NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: SIMFONI PENGKHIANATAN

Pertempuran ini memang belum usai. Rizky telah menemukan sekutu tak terduga dalam diri Adelia, tetapi ia juga menemukan potensi pengkhianatan baru di lingkaran dalamnya. Badai ini tidak hanya menguji akar Hadiningrat Group, tetapi juga menguji batas kepercayaan Rizky sendiri. Ia harus menghadapi Ghost, GlobalNet, dan kini, bayangan keraguan yang menyelimuti Bramantyo.

Rizky merasakan pukulan telak. Bukan secara fisik, melainkan di pusat kepercayaan dirinya. Bramantyo. Pedang bermata dua itu. Laporan Haryo tentang jejak akses tidak sah ke sistem internal Maheswari Corp, jauh sebelum akuisisi, yang mengarah langsung ke Bramantyo, menghantamnya seperti palu godam. Apakah ini bagian dari permainan yang lebih besar yang dirancang oleh Thompson, ataukah Bramantyo adalah pion yang tidak sadar, dimanipulasi oleh kekuatan yang lebih besar dari GlobalNet?

Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di benaknya, menggerogoti ketenangan yang selama ini ia bangun dengan susah payah.

Ia menatap Bramantyo, yang kini duduk di samping Adelia, berdiskusi intens tentang arsitektur siber GlobalNet. Layar holografik di hadapan mereka memancarkan cahaya biru kehijauan, menampilkan diagram jaringan yang rumit, garis-garis kode yang saling terhubung, dan titik-titik data yang bergerak cepat.

Senyum tipis Bramantyo, yang dulu ia anggap sebagai manifestasi ambisi seorang jenius teknologi, kini terasa seperti topeng yang menyembunyikan niat sebenarnya. Setiap gerakan tangannya saat menjelaskan, setiap anggukan kepala Adelia yang penuh perhatian, terasa seperti adegan dalam drama yang telah diatur.

Rizky menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh. Ia tidak bisa langsung mengonfrontasi Bramantyo. Tidak sekarang. Adelia membutuhkan Bramantyo untuk memahami seluk-beluk ShadowNet dan cara kerja Ghost. Mengguncang Bramantyo saat ini sama saja dengan mengganggu fokus Adelia, dan itu adalah risiko yang tidak bisa ia ambil.

"Haryo," panggil Rizky pelan, suaranya nyaris berbisik, namun cukup tajam untuk menembus konsentrasi Haryo yang sedang memeriksa laporan keamanan di sudut ruangan. Ia tidak mengalihkan pandangannya dari Adelia dan Bramantyo, seolah takut jika ia berpaling, mereka akan lenyap atau berubah wujud.

Haryo dengan sigap mendekat, merasakan ketegangan yang memancar dari Rizky.

"Ya, Pak?"

"Aku butuh kau selidiki Bramantyo. Secara diam-diam," bisik Rizky, matanya menyipit. Setiap interaksinya, setiap data yang dia akses, setiap baris kode yang dia sentuh. Aku ingin tahu apakah ada 'hadiah' tersembunyi dalam informasi yang dia berikan. Apakah ada jebakan, ataukah ini adalah umpan yang terlalu sempurna.

Rizky berhenti sejenak, menarik napas. "Dan cari tahu lebih banyak tentang 'Ghost' itu. Siapa dia? Apakah ada koneksi dengan Bramantyo, ataukah itu ancaman yang sama sekali berbeda yang sedang bermain di tengah kekacauan ini.

Haryo mengangguk, ekspresinya serius. Ia tahu betul betapa berbahayanya permainan yang sedang mereka mainkan, dan betapa tipisnya garis antara sekutu dan musuh dalam dunia Rizky. "Siap, Pak. Akan saya lakukan secepatnya. Saya akan mulai dengan memantau aktivitas jaringannya, mencari anomali dalam pola komunikasinya, dan melacak jejak digitalnya di luar sistem Hadiningrat.

"Bagus," kata Rizky, akhirnya mengalihkan pandangannya ke Haryo. "Dan pastikan tidak ada yang tahu. Bahkan Adelia. Terutama Adelia.

Haryo mengerti. Kepercayaan adalah mata uang yang paling berharga dan paling rapuh di sini.

Sementara Haryo mulai bergerak dalam bayangan, Adelia menunjukkan kecerdasannya yang luar biasa. Ia bekerja tanpa henti, menganalisis jejak digital Ghost, mencari celah, dan memperkuat pertahanan sistem. Dengan akses penuh yang ia minta, Adelia menyelam jauh ke dalam arsitektur Nusantara Connect, menemukan kerentanan yang tidak terdeteksi sebelumnya dan memperbaikinya dengan kecepatan yang mengagumkan.

Bramantyo, dengan pengetahuannya yang mendalam tentang ShadowNet GlobalNet, menjadi asisten yang tak ternilai. Ia mampu mengidentifikasi pola serangan yang khas Ghost, membantu Adelia mempersempit area pencarian.

"Ghost ini memang licik," kata Adelia suatu sore, matanya terpaku pada layar yang menampilkan visualisasi serangan. "Dia tidak hanya menanamkan backdoor, tapi juga menciptakan jaringan botnet yang sangat terdistribusi, menggunakan infrastruktur yang tampaknya tidak berbahaya untuk melancarkan serangan DDoS dan menyebarkan malware. Ini adalah simfoni serangan yang terkoordinasi.

"Dan backdoor yang Anda temukan, Adelia. tanya Rizky, yang sesekali ikut memantau progres mereka.

Adelia menunjuk ke sebuah segmen kode yang rumit. "Ini bukan backdoor biasa. Ini adalah 'master key' yang bisa membuka banyak pintu di sistem kita, dan yang paling mengkhawatirkan, jejaknya sangat samar, seolah-olah sudah ada di sini sejak lama, menunggu untuk diaktifkan.

Mendengar itu, Rizky merasakan dingin menjalar di punggungnya. "Sejak lama Ia teringat laporan Haryo tentang akses Bramantyo ke Maheswari Corp sebelum akuisisi. Apakah Bramantyo yang menanamkan master key ini? Atau apakah dia hanya mengetahui keberadaannya dan kini menggunakannya untuk keuntungannya sendiri?

Ia menatap Bramantyo, yang sedang menjelaskan detail teknis kepada Adelia. Bramantyo tampak begitu fokus, begitu berdedikasi. Rizky harus mengakui, kinerja Bramantyo saat ini sangat membantu. Namun, keraguan itu tetap ada, menggerogoti pikirannya.

Di luar dinding Hadiningrat Group, GlobalNet tidak akan tinggal diam. Serangan mereka di pasar saham hanyalah permulaan. Thompson adalah lawan yang licik, dan Rizky harus mengantisipasi setiap langkahnya, bahkan jika itu berarti harus meragukan orang-orang di sekitarnya, bahkan jika itu berarti harus mempertanyakan setiap informasi yang datang.

Tekanan dari GlobalNet terus meningkat. Berita-berita negatif tentang Nusantara Connect membanjiri media sosial, memprovokasi demonstrasi kecil di beberapa kota. Rahma, adik Rizky, yang kini semakin terlibat dalam proyek sosial Nusantara Connect, menyuarakan kekhawatirannya.

"Kak, orang-orang mulai ragu, kata Rahma suatu sore, wajahnya tampak lelah. "Mereka mendengar desas-desus tentang keamanan data, tentang monopoli. Kita harus melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar konferensi pers.

"Aku tahu, Rahma, jawab Rizky, mengusap keningnya. "Kita sedang bekerja keras untuk itu. Tapi musuh kita tidak hanya menyerang di ranah teknologi dan pasar, mereka juga menyerang di ranah persepsi.

"Dan bagaimana dengan perusahaan rintisan lokal. tanya Rahma lagi. "Beberapa dari mereka yang awalnya tertarik bekerja sama dengan kita, sekarang menarik diri. Mereka bilang ada tekanan dari 'pihak ketiga'

Rizky mengepalkan tangannya. Thompson tidak hanya menyerang Hadiningrat Group, tetapi juga ekosistem yang ingin mereka bangun. Ini adalah perang total. GlobalNet melancarkan kampanye disinformasi yang lebih terstruktur di media sosial, menargetkan proyek Nusantara Connect dengan narasi yang lebih personal dan emosional.

Mereka menyebarkan video-video yang diedit secara manipulatif, menampilkan cuplikan yang diambil di luar konteks, menuduh Hadiningrat Group melakukan eksploitasi lahan, mengabaikan hak-hak masyarakat adat, dan bahkan, menggunakan teknologi SkyConnect untuk memata-matai warga. Narasi ini diperkuat oleh akun-akun anonim yang menyamar sebagai "aktivis lokal" dan "mantan karyawan yang kecewa," menyebarkan ketakutan dan kebencian.

Malam itu, Rizky tidak tidur. Ia menyusun ulang strategi, membuat rencana cadangan untuk setiap kemungkinan. Jika Bramantyo adalah jebakan, ia harus siap menariknya keluar tanpa merusak seluruh operasi. Jika Bramantyo tulus, ia harus bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin, sambil tetap waspada terhadap motif tersembunyi. Ia memanggil Suryo, yang selama ini memilih mengamati dari jauh, untuk sebuah pertemuan rahasia. Suryo, dengan kebijaksanaannya yang tenang, adalah satu-satunya orang yang Rizky percayai sepenuhnya untuk melihat gambaran besar tanpa bias emosional.

"Suryo, aku butuh pandanganmu, kata Rizky, menunjukkan laporan Haryo tentang Bramantyo dan temuan Adelia tentang master key. "Ini bisa jadi kunci untuk menembus GlobalNet, atau jebakan yang akan menghancurkan kita.

Suryo meneliti laporan itu dengan cermat. "Bramantyo selalu menjadi enigma. Ambisinya bisa menjadi aset terbesar atau kehancuran terbesar. Tapi ingat, Rizky, dia juga punya alasan pribadi untuk melihat GlobalNet jatuh. Thompson adalah orang yang menghancurkan reputasinya di masa lalu.

"Aku tahu," kata Rizky, "tapi aku tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa dia sedang bermain di kedua sisi, atau bahwa dia adalah bagian dari rencana yang lebih besar. Pesan 'Ghost' sebelumnya, serangan di pasar saham, dan sekarang ini semuanya terasa seperti bagian dari simfoni yang lebih besar,

dan kita hanya mendengar beberapa notnya.

Suryo mengangguk perlahan. "Mungkin. Tapi dalam perang, informasi adalah segalanya. Jika master key ini nyata, kita harus siap menggunakannya. Tapi kita juga harus siap jika itu adalah jebakan. Kita perlu tim yang bisa memverifikasi ini tanpa terdeteksi.

Rizky mengangguk. "Aku sudah memikirkan itu. Aku akan membentuk tim kecil, orang-orang yang paling bisa kita percaya, untuk melakukan verifikasi awal. Dan kita akan menggunakan informasi ini untuk menguji Bramantyo.

Di tengah semua kekacauan ini, Rizky harus membuat keputusan. Apakah ia akan mempercayai master key itu? Apakah ia akan mengambil risiko untuk menggunakannya, bahkan jika itu berarti mempertaruhkan segalanya pada informasi yang mungkin berasal dari musuh, atau dari sekutu yang meragukan?

Ia kembali ke layar pribadinya, menatap laporan Haryo dan temuan Adelia. Sebuah ide gila melintas di benaknya. Jika ...Bramantyo adalah pedang bermata dua, maka Rizky harus menjadi pendekar yang lebih lihai, yang mampu mengendalikan pedang itu, bahkan jika itu berarti melukai dirinya sendiri.

Ia memutuskan untuk bertemu Bramantyo secara rahasia, bukan untuk menanyainya, melainkan untuk memberinya sebuah tugas. Sebuah tugas yang akan menguji kesetiaannya, dan pada saat yang sama, memverifikasi keaslian master key itu.

"Bramantyo," kata Rizky saat mereka bertemu di sebuah kafe terpencil, jauh dari mata-mata GlobalNet dan telinga Hadiningrat. "Aku punya sebuah ide. Sebuah cara untuk menembus pertahanan GlobalNet. Tapi ini sangat berisiko, dan aku butuh keahlianmu.

Bramantyo menatapnya dengan ekspresi datar, namun ada kilatan penasaran di matanya. "Apa itu, Rizky?"

Rizky menunjukkan laporan tentang master key yang ditemukan Adelia. "Ini adalah potensi master key ke server inti GlobalNet. Aku ingin kau memverifikasinya. Tapi bukan dari sini. Aku ingin kau melakukannya dari luar, dari jaringan yang tidak terhubung dengan Hadiningrat. Dan jika itu nyata, aku ingin kau menanamkan sebuah 'jebakan' kecil di sana, sebuah sinyal yang hanya bisa kita deteksi.

Bramantyo meneliti laporan itu, senyum tipisnya kembali muncul. "Menarik. Ini memang titik yang sangat rentan. Tapi ini juga bisa jadi jebakan. Siapa yang memberimu ini?"

"Itu tidak penting," jawab Rizky, menatap tajam ke mata Bramantyo. "Yang penting adalah, apakah kau bersedia mengambil risiko ini? Ini adalah kesempatan kita untuk membalikkan keadaan, Bramantyo. Kesempatan untuk menghancurkan Thompson dan GlobalNet, sekali untuk selamanya.

Bramantyo terdiam sejenak, memikirkan tawaran itu. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan dirinya, untuk membalas dendam pada Thompson, dan mungkin, untuk mendapatkan kembali kepercayaan Rizky. Atau, ini adalah kesempatan untuk mengkhianati Rizky lagi, dengan cara yang lebih besar dan lebih menghancurkan.

"Aku akan melakukannya," kata Bramantyo akhirnya, suaranya mantap. "Tapi aku butuh sumber daya. Dan aku butuh kebebasan penuh untuk bergerak.

Rizky mengangguk. "Kau akan mendapatkannya. Tapi ingat, Bramantyo, jika kau mencoba bermain-main denganku, konsekuensinya akan jauh lebih buruk daripada yang pernah kau bayangkan.

Bramantyo hanya tersenyum, senyum yang tidak bisa Rizky baca. Pertempuran ini baru saja dimulai, dan Rizky menyadari bahwa ia tidak hanya bertarung melawan GlobalNet, tetapi juga melawan bayangan keraguan yang terus menghantuinya, dan melawan dirinya sendiri. Ia telah membawa musuh ke dalam lingkaran terdekatnya, dan kini, ia harus siap menghadapi konsekuensi dari keputusan berisiko ini.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!