Aluna Wistania gadis yang berumur 16 tahun jatuh dari atap gedung sekolah akibat temanmya Tasya Putri. Aluna tidak mati melainkan jiwa Aluna pindah kedalam tubuh seorang wanita yang bernama Xing Xing Calistia Hutomo.
Jiwa gadis 16 tahun pindah kedalam tubuh wanita cantik yang berusia 25 tahun dan putri bungsu dari keluarga Hutomo. Aluna tidak tau kalau tubuh yang ditempatinya itu memiliki tunangan.
__
"Xing Xing aku mohon bicaralah, katakan sesuatu. Kamu boleh memukulku, Aku tidak mau kamu seperti ini. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini." Dylen mencengkram bahu Xing Xing, bingung dengan gadis didepannya itu.
"Biarkan aku pergi dari tempat terkutuk ini. Kita hanya partiner, jadi biarkan aku pergi." Lirih Xing Xing, tatapan matanya kosong.
"Aku akan melakukan apapun kecuali hal itu. Xing Xing apa kamu tidak lelah terus mendiamkan aku terus seperti ini." Kata Dylen lembut, menatap maniak mata hazel Xing Xing.
..
___
Bagaimana Xing Xing akan menghadapi masalah besar yang akan menimpanya..
ikuti terus..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
"Momy... Aku pergi keluar dulu." Panggil Xing Xing, menyusuri dapur mencari Calistia.
Xing Xing tidak menemukan Calistia, menitipkan pesan ke Omanya jika kalau Calistia ada mencarinya.
"Oma Momy ada dimana?" Tanya Xing Xing, matanya menyusuri ruangan.
"Momymu pergi keluar sama Dady." Jawab Oma, minum teh.
"Em.. Kalau Momy cari aku bilang ke Momy aku pergi keluar yah Oma." Kata Xing Xing berlari keluar, melambaikan tangannya.
Di Kafe
Xing Xing memasuki kafe, mencari keberadaan Dylen. Xing Xing melihat Dylen duduk di ujung kafe.
"Apa maumu?" Tanya Xing Xing dengan nada cuek, mendaratkan tubuhnya dikursi.
"Ini." Kata Dylen, mengeluarkan surat lalu mendorongnya sedikit hingga mengenai tangan Xing Xing.
"Apa ini?" Tanya Xing Xing, menjauhkan sedikit kertas itu.
"Baca." Kata Dylen, meminum kopinya lagi.
Xing Xing membuka surat itu dan surat itu adalah surat kontrak yang berisi.
Nama : Dylen Ray Glasska
Umur : 27 tahun
Pihak pertama
Nama : Xing Xing Calistia Hutomo
Umur : 25 tahun
Pihak kedua
• Pihak kedua harus menaati semua perintah pihak pertama, dan pihak kedua tidak boleh mencampuri urusan pihak pertama.
• Pihak kedua tidak boleh memiliki pacar atau memiliki teman Laki-laki dan tidak bermesraan dengan Laki-laki lain.
• Pihak kedua harus bersandiwara sebagai kekasih pihak pertama dan menolong pihak pertama jika pihak pertama ada masalah.
• Kontrak pacaran ini berlaku selama 4 bulan. Pihak pertama dan kedua harus menaati aturan yang ada.
• Jika pihak kedua melanggar maka harus membayar kompensasinya ( Kompensasi ditentukan oleh pihak pertama).
Xing Xing membelakan matanya tidak percaya, "Apa maksudnya ini." Pekik Xing Xing, tidak terima.
"Apa kamu tidak bisa baca?" Tanya Dylen, menaruh gelasnya.
"Apa maksudnya surat kontrak pacaran?" Tanya Xing Xing, menatap Dylen tajam.
"Akukan sudah membantumu." Jawab Dylen enteng.
Xing Xing menggigit bibir bawahnya, dirinya benar kesal sekaligus marah. Xing Xing menggebrek meja, tidak memperdulikan tatapan orang.
"Aku sudah melunasinya." Jawab Xing Xing menaikkan suaranya, saat ini dirinya tengah berdiri.
"Aku bilang yang tadi pagi, lagian kontrak ini tidak merugikan dirimu." Jawab Dylen makin enteng, melipat tangannya diatas dada.
"Aku tidak peduli." Jawab Xing Xing meninggalkan meja.
"Berani jalan satu langkah lagi jangan salahkan aku menghancurkan toko bungamu." Ancam Dylen penuh tekanan.
Xing Xing tidak menggubrish perkataan Dylen, melanjutkan langkahnya. Dylen makin kesal dengan Xing Xing, auranya mulai makin dingin.
"Aku akan menghancurkan perusahaan Dadymu dan meratakannya dengan tanah. Tidak butuh waktu yang lama hanya tinggal menelepon saja." Ancam Dylen lagi dengan muka datar dan dingin.
Mendengar apa yang Dylen katakan Xing Xing menghentikan langkahnya, "Aku tidak bisa membiarkan perusahaan Dady hancur. Kalau toko bunga itu tidak masalah aku saja tidak tau dimana letaknya." Pikir Xing Xing, menggigit bibir bawahnya.
Xing Xing membalikkan badannya dan duduk kembali dikursinya, menatap Dylen tajam. Dylen tersenyum, rencananya berhasil, bahkan perempuan didepannya ini duduk kembali ditempatnya.
"Apa maumu?" Tanya Xing Xing dengan nada dinginnya.
Xing Xing ingin sekali melempar gelas yang ada didepanya ke muka Dylen yang datar itu. Dylen mengira kalau Xing Xing bakal berbicara lemah lembut, memohon padanya dan apa bahkan cara bicaranya makin tidak enak didengar.
"Tanda tangan." Kata Dylen, memberikan pulpen untuk Xing Xing tanda tangani.
"Siapa yang mau tanda tangan kertas gila ini. Disini yang rugi itu aku bahkan aku rugi besar." Kata Xing Xing tidak terima.
"Terus apa maumu." Kata Dylen sedikit menaikkan sebelah alis matanya.
"Akan aku tanda tangani dengan satu syarat." Kata Xing Xing, mengangkat satu jarinya.
"Aku gak mau rugi besar, tapi kalau perusahaan Dady yang dihancuri maka kami semua bakal menderita apalagi pekerja yang disana." Pikir Xing Xing, menganggukkan kepalanya.
"Apa syaratnya?" Tanya Dylen.
Coba baca novelku, judulnya 'Secret Marriage'. Tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. baca sinopsisnya dulu, siapa tahu suka. klik profilku buat baca...