NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang

Hubungan Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika cinta harus dipisahkan oleh perjodohan orangtua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam panas

Angkasa menampar pipinya sendiri untuk menarik sedikit kesadarannya yang hampir habis.

"Apa yang kamu lakukan Mas?" Leya menghampiri, memegang tangan Angkasa yang ingin kembali menampar wajahnya sendiri.

"Maafkan aku sayang! Aku diberi obat! Aku tidak bisa mengendalikan diriku. Tidak seharusnya aku mencari kamu!" ucap Angkasa.

Di titik sisa terakhir kesadarannya, Angkasa baru teringat jika seharusnya ia tidak mencari kekasihnya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak pernah memaksa Leya.

"Maafkan aku! Aku harus pergi dari sini!" Angkasa beranjak, ia tahu jika tidak mendapatkan pelepasan, ia akan mati. Tapi ia juga tidak mau memaksa kekasihnya.

"Kamu mau kemana?" Leya mencekal tangan Angkasa yang hampir melangkah.

"Aku akan berendam di kolam. Mungkin dengan cara itu bisa meredakan efeknya!" sahutnya, dalam keadaan seperti ini... otak pintarnya tidak bisa bekerja dengan baik.

Angkasa sudah benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Rasanya sangat sakit, sungguh sakit. Ia ingin sekali menyentuh, menggempur, dan menghentak dengan keras.

"Maafkan aku sayang?" Angkasa melepaskan tangan Leya yang menahannya. Tapi...

Cup!

Leya tiba-tiba mencium bibir kekasihnya. "Biar aku bantu!" ucapnya.

Angkasa benar-benar sudah kehilangan kesadarannya. Ia langsung membalas ciuman itu dengan brutal dan menuntut.

Leya hampir tidak bisa mengimbanginya. Karena ini, adalah sisi liar dari seorang Angkasa yang tidak diketahui oleh siapapun, termasuk Leya sendiri.

Dengan sangat mudah, bahkan hanya dengan satu tangan. Angkasa berhasil menggendong tubuh kekasihnya. Bibir mereka masih bertaut, Angkasa belum ingin melepasnya... atau mungkin tidak mau melepaskannya. Mereka hanya menyudahi sebentar untuk menarik nafas, lalu kembali menyatu seperti sebelumnya.

"Aku menginginkanmu, sayang!"

Ciuman Angkasa turun perlahan. Ia mulai mengeksplorasi leher jenjang Leya yang mulai memiliki tanda kepemilikan berwarna merah hampir keunguan.

Leya terus mendesah. Rasanya asing, karena ini baru kali pertama. Tapi ia tidak bisa bohong, jika rasanya sungguh nikmat.

Aah!

Leya mendesah saat Angkasa mulai bermain pada kedua buah dadanya. Entahlah, Leya sendiri tidak tahu dan ia juga tidak sadar kapan Angkasa membuka seluruh pakaiannya. Tapi yang pasti, saat ini ia full naked. Awalnya dinginnya suhu AC terasa menusuk kulitnya. Namun, seiring panasnya sentuhan, kecupan, dan permainan Angkasa di atas permukaan tubuhnya. Rasa dingin itu berubah menjadi hangat, lalu panas yang membara.

"Aku sudah tidak tahan lagi!"

Angkasa akhirnya menyerah, setelah ia puas menjelajahi seluruh permukaan tubuh Leya dari atas sampai ke bawah. Bahkan bagian inti menjadi hal pertama yang tak terlewat dari sentuhan tangan dan lidahnya.

Mata Leya sayu. Hasratnya susah terpancing seluruhnya. Apalagi saat melihat tubuh kekar Angkasa yang juga tanpa busana... membuat jantungnya berdebar kencang dan sesuatu yang tak bisa dijelaskan juga sudah kembali basah.

Sebelum ke permainan utama. Angkasa kembali melakukan pemanasan. Kali ini hanya pemanasan ringan, namun sesuatu yang sejak tadi sudah tegak berdiri. Kini ia mulai bekerja, meruntuhkan didinding kesucian kekasihnya.

Aarrgh!

Leya merintih, giginya menggigit bahu Angkasa dan kuku tangannya mencengkram punggungnya.

"Sakit!" rintih Leya, saat Angkasa berhasil mengambil kesuciannya dalam satu kali hentakan.

"Maafkan aku sayang!" Angkasa sangat merasa bersalah.

Selama ini ia sudah sudah payah menahan diri untuk tidak menyentuh kekasihnya. Tetapi gara-gara obat sialan itu... akhirnya ia merenggut kesucian yang seharusnya ia jaga.

Leya tak menjawab. Ia sedang membiaskan diri, menerima senjata Angkasa yang berukuran besar di dalam tubuhnya.

Angkasa memberi waktu untuk kekasihnya. Padahal ia sendiri sudah tidak tahan ingin segera menggempurnya.

"Sudah lebih baik?" tanya Angkasa dengan suara serak menahan hasrat yang menggelora.

Leya mengangguk. Dan... setelah itu terjadilah pertempuran panas yang sangat hebat di kamar itu. Selama berjam-jam, yang terdengar hanya suara desahan yang berpadu dengan peraduan dua kulit yang saling berbenturan.

"A-aku lelah Mas!" ucap Leya untuk yang kesekian kalinya.

Angkasa masih asik dalam goyangannya. Ia tidak tahu sudah berapa lama ia menggempur kekasihnya. Tapi yang pasti, sudah berkali-kali ia membuang benihnya ke dalam rahim Leya.

"Setelah ini kita istirahat ya?" kali ini Angkasa tak berbohong. Ia benar-benar akan menghentikan permainan panas ini. Ia tak tega, melihat kekasihnya yang sudah tak berdaya di awah kungkungannya.

"Ah! Aku sampai sayang!" gumam Angkasa, menjadi pertanda selesainya permainan hari ini.

Angkasa mulai berguling ke sisi Leya. Membawa kepala kekasihnya agar tidur diatas lengannya.

"Mas sangat mencintaimu, sayang!" Angkasa mencium kening Leya, menatap wajah cantiknya sudah lebih dulu terbang ke alam mimpi.

Setelah itu Angkasa menyusulnya untuk tidur. Tubuhnya sangat lelah, tetapi ekspresi yang ditampilkan penuh dengan kepuasan. Karena ini pengalaman pertama yang sangat berkesan, meski berawal dari jebakan.

 

Matahari sudah naik sampai diatas puncak kepala. Para pekerja sudah beristirahat untuk makan siang, begitu juga dengan para hewan yang sudah kembali bersembunyi dari teriknya sinar matahari. Tetapi dalam sebuah kamar, pasangan kekasih itu masih tertidur dengan pulas. Di bawah selimut dan dalam pelukan yang hangat.

Tubuh mereka masih polos tanpa busana. Aktivitas yang melelahkan itu, membuat mereka tidak sempat hanya untuk sekedar memakai pakaian dalam.

Diluar sana aktivitas berjalan seperti biasa. Tidak ada yang sadar atau mungkin tidak ada yang peduli. Jika ada dua orang anggota keluarga mereka yang tidak terlihat sejak tadi.

Eengghh!

Leya menggeliat, kelopak matanya mulai mengerjab dan perlahan-lahan mulai terbuka.

"Selamat siang sayangku!" sapa Angkasa tersenyum manis sambil menatap wajahnya.

Leya balas tersenyum. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali.

"Kamu cantik sekali!" puji Angkasa. sudah bangun dari tadi, tetapi ia tidak berniat untuk beranjak meninggalkan ranjang.

"Mas ngapain disini?" tanya Leya, sepertinya ia lupa dengan apa yang terjadi malam tadi.

"Kamu lupa sayang?" Angkasa menyingkirkan helaian rambut Leya yang mengganggu pandangannya.

Leya tampak berpikir. Sepertinya faktor kelelahan dan kesadaran yang sepenuhnya belum pulih, membuatnya lupa.

"Kamu lupa, kalau tadi tadi malam kita sudah menyatu!" bisiknya.

Mata Leya melotot, ia baru ingat sekarang. "Astaga!" Leya mengintip dibalik selimut, terlihat tubuhnya yang masih tanpa busana.

Aaaa!

Leya berteriak. Ia menarik selimut untuk menutupi seluruh wajahnya. Ia malu sekali.

Angkasa tertawa melihat tingkah malu-malu kekasihnya. "untuk apa ditutupi?" Angkasa menarik selimut yang menutupi wajah Leya. "Mas sudah melihat, menyentuh dan merasakan semuanya!" lanjutnya dengan suara serak penuh godaan.

"Mas jangan menggodaku!" Leya benar-benar malu. Ia tak menyangka jika mereka sudah melakukannya.

"Oke-oke Mas tidak menggodamu lagi!" Angkasa menyerah. Ia turun dari ranjang, mengambil celana dalam miliknya yang tadi malam ia buang sembarang.

"Jadi benda itu, yang tadi malam menusukku!" Leya malah salah fokus dengan senjata milik Angkasa. Ia merinding. "dalam keadaan tidur saja sudah sebesar itu. Gimana kalau bangun?"

Leya tidak berani membayangkannya. Tadi malam ia sama sekali tidak kepikiran untuk melihat benda itu. Karena fokusnya hanya tertuju pada rasa nikmat yang Angkasa berikan.

"Mengapa terus menatapnya sayang? kamu menginginkannya lagi?" tanya Angkasa kembali mendekati kekasihnya.

1
Jhesika Cika
bagus cta ny
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!