Di sekolah, semua orang mengenal keano sebagai “Ice Prince”—cowok paling dingin, pendiam, dan hampir tidak pernah tersenyum. Tidak ada yang berani mendekatinya… kecuali naura, cewek ekspresif yang terlalu ceria untuk cowok sedingin dia.
Awalnya hanya sekadar penasaran, tapi semakin naura mencoba mendekati keano, semakin ia sadar bahwa cowok itu menyimpan banyak rahasia di balik sikap dinginnya. Meski keano selalu bersikap cuek dan berusaha menjauh, naura justru tidak pernah menyerah mengejarnya.
Di antara kejadian konyol, momen manis, dan rahasia yang perlahan terungkap, satu pertanyaan mulai muncul di hati naura:
apakah mungkin seorang “Ice Prince” akhirnya akan mencair… atau justru dia yang akan terluka karena terlalu keras mengejar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilikematchaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 16
hari ini di SMA AKSARA sedang mengadakan acara, &suasana sekolah pun menjadi berubah total.
Spanduk warna-warni terpasang di sepanjang koridor, suara musik terdengar dari lapangan, dan siswa-siswi sibuk mempersiapkan berbagai stand acara.
hari yang ditunggu akhirnya tiba yaitu acara sekolah.
naura berjalan masuk bersama viona dengan mata berbinar.
“rame banget sialan !” ucap naura kagum namun juga agak kesal karna ia tidak terlalu suka keramaian.
“Iya, ini event terbesar sekolah tiap tahun" ucap viona menjelaskan kepada naura.
naura memperhatikan sekitar. banyak siswa memakai outfit yang lebih santai, beberapa stand makanan sudah ramai, dan panggung utama terlihat megah.
Namun di tengah semua itu…
Tatapan naura tetap mencari satu orang.
Kean.
“lo nyari dia lagi, ya?” goda viona
naura tersenyum kecil.
“Refleks.”
viona tertawa pelan.
“Yaudah, kita keliling dulu aja, siapa tau ketemu si ice prince lo itu" ucap viona.
Mereka berjalan dari satu stand ke stand lain. naura terlihat menikmati suasana, tertawa, dan mencoba beberapa makanan.
namun tiba-tiba—
“naura"
Suara itu membuat naura berhenti. Ia menoleh.
yang memanggilnya ternyata adalah darren.
Ketua OSIS itu berdiri di depannya dengan pakaian yang lebih formal dari yang lain. Namanya terpasang di ID card sebagai panitia inti.
“gue cari lo dari tadi,” ucap Darren.
naura sedikit terkejut.
“Cari gue?”
viona langsung melirik naura dengan ekspresi wah.
“Iya,” jawab darren tenang.
" ngapain cari gue ? " tanya naura dia kebingungan dengan darren yang mencarinya.
“lo lagi kosong?”tanya darren
naura mengangguk pelan.
“Kenapa?” jawab naura seadanya.
Darren tersenyum tipis.
“gue butuh bantuan di stand registrasi.”
viona langsung menyenggol pelan.
“Kesempatan, naura…” bisiknya
naura menahan senyum.
“ iya " ucap naura.
" tapi lo gk papa gue dadakan nyuruh lo nya? " tanya darren memastikan.
Naura menganggukkan kepalanya.
" gk papa " tapi gue jaganya sama viona" tawar naura.
Darren mengangguk.
" boleh aja "
" thanks yaaaa !" ucapnya lagi.
naura & viona lalu mengikuti darren menuju stand registrasi. Beberapa siswa langsung memperhatikan saat mereka berjalan bersama.
Di sisi lain…
Dari kejauhan, seseorang melihat mereka.
Kean.
Tatapannya langsung berubah saat melihat naura berjalan bertiga bersama darren. Sebenarnya ia biasa saja, namun seperti ada dorongan didalam hatinya & ia tidak mengerti perasaan itu.
Tangannya mengepal pelan.
Di stand registrasi, darren mulai menjelaskan.
“ tugas lo berdua cuma bantu mencatat nama peserta yang datang.” jelas darren.
naura mengangguk.
“Oke.” mereka bekerja bersama. Suasana cukup sibuk, tapi darren sesekali melirik naura.
“ thanks ya naura, viona " ucap Darren.
naura tersenyum kecil.
“ sama sama ka, kita juga bete gaada kegiatan apa apa" kali ini yang menjawab bukan naura, melainkan viona.
darren menatapnya beberapa detik, lalu tersenyum.
“lo berbeda dari yang lain, naura" ucap darren.
naura sedikit terdiam.
“Maksudnya?”
darren tidak langsung menjawab.ia langsung beranjak dari duduknya & ingin pergi dari hadapan viona & naura. Namun belum sempat ia pergi
Seseorang tiba-tiba berdiri di depan meja.
kean.
Suasana langsung terasa berubah.
naura sedikit terkejut.
“kean? Ada apa ganteng?" ucap naura, viona & darren kaget sekaget kagetnya. mereka heran kenapa naura begitu terang terangan mengatakan itu kepada keano.
Namun ekspresi kean tetap saja dingin & tidak berubah sama sekali.
kean menatap darren, lalu beralih ke naura.
“lo sibuk?”
nada suaranya datar, tapi terasa berbeda.
naura mengangguk.
“ Lagi bantu darren " ucap naura.
naura terdiam sebentar. Lalu ia berkata singkat—
“ kalo udah selesai… ikut gue.” ucap kean.
naura mengangkat alis.
“Ke mana?” tanya naura bingung.
kean tidak menjawab.
Ia hanya menatap darren sebentar, lalu berbalik pergi. suasana menjadi canggung.
darren menghela napas pelan.
“Dia selalu kaya gitu" ucap darren.
naura menatap punggung kean yang menjauh. Jantungnya berdebar secara tiba-tiba.
viona yang sedari tadi menyimak ketiga orang itu langsung muncul di samping naura.
“Gila… ini makin panas.” ucap viona.
naura tersenyum kecil.
acara sekolah yang harusnya santai…
Justru mulai terasa seperti medan perang perasaan.
Suasana stand registrasi kembali ramai. naura masih berdiri di samping darren, membantu mencatat nama peserta satu per satu.
Namun pikirannya tidak sepenuhnya di situ.
Tatapannya sesekali melirik ke arah tempat kean tadi berdiri.
Kosong.
naura menggigit bibir pelan.
Dia kenapa sih…
darren yang berdiri di sampingnya memperhatikan.
“lo fokusnya ke mana?” tanyanya tenang.
naura tersadar lalu tersenyum kecil.
“sorry… lanjut.” ucap naura memastikan bahwa dirinya baik baik saja.
Beberapa menit berlalu.
Tiba-tiba viona datang entah darimana dengan ekspresi penuh arti.
“eh raaa !…” bisiknya. “Dia di sana.”
naura langsung menoleh.
Di kejauhan, kean berdiri di dekat stand minuman. Tangannya dimasukkan ke saku, wajahnya tetap datar… tapi matanya jelas mengarah ke arah naura.
Mengawasi.
naura terdiam beberapa detik.
Lalu perlahan… senyum kecil muncul di wajahnya.
“Oh…” gumamnya pelan.
darren yang menyadari arah pandang naura ikut menoleh.
“kean?” ucapnya singkat.
naura tidak menjawab.
Namun kali ini…
ia justru sengaja mendekat sedikit ke arah darren.
“Darren,” panggil naura.
“Iya?”
“Ini tulisannya sudah benar belum?” naura mendekat sambil menunjukkan buku catatan. Jarak mereka jadi lebih dekat.
darren menunduk sedikit untuk melihat.
“ bener kok...." ucap darren.
Namun dari kejauhan…
Tatapan kean langsung berubah. tangannya mengepal pelan.
naura melirik sekilas ke arah kean. dan tanpa sadar… ia tersenyum tipis.
viona yang melihat itu langsung berbisik.
“ gue tau lo sengaja sialan !" ucapnya sambil tertawa pelan.
naura hanya menjawab pelan,
“Sedikit. Lagian gue masih kesel sama kean " ucap naura.
Beberapa saat kemudian, darren kembali berbicara.
“lo capek?”
naura menggeleng.
“Enggak. Seru kok.”
Darren tersenyum tipis.
“Bagus. Tapi kalo lo capek ngomong aja sama gue biar gue sama temen lo aja yg jaga " ucap darren.
Namun sebelum suasana menjadi terlalu tenang…
Langkah kaki terdengar mendekat.
kean mendekat lagi.
Ia berhenti tepat di depan mereka.
“ raa! "
naura menoleh santai.
“Iya? Ada apa kean?" ucapnya sambil tersenyum semanis mungkin dihadapan kean.
kean menatapnya beberapa detik.
“lo lama.” ucapnya. namun nada suaranya masih datar.
Tapi jelas ada sesuatu di baliknya.
naura mengangkat alis.
“gue lagi bantu.”
darren ikut berbicara.
“Dia lagi kerja, broooo! " ucap darren.
kean menatap darren dingin.
“ lo gausa ikut campur "
Suasana langsung tegang. Namun kali ini…
naura tidak mundur. Ia justru berkata santai—
“ kalo lo mau nunggu, lo bisa nunggu nanti pas pulang sekolah.”
kean terdiam. & tatapannya beralih ke naura.
Beberapa detik hening.
Lalu ia berkata pelan—
“ gue gasuka !"
naura sedikit terkejut.
“ gk suka apa?” tanya naura memastikan.
kean menatap darren sekilas, lalu kembali ke naura.
“ disini panas banget gue gasuka " ucap kean
Viona yang mendengar itu langsung paham apa maksud dari kean. Namun ia hanya tertawa kecil saja, karna menurutnya kean lucu saat cemburu namun gengsi kepada sahabatnya itu.
naura hanya tertawa kecil saja melihat jawaban dari kean.
Namun bukannya mundur..... Ia justru meledek kean.
“Kenapa?” tanyanya pelan.
kean tidak menjawab.
Tapi tatapannya sudah cukup jelas.
naura melangkah sedikit lebih dekat ke darren… hanya beberapa senti.
Sengaja.
" gue cuma kerja aja kean, lo gausah cemburu" ucap naura santai.
darren memperhatikan interaksi itu dengan tenang, seolah memahami situasinya.
Sementara kean…
Untuk pertama kalinya, ekspresinya benar-benar berubah. Bukan dingin lagi, tapi… cemburu.
Ia menghela napas pelan.
“ kalo selesai cari gue !" final kean.
Setelah itu, kean berbalik dan pergi. Langkahnya sedikit lebih cepat dari biasanya.
viona langsung menatap naura tidak percaya.
“ eh nyet.... Lo barusan manas manasin dia?" tanya viona.
naura menatap punggung kean yang menjauh.
" gue gk yakin dia cemburu sama gue. Lagian emangnya kean suka sama gue? " ucapnya dengan nada rendah.
viona menggeleng sambil tertawa kecil.
“kalo seandainya dia suka sama lo gimana? " tanya viona.
" gk mungkin "
naura menatap ke arah kean sekali lagi.
Jantungnya masih berdebar.
Untuk pertama kalinya…
Ia melihat sisi kean yang berbeda.
Dan entah kenapa…
Ia menyukainya.