NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Sekarang atau kapan pun nggak ada lagi yang harus di selesaikan, bagi saya kamu bukanlah siapa-siapa dan juga nggak ada apa apa kok di antara kita, jadi nggak ada yang perlu di bicarakan, Permisi...........".

Dewi berlalu meninggalkan Rama yang berdiri mematung.

"Kenapa sih akhir akhir ini harus ketemu laki laki sialan itu lagi " Dewi membatin

"Apa nggak ada tempat lain yang dia datangi, bikin sial aja ketemu dia terus " Dewi terus ngedumel

Rasa cinta yang dulu membuatnya bodoh kini hilang begitu saja, rasa sakit karena perlakuan Rama membuat Dewi begitu membenci Ayah dari kedua anaknya.

"Bu..... Besok sekolah Arumi libur, guru lagi rapat"

"Iya dek...."

"Arumi boleh ikut ibu ke tempat kerja ibu nggak?"

"Loh kenapa ? Di rumah aja ya... "

"Arumi bosen Bu... Kakak juga besok di sekolah, Arumi malas sendirian"

"Tapi teman kerja ibu nggak ada yang bawa anaknya ke sana"

"Ahh ibu, biasanya juga boleh"

"Iya sayang, tapi sekarang ini manajer nya baru. Ibu belum tau gimana orangnya "

"Arumi janji bakalan diam saja Bu , Boleh ya Bu "

"Ya udah... Besok ikut ibu aja ya "

"Yeee.... Ok deh Bu "

"Sekarang temani ibu masak ya "

Pagi Sabtu ini suasana sedikit ramai di pusat perbelanjaan, Dewi mampir membeli beberapa Snack sehat untuk Arumi. Karena Arumi ikut ke hotel hari ini.

Dewi mengajak Arumi masuk kedalam untuk memilih makanan yang akan di beli.

"Bu... Bukankah itu Ayah ?" Arumi menunjuk sepasang Pria dan wanita yang sedang bergandengan tangan. Dewi terkejut melihat Randi dan Mariam sedang bergandengan tangan. Dia tidak ingin Arumi melihat ini.. Mereka nekat sekali belanja sampai ke sini.

"Bukan sayang, Ayah lagi tugas sama om Johan " Dewi sengaja

"Nggak Bu, Arumi yakin itu Ayah.. Ayah lagi gandengan siapa sih Bu ?" tanya Arumi berpura pura tanya.

"Sayang....itu bukan ayah, ibu juga nggak mungkin salah, Ayah lagi keluar kota sama om Johan "

"Hum....iya mungkin Arumi yang salah lihat kali"

Arumi terus menatap ke arah pasangan pria dan wanita itu hingga mereka hilang dari pandangannya.

Dia tau itu Ayahnya dan tante Mariam, Arumi tidak lagi bertanya kepada ibunya. Dia sepertinya menyadari sesuatu telah terjadi antara kedua orang tuanya.

"Bu... Kalau kakak pulang sekolah ,suruh kakak ke hotel aja ya Bu. Terus kita pulang bareng. Arumi mau makan bakso raja "

"Oh iya boleh sayang, ntar adek telpon kak Yan aja ya?"

"Baik Bu "

Mereka tiba di hotel tempat Dewi bekerja, Arumi segera menuju ruangan tempat kerja Dewi.

Saat menaiki tangga, Aini dan Dewi juga bertemu. Arumi terus berlari ke arah atas.

"Saya minta maaf Bu , anak saya tadi pengen banget ikut ke sini. Nggak mau di tinggal sendiri di rumah. Kakaknya juga lagi ke sekolah"

"Oh ini anaknya ya Bu Dewi ?"

Aini takjub melihat wajah Arumi yang familiar

"Iya Bu " Jawab Dewi tersenyum

Aini melihat seorang gadis remaja dengan tubuh yang tinggi, Rama versi cewek. Itulah yang Aini lihat pada Arumi.

Sebenarnya kedua anak Dewi sangat mirip dengan Rama, Kadang Dewi merasa orang orang yang bertanya tentang Yan dan Arumi itu buta. Mereka bisa melihat dari wajah ke-dua anaknya. Itu saja sudah membuktikan mereka memiliki Ayah yang sama, tapi ya... Namanya juga manusia, selalu ada saja caranya menjatuhkan orang lain. Kedua anak Dewi hanya memiliki kulit putih seperti dirinya.

Diam diam Aini mengambil gambar Arumi yang sedang berdiri di depan pintu ruang kerja ibunya.

Send

"Ini kamu versi cewek banget sayang "

"Serius ? Kok bisa sayang?"

"Dia ikut ibunya ke sini "

"Sayang, bisa tolong ambilkan lagi gambar nya ?"

"Hahaha.... baiklah "

"Makasih sayang "

Aini tidak merasa cemburu atau marah pada Rama, dia bersyukur Rama dan kedua orangtuanya menerima segala kekurangannya. Perbedaan agama pun tidak membuat Aini di kucilkan. Keberanian Rama yang mau ikut kepercayaan Aini membuat Aini yakin akan ketulusan cinta suami nya.

Dan Aini bisa melihat kerinduan Rama pada kedua anaknya sejak mereka kembali ke kota ini. Aini tau, jauh di dasar hati Rama. Rama juga mencintai Dewi. Hanya saja Aini tetaplah menjadi yang pertama di hati Rama.

"Bu Dewi....anaknya cantik banget, Sayang.. Sini dong foto berdua sama tante"

Arumi dengan malu malu mau foto bersama Aini. Semua foto itu di kirim ke Rama.

Rama tersenyum melihat foto Arumi, gadis kecil yang di tinggalkan nya begitu saja. Rama menatap foto Arumi dengan rasa bersalah. Semakin dalam penyesalan dalam dirinya.

"Jadi mantan pacarmu itu ibu dari anak-anakmu satu tempat kerja sama istrimu?" Tanya teman kerja Rama yang juga sepupu Rama.

"Ya.... setelah mencari tau tentang dia dan tau tempat kerjanya. Aini minta di berikan pekerjaan di hotel itu dan posisi manajer saat itu kosong di ambil alih oleh Aini, Keberuntungan lainnya karena pemilik hotel itu masih kerabat jauh Aini juga.

"Dia nggak tau kalau kamu kembali ke kota ini ya ?"

"Nggak, setelah saya beritahukan pada Ayah ibu tentang mereka. Ayah ibu menyarankan agar saya kembali ke kota ini. "

"Untuk apa?"

"Sebenarnya sebelum dokter kandungan mengatakan Aini tidak bisa memiliki anak, saya udah mencoba mencari tau tentang Dewi. Namun sepertinya nggak semua orang mengenalnya."

"Apakah kamu ingin kedua anak anak kamu?"

"Saya nggak tau Hans, Saya ingin dekat dengan anak anak saya " Ucap Rama lirih

"Lalu apa yang akan kamu dan istrimu lakukan? Ram.... Kalau dia tau kalian sampai sejauh ini melakukan semuanya, mengawasi dia seperti ini. Saya nggak yakin dia akan memberikan kamu kesempatan mengenal kedua anakmu"

"Saya udah coba bicara padanya, meminta waktunya tapi sepertinya dia sangat membenci saya "

"Hahaha.... Rama... Rama.... Kau bersyukur nggak di bunuh nya Ram. Hanya kebencian yang kau dapat. Dua kali kamu memberinya harapan, dua kali kamu bodohi dia. Kamu bisa bayangkan orang menilai dia seperti apa?"

"Tapi Tuhan udah memberi balasan yang setimpal pada kami Hans.."

"Hum... Saya nggak tau seperti itu ya Ram.. Kalau menurut saya sebaiknya kamu nekat ketemu dia dan katakan padanya keinginan kamu "

"Tapi gimana cara bertemu dia? Sedangkan dia selalu membatasi diri "

"Bukankah kamu bilang, kalau dia punya bisnis online. Coba aja pesan barang terus minta di antar ke rumah. Setelah itu, cobalah bicara padanya"

"Apa nggak semakin beresiko? Dia akan tau kalau kita menipu dia Hans"

"Ya kalau kamu berani dan bisa, langsung saja temui dia di tempat kerjanya. Itu jauh lebih baik "

"Saya akan menemui dia di rumahnya saja"

"Kamu serius Ram ?Kamu bisa senekat itu ?"

Rama hanya mengangguk, dia tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Keinginannya mengenal kedua anaknya semakin besar.

"Kamu harus punya jawaban yang tepat untuk kedua anak kamu Rama, karena nanti yang bertanya bukan lagi ibu mereka tapi mereka sendiri yang mencari tau alasan kamu meninggalkan mereka"

Rama terdiam, dia sudah tau itu.. Walaupun dia belum pernah bertemu dengan kedua anaknya. Namum dia yakin, Yan putra sulungnya memiliki sifat yang keras. Rama masih ingat sewaktu Yan kecil, Yan tidak suka jika barang miliknya di sentuh oleh anak anak lainnya.

Yan keras kepala dan emosional, seperti itu sifat masa kecilnya.

Pukul 3 sore Yan segera menuju ke tempat kerja ibunya juga, Hari ini mereka ingin makan bakso bertiga.

"Sayang.. Sayang... kenapa ke sini ? Saya kan udah bilang jangan kesini lagi" Aini terkejut melihat suaminya sampai berani naik ke lantai atas.

Jantungnya berdebar kencang karena dari ujung ruangan terlihat Dewi dan Arumi sedang menuju ke arah suaminya.

"Sayang... denger nggak saya ngomong?" Tanpa menunggu jawaban Aini menarik tangan pria yang di sebutnya sayang

"Loh tante.. Kenapa tangan saya di tarik ?"

Dduaaarrr...

Aini hampir saja jatuh pingsan, Salah satu karyawan hotel segera menahan bahu Aini.

"Bu Aini.. Ibu nggak apa-apa? "

Dewi juga berlari menuju ke arah Aini, dia memegang lengan Aini.

"Bu..bu Aini.. Ibu kenapa?"

"Kak... Tolong bantuin bawa ke ruangan Bu Aini"

"Maaf ya tante " Kata Yan sebelum memapah Bu Aini.

Aini tidak bisa bicara apapun, wajahnya pucat. Tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.

Arumi segera menarik tangan Yan menjauh dari ibu dan teman kerja ibunya yang sedang mengurus pimpinan ibu mereka.

"Kak... Kenapa tadi tante itu mau memegang tangan kakak?" Tanya Arumi

"Nggak tau dek, Kakak sendiri kaget tante ini malah panggil kakak dengan kata sayang lagi "

"Apa....? kakak serius?"

Yan hanya mengangguk.

Kening Dewi berkerut dalam mendengar pembicaraan kedua anaknya. Dewi menatap Aini yang sedang memejamkan matanya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.

.

.

.

.

Bersambung........

Hallo readers kesayangan ku, sudah up lagi ya. Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa 5 bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟 nya juga.

Thanks ya ☺️☺️

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!