Charol Voldemir adalah seorang permaisuri yang kejam di Kekaisaran Behati. Diakhir hidupnya, ia dihukum oleh suaminya sendiri, yaitu Kaisar Rudine Voldemir lantaran menyiksa selir kesayangan raja. Merasa tidak adil, Charol bertobat di depan tiang gantungan. Ia mendapat kesempatan mengulang hidup, tetapi ini bukan yang diimpikan. Kejadian masa lalu tidak seperti gambarannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Charol
Dilihat dari langit yang mulai gelap, Charol yakin ia sudah berada di rumah ini sekitar lima jam lalu. Sebentar lagi matahari akan tenggelam, kemudian malam pun tiba.
Namun, Charol masih belum bisa keluar dari wilayah asing ini dikarenakan token teleportasinya tidak ada bersamanya.
Perutnya pun sudah keroncongan. Di rumah ini memang ada beberapa bahan makanan, tetapi rasanya tidak sopan bila ia mengambilnya. Charol sudah menunggu sedari tadi, tetapi pemilik gubuk ini belum juga muncul.
"Aku bisa mati kalau tidak makan. Sudah diberi kesempatan hidup sekali, tetapi malah akan mati karena kelaparan. Aku makan saja makanan yang ada di sini. Jika pemiliknya datang, aku bisa membayarnya dengan uang atau perhiasan," gumam Charol.
Meski sudah ada bahan makanan di gubuk ini, Charol tidak bisa memasaknya. Ia harus apa dengan tepung, kentang dan mentega di meja?
"Kenapa aku bisa lupa? Aku kan penyihir. Aku akan gunakan sihir jadi." Charol merentangkan tangan, lalu menyihir bahan-bahan makanan itu. Sayangnya, sihir itu tidak berguna. Seorang pemburu monster tidak bisa menyihir makanan. "Aku adalah seorang permaisuri. Jika makanan saja tidak bisa dibuat, aku akan mengundurkan diri dari posisi ini."
Charol bisa menghidupkan api dengan sihir. Ia memasukkan air ke dalam tepung, lalu mengadonnya sampai tercampur rata. Charol juga merebus kentang-kentang itu.
"Setelah ini apa?" gumamnya. Tepung cair itu dimasukkan ke dalam panci yang terbuat dari tanah liat, kemudian Charol tinggal menunggu saja. Ia membuat api semakin besar agar makanan tersebut cepat matang. Namun, karena sihirnya itu, api mulai membesar dan merambah ke sudut dinding.
"Celaka!" Charol mengambil air di ember, lalu menyiram api yang menyebar itu. Si jago merah malah mengamuk. Charol mengambil air lagi. Kali ini, ia menyihirnya. Air dalam ember kayu tersebut membesar bagaikan ombak, kemudian menenangkan si jago merah. Charol terengah-engah. Akhirnya, padam juga. Tapi, semuanya jadi basah.
Makanan yang ia buat pun terendam air. Charol mengambil dua buah kentang di dalam panci, lalu memakannya. Daripada ia kelaparan, lebih baik ia memakan apa yang ada.
Charol melepaskan pakaian bagian luar yang basah. Ia membuka jendela, hari sudah malam dan bulan bersinar terang. Charol tersenyum, betapa indahnya langit dan dunia ini. Charol merasa ia berada di dunia peri.
"Pasti Asha dan Ariel Deroza mencariku ke mana-mana," ucap Charol. Ini sudah malam. Jika ia keluar sekarang, takutnya tidak bisa menemukan jalan keluar. Charol akan menginap di sini untuk malam ini saja.
Hari sudah gelap, Asha, Vitasa dan Ariel mencari keberadaan Charol. Sudah sekitar lima jam permaisuri belum kembali. Asha bahkan memerintahkan pengawal istana mencari Charol di danau. Mungkin permaisuri jatuh tanpa sepenglihatan mereka.
"Bagaimana bisa kalian tidak melihat permaisuri?" tanya Ariel, yang begitu cemas dengan keadaan Charol.
"Permaisuri menyuruh kami untuk menunggu di sini. Beliau berjalan ke tepi danau. Setelah itu, kami tidak melihatnya lagi. Aku dan Vitasa menyusulnya, tapi permaisuri tiba-tiba menghilang begitu saja," ucap Asha.
"Yang Mulia Kaisar Rudine Voldemir, tiba!" seru pengawal, yang membuat semua bawahan memberi hormat.
"Yang Mulia Kaisar, saya Ariel Deroza. Ksatria pelindung Permaisuri Charol. Maafkan atas kelalaian hamba yang tidak menjaga permaisuri dengan benar. Hamba bersedia dihukum, tapi izinkan hamba yang bodoh ini mencari permaisuri lebih dulu." Ariel tetap dalam posisi berlutut.
"Berdirilah," ucap Rudine. "Ceritakan padaku, bagaimana permaisuri bisa menghilang?"
Asha menceritakan semua yang terjadi. Charol hanya berjalan-jalan saja, lalu lenyap dalam sekelebat pandangan.
"Kalian bisa bubar sekarang. Ini belum sehari, dia pasti baik-baik saja. Jika besok dia belum juga kembali, aku akan mengerahkan semua pasukan kekaisaran," ucap Rudine.
"Yang Mulia! Bagaimana bisa Anda tidak khawatir pada permaisuri? Hidupnya mungkin dalam bahaya," ucap Ariel Deroza.
"Apa kau ingin menantangku?" Rudine menatapnya tajam.
"Mohon ampun, Yang Mulia."
"Kita tunggu sampai besok. Sekarang, semuanya bubar!"
Marius segera memerintahkan pengawal lain untuk menghentikan pencarian dan pelayan Permaisuri Charol disuruh pulang ke istana.
"Yang Mulia, apa kita benar-benar tidak akan mencari Permaisuri Charol?" tanya Marius.
"Dia menghilang di sekitar danau dan hutan ini, kan?"
"Menurut pelayan beliau, memang seperti itu."
"Jika ini trik dari Charol, aku akan menghukum dia. Tunggu aku di istana, aku sendiri yang akan mencarinya."