"Pe-periksa Hadiah Aktivasi Sistem…" kata Liam dengan sedikit keraguan dalam suaranya.
Ding!
[Selamat telah berhasil memperoleh Sistem Tamparan Wajah. Berikut adalah hadiah aktivasi satu kali]
[1.000.000 Dolar (Silakan periksa sakumu untuk detailnya)]
Liam, seorang mahasiswa miskin yang hidup sederhana dan sering dipandang rendah oleh orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah ia dikhianati oleh pacarnya, Bella, yang memilih pria kaya dan berkuasa. Dalam kondisi hancur dan putus asa, Liam tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem misterius yang memberinya kekuatan untuk membalas hinaan orang lain dengan cara mempermalukan mereka.
Dengan bantuan sistem tersebut, Liam memperoleh kekayaan, kekuatan, dan berbagai kemampuan luar biasa. Dari seorang pemuda lemah yang diremehkan, ia perlahan bangkit menjadi sosok yang percaya diri, kuat, dan bertekad untuk mengubah nasibnya serta membalas semua orang yang pernah merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 - Sylvie Yang Seksi
Saat Liam masih mengagumi hasil kerjanya, ia tiba-tiba merasakan getaran dari Iphone 18 di sakunya. Sebuah suara notifikasi pun terdengar tak lama kemudian.
Sylvie sebelumnya sudah mengatur suara notifikasi, sehingga Liam tahu bahwa itu adalah bunyi pemberitahuan bahwa ia menerima pesan.
Liam mengeluarkan ponsel dari sakunya dan melihat pesan baru yang ia terima.
Di layar kunci, Liam melihat bahwa pesan itu berasal dari Sylvie. Pesan tersebut hanya dapat diakses setelah ia membuka kunci ponsel demi alasan privasi, jadi ia langsung melakukannya.
Ia membuka kunci ponsel menggunakan pemindai sidik jari bawaan yang sebelumnya membuatnya sangat kagum.
Kemudian ia membuka aplikasi pesan dan akhirnya melihat isi pesan dari Sylvie.
"Aku baru saja sampai di rumah. Bagaimana denganmu?”
Melihat kabar tak terduga itu, Liam merasa sedikit terhibur dan membalas, "Ya, sudah dari tadi."
"Bagus!"
Karena Liam tidak punya balasan lain untuk membalas kata bagus, ia memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi. Ia kemudian mengambil ponsel lamanya dari meja tempat ia meletakkannya saat membersihkan tadi.
Melihat kondisinya, Liam mengakui bahwa ponsel itu memang sudah sangat usang. Jika dibandingkan spesifikasinya… bahkan tidak ada yang bisa dibandingkan. Perbedaannya benar-benar sangat jauh.
Pada akhirnya, ia membuka ponsel itu dan melihat percakapan yang ia lakukan dengan Bella.
Ia hanya membacanya selama sekitar dua menit sebelum menutup matanya, lalu menghapus semuanya dengan tekad bulat.
Melupakan memang tidaklah mudah, tetapi ia ingin melangkah maju secepat mungkin. Ia percaya dirinya bisa. Bella tidak layak membuatnya terus terbebani. Perasaannya saat ini hanyalah sementara.
Setelah menghapus semuanya, dia mengklik opsi reset data pabrik untuk mereset semua data di ponsel. Ia juga mengeluarkan kartu sim dan mematahkannya tanpa ragu.
Setelah membersihkan masa lalunya, Liam merasa beban di hatinya berkurang. Ia lalu duduk dan berbaring di tempat tidur sambil tersenyum.
Ia mengambil Iphone 18 dan melihat ada pesan baru lagi dari Sylvie.
"Liam, apakah kau memiliki XoraNet? Aku mau menambahkanmu menjadi temanku."
XoraNet?
Liam berpikir sejenak sebelum akhirnya teringat.
XoraNet adalah platform media sosial tempat orang bisa memposting berbagai hal, lalu membiarkan orang lain bisa menyukai, berkomentar, atau membagikannya. Platform ini juga memiliki fitur pesan sendiri. Karena regulasi yang longgar terhadap penggunanya, XoraNet menjadi populer dan telah memimpin sektor media sosial selama bertahun-tahun.
Namun, karena regulasi yang longgar tersebut, banyak orang yang tidak tertib suka menghabiskan waktu mereka untuk menghina orang lain di sana.
Di XoraNet, orang bebas menghina dan memaki siapa saja yang kau inginkan tanpa disensor atau dihapus oleh pihak pengelola. Pengguna diberi kebebasan penuh atas apa yang mereka katakan dan komentari di XoraNet.
Tentu saja, seseorang tetap harus mempertimbangkan tindakannya karena segala sesuatu memiliki konsekuensi, bahkan di platform seperti XoraNet.
Saat ini, mungkin semua orang, baik tua maupun muda, sudah memiliki akun XoraNet.
Sudah berkali-kali XoraNet digugat karena kebijakannya yang longgar dan dianggap memberikan pengaruh buruk bagi kaum muda, namun platform tersebut tetap bertahan dan masih beroperasi hingga kini.
XoraNet sangat populer sampai-sampai Liam pun pernah mendengarnya. Namun ia merasa sedikit malu karena menyadari bahwa ia belum memiliki akun.
"Aku akan membuatnya," jawab Liam jujur.
Membuat akun XoraNet tidak sulit, Liam mengunduh aplikasi XoraNet dari App Store dan menyelesaikan prosesnya dalam beberapa menit.
Setelah membuat akun, ia mengirimkan id uniknya kepada Sylvie.
Beberapa saat kemudian, Liam menerima notifikasi baru dari XoraNet yang memberitahukan bahwa ia memiliki permintaan pertemanan baru.
Liam mengkliknya dan diarahkan ke halaman pertemanan, di mana ia melihat akun Sylvie.
Namun sebelum menerima permintaan pertemanannya, Liam memutuskan untuk melihat profilnya terlebih dahulu.
Begitu melakukannya, Liam langsung tercengang melihat apa yang ada di sana.
Tidak seperti yang ia bayangkan, foto profil Sylvie ternyata adalah dirinya mengenakan bikini kuning. Ia memakai kacamata hitam dan tampak sedang berjemur. Tubuhnya yang seksi langsung menarik perhatian Liam dan sejenak, ia tak bisa menahan rasa terkejutnya.
"Apakah dia seseksi ini tadi?" Liam tak bisa menahan diri untuk bertanya pada dirinya sendiri sambil memandang sosok memikat Sylvie di foto itu.
Kesan yang dia dapatkan dari Sylvie sebelumnya adalah sosok wanita yang pendiam, jadi ia tidak menyangka Sylvie memiliki sisi seperti itu. Meskipun wajahnya tertutup kacamata, tak bisa dipungkiri bahwa kecantikannya tetap terlihat jelas.
Liam kemudian melihat foto-foto lamanya dengan penuh kagum.
Tiba-tiba, ia menerima pesan baru dari Sylvie, "Hei, kenapa lama sekali menerima permintaan pertemananku? Kau tidak sedang melihat foto-fotoku, kan?"
Liam tersenyum melihat pesan itu. Tebakannya sangat tepat.
"Ya," balasnya jujur sambil tersenyum, lalu kembali ke halaman pertemanan untuk menerima permintaan tersebut.
Liam mengobrol sebentar dengan Sylvie sebelum akhirnya memutuskan untuk menutup aplikasi. Sylvie mengucapkan selamat malam dan Liam pun membalas selamat malam padanya. Entah apa yang mereka pikirkan saat mengobrol tadi.
Di sisi lain, Liam menyadari bahwa sudah larut malam, jadi ia berhenti memainkan ponselnya. Ia menggunakan waktu itu untuk merenungkan semua yang terjadi hari ini.
Penghinaan dari Bella dan Chester. Kemunculan Sistem yang tiba-tiba beserta hadiah-hadiah luar biasanya. Penghinaan-penghinaan itu. Ramuan peningkat fisik yang ia minum. Dan juga kencan-nya bersama Sylvie.
Semua kejadian itu terlintas kembali di benaknya, terasa seperti mimpi.
Namun, jam tangan Patek Philippe dan Iphone adalah bukti nyata bahwa semuanya benar-benar terjadi.
Saat pikiran Liam melayang ke peristiwa-peristiwa sebelumnya, matanya perlahan kehilangan fokus saat ia mulai merasa mengantuk. Namun, matanya yang hampir tertutup tiba-tiba terbuka lebar saat ia mendengar dan melihat layar Sistem benar-benar berkedip di depan matanya.
Ding!
[Terdeteksi bahwa Tuan Rumah akan tidur. Menghitung hadiah penyelesaian pertama…]