Nawang sangat mencintai Rafli namun karena suatu hari Nawang tidur seranjang dengan Aiden kakak dari Rafli membuat kedua orang tua Aiden menikahkan dengan Nawang sering cekcok apakah rumah tangga keduanya akan bertahan atau akan cerai di tengah jalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hentikan Nawang
Renata kini sudah berada di dapur perusahaan milik Aiden, Renata sedang sibuk membuatkan kopi untuk Nawang, setelah Renata mengaduk kopi, Renata mengambil obat perangsang yang ada di tas miliknya, lalu dengan gerakan cepat Renata memasukkan obat perangsang tersebut ke minuman miliknya Aiden.
Senyum licik terbit di bibir Renata karena Renata akan menjebak Nawang dan Aiden supaya melakukan hubungan intim gara gara bantuan obat perangsang, Renata harap setelah Aiden dan Nawang melakukan hubungan intim akan membuat Arda menjauhi Nawang, karena Nawang sudah menjadi milik Aiden seutuhnya.
Renata sangat yakin Aiden dan Nawang belum pernah melakukan hubungan intim karena Aiden pernah bercerita tentang sosok Nawang yang selalu ribut dan bertengkar jika bertemu dengan Aiden.
Renata berjalan ke arah ruang kerja miliknya Aiden, saat sampai di depan pintu Renata menyelonong masuk ke dalam ruangan kerja miliknya Aiden, Nawang yang sedang sibuk dengan lamunannya langsung terlonjak kaget saat mendengar seseorang berjalan mendekat ke arahnya.
Nawang menghapus air mata yang menetes di kedua pipinya, Renata sudah sempat melihat Nawang meneteskan air mata, dalam hatinya Renata bingung apa yang membuat Nawang menangis
Renata meletakkan nampan yang ada di tangannya ke atas meja, lalu Renata melirik ke arah Nawang yang sedang menatap ke arah lain, Nawang sengaja melakukan hal itu supaya Renata tak mengetahui kalau dirinya habis menangis.
''Renata, aku mau pulang'' pamit Nawang gegas beringsut berdiri, saat Nawang akan melangkah, tangannya Nawang di pegang oleh Renata.
''Nawang, mending kamu jangan pulang dulu, soalnya aku pengin ngobrol sama kamu'' jawab Renata tanpa melepaskan tangan Nawang, sementara Nawang menoleh ke arah Renata.
''Nawang, aku ingin ngobrol sama kakak ipar aku, asal kamu tahu kak Aiden sudah aku anggap kakak aku sendiri, karena Aiden bisa melindungi aku dan bisa di jadikan teman curhat oleh aku, kak Aiden pria baik, pasti beruntung wanita yang menjadi istri kak Aiden'' jelas Renata sembari menyunggingkan senyum tipis di wajahnya.
Renata berkata jujur dan Renata harap Nawang akan mencintai Aiden supaya Arda bisa melupakan Nawang yang sudah berbahagia menikah dengan Aiden.
Nawang membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga, sungguh Nawang tak menyangka Aiden sang suami bisa sebaik itu terhadap Renata, berbeda ratusan derajat sikap Aiden kepada Nawang.
Padahal sikap Aiden terhadap Nawang saat sebelum menikah selalu mengajak bertengkjar dan selalu mengajak ribut, bahkan setiap Aiden dan Nawang bertemu selalu saja ribut dan bertengkar.
''Nawang, ayo duduk'' lagi dan lagi Renata mengajak Nawang mengobrol, Renata harap rencana dirinya akan berhasil.
Nawang menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa, lalu Nawang melirik ke arah gelas yang berada di atas nampan, Renata yang paham Nawang menatap ke arah gelas membuat Renata berbicara.
''Nawang, aku buatkan minuman juga buat kamu, aku takut kamu haus gara gara menunggu kak Aiden yang sedang meeting'' jelas Renata tak hentinya berbicara, sementara Nawang sejak tadi hanya menjadi pendengar yang baik.
''Renata, harusnya kamu ngga perlu repot repot buatkan minuman buat aku, soalnya kalau aku haus bisa buat minuman sendiri ke dapur'' sahut Nawang sembari tersenyum tipis.
''Nawang, aku senang bisa membuatkan minuman buat kamu, ayo di minum minumannya'' perintah Renata yang sudah mengambil sebuah gelas yang ada di nampan, lalu Renata meminum minuman miliknya.
''Makasih Renata'' ucap Nawang yang di balas anggukkan kepala oleh Renata.
''Sama sama Nawang'' jawab Renata setelah selesai minum, lalu Renata meletakkan gelas yang ada di tangannya ke nampan lagi.
Berbeda dengan apa yang di lakukan oleh Renata, kini Nawang mengambil gelas yang ada di atas nampan, lalu Nawang meminum minuman yang ada di gelas tersebut, bahkan Nawang menghabiskan minuman yang ada di gelas tersebut.
Renata mengeluarkan senyum licik karena Nawang sudah menghabiskan minuman yang sudah di campur obat perangsang, kini Nawang meletakkan gelas yang ada di tangannya ke atas nampan.
Renata berpamitan pergi ke Nawang, Renata langsung beringsut berdiri dan berjalan dengan cepat keluar dari ruangan miliknya Aiden.
Renata yakin Aiden dan Nawang akan melakukan hubungan intim, beberapa menit kemudian Nawang tampak gelisah dan resah saat duduk, Nawang juga heran dengan tubuhnya yang merasa gerah, padahal Nawang sudah menyalakan AC dengan volume paling dingin.
Sepuluh menit kemudian Aiden masuk ke dalam ruangan kerja miliknya, Aiden membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga melihat adegan yang ada di depannya.
''Nawang, apa yang kamu lakukan ?'' tanya Aiden dengan nada berteriak, bahkan kedua matanya Aiden menatap ke sembarang arah.
Nawang yang akan melepaskan BRA yang menempel di tubuhnya langsung menoleh ke arah sumber suara, bukannya menghentikan aksinya malah Nawang melanjutkan aksinya mencopot BRA yang menempel di tubuhnya.
Di tubuh Nawang saat ini cuma melekat CD saja, kini Nawang berjalan ke arah Aiden, setelah itu Nawang langsung mengalungkan kedua tangannya ke arah leher Aiden, hal itu membuat Aiden menoleh ke arah Nawang.
''Nawang...'' Aiden tak melanjutkan kalimatnya, karena senjata Aiden sudah tegang di bawah, akibat tangan halus Nawang yang menjelajahi tubuhnya Aiden, bahkan Nawang dengan agresif juga berkali kali mencium wajah Aiden.
''Hentikan Nawang'' kata Aiden sembari mendorong tubuh Nawang menjauh darinya, jujur Aiden juga sudah tergoda dengan tubuh Nawang, bukannya Nawang menjauh dari tubuh Aiden, malah Nawang memeluk Aiden erat.
''Aiden gerah'' celetuk Nawang menahan hasrat, sementara kedua matanya Aiden terbuka lebar, Aiden bisa menyimpulkan bahwa saat ini Nawang sedang dalam pengaruh obat perangsang.
Nawang bersikap agresif kepada Aiden, bahkan Nawang melepas jas dan kemeja yang di kenakan Aiden, bahkan tanpa malu Nawang menciumi tubuh Aiden, hal itu membuat senjata Aiden siap tempur ingin sekali masuk ke sarang Nawang.
Aiden dan Nawang kini sudah sama sama telanjang bulat, bahkan Aiden dan Nawang kini sedang melakukan hubungan intim, dua jam telah berlalu karena kecapekan membuat Nawang tertidur dengan tubuh masih dalam keadaan polos.
Aiden menatap Nawang sambil memeluk tubuh Nawang, lalu Aiden langsung menyelimuti tubuh Nawang dengan selimut, lalu Aiden mencium kening Nawang, sungguh Aiden bahagia karena bisa melakukan hubungan intim dengan Nawang.
Namun Nawang melakukan hubungan intim dengan Aiden akibat pengaruh obat perangsang bukan karena Nawang yang memikirkan kewajiban memberi hak kepada Aiden yang sudah resmi menjadi suaminya.
Aiden merasa bingung siapa yang mencampurkan obat perangsang ke minuman miliknya Nawang, namun ada hikmahnya Nawang meminum minuman yang di campur obat perangsang itu membuat Aiden memiliki Nawang seutuhnya.
satu ranjang tidur bareng atuhh 🤭
nawang juga maksa banget minta antar rafli
aman kan bangg rambutnya /Facepalm/