NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Menyusup ke Sarang Serigala Berdasi

Tepat pukul delapan, pintu besi tebal berwarna abu-abu terbuka. Dua orang petugas kebersihan dengan seragam biru mendorong gerobak sampah plastik berukuran besar keluar menuju truk pengangkut yang sudah menunggu.

"Sekarang, Luna. Menyelinaplah di balik gerobak kedua saat petugas itu berbalik," perintah Nando dengan nada dingin dan penuh perhitungan.

Dengan gerakan gesit yang terlatih oleh kebiasaannya menghindari entitas di jalanan, Luna melesat bagaikan bayangan. Ia merunduk di sisi kanan gerobak sampah, membiarkan tubuhnya tertutupi oleh badan gerobak yang besar. Begitu petugas itu membelakangi pintu untuk mengunci roda gerobak, Luna menyelinap masuk melalui celah pintu yang belum sepenuhnya menutup.

Klik.

Pintu besi itu tertutup di belakangnya. Luna kini berada di sebuah lorong servis yang panjang, diterangi oleh lampu neon yang terang benderang. Tidak ada kemewahan di sini, hanya deretan pintu gudang dan pipa-pipa air yang menempel di langit-langit.

"Bagus. Langkah pertama selesai," Nando muncul dari balik tembok beton, pendar birunya sedikit menerangi lorong. "Lift servis ada di ujung lorong ini. Lantai 45, unit Penthouse B. Lift ini biasanya kosong di jam segini."

Luna berjalan cepat setengah berlari menuju lift servis yang ditunjukkan. Ia menekan tombol berpanah atas. Lift terbuka, dan Luna segera melangkah masuk bersama Nando.

Selama perjalanan naik menuju lantai 45, ketegangan mulai merayap di dada Luna. Ini bukan sekadar menyelinap; ini adalah pembobolan apartemen milik seorang miliuner. Jika ketahuan, ia bisa berakhir di penjara. Namun, saat ia meraba ranselnya dan merasakan hawa dingin dari Keris Pangruwat, ia mengingat wajah kedua orang tuanya. Ia mengingat malam berdarah lima belas tahun yang lalu. Ketakutannya perlahan mengeras menjadi keberanian yang nekat.

Ting. Pintu lift servis terbuka di lantai 45. Lorong di sini jauh berbeda dengan di bawah. Karpet tebal berwarna marun melapisi lantai, menyerap setiap suara langkah kaki. Lampu dinding memancarkan cahaya keemasan yang hangat. Hanya ada dua pintu raksasa berbahan kayu eboni di ujung lorong. Penthouse A dan Penthouse B.

"Itu unit Bara," Nando menunjuk pintu di sebelah kanan. "Pintunya menggunakan kunci kombinasi digital dan pemindai retina. Sangat canggih."

"Lalu bagaimana aku bisa masuk?!" desis Luna panik. "Aku tidak punya mata Bara untuk dipindai!"

Nando tersenyum penuh teka-teki. "Bara mungkin paranoid, tapi dia punya satu kebiasaan buruk yang tidak pernah bisa dia hilangkan. Dia selalu melupakan barang-barangnya saat sedang terburu-buru. Itulah sebabnya, saat kami mendesain sistem keamanan smart home ini untuk direksi perusahaan, aku menyisipkan backdoor fisik—sebuah panel manual yang tersembunyi di balik pot tanaman pualam di sebelah pintu. Kode daruratnya adalah tanggal peluncuran produk pertama kami. Dia terlalu malas untuk menggantinya."

Luna segera bergegas menuju pot pualam besar yang ditunjuk Nando. Benar saja, saat ia meraba bagian belakang pot tersebut, ada sebuah panel kecil yang bisa digeser. Di baliknya, terdapat papan ketik angka manual.

"Kodenya," ucap Nando perlahan, suaranya dipenuhi nostalgia yang pahit, "0-8-0-8-1-5."

Jari-jari Luna gemetar saat ia menekan angka-angka tersebut. Terdengar bunyi klik mekanis yang sangat halus, diikuti oleh lampu indikator di gagang pintu yang berubah dari merah menjadi hijau.

"Berhasil," bisik Luna tak percaya. Ia menekan gagang pintu dan mendorongnya perlahan.

Udara dingin dari pendingin ruangan langsung menerpa wajah Luna saat ia melangkah masuk. Namun, ini bukan sekadar dingin AC. Ada hawa aneh yang menempel pada udara tersebut—hawa lembap, berat, dan berbau samar kemenyan yang sangat familiar. Bulu kuduk Luna seketika meremang hebat. Insting supranaturalnya berteriak memberikan peringatan.

"Ada yang salah dengan tempat ini, Nando," bisik Luna, menutup pintu perlahan di belakangnya. Ia menyalakan senter dari ponselnya, tidak berani menyalakan lampu utama.

Penthouse itu luar biasa mewah. Ruang tamu luas dengan jendela kaca dari lantai ke langit-langit yang menawarkan pemandangan gemerlap kota Jakarta di malam hari. Sofa kulit Italia berwarna hitam, meja marmer, dan rak minuman keras berjajar rapi. Namun, keindahan itu ternoda oleh kegelapan pekat yang menggantung di sudut-sudut ruangan.

Nando melayang masuk, dan pendar birunya seketika bereaksi. Auranya berkedip lebih terang, seolah mendeteksi ancaman gaib. Pria itu mengernyitkan dahi. "Kau benar. Tempat ini bau busuk. Bara tidak pernah menyukai hal-hal berbau kemenyan. Dukun itu pasti pernah datang ke sini atau meninggalkan sesuatu untuk menjaga tempat ini."

"Di mana brankasnya?" tanya Luna, matanya waspada menyapu setiap bayangan yang dipantulkan oleh cahaya senternya.

"Ruang kerjanya. Lorong sebelah kiri, pintu kedua," jawab Nando, mengambil posisi memimpin di depan Luna. Ia siap menjadi perisai jika ada entitas gelap yang menyerang.

Mereka berjalan mengendap-endap menyusuri lorong panjang yang dihiasi lukisan-lukisan abstrak. Saat Luna melewati pintu pertama—yang merupakan kamar tidur utama—ia mendengar suara desisan pelan, seperti suara ular yang menggesek lantai keramik.

Luna membeku. Ia menyorotkan senternya ke arah celah bawah pintu kamar tidur tersebut.

Tetesan cairan hitam pekat merembes keluar dari balik pintu, menodai karpet marun yang mahal. Bau anyir darah seketika menyeruak, mencekik paru-paru Luna.

"Nando..." panggil Luna dengan suara bergetar.

Nando menoleh, dan matanya membelalak melihat cairan hitam itu. Cairan itu mulai bergerak melawan gravitasi, merayap naik ke dinding dan membentuk pola-pola aneh yang menyerupai aksara Jawa kuno. Tulisan itu menyala dengan warna merah darah dalam kegelapan.

"Itu Rajah Penjaga," ucap Luna ngeri, mengingat ajaran neneknya. "Dukun itu memasang perangkap. Siapa pun yang masuk tanpa izin dan membaca rajah itu, sukmanya akan ditarik oleh penunggu ruangan ini."

“Siaaapppaaa yannngg dataannggg....” Suara serak, melengking, dan memekakkan telinga meledak dari dalam dinding. Cairan hitam itu tiba-tiba meledak keluar dari pintu, membentuk sesosok makhluk mengerikan dengan tubuh separuh manusia dan separuh laba-laba raksasa. Wajah makhluk itu hancur, namun ia memiliki deretan mata kecil berwarna merah menyala yang menatap langsung ke arah Luna.

Makhluk itu adalah Perewangan penjaga tingkat rendah, namun cukup mematikan bagi manusia biasa. Ia mengangkat kaki depannya yang runcing seperti mata tombak, bersiap menusuk Luna.

"Berani kau menyentuhnya, makhluk menjijikkan!" raung Nando.

CEO hantu itu tidak tinggal diam. Ia menerjang maju dengan kecepatan luar biasa. Pendar birunya meledak terang benderang, menerangi seluruh lorong bagaikan kilat. Nando menghantamkan tubuh astralnya tepat ke arah makhluk laba-laba itu.

BLAAARRR!

Benturan antara energi biru murni milik Nando dan energi gelap makhluk itu menciptakan gelombang kejut yang membuat lukisan-lukisan di dinding terlempar jatuh. Makhluk itu menjerit kesakitan, tubuh hitamnya melepuh terbakar oleh cahaya citrus Nando yang menyilaukan. Laba-laba gaib itu terpelanting mundur, menabrak pintu kamar hingga hancur berantakan menjadi debu hitam, dan akhirnya lenyap tersedot kembali ke dalam dinding.

Nando terengah-engah, tubuhnya sedikit meredup. Ia menoleh ke arah Luna yang masih berdiri kaku. "Abaikan saja hama itu. Cepat ke ruang kerjanya sebelum energinya memanggil penjaga yang lebih besar!"

Luna tersadar dari syoknya. Ia segera berlari menuju pintu kedua dan memutar kenopnya. Tidak dikunci.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
syukurlah Nando ingat, walupun tipis tipis
Ai Emy Ningrum: jabatan yg sangat krusial 😽😽😽 sampe2 melekat ,ga didunia nyata dan dunia gaib jg itu yg terngiang 😙😗
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
yaaah Luna sendirian, gimana pulangnya weh /Shy//Slight/
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Lg dong Thor, 😭🤗🤗tanggung bngt.
nayla tsaqif
Nando punya keluarga gk thorr,,??
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Sangat menarik dan menghibur, tidak membosankan smoga tidak cpt tamat. 😃
Smangat buat author nya ya, smoga ceritanya smakin seru dn penuh kejutan ya. ☺
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut kan thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Allhamdulillah akhirnya Luna tidak kesulitan melawan dukun itu, sya kira dukun itu sulit dikalahkan, scara td sangat sombongnya pd Luna, akhirnya mampus juga iblis itu. 😠😠

Smoga Nando akn mengingat perjuangan mreka ber 2 ya😭😭😫, smoga pas siuman orang pertama diingat adalah Luna.
nayla tsaqif
Ayo nando,, cepat sadar dan temukan luna,,! Ato pk tarjo balik lg, untuk nolongin luna,, 😭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Syukur deh Nando kembali.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut Thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤩🤩🤭🤭😆😆Ke nya bakal tumbuh nih benih2 ❤❤💘💘💘diantara mereka.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Apa kh yg mmbunuh orangtua Luna adalah dukun yg sama yg dipakai oleh Bara ya.
Apa kh masalah mereka terhubung 1 sm lain ya? 🤔
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Teka teki nya mulai terkuak 1 per 1.
Ayo Luna semangat, bakar aja buhul itu lun.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Musuh dlm selimut ini namanya, tega bener ya teman ko jahat banget, mungkin ingin mngambil posisi Nando mungkin.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Jelas kan nanti ya thor, sebabnya Nando jd dtakuti oleh MEREKA. 😃😃😆😆
Suka skli baca yg horor tp ada juga komedi nya,karena Nando yg narsis dan arogan ini. 🤣🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Sakita perut q lihat kelakuan Nando, ke lg nonton drakor aja. 🤭🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Mereka berdua saling mmbutuhkan, mungkin juga kalian jodoh. 😆🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Udah sadar bukan manusia lg, baru diemm, td cerewet bngt. 🤣🤣🤣hadeh.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Biasanya arogan diawal, tp bucin diakhir, 😆😆semakin mnarik thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Menarik, syng nya baru nemu, dan baru bacanya, penasaran sm judulnya. 😁😁

Semangat Thor. 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!