NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:100k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Cemburu?

Di tengah jalan panggilan Axel masuk. Segera Ezra jawab. Wajah seriusnya terlihat amat jelas.

"Iya, Kak. Aku ke sana."

Investor besar AXE company datang secara mendadak. Sidak perusahaan cabang yang ada di sana tanpa pemberitahuan dulu sebelumnya. Axel meminta kepada Ezra untuk menemaninya menemui investor besar tersebut.

Suatu kehormatan untuk Ezra bisa langsung bertemu dengan investor besar yang tak pernah menunjukkan jati dirinya. Kali ini dia menjadi orang yang sangat beruntung karena bisa bertemu langsung dengan sang investor. Di mana Axel pernah mengatakan jika investor ini bukan dari kalangan sembarangan.

"Kak Aksa!"

Atensi Ezra beralih pada sosok pria yang sudah tak muda, tapi masih penuh dengan kharisma. Wajahnya datar dan terlihat tak ramah. Ezra mengangguk sopan menyapa investor tersebut.

"Ini Ezra Naradipta, penanggung jawab AXE company Beijing."

Ezra mengulurkan tangan pada Ghassan Aksara Wiguna. Menjabat tangannya penuh rasa hormat. Sungguh dia tak menyangka akan bertemu dengan sosok yang begitu penting.

Acara makan kali ini dipenuhi dengan pembahasan perihal perusahaan. Ezra begitu terpana pada sosok yang ada di hadapannya. Pantas saja menjadi orang yang sangat disegani oleh seorang Axel. Pembawaannya yang tenang walaupun sikapnya yang sangat dingin. Sekalinya dia membuka suara, auranya sangat berbeda.

Matanya begitu tajam ketika melihat laporan demj laporan yang diberikan oleh Axel. Terlihat betapa jeli dan telitinya pria tersebut jika menyangkut perusahaan.

"Cukup memuaskan."

 Kalimat yang di luar ekspektasi Axel dan Ezra. Dua orang itu saling pandang dengan sorot mata penuh kelegaan serta kebanggaan. Sangat jarang sekali seorang Aksara puas dengan kinerja perusahaan.

Perlahan obrolan serius mulai santai dan berbincang ringan. Namun, Ezra terlihat sibuk dengan benda pipih di tangan.

"Sibuk sekali rupanya."

Satu kalimat yang membuat Ezra segera meletakkan ponsel. Menunduk kecil dengan kata maaf yang terucap.

"Saya sedang mengecek pekerjaan lain, Tuan," jelasnya tanpa ragu.

"Posisi direktur utama kurangkah?" Tak biasanya sedang Aksara bertanya seperti itu. Apalagi tatapannya yang sangat dingin yang menambah suasana di ruangan itu semakin mencekam.

"Tidak, Tuan. Saya hanya berdedikasi pada hobi."

"Hobi?"

Axel hanya jadi penonton saja. Berharap Ezra tak salah bicara karena akan bahaya.

"Iya, Tuan."

Ditatap tajam seperti elang membuat Ezra kembali membuka suara. Dia menjelaskan perihal hobinya.

"Saya suka bela diri. Dan senior saya memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjaga salah satu keluarganya yang tengah berada di Beijing."

"Bodyguard?" Ezra pun mengangguk.

"Lalu, bagaimana dengan perusahaan?" Wajah sang investor mulai berubah.

"Saya akan selalu mengutamakan perusahaan." Tak ada keraguan dalam menjawab.

Ezra mulai menyerahkan laporan kinerjanya selama dua bulan terakhir semenjak dia menjadi pengawal. Dia tak ingin investor besar itu salah paham akan kinerjanya.

"Kamu yakin laporan ini tidak diutak-atik?" Tajam dan menusuk ucapannya.

"Tidak, Tuan. Saya tahu Tuan adalah orang yang sangat jeli. Sedikit saja ada yang diubah, Tuan pasti akan tahu."

Suasana mendadak hening dan mencekam. Sedangkan Axel sudah mengulum senyum. Baru saja berhadapan dengan Restu dan sekarang raja singanya yang sidak langsung. Sungguh malang nasibnya Ezra.

"Jika, saya menemukan ketidakbertanggungjawaban kamu atas perusahaan, bersiaplah untuk hengkang dari AXE company."

Ancaman yang tak main-main. Apalagi tatapan sang investor sangat tajam seperti ingin mengulitinya hidup-hidup.

"Baik, Tuan."

Axel mulai mengakhiri suasana yang mencekam itu dengan mengajak tuan Aksara dan Ezra makan dan kembali berbincang santai. Sekarang, Ezra yang menjadi pendengar karena tak mengerti dengan apa yang dibicarakan mereka berdua.

Pikirannya mulai kembali pada sosok Nika. Foto yang dikirimkan anak buahnya membuat hatinya mendadak panas. Ingin segera pergi dari sana, tapi tak bisa.

"Maaf, terlambat."

Atensi semua orang beralih termasuk Ezra. Matanya menajam ketika melihat pakaian yang dikenakan oleh lelaki muda yang baru saja datang percis dengan foto yang anak buahnya kirimkan.

"Aku kira yang diajak itu Gyan."

"Jangan terlalu berharap sama anak itu. Dari kecil tingkahnya selalu di luar nalar."

Axel pun tertawa. Begitu juga dengan lelaki yang baru saja duduk bersama mereka. Tatapan Ezra begitu tajam terhadap lelaki yang berada di seberangnya. Getaran ponsel membuatnya segera membuka ponsel. Laporan yang anak buahnya berikan.

"Kok sendiri?"

"Mendadak sakit perut karena tamu tak diundang datang," jelasnya. "Opa enggak usah khawatir, Gagas udah ajak dia makan dan antar dia pulang ke apartment. Tadi juga mampir dulu ke kedai teh susu. Kayaknya itu minuman kesukaan dia deh."

Dahi Ezra mulai mengerut ketika mendengar penjelasan lelaki yang sepertinya adalah cucu dari investor besar begitu sama dengan laporan yang diberikan oleh anak buahnya. Untuk memastikan, pengawal itu mulai mengirimkan pesan kepada gadis yang dia jaga.

"Mau makan apa malam ini?"

Satu detik ... Saya detik ... Tiga detik ... Empat detik ... Lima detik ...

"Nika udah makan, Paman."

Kecurigaannya semakin menjadi. Apalagi teh susu hangat disebutkan. Minuman yang selalu dia belikan untuk Nika.

"Gas, kenalin ini direktur utama AXE company." Axel mulai mengenalkan Ezra.

Lelaki itu mengulurkan tangan dan memberikan senyum tulus. Namun, berbeda dengan Ezra yang terlihat sangat sinis. Wajah tak sukanya begitu kentara.

"Kayaknya enggak suka banget sama Anggasta?" bisik Axel di telinga Ezra. Namun, tak Ezra respon.

Perbincangan mereka pun harus berakhir karena sang investor harus kembali ke tanah air. Ketika bersalaman kepada Ezra, tuan Aksara tersenyum begitu tipis dengan tatapan yang sulit diartikan. Dan itu membuat Ezra sedikit takut.

Baru saja mobil memasuki area apartment, Ezra sudah dikejutkan dengan sebuah kejadian yang membuatnya tak bisa berkedip. Nika memeluk tubuh seorang lelaki dengan begitu erat tepat di depan apartment. Tangan Ezra sudah mengepal keras. Baru saja hendak turun, lelaki itu memutar tubuh. Dan kembali dia terkejut.

"Ternyata benar dia."

Setelah lelaki itu pergi, Ezra membuka pintu mobil. Mengejar Nika yang baru hendak masuk ke area apartment.

"Nayanika!"

Sang pemilik nama pun menoleh. Senyum pun terukir ke arah lelaki yang berjalan dengan langkah lebar. Namun, senyumnya hilang ketika tangannya ditarik cukup kasar oleh Ezra.

"Paman--"

"Siapa lelaki itu?" Pertanyaannya penuh dengan penekanan.

"Lelaki? Yang mana?"

"Jangan pura-pura tidak tahu, Nayanika!" tekannya. "Apa kamu sudah lupa sama pesan papi kamu?"

Nika nampak berpikir. Dan akhirnya dia menemukan jawaban. Bukannya menjawab gadis itupun tersenyum. Mulai mendekat ke arah Ezra yang masih terlihat murka. Didekatkannya wajahnya ke arah wajah tampan sang pengawal.

"Paman cemburu?" goda Nika dengan nada centil. Ezra pun terdiam.

Melihat respon Ezra yang seperti manekin, gadis cantik itupun semakin berani. Kedua tangannya mulai merangkul leher Ezra dan menatap sang pengawal dengan tatapan menggoda.

"Bukankah cemburu itu tanda cinta ya, Paman?"

...**** BERSAMBUNG ****...

Pada pelit komen banget sih 😪

1
Evi Lusiana
elang nih suka bgt bkin nika kbingungan
Evi Lusiana
sllu menegangkan thor bertemu dgn org mcm patung nmun tegasny minta ampun
Evi Lusiana
br kna hajar bang res,kykny ezra minta d hjr bang rio deh
Evi Lusiana
hrsny jgn kt perempuan saya,tp "gadisku"lbih keren thor
Evi Lusiana
lah hamil sm siap yg sruh nikahin sp,emng ezra udh nyentuh allana,emng dsar kluarga gila
Evi Lusiana
mnhkin niatny ezra cm bls dendam tp gmn nika mo tahu klo gk d beri tahu,
Evi Lusiana
apa²an si ezra pemberi harapan plsu,sudh d hina mantan ny jg msh mo blikan?
Evi Lusiana
ezra blg nika keponakan ny krn dia gk mau nika dlm bahaya,jika mantan ny tahu nika gadis kesatangan ezra
Evi Lusiana
wow si kulkas udh mulai posesif
Kang Kiron
lanjutkan kak fie ku tunggu up selanjutnya
Sri Lestari
Wah anggota baru 🤭
Sri Lestari
Trah keluarga singa gak cukup sekali ,,, kalau bisa sampai sawahnya gak berbentuk lagi 💪
Sri Lestari
Nah kan anaknya sendiri jailnya udah melebihi bapaknya 😄
Sri Lestari
Perdebatan yang apik masalah sarung pisang ✌️
Sri Lestari
Nah kan terjawab teka teki silangnya kenapa bisa lancar nikahnya ternyata ada hadiah diujungnya🤣
Sri Lestari
Siap ,,, otw kondangan pakai baju baru 😄
Diana Nur
udah abis aj sih Thor cerita nik nik dan Gege-nya padahal lg seru banget itu palg pas tau klo Nika hamil gt gmna reaksi papi Rio dan mami Bilqis terutama reaksinya papi Rio semoga gak jantungan ya pas tau klo mau punya cucu begitu🥰🥰🥰🥰
Yus Nita
dan akhir janji Ezra terpenuhi dan di tepati. tdk membuat Nika hsmil srlama msh jadi mahasiswi di Beijing
Yus Nita
anak ny yg belah duren, kok papi Rio yg kebakaran jenggot 😃😃😃
Yus Nita
dengan senang hati jawab Ezra 😃😃😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!