Novel ini berhubungan dengan novel takdir cinta bella season 1 dan 2.
Vira adinda vins anak dari pasangan stiven dan bella. Ia memiliki paras yang cantik dan imut. Sifat nya yang periang dan aktif membuat nya di gemari banyak orang. Memiliki kakak yang seper duper protetif pada nya membuat nya tidak bebas melakukan hal apapun, itu yang membuat nya lebih memilih tinggal di korea bersama oma dan oppa nya sejak umur 13 tahun.
Vira tumbuh menjadi gadis yang sangat pintar, saat ini ia sedang menempuh pendidik S2 di salah satu universitas ternama di korea. Kehidupan nya berubah seketika saat bertemu kevin orang yang secara tiba-tiba mengejar nya.
Kevin zhing, laki-laki tampan yang besar dan tinggal di korea walaupun ia bukan orang asli korea. Mamah nya berhasal dari indonesia dan papah nya bersal dari tingkok. Kevin mengejar-ngerjar vira bukan tanpa alasan ia mendapatkan perintah oleh seseorang untuk mendapatkan hati vira, awal nya kevin hanya bermain-main pada vira tetapi sifat vira berhasil meluluh kan hati nya.
Bagaiman kisah cinta mereka berdua..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Bantu aku.
"Sayang hidung kamu berdarah." ucap vira sambil mengusap darah yang keluar dari hidup kevin.
Kevin bangkit dari paha citra dan berlari masuk kedalam kamar mandi. Ia membersihkan dara yang keluar dari hidung nya menggunakan air mengalir. Kevin berdiri di depan cermin sambil memegang wajah nya, yang tampak mulai memucat.
"Apa secepat ini." ucap kevin.
"Sayang, kamu tidak papa kan." tanya vira yang berada di depan pintu kamar mandi.
"Tidak." jawab kevin.
Kevin keluar dari kamar mandi dengan kepala yang mulai pusing wajah nya juga tampak pucat seketika. Vira langsung memeluk kevin dengan erat ia benar-benar takut jika terjadi sesuatu pada kevin.
"Jujur pada ku, ada yang kamu sembunyikan pada ku kan." tanya vira.
"Tidak sayang, ini penyakit bawaan ku waktu kecil namanya glioma, dia akan beraksi jika aku terlalu lelah." jawab kevin sambil tersenyum walaupun kepala nya terasa sedang berputar.
"Apa itu benar." tanya vira.
Kevin menjawab pertanyaan vira dengan tersenyum sambil menganggukkan nya, perlahan ia melangkah kan kaki nya sambil berpegangan dengan dinding. Vira membantu kevin untuk kembali ke apartemen nya, sesampainya di dalam kamar kevin langsung merebahkan dirinya keatas kasur.
"Temani aku." ucap kevin sambil menarik tangan vira.
Vira terjatuh di dalam dekapan tubuh kevin, sambil tersenyum vira memeluk kevin dengan erat. Kevin mengusap rambut vira dengan perlahan sampai ia tertidur.
"Aku sayang kamu." ucap vira dan Mengendelamkan wajah nya di dalam dada bidang kevin.
Mereka berdua tidur sambil berpelukan badan kevin yang mulai terasa dingin membuat vira terbangun dari tidur nya.
"Sayang." ucap vira sambil menatap kearah kevin.
"Tidur lah, aku tidak papa. terus peluk aku itu akan membuat ku tetap hangat." ucap kevin yang sebenarnya dari tadi ia tidak tidur.
"Kamu yakin." tanya vira.
"Yakin, besok aku akan membawa mu ke pesta teman ulang tahun teman ku." jawab kevin.
Vira kembali tertidur sambil memeluk kevin dengan erat, rasa pusing dan dingin di tubuh kevin mulai menghilang itu membuat nya mulia bisa tertidur dengan nyenyak.
Keesokan pagi nya kevin bagun terlebih dahulu untuk membuat kan sarapan untuk vira. Ia sengaja tidak membangun kan vira karena ingin menjadikan vira ratu dalam sehari. Setelan membuat sarapan kevin berjalan menuju balkon untuk berolahraga ringan.
Vira membuka mulai membuka mata nya karena rasa silau akibat Pantulan Sinar matahari uang menembus jendela kamar. Ia melhat kearah samping nya yang ternyata sudah tidak ada kevin. Vira berjalan keluar kamar untuk mencari keberadaan Kevin.
"Sarapan yang lengkap." ucap vira.
"Kamu sudah bangun." tanya kevin sambil memeluk vira dari belakang.
"Vin, apa kamu tidak memakai baju." tanya vira yang merasakan tubuh nya bersentuhan dengan kulit nya langsung.
Kevin memegang tangan vira dan meletakkan nya ke perut nya, vira yang merasakan tangan nya menyentuh perut sixpack kevin membuat mata nya terbelalak.
"Kevin." teriak vira sambil menarik tangannya.
"Vir, aku ingin menikah dengan mu." ucap Kevin sambil meletakan dagu nya di atas pundak vira.
"Menikah." ucap vira.
"Iya, apa kamu bersedia." tanya kevin.
"Kamu menikah dengan tujuan agar." tanya vira.
"Aku takut tidak bisa menahan nya lebih lama lagi, tubuh mu membuat iman ku semakin menipis." jawab kevin.
"Hanya untuk menikmati tubuh ku." ujar vira kesal karena tidak puas dengan jawaban kevin.
"Tentu tidak aku sangat mencintai mu, aku ingin kamu sepenuh nya menjadi miliki ku. Tidak ada yang boleh menyentuh mu karena tubuh mu adalah milik ku." jawab kevin.
"Untuk menikah aku tidak bisa menentukan nya vin, semua ada di tangan kakak dan orang tua ku, secepatnya aku akan memperkenalkan kamu dengan mereka." ucap vira.
Kevin membalik tubuh vira dan menarik nya agar lebih dekat dengan nya, Bukan hanya dekat tubuh mereka bahkan sudah saling menempel.
"Vin." ucap vira sambil meletakan tangan nya di atas dada bidang kevin yang penuh dengan keringat.
"Jangan pegang daerah situ atau aku akan memakan mu." ucap kevin yang membuat vira terkejut,vira menurunkan tangan nya perut sixpack kevin.
"Disitu area sensitif ku, bentar lagi ada yang terbangun jika kamu terus menyentuh nya." ujar kevin.
"Terus aku harus menyentuh mu di mana." teriak vira kesal.
"Disini." ucap kevin sambil menaikan tangan vira keatas tengkuk lehernya.
Tanpa aba-aba kevin mencium bibir vira dengan sedikit agresif yang membuat vira gelagapan menerima serangan itu. Tangan kevin bergerak kebelakang tubuh vira dan menarik tubuh vira agar lebih dekat dengan nya.
Ciuman kevin turun ke bawah leher vira yang membuat vira memukul kevin karena sudah berbuat terlalu jauh.
"Kevin hentikan." teriak vira.
"Aku takkan menghentikan sebelum kamu bersedia menikah dengan ku."ucap kevin yang masi menelusuri leher jenjang vira.
" Iya aku mau." ucap vira.