Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab, 16.Perintahnya
"Woii,,,pagi pagi ngelamun, awas kesambet ntar", Dini yang baru tiba,ia menepuk pundak Fania agar tersadar dari lamunannya.
"Ehh,, kamu din" ucap Fania tersenyum ke arahnya
"Lagi mikirin apa sih".
"Gak mikirin apa apa" ,,yuk aach masuk", ajak Fania menggandeng tangan dini memasuki kantor tempatnya bekerja.
Saat jam makan siang tiba, Fania memilih berdiam diri di ruangannya ia tidak pergi ke kantin yang biasa ia habiskan untuk makan siang, selain kerjaannya belum selesai gadis itu masih belum merasakan lapar.
"Gak ke kantin fan", ajak Dini yang beranjak dari kursi kerjanya
"Aku titip aja ya,, aku makan di sini saja,lagu gak mood nih"
"Kamu kenapa fan, sakit? "
"Enggak,, lagi males aja"
"Okelah,, ntar aku bawain makanan kesukaan kamu"
" Maksih din"
Dini meninggalkan ruangan kerjanya untuk ke kantin.
Fania masih membereskan pembukuan yang belum selesai, pikirannya hari ini tidak berjalan seperti biasanya, Ia selalu memikirkan sikap Reza yang semakin hari semakin aneh,,sampai gadis itu tidak fokus dengan pekerjaannya.
Lihatlah,,kerjaanku berantakan karna dirinya,,
lama lama aku bisa di buat gila olehnya
Fania sekilas mengingat kejadian semalam ,saat Reza mengatakan "Jika ada kesempatan kenapa tidak" bayangan itu terlintas di pikiran gadis itu seperti cuplikan film.
Hah,,, jadi dia mencium bibir dan keningku karna itu,
Fania menggosok keningnya, ia sangat kesal mengingat kejadian tadi pagi.
Laki laki kurang ajar,, bisa bisanya dulu aku menyukai lelaki macam dia, sudah berapa gadis yang dia cium.
Ponsel gadis itu berderingia mendongak melihat layat ponsel. bibir gadis itu tersenyum saat mengetahui siapa yang menelfonnya.
(Hallo kak ricko,,)
( lagi kerja,)
(Iya kak,tapi lagi istirahat)
(Gimana hubungan kamu sama Reza) tanya Ricko to the poin, lelaki itu masih penasaran hubungan adiknya dengan sahabatnya, apa lagi setelah tau mereka tidur bersama.
(Ya gitu deh,males ngejelasinnya kak)
Hidupku seperti di dalam neraka kak,
(Apa nanti malem kamu akan datang)
(Kemana kak)
(Ultahnya Sella, dia mengundang Reza kan)
(Kakak tau sendiri, Aku paling gak suka acara begituan)
(Datanglah fan, nanti kakak juga akan datang,sampai kapan kau akan menghidari acara seperti itu)
(tau aachh kak,, , ya udah, aku mau makan dulu,nanti lanjut lagi) , Fania mematikan ponselnya terlebi dahulu saat tau Dini masuk ke dalam ruangannya sambil membawa nampan berisi makanan.
"Kamu makan di sini juga Din" , ucap Fania setelah tau di atas nampan ada 2 Mangkok mie goreng.
"Iyalah,, masak ia aku makan sendiri di sana".
Fania hanya menaikkan kedua alisnya, lalu mereka mulai memakan mie tersebut sambil bercengkrama.
______________________
Di kediaman Rumah Reza.
jam menunjukkan pukul tujuh, Seorang gadis sedang mematung di depan cermin meja riasnya, ada butiran air mata yang jatuh di pipinya.
Aku benci pernikahan ini, dia semakin mengatur hidupku, aku sangat membencinya
Saat kepulangan dari kantornya,Gadis itu terlihat murung,
Setelah menerima satu pesan dari Reza suaminya, ia harus siap siap jam 8 malam untuk kepergianya ke ultah Sella.
Reza keluar dari walk in closet, dengan pakaian sudah Rapi.Fania melirik ke arahnya, dengan cepat gadis itu mengusap air matanya, agar Reza tidak mengetahuinya kalau ia sedang menangis.
Tapi Reza Pria yang tidak bisa di bohongi, ia mengetahui kalau Fania baru saja menangis.
"Kamu kenapa", Pria itu mendekat dengan memegang dagu istrinya memperhatikan dengan seksama wajah istrinya tersebut, tatapan mereka bertemu.
Ini karnamu bodoh,maaf aku memakimu, karna hari ini aku sangat kesal padamu ~Fania
Kamu tidak bisa membohongiku fan, aku tau kamu habis nangis ~Reza
"Gak apa apa", dengan cepat Fania melepas tangan Reza dari dagunya.
"Kenapa kamu belum bersiap."
"Aq udah siap", Ucap Fania sambil mengambil tas di meja samping tempat ia berdiri.
"Dengan wajah seperti ini", Lagi lagi Reza memegang dagu gadis itu
"Emang kenapa kak, Aku gak bisa dandan kak"
Reza menggenggam Tangan gadis itu,melangkah keluar kamar,
Dia kenapa
Fania mengernyikan dahi.
Reza Membuka kamar sang Mama, Mery sedang membaca majalah.,
"Iya sayang" ,setelah tau siapa yang masuk ke kamarnya.
"Mah,, tolong Rias istriku, kita akan ke acaranya Sella" Ucap Reza
"Jam berapa acaranya", tanya Mery.
"Jam 8 mah,"
"Kenapa tidak dari tadi, sini sayang", Ucap Mery merangkul Fania menuju meja rias gadis itu hanga menurut, lalu Reza menunggu di luar Kamar,
Mery mempunyai banyak Salon,maka dari itu wanita tua itu pintar memoles wajah, bahkan di umurnya yang terbilang tua, ia masih terlihat cantik.
"Kamu itu masih sangat muda, jadi kalau dandan jangan terlalu menor ya," Ucap mery saat mulai memoles wajah Fania.
Fania hanya mengangguk.
"Baju apa ini,, ntar mama ambilin baju yang sesuai untukmu"
Mereka benar benar merubah hidupku, apa yang aku gunakan tidak cocok untuk mereka, huufff
"Fania memang tidak mempunyai baju pesta mah, karna Fania tidak pernah datang di acara begituan"
"Kenapa sayang"
"Karna hanya mengingatkan pada mendiang Mamaku mah" ucapnya lirih.
"Sayang, Mamamu akan sedih di sana kalau tau kamu bersikap seperti ini", ucap mery menenangkan menantunya.
Setelah selesai memoles Wajah menantunya, Mery mencari baju yang pas buat Fania.
Wanita itu banyak sekali koleksi baju,karna orang kaya mah gitu ya, kalau di pakek tidak akan di pakek lagi.
Sultan mah bebas. 😁
Fania terlihat sangat Cantik,Gadis itu memakai gaun warna pink dengan rambut di urai dengan beberapa asesoris jepitan rambut. Fania tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. menurutnya ia terlihat sangat cantik, ntah apa karna mertuanya yang memoles wajahnya apa karna ia memang orang yang sangat cantik, pikirnya
"Kamu terlihat cantik sayang, tidak salah Reza menikahimu" Ucap Mery seraya tersenyum,Fania tersenyum getir.
Tapi aku yangs salah, sudah mau menikah dengan kak Reza, hehe
"Ayo temui suamimu", kata Mery
Fania menggukkan kepala lalu berjalan keluar dari kamar menemui Reza suaminya yang tengah menunggunya di lantai bawah tepatnya ruang tamu.
"Reza", Panggil mery
Reza yang tengah sibuk dengan poselnya sontak menoleh karna Mery memanggilnya dan Fokusnya sekarang bukan kepada Mama yang memanggilnya tapi ke arah Fania istrinya yang terlihat cantik dari biasanya.
Fania tersenyum ke arahnya ,ntah kenapa Gadis itu berharap Reza memujinya.
Tapi Reza bukanlah lelaki yang pintar memuji wanita dengan ucapan ,hal tersebut membuat Fania menggerucutkan bibirnya ,tetapi Laki laki itu tersenyum ke arahnya.
Dia tidak memujiku gitu,,dasar cowok gak peka
"Ayo berangkat", Reza menggenggam tangan Fania.
Setelah berpamitan dengan Mery,
mereka melangkah keluar menuju mobil.
Fania
Dini
Mohon maaf jika visual tokohnya tidak sesuai.
Ini hanya menurut khayalan author sendiri 😀.
Kalian bebas menghayal dengan tokoh visual kalian masing2 ,hehehe...
Ayo menghayal sama sama 😁.
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣