Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Goresan hati
Katakan! kenapa kau mengincar darah emas?" pekik Zean sambil mencengkram erat leher ratu semut.
"Aku .. hanya.. "
Kata-kata itu terputus karena Zean terus menekan leher ratu semut dengan sangat kuat. Belum sempat dia berucap nafasnya keburu berhenti, nyawanya berpindah ke alam lain. Ratu semut terkulai lemas tak bernyawa di dalam genggaman besar telapak tangan sang harimau. Zean sedikit menyesali perbuatannya, karena telah gegabah membunuh ratu semut, tanpa mengetahui informasi apapun, namun melihat wajah Igris yang sedikit cemas dia melempar jauh bangkai ratu semut itu.
Zean tiba-tiba terhempas ke tanah. Tubuhnya terhuyung lemas tak bertulang, Igris dengan sigap menangkap tubuhnya. Zean terduduk dalam pangkuan Igris. Zean menundukan kepalanya. Ia malu, karena wanita pujaannya kini melihat sisi lemahnya.
"Tidak apa-apa Zean, jika di hatimu ada sesuatu... aku siap mendengar nya."
"tuan putri bahkan mengetahui isi hatiku, hebat sekali." Jawab lirih Zean.
"duduklah yang tenang, aku akan mengobati lukamu,"
Zean perlahan duduk tegap dan memutar badannya. Di bawah pohon tumbang bekas pertarungan barusan, Igris merobek baju di punggung Zean. Di sentuhnya pelan bekas luka dari serangan ratu semut tadi. Luka memanjang akibat cakaran cahaya ungu tampak sangat mengerikan dan beracun. Dari ujung kukunya keluar cahaya keemasan yang dapat menyembuhkan luka besar itu. Secara ajaib, seketika sobekan daging yang penuh darah itu mengering, luka yang semula terkoyak tertutup rapat hingga tak meninggalkan bekas seperti semula. Mata Igris tiba-tiba, ia teringat kembali kejadian saat memeluk kepala ayahnya yang tak bernyawa di aula kerajaan dewa. Dalam hatinya sangat marah, dia tak ingin ada orang lain lagi yang terluka karena dirinya.
"maaf," ucap Igris lirih menahan tangis. Suaranya bergetar dan serak.
Zean tertunduk, senyum tipis lalu ia membalik belakang punggung nya lalu memeluk hangat dewi yang hendak menangis itu.
"dewiku, bukan hanya aku yang memiliki goresan di hati, ternyata kau juga punya sisi seperti ini." ucap Zean menenangkan.
"maaf, karena telah membawamu kedalam masalah yang tak perlu. Karena darah emasku, serangan ini terjadi, dan kau jadi seperti ini,"
"dewiku, sekalipun nyawaku harus melayang, aku rela asalkan kau tidak terluka,"
"apa aku benar-benar berarti untukmu?"
"Ya....sangat." Zean menjawab pelan dengan nada pasrah.
Igris menahan tangisnya. Ia tak ingin Zean melihat sisi lemahnya itu. Dia teringat akan peringatan Danji sewaktu di istana. Kini kata-kata itu benar-benar terjadi, seperti bom waktu yang menunggu meledak kapan saja.
"Zean, apa kau benar-benar suka padaku?" Igris tiba-tiba bertanya aneh. Dia keluar dari pelukan harimau itu.
"Kenapa bertanya begitu?"
"Kita mengikat kontrak darah bukan karena perasaan hati, melainkan keuntungan kedua kerajaan,"
"Ya.. awalnya memang begitu,"
"aku bahkan tak pernah bertanya, apa yang kau inginkan dari hubungan kontrak ini?"
"aku hanya ingin dirimu!" Tegas Zean singkat sedikit menggoda.
Igris tak memahami apa maksud ucapan Zean barusan, dalam pikiran Igris mungkin Zean hanya menginginkan tubuhnya. Karena jawaban Zean hanya sebatas itu yang dia rasakan. Igris penasaran kenapa sikap Zean selalu berubah. Kadang manja, penyayang, kadang juga nafsuan. Setelah luka-lukanya sembuh Zean kembali membantu para prajurit yang terluka dan menguburkan mereka yang gugur.
Beberapa jam kemudian.
Malam semakin larut, Igris keluar dari tendanya dan menatap langit malam yang pekat. Bulan tampak bulat dan indah di langit, di kelilingi awan hitam yang tipis dan bintang-bintang yang berjauhan tapi cukup terang. Terbesit kerinduan di hatinya, rindu yang amat dalam kepada kedua orangtuanya yang telah tiada. Igris menatap bintang yang berjejer rapi, seakan tampak wajah penuh kasih orangtuanya di sana. Ia mengepalkan tangan erat, tekadnya semakin kuat untuk membalas dendam.
"Ayah.. ibu ... aku pasti akan kembali ke alam dewa dan membalas dendam." ucapnya.
Tak lama kemudian Zean tiba-tiba datang dan langsung memeluk nya dari belakang. Keduanya menatap langit malam. Lalu Zean menarik tangan igris membawanya masuk ke hutan. Seolah telah mempersiapkan sesuatu, Zean ingin menunjukkan kesungguhan hatinya. Sesampainya di pinggiran hutan, Igris takjub. Di sana terdapat sebuah pemandangan yang indah, hamparan tanaman bunga liar berwarna hijau ke Kuningan mengelilingi sebuah batu besar. Keduanya lalu duduk di sana tanpa jarak.
"Zean, apa aku boleh bertanya?"
"tanyalah apapun itu, tuan putri ku,"
Igris spontan menyandarkan kepalanya di bahu bidang Zean, memeluk erat pinggang ramping itu. Zean sedikit kaget karena tak biasanya wanita itu berinisiatif mesra dengan sendirinya.
"Apa yang ada disini?" Tanya igris menekan tepat di dada Zean. "Setiap kali aku menyentuhmu, aku merasakan sesuatu yang teramat sedih di sini? lalu tatapan apa yang kau perlihatkan tadi saat aku membersihkan wajah mu?"
"tidak ada apa-apa,"
"jangan membohongiku Zean. Aku bisa merasakan adanya kebencian, kerinduan, dan rasa yang tak terungkapkan disini,"
"Apa aku bisa selamanya bersama mu?" Zean balik tanya.
"Jika kau tak memberi tahuku, maka aku akan kembali ke tenda," ancam Igris merajuk.
"Baiklah." Zean pasrah.
Zean lalu mengubah posisnya. Kepalanya kini berada di pangkuan Igris layaknya seorang anak kecil yang ingin di manja. Zean pun mulai menceritakan dirinya secara terbuka. Saat igris membersihkan luka nya tadi, ia tiba-tiba teringat dengan mendiang ibunya. Igris adalah wanita kedua yang pernah membelai hangat wajah pangeran harimau itu.
Ibu Zean adalah wanita biasa dari kerajaan Ornebic yang memiliki titisan darah dewa tanah. Di daratan Lumina, hanya sedikit wanita yang bisa memiliki kekuatan darah dewa. Karena itu setiap wanita bangsawan yang memiliki kekuatan mistis boleh mempunyai pasangan sebanyak apapun yang dia mau. Karena wanita yang memiliki kekuatan spiritual sangat langka. Wanita spesial itu akan di anggap sebagai berkah dan akan menjadi rebutan semua kerajaan. Mereka pasti menginginkan keturunan dari wanita tersebut. Namun sayang, ibu Zean terlahir sebagai rakyat biasa yang tak dapat menikmati keistimewaan memilih pasangan.
Karena kecantikannya, raja Ornebic menjadikannya sebagai selir, dari total delapan orang istri. Zean lahir di tengah kekacauan perang antara bangsa harimau putih dan suku bar-bar. Kelahiran Zean di anggap sebagai penyelamat bangsa Harimau kala itu. Di usianya yang ke tujuh tahun, Zean mampu membangkitkan darah harimau dan dewa tanah miliknya. Di usia yang terbilang sangat muda, Zean mampu menumbuhkan pohon berukuran sedang dari dalam tanah. Cakar harimau nya sangat tajam. Namun dia masih belum mampu berubah wujud sempurna seekor harimau. Di tambah lagi, Zean memiliki kekuatan mistis dari kristal jiwa yang di dapatnya saat sedang latihan di hutan. Mungkin pada saat itulah Igris terjatuh dan kristaljiwanya berhamburan.
Di saat usianya menginjak remaja, posisi Zean meningkat menjadi putra sah keempat raja Ornebic. Jasa militer nya melawan suku bar-bar cukup gemilang hingga membuatnya naik ke peringkat putra sah.
Kecemburuan para istri raja pun di mulai saat itu. Masing-masing istri raja merasa posisi anak mereka akan bergeser dan terancam karena kehadiran Zean. Berbagai konspirasi licik terus datang silih berganti. Desakan agar Zean segera menguasai wujud harimau semakin menjadi tekanan batin di dalam kerajaan. Raja Ornebic terpaksa menuruti kemauan dewan istana demi meredam tekanan berbagai pihak.
Suatu hari Zean di beri ujian untuk mengalirkan kekuatan tanahnya ke arah pohon suci. Dewan istana mendesak agar kekuatan besar itu lebih berguna untuk kepentingan rakyat Ornebic. Zean mencoba berkali-kali untuk membangkitkan kembali kekuatan pohon suci, agar kerajaan mereka bisa lepas dari kekeringan. Ketidak mampuannya pada saat itu memicu konflik berbagai kalangan. Hingga membuat dia dan ibunya di kurung bertahun-tahun di dalam penjara bawah tanah yang tak terpapar matahari.
Hingga suatu hari pasukan hantu bermata satu datang menyerbu kerajaan Ornebic untuk mengambil pusaka kerajaan. Zean di jadikan tameng garis depan, kekuatan yang baru setengah di kuasai nya membuat kekalahan telak pada bangsa harimau putih saat itu. Pohon suci peninggalan dewa tanah tak mampu mengeluarkan mata air lagi akibat kekacauan yang terjadi.
Akibatnya rakyat Ornebic tak bisa bertahan. Semakin banyak angka kematian tiap harinya. Tanah Ornebic yang sedari dulu tandus akibat perang tiga alam, kini tambah parah akibat pertempuran besar suku hantu bermata satu. Konspirasi licik istri raja pun menyebabkan Zean di kurung dan di siksa habis-habisan. Karena di anggap sebagai kesialan bagi kerajaan. Tak mampu menahan tuduhan dan hinaan yang terus berlanjut, ibunya Zean memilih mengakhiri hidup dengan menusuk jantung nya sendiri. Dia mati mengenaskan di dalam penjara gelap itu tanpa ada satu orang pun yang tahu.
Zean mengetahui kematian ibunya setelah tiga hari lamanya. Saat itu tercium bau menyengat dari mayat yang perlahan membusuk. Kematian ibunya membuat Zean begitu terpuruk. Rasa dendam akan perilaku kerajaan yang abai membuatnya berkali-kali ingin mati. Berulang kali dia menusuk jantung nya, tapi lagi-lagi kristal jiwa itu menyelamatkan nyawanya. Hingga akhirnya dia putus asa, namun dendam ibunya membuatnya bangkit kembali. Bahkan raja Ornebic membiarkan putranya di siksa selama bertahun-tahun dan hanya diam tak melawan tekanan dari dewan istana.
Ketika surat undangan dari raja Hermes datang beberapa bulan yang lalu, raja Ornebic kembali menaruh harapan besar padanya. Zean di keluarkan dari penjara dan di perintahkan agar bisa menarik hati putri mahkota. Sebagai pertukaran pengguna kristal jiwa yang di anggap tak berguna oleh kerabatnya sendiri, Zean harus memikul tanggung jawab agar permintaan Ornebic terpenuhi. Maka dari itu, Zean tak membantah jika harus di ikat kontrak oleh Igris. Baginya, dia lebih senang di jadikan senjata oleh wanita itu dan hidup bebas, ketimbang harus mendapat perlakuan buruk dari kerajaan nya sendiri.
"Setelah mendengar cerita ini, apa kau benar-benar ingin menyelamatkan kerajaan Ornebic dari kehancuran?"