NovelToon NovelToon
Seikhlas Cinta Afifa

Seikhlas Cinta Afifa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rahma khusnul

Sesungguhnya mencintai seseorang dengan setulus hati itu sangatlah sederhana, tak ada alasan, tak ada tuntutan, juga tak berharap balasan, cukup melihatnya tersenyum bahagia maka hatimu akan merasa bahagia.
Seseorang yang memiliki ketulusan dalam cintanya akan terus berusaha agar orang yang di cintainya merasa bahagia, meskipun terkadang tanpa sadar telah menyakiti dirinya sendiri.
Seperti dalam kisah ini.
Seorang gadis yang setia menunggu cinta pertamanya yang hampir 3 tahun tak ada berita, tiba tiba saja di lamar oleh seorang pria yang sudah dia anggap seperti kakaknya di masa lalu. kebimbangan menimpanya,sampai akhirnya mereka menikah atas permintaan orangtuanya, perlahan diapun mulai menyukai suaminya.
Namun entah apa yang terjadi, setelah hampir satu tahun berumah tangga, suaminya merasa dirinya tak mampu membahagiakan istri yang sangat ia cintai, dia pun berusaha untuk mempersatukan kembali istrinya dengan cinta pertamanya. Apa yang terjadi?...
yuk readers ikuti kisah serunya 😉

❤❤❤

happy reading.... 😊🤗👏
=====================================

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma khusnul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kembali kuliah

Satu minggu berlalu sejak pernikahan mereka.

Namun setiap malam selalu sama. Hening. Dingin.

Tidak ada perkembangan… seolah jarak tak kasat mata tetap membentang di antara mereka.

Senin pagi

Seperti biasa, Afifa sudah sibuk di dapur sejak Subuh. Aroma tumisan bawang dan telur memenuhi rumah. Di meja makan, dua piring nasi goreng sudah tertata rapi, lengkap dengan teh hangat di cangkir bening.

Tak lama, Fauzi keluar dari kamar, sudah rapi dengan pakaian kerjanya.

“Sarapan dulu, Kak…” Afifa menyambutnya dengan senyum tipis, menahan rasa canggung yang selalu hadir setiap pagi.

“Iya,” jawab Fauzi singkat, lalu duduk berhadapan dengan istrinya.

Mereka mulai makan dalam diam. Hanya denting sendok dan aroma nasi yang mengisi ruangan. Hingga Afifa memberanikan diri memecah hening.

“Kak… hari ini Fifa mulai masuk kuliah,” ucapnya pelan.

Fauzi menghentikan gerakan sendoknya. “Mau diantar?”

Afifa buru-buru menggeleng. “Oh, nggak usah, Kak. Fifa bisa naik kendaraan umum saja.”

“Kamu kan belum tahu jalan ke kampus dari sini,” jawab Fauzi datar.

Afifa terdiam. Benar juga. Seminggu ini, ia lebih banyak di rumah dan belum tahu arah jalan.

“A… iya sih,” gumamnya, menunduk malu.

“Aku antar. Sekalian mau tanya soal biaya kuliahmu,” ucap Fauzi tenang.

Ucapan itu membuat Afifa tercekat. Dadanya mendadak sesak memikirkan masalah yang selalu ia sembunyikan rapat-rapat: biaya kuliah yang masih menumpuk.

“Tapi, Kak… biaya kuliah aku… masih banyak yang belum terbayar,” ujarnya lirih, kepala tertunduk.

Fauzi meletakkan sendoknya, menatap istrinya dalam-dalam. “Kamu sudah jadi istriku, Dek. Tanggung jawabmu sekarang ada padaku.”

Hati Afifa bergetar. Ia hanya bisa mengangguk pelan, tak sanggup berkata apa-apa.

Selesai sarapan, Fauzi bergegas ke toko. Afifa pun masuk ke kamar untuk bersiap.

Di depan cermin, ia berhenti sejenak. Tatapan matanya terpaku pada bayangan dirinya sendiri.

“Apakah aku… tidak menarik di matanya?” bisiknya lirih.

Kepercayaan dirinya tiba-tiba menguap.

Ia mendekat ke cermin, meraba pipinya, menelusuri garis hidung, bibir, hingga matanya.

Sudah seminggu… tapi dia tidak pernah…

Dadanya terasa sesak.

“Apa wajahku kusam? Atau aku kurang cantik? Atau… dia tidak menginginkanku?" gumamnya, menahan air mata yang mulai menggenang.

"Aku sadar, aku bukanlah apa-apa di matanya. Kak Aji begitu sempurna, sedangkan aku... ”

"Tapi sekarang, aku istrinya, apa dia menyesal menikahiku?" Afifa menekan dadanya yang terasa sesak. Air mata yang sudah menggenang pun jatuh. Dia segera menepisnya, mengusap perlahan dan menepuk-nepuk kedua pipinya.

Sejurus kemudian, ia menghela napas panjang, mencoba menguatkan diri.

“Astaghfirullah… kenapa aku tidak mensyukuri apa yang Allah beri…” ucapnya, menepuk pipinya pelan.

Ia berdiri tegap, berusaha mengusir rasa minder yang menggerogoti perasaannya. Dia tidak boleh cengeng, sebentar lagi dia akan pergi ke kampus, apalagi suaminya sudah mengatakan akan membayar biaya kuliahnya, bukan kah dia sangat baik? Pantaskah aku menuntut lebih? Tapi ... Apa hubungan seperti ini normal? Ah! tidak! Mungkin akunya saja yang kurang keras berusaha menyenangkan hatinya.

“Mungkin aku cuma perlu merawat diri… salon, ya… aku harus ke salon.” Sebuah senyum tipis terbit di wajahnya.

Dengan semangat baru, Afifa keluar kamar sambil membawa tas kesayangannya. Ia mengunci pintu rumah, lalu berjalan ke toko untuk menemui suaminya.

“Kak… Afifa sudah siap,” katanya, mencoba terdengar ceria.

“Oh, sudah ya? Ayo berangkat,” jawab Fauzi, sambil memberikan instruksi terakhir pada karyawan tokonya.

Tak lama, mereka sudah berada di dalam mobil yang melaju menuju kampus. Hening sejenak, hanya suara mesin yang terdengar.

Sampai Afifa memberanikan diri membuka suara.

“Kak… apa boleh kalau Afifa ke salon?” tanyanya hati-hati.

Fauzi melirik sekilas, tanpa menjawab.

Afifa buru-buru menambahkan, “Ini salon khusus akhwat kok, Kak. Tertutup, nggak ada pelanggan laki-laki. Pegawainya juga semua perempuan berhijab…” nada suaranya penuh penjelasan, berharap suaminya mengizinkan.

“Kapan?” tanya Fauzi singkat.

“Nanti sore, sepulang kuliah. Sama Sofi dan Sari, teman Afifa,” jawabnya cepat, takut Fauzi berubah pikiran.

“Pergilah,” jawab Fauzi tenang.

Afifa tersenyum lega. “Makasih ya, Kak…” ucapnya tulus.

Sekitar satu jam kemudian, mereka tiba di kampus.

Afifa turun, lalu mengajak suaminya ke ruang Tata Usaha. Petugas mencetak rincian biaya kuliahnya, lalu menyerahkan selembar kertas ke Afifa.

Dengan ragu, ia menyerahkan kertas itu ke Fauzi.

“Kak… ini rinciannya…” suaranya hampir tak terdengar.

Fauzi menatap angka-angka di kertas itu. Tanpa banyak kata, ia mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya, lalu membayar lunas biaya kuliah Afifa—bahkan sampai lulus.

Afifa tertegun. Tangannya refleks menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca.

“K… Kak… ini… sampai lunas?” suaranya bergetar, tak percaya.

Fauzi hanya mengangguk pelan. “Belajarlah yang baik, Fifa. Aku ingin kamu bisa menyelesaikan kuliahmu tanpa terbebani pikiran biaya.”

Air mata Afifa menetes. Ia menunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya yang basah.

Dalam hati, ia berbisik lirih.

Ya Allah… terima kasih Engkau kirimkan aku lelaki sebaik ini. Hanya saja… kapan jarak ini akan hilang, Ya Rabb…?

Bersambung ❤️

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

1
Rahma Husnul
Luar biasa
ZystaNurrahmi
jangan lupa mampir ya kak di karya aku "SUDAHI ATAU NIKAHI" minta dukungan dan masukannya ya kak, 🙏❤️
ZystaNurrahmi
jangan lupa mampir ya kak di karya aku "SUDAHI ATAU NIKAHI" minta dukungan dan masukannya ya kak, 🙏
Maryana Fiqa
terimakasih banyak Thor bagus banget ceritanya 👍👍👍
Maryana Fiqa
😭😭😭😭
Maryana Fiqa
visualnya cocok bagus semua 👍👍
Fitri cakradonya ishak
tp tetep aja. takut wulan jadi duri d antara hubungan fifa ma aji
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Terima kasih kak Rahma
InsyaAllah dibaca SCA 2 nya, semakin menarik sepertinya dan bikin penasaran dengan kisah Fauzi dan Afifa, Farid dan Wulan bagaimana ya 🤔🤔🤔
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
sangat menarik cerita SCA ini, banyak pelajaran yang dapat kita ambil, sabar, ikhlas dan selalu bersyukur dengan apa yg kita punya.
Semangat kak Rahma dan teruslah berkarya
👍👍👍🤗🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Wah hamil barengan nich Afifa dan Sofi
😊😊😊
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
wah cetak adonan donat terus nich
🤣🤣🤣
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Selamat ulang tahun kak Rahma, udah telat ya hehehehe 13 April 😊😊
Doa terbaik buat kak Rahma dan keluarga, sehat sehat dan sukses selalu 🤗🤗
Rahma Husnul: terimakasih sayang. sebentar lagi saya ulang tahun lagi 🤭
total 1 replies
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
lega rasanya mendengar semua penjelasan Wulan 🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
huuuffttt 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
kasihan Afifa 🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga Afifa bisa dan kuat menjalaninya walaupun itu sangat berat 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Semoga ada jalan terbaik untuk semuanya
🤗🤗🤗
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Bagai disambar petir disiang bolong saat baca part ini 🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Pasti berat sekali Afifa menjalani ini semua
🤧🤧🤧
☠🦃⃝⃡ℱTyaSetya✏️𝕵𝖕𝖌🌈༂နզ
Apakah Talita anaknya Fauzi dengan Wulan
🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!