Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.16 rahasia kecil
"Lepas, Kasim song. bagaimana bila kaisar mengetahui nya."
"Kenapa ratu, apakah kau takut. Apa kau takut kaisar bodoh itu mengetahui semua rahasia kita. Hahaha, bahkan sudah bertahun tahun lamanya, tapi dia benar benar sangat naif. dan memiliki ratu yang begitu licik." bisik Kasim song dengan nada penuh sensual.
Rose yang mengintip mereka secara langsung, bahkan tercengang, dan kaget mengetahui fakta yang cukup besar ini.
"Mereka bertahun tahun menjalin hubungan dan mengkhianati sang kaisar, apakah kedua anak ratu elli, benar benar anak kandung sang kaisar. Atau malah sebaliknya. Rose langsung tersenyum cerah dan otak nya memiliki ide untuk menghancurkan orang orang seperti mereka."
"Wow, aku tak menyangka akan jadi seperti ini, tapi bagaimana bisa indra pendengaran ku bisa mengetahui suara mereka dari jarak yang cukup jauh. Apakah aku memiliki kekuatan?" gumam rose sambil berfikir tentang dirinya sendiri.
Srek.... Rose yang tak sengaja menyenggol vas bunga itu membuat nya langsung menutup mulut kaget. Dan kedua orang itu langsung bersikap waspada.
Rose perlahan mundur, dan mengendap-endap agar tak ketahuan, oleh Kasim song dan ratu elli.
"Siapa itu." ucap ratu elli yang langsung sigap melepaskan pelukan dari Kasim song, dan wajah nya langsung terasa pucat pasi.
Mereka berdua mendekati ke arah di balik tembok itu, dan ingin mengetahui siapa yang melihat mereka.
Rose yang mendengar langkah kaki keduanya, langsung mundur perlahan dan masih dengan perasaan yang deg deg an.
"Astaga, bagaimana bisa aku ceroboh?" gumam nya dengan nada khawatir takut ketahuan mereka berdua
Tak lama kemudian, ada seseorang yang memanggil ratu elli dan itu membuat rose menghela nafas lega nya.
"Salam yang mulia ratu, kaisar Tinus mencari keberadaan anda saat ini." ucap pelayan setia nya yang menatap curiga dengan Kasim song itu.
"Oh, baiklah, aku akan ke sana sekarang." ucap nya yang langsung berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Hanya Kasim song sendiri yang menatap tajam ke arah ratu elli yang sudah meninggalkan tempat itu.
Dia menatap ke arah tembok tadi, dan berjalan menuju ke sana, untuk melihat siapa yang telah Bernai mengganggu kesenangan nya itu.
Untungnya, rose sudah berhasil kabur, dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Uh, selamat. akhirnya hahah, jadi mereka selama ini selingkuh gitu. Terus kaisar gatau apa apa. Dan malah percaya aja sama tuh nenek sihir. Haha, gue jadi punya kartu as mereka, pertama tama yang harus gue sadarkan adalah selir Merry. Biar kaisar tinus yang sombong itu patah hati sendiri. tapi gimana caranya buat ibu kandung si rose ini sadar ya. Apa perlu gue getok dulu pala nya. Emm, kayak nya tue harus berbuat sesuatu dulu buat selir Merry. Biar ga kecintaan banget sama kaisar tai itu." gumam rose sambil menggerutu kecil dan duduk melamun.
"Nona kecil, akhirnya hamba menemukan anda. Nona kecil dari mana, saya sudah berkeliling tapi nona sangat lincah sekali." ucap Bibi Anti dengan wajah yang terlihat cemas nya
Rose terkekeh kecil, dan meminta maaf, dia belum bisa bilang tentang kebenaran nya kepada Bibi Anti, dia harus bersikap waspada kali ini, jangan mempercayai orang lain,apalagi yang terlalu dekat dengan kita. Sakit nya pasti luar biasa, jadi nya dia tak akan bertindak sembarangan lagi, dan memastikan apakah bibi Anti juga akan mengkhianati nya atau tidak, yang jelas dia harus lebih berhati hati dari sebelumnya. Dia berharap bibi Anti akan terus setia dan menjadi teman bagi nya selama tinggal di dunia ini.
"Bibi, tadi aku hanya pergi sebentar melihat lihat saja, aku sudah lelah bibi. Apakah kita bisa kembali ke kamar sekarang?"
"Baiklah nona kecil, tapi kita harus berpamitan kepada yang mulia kaisar, terlebih dahulu."
"Uhm, baik bibi." ucap rose yang sebenarnya malas bertemu kaisar Tinus. Tapi di jaman ini, kaisar sangat di hormati layaknya nya seorang dewa. Maka setiap rakyat nya harus mengabdi kepada nya. Terutama anggota kerajaan nymeria.
Kaisar terlihat duduk dengan santai di singgasana nya, ditemani oleh ratu elli yang duduk di sebelah nya dengan senyuman manis. Dan selir Merry terlihat duduk di sebelah sisi kirinya, dengan tatapan yang tajam.
"Salam yang mulia kaisar, dan Ratu Elli. beserta para selir lainnya." ucap rose dengan membungkuk hormat.
Selir Merry langsung menatap ke arah rose dengan tatapan sendu nya. Entah mengapa dia merasa rose sangat berbeda dari sebelumnya. biasanya gadis itu, akan bertingkah layaknya anak kecil, dan terus mencoba mencari perhatian nya. tapi kali ini, tak ada lagi rengekan manja dari putri kandung nya sendiri, hanya ada tatapan datar, dan dingin seolah tak tersentuh.
Rose menyampaikan bahwa dia harus beristirahat, karena tubuh nya terasa lelah. Dan ratu elli langsung menyindir nya secara pelan.
"Apakah pantas seorang lady berpamitan terlebih dahulu, di saat pesta kerajaan nya masih berlangsung?" ucap ratu elli dengan sorot mata penuh arti.
Tak lama kemudian,, putri Felicia berjalan dengan tatapan angkuh, dan tersenyum smirk melihat keberadaan lady rose di tempat ayah dan ibu nya itu.
"Salam ayahanda, dan ibunda ratu elli. Beserta para selir kerajaan nymeria." ucap nya membungkuk hormat. Lau tersenyum anggun menyapa keberadaan mereka. kaisar Tinus bahkan tersenyum lebar melihat kedatangan anak tersayang nya itu ke sini.
"Benar apa yang diucapkan oleh ratu elli lady rose, tak pantas meninggalkan pesta di saat masih banyak orang yang hadir di istana.lihat lah putri Felicia, yang bersemangat dan tersenyum anggun menyapa para tamu yang hadir. Seharusnya kau lebih mencontoh perbuatan nya itu bukan. Apakah etika mu sudah berkurang, dan apakah perlu mengirimkan mu ke akademi ARCANIA secepat mungkin?" ucap kaisar Tinus dengan tatapan datar Nya.
Mendengar ucapan Kaisar, rose menggerutu kesal, tau begini dia tak ingin berpamitan dengan orang seperti kaisar ini. Tapi kalau tak berpamitan bisa dianggap sebagai pemberontak.
"Astaga, berpamitan dengan baik salah, ga berpamitan salah. Emang kalau orang cantik gini pasti banyak yang iri." gumamnya sambil tersenyum tipis ke arah mereka.
Entah mengapa, saat mengatakan hal tersebut, selir Merry tak terima, apalagi rose bagaimana pun tetap anak kandung nya, keturunan kaisar Tinus. Tapi mengapa kasih sayang kaisar Tinus, selalu tak pernah adil kepada putri nya sendiri. Dia menyadari satu hal, bahwa perlakuan buruk nya selama ini, menjauhkan rose secara perlahan.
"Mohon maaf bila hamba menyela pembicaraan kaisar, dan ratu elli. Tapi kesehatan rose masih belum stabil. Yang mulia seharusnya bisa bersikap wajar, dan memberikan izin kepada lady rose, untuk beristirahat terlebih dahulu." ucap selir Merry yang tiba tiba berdiri di hadapan mereka, dengan sorot mata yang datar nya.
Bahkan rose menoleh kaget, melihat ibu kandung nya membela nya kali ini.
"Wow, baru kali ini selir Merry membela ku, ada apa dengan nya?" gumam rose dengan nada yang penuh keheranan
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh