosok raksasa yang terbuat dari elemen Tanah dan Lava muncul dari bawah tanah. Di atas bahu raksasa itu, berdiri Yan Fu, jenius Klan Yan yang kemarin malam dipermalukan oleh Wang Tian. Wajahnya masih terlihat sedikit bengkak, namun matanya berkilat dengan dendam yang membara.

"Ketemu kau, tikus hitam!" teriak Yan Fu dengan tawa gila. "Kemarin malam kau menyerangku saat aku tidak waspada. Di Hutan Ilusi ini, tidak ada aturan! Aku akan membakarmu hingga menjadi abu dan mengambil semua rahasiamu!"

Yan Fu melambaikan tangannya, dan raksasa lava itu meluncurkan tinju api raksasa ke arah Wang Tian. Panasnya begitu ekstrim hingga pohon-pohon kristal di sekitarnya mulai meleleh.

Wang Tian berdiri dengan tenang di tengah hujan api. Pusaran Primordial di Dantiannya berputar, merindukan tantangan. "Yan Fu... kau benar-benar tidak belajar dari kesalahanmu."

Kali ini, Wang Tian tidak berniat untuk sekadar menampar. Ia mengangkat tangan kanannya, dan untuk pertama kalinya, ia memanggil elemen Air Primordial yang ia dapatkan dari Fragmen Primordial semalam. Air itu tidak berwarna biru, melainkan perak berkilauan yang memancarkan aura dingin yang bisa membekukan jiwa.

"Padamlah," ucap Wang Tian dingin.

Seketika, gelombang air perak melonjak dari telapak tangannya, menelan tinju api dan raksasa lava itu dalam sekejap. Bukan hanya padam, raksasa lava itu membeku menjadi patung es hitam yang kemudian pecah menjadi jutaan kepingan kecil.

Yan Fu terlempar ke tanah, gemetar ketakutan saat melihat Wang Tian berjalan mendekat dengan aura yang perlahan mulai ia lepaskan dari samarannya. Di atas langit hutan, melalui cermin proyeksi energi, para tetua di arena agung mulai memperhatikan sosok "nomor 999" ini.

Pertunjukan Wang Tian yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan nama "Sui Ren" dari Angin Barat akan segera menyadari bahwa peringatannya tadi pagi adalah sebuah kesalahan besar.

Statistik Bab 9:

* Karakter: Wang Tian, Sui Ren (Perkenalan Istri ke-2), Yan Fu (Lawan Pertama).

* Lokasi: Arena Agung Kota Giok & Hutan Ilusi.

* Status Kultivasi: Ranah Pemurnian Qi Tingkat 9 (Disamarkan ke Pembersihan Tubuh).

* Elemen yang Terkuak: Air Primordial (Perak).

* Pencapaian: Mematikan serangan elemen Lava dengan mudah.

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!