Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
. Bab 16 Penjara Hati Sang Ceo
Selesai makam, mereka semua langsung berkumpul diruang tamu sambil menonton Televisi bersama dan juga membahas tentang kelanjutan hubungan Kevin dan Nayla.
Sayup-sayup suara tawa menghiasi suasana di kediaman Kevin, semua orang nampak bahagia dan ceria, seakan tanpa beban, hangat rasanya jika dihadapkan dengan situasi keluarga yang sangat menyayangi anggotanya tanpa niat merendahkan sama sekali, dan seperti itulah gambaran keluarga Kevin.
Mereka semua selalu menghargai keluarganya sendiri maupun orang lain, tanpa membeda-bedakan sama sekali, karena bagi mereka bukan status, harta, dan tahta dari sumber kunci kebahagiaan, tapi cukup dengan saling menghormati serta kasih sayang yang berlimpah ruah, maka itu adalah balasan mutlak kebahagiaan yang sederhana namun indah dan sangat hangat.
Bagas duduk dengan santai sambil terus mengobrol dengan kevin. Sedangkan Nayla masih sibuk di dapur karena membantu Bu Linda dan Bi Marni beres-beres. Setelah selesai barulah mereka berdua langsung menunju ke ruang tamu dan bergabung dengan Bagas serta Kevin.
“Jadi apakah papah menyetujui pernikahan ini.” Tanya kevin.
“Papah sangat setuju dan merestui hubungan kalian, menurut papah Nayla itu wanita baik-baik dan tidak materialistis.” Ucap Bagas.
“Betul, mas aku juga setuju dan merestui hubungan Kevin, karena Nayla anaknya baik dan mamah suka benget sama dia.” Sambung Linda yang baru saja bergabung.
Nayla yang mendengar langsung ucapan kedua orang tua Kevin yang merestui hubungan nya tersenyum kikuk, ada rasa senang dan sedih yang ia rasakan kini, mengingat hubungan yang ia jalani dengan Kevin hanya sebatas Kesepakatan bukan murni sebuah ikatan hubungan.
Kevin langsung berdiri dan memeluk tubuh Nayla dari samping, ia menggiring Nayla agar duduk di sofa bersama keluarganya.
“La, dengar kan apa kata calon mertua kamu, mereka merestui hubungan kita, jadi kamu gak boleh canggung lagi yah, anggap aku dan orang tuaku keluarga kamu juga.” Ucap Kevin.
“I-iya Vin, Tante dan om, makasih juga ya karena sudah menerima dan merestui hubungan Nayla sama kevin.” Tukas Nayla.
“Santai aja La, lagian harusnya om yang berterimakasih sama kamu, karena mau aja jadi pasangan Kevin, anak om yang paling nakal.” Celetuk Dimas bercanda.
“Nakal?, kan mas yang ngajarin jadi sifat kevin itu turunan mas dong.” Sambung Linda.
“Iya mah.” Ucap Bagas membenarkan.
“Hemp!!, Kevin tersinggung nih kok papah bilang gitu sih, nanti calon istri aku ilfil loh.” Tukas Kevin datar.
Linda langsung berdiri dan menghampiri kevin, lalu ia juga menjewer telinganya, karena tingkah Kevin yang menurutnya sangat ke kanak-kanakan.
“Mamah juga ilfil kalau kamu kaya gini.” Ucap Linda masih dengan menjewer telinga anaknya.
“Ampun mah.. ampun, Kevin kan cuman bercanda abisnya papah ngatain Kevin 'nakal' sih, padahal Kevin kaya gitu karena papah juga yang ngajarin.” Ucap kevin memelas.
“Lihat nih La, calon suami sama mertua kamu ini tingkah nya memang rada ngeselin, suka gak ingat umur, udah tua tapi masih aja kaya anak-anak, 'nakal emang'.” Tukas Linda jelas.
“Ikh mamah, kok bawa papah sih, entar kalau gak papah jahiliah, mamah nangis loh.” Goda Bagas pada istrinya.
“Nangis lagi mas, kalau gak mamah kasih jatah.” Ucap Linda jumawa.
“Jangan dong mah, entar gimana nasib adik papah.” Lirih Bagas.
“Sadar.. sadar,, udah tua juga masih aja garap ladang.” Sindir Kevin.
“Biar tua, tapi semangat tetap kaya abg.” Sahut Bagas tak mau kalah.
“Ah,, mas diam, malu nih di dengar sama calon mantu.” Ucap Linda cengengesan.
“Gak papa kok, Om Tante, Nayla biasa aja ngelihatnya, malahan Nayla senang sama keharmonisan kalian, berbanding terbalik sama keluarga Nayla yang entah di mana.” Tukas Nayla sedih.
“Ada aku la, jadi kamu gak sendirian.” Sahut Kevin.
“Iya sayang, jangan sedih dong kan masih ada Kevin, Tante dan om, anggap aja kami ini keluarga kamu.” Sambung Linda.
“Hmm huh, iya makasih sekali lagi yah, karena kalian, akhirnya Nayla bisa kembali ngerasain yang namanya sebuah keluarga.
“Kamu jangan sedih lagi ya, kan bentar lagi jadi pengantin, udah gak sabar lagi mamah mau gendong cucu.” Ucap Linda.
“Mamah aja gak sabar apalagi papah.” Sambung Bagas.
“Proses dulu mah, pah.” Sambung Kevin.
“Makanya kalian cepet nikah terus ngadon biar jadi.” Tukas Linda jumawa.
“Betul.” Sahut Bagas.
Obrolan mereka terus berlanjut yang lebih dominan di isi dengan obrolan Kevin dan kedua orang tuanya sedangkan Nayla hanya pendengar setia yang sesekali hanya menjawab 'ya' kalau disinggung dan ditanyai perihal hubungan nya dengan Kevin, hingga akhirnya suasana kediaman ini kembali sunyi karena penghuni yang sudah terlelap tidur.
Bersambung.....
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax