Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Sudah lima hari Zaskia kabur dari rumah entah kemana. Sedang ayah masih bersikap dingin padaku. Ibu sering menangis jika menatap wajahku yang semakin sayu. Adik-adik ku, jelas selalu memberikan support padaku.
" Ibu ?".
Aku menghampiri ibu yang sedang melamun di teras depan rumah. Entah apa yang sedang ibu pikirkan saat itu. Aku hanya melihat raut wajah sendu pada ibu.
" Re-renita ?. Sudah lama disini ?".
Nampaknya ibu tidak mengetahui kehadiran ku yang duduk di sampingnya. Apa yang sedang ibu pikirkan sebenarnya ?. Hingga kedatangan ku pun tidak ibu sadari ?.
" Ibu, apa ibu sedang sibuk ?. Renita ingin berkenalan dengan papah kandung Renita bu".
" Apa yang ingin kamu ketahui tentang nya Renita ?".
" Everything bu, semuanya tentang papah kandung Renita".
" Mau mulai dari mana ?".
" Terserah ibu ".
" Haruskah ibu menceritakan padamu Renita ?. Sedang kejadian ini sudah berlalu puluhan tahun yang lalu ?".
Aku melihat ibu menatap padaku. Sedang aku hanya memandang lurus ke arah depan.
" Renita berhak tau ibu. Meskipun Renita tidak akan pernah bisa bertemu, dan memeluk papah Renita secara langsung. Setidaknya Renita mengetahui siapa papah Renita itu ?, dia sosok laki-laki yang bagaimana ?".
" Baiklah, akan ibu ceritakan. Renita, sebenarnya papah kandung kamu dan ayah adalah sahabat baik. Mereka sangat dekat, bahkan sudah seperti satu tubuh. Tapi takdir berkata lain, papah menyukai ibu, sebaliknya ibu juga mencintai papah kamu. Singkat cerita, akhirnya kami menikah. Sepanjang pernikahan bahkan hingga ibu dan papah memiliki kamu, ayah sama sekali tidak memperlihatkan gelagat aneh, atau gerak-gerik bahwa ayah juga ternyata mencintai ibu. Ayah masih sangat dekat dengan papah, ibu, dan tentunya kamu. Sampai pada akhirnya papah kamu mengalami kecelakaan parah ketika akan berangkat ke kantor, papah kamu sempat kritis beberapa hari, kemudian papah bisa sedikit berbicara. Selama papah kamu kritis ibu hanya bisa menangis, dan ayah lah yang selalu menemani ibu di rumah sakit, sambil mengurus kamu. Hingga akhirnya, papah kamu meminta pada ayah, agar ayah menikahi ibu dan mengurus kamu. Ternyata papah kamu sudah menangkap gelagat bahwa ayah juga mencintai ibu. Tapi demi persahabatan mereka saling menerima satu sama lain".
Aku melihat ibu menghela nafas panjang, dan kembali bercerita padaku. Aku tahu, ada duka yang sangat mendalam pada hati ibu.
"..... Sehari setelah mengucapkan mandat pada ayah, papah kamu kembali kepada Nya. Ibu saat itu sangat hancur. Sejujurnya, ibu tidak pernah tahu jika ternyata papah menyuruh ayah untuk menikahi ibu. Saat itu ibu sama sekali tidak memiliki perasaan pada ayah, sebagaimana perasaan ibu untuk papah kamu. Tapi ayah tidak mau berhenti berjuang untuk dapat memiliki ibu Renita. Ayah masih penasaran dengan ibu, rasanya gejolak saat dulu muncul lagi di dada ayah. Sampai akhirnya ibu menjadi kasihan dan mencoba untuk menerima ayah dalam hidup ibu. Awal pernikahan ayah dengan ibu, kami bertengkar hebat. Ayah merasa kecewa karena tidak bisa memiliki ibu ketika ibu masih perawan. Ayah merasa dikalahkan oleh papah kamu, hingga akhirnya jatuhnya ayah sangat membenci kamu Renita. Bahkan dulu ayah meminta pada ibu untuk menyerahkan kamu di panti asuhan saja. Agar ayah bisa memiliki ibu, seperti ibu masih perawan. Tapi jelas ibu menolak itu, kamu adalah darah daging ibu, buah cinta ibu dengan papah kamu. Ibu bahkan minta diceraikan oleh ayah, jika ayah memaksa untuk memisahkan ibu dengan kamu. Karena ayah tidak ingin kehilangan ibu untuk yang kedua kalinya, ayah mengalah dan menerima kamu meskipun dengan kebencian dan berat hati".
Aku memeluk ibu erat. Itu pasti sangat tidak mudah bagi seorang perempuan. Sejujurnya aku shock dengan apa yang ibu ceritakan padaku. Bagaimana mungkin ayah bisa seegois dan sekejam itu pada anak kecil yang tidak berdosa ?. Bukankah maksud dari papah meminta ayah untuk menikahi ibu adalah salah satunya untuk menjaga ku ?. Kenapa ayah malah ingin membuang ku pada panti asuhan ?.
" Ibu....".
" Hiks... hiks.... hiks, Renita maafkan ibu jika ibu belum bisa menjaga mu dengan baik, maafkan ibu jika ibu lalai, maafkan ibu jika ibu belum bisa membuat mu bahagia".
Hatiku sakit, mendengar ibu meminta maaf padaku. Ibu tidak salah, aku mengerti bagaimana posisi ibu sebagai seorang istri. Aku yakin ibu sangat mencintaiku, tapi hanya karena terlalu takut pada ayah, ibu lebih sering diam.
" Ibu, bisakah ibu kasih tau. Dimana papah di makamkan ?, Renita rindu papah, Renita ingin bertemu dengan papah bu".
" Papah di makamkan di tempat pemakaman keluarga besar papah di Jogja. Kapan kamu akan kesana Renita ?".
" Belum tau bu, paling tunggu badan Renita agak baikan. Ada apa bu ?. Apa ibu ingin ikut ?".
" Ibu juga rindu papah. Ibu ingin ziarah ke makam papah. Selama bertahun-tahun ayah melarang ibu untuk datang ke makam papah. Ayah takut ibu tidak bisa melupakan papah".
" Apa ?!. Bahkan ayah tidak mengijinkan ibu untuk datang di makam papah Bu ?. Astaghfirullah.. kenapa ayah sekejam itu bu?".
" Entahlah Renita, papah dan ayah memang sahabat dekat, sangat dekat. Tapi sifat mereka berbanding terbalik Renita. Papahmu itu sosok laki-laki yang lemah lembut, penyayang, dan penyabar Renita. Berbeda dengan ayah. Selama bertahun-tahun ibu berusaha untuk selalu sabar dan mengalah".
" Kita ke makam papah ya bu nanti, apa ibu masih menyimpan foto papah bu ?. Renita sangat ingin melihat wajah papah kandung Renita. Meskipun Renita tidak bisa memeluk dan melihat papah secara langsung, setidaknya Renita melihat wajah papah".
" Semua foto papah sudah di bakar oleh ayah Renita. Ibu tidak pernah boleh menyimpannya lagi. Tapi di dekat pemakaman ayah. Ada foto yang sengaja ibu taruh disana".
" Ibu, lalu kenapa ibu menyembunyikan identitas papah dari Renita ?".
" Ibu hanya tidak ingin membuat kamu sedih Renita. Ibu ingin kamu bahagia. Akan sulit untukmu jika mengetahui bahwa kamu bukanlah anak kandung dari ayah, maafkan ibu".
" Tapi nyatanya, akhirnya Renita juga tahu kan Bu ?. Renita akhirnya tersakiti. Renita akhirnya tahu bahwa ayah bukanlah papah kandung Renita".
" Maafkan ibu Renita".
Tanganku menyeka air mata yang jatuh di pipi ibu. Aku tidak ingin melihat wanita yang sangat kucintai ini menangis lagi. Aku yakin, sudah terlalu banyak beban hidup yang telah ibu jalani dan rasakan. Tidak mudah menjadi istri dari ayah yang temperamental. Bahkan aku sendiri sering menangis ketika di perlakukan kasar oleh ayah. Seandainya papah masih ada, aku pasti akan sangat bahagia. Aku tidak akan di salah-salah kan karena belum juga menikah, aku tidak akan di kasari oleh ayah.
" Ibu !! buuu ....!!".
Aku mendengar ayah berteriak dan memanggil ibu dengan sangat kencang. Ibu langsung beranjak dari tempat duduk dan segera mendatangi ayah.
" Papah... Renita rindu. Datanglah ke mimpi Renita pah, meskipun hanya sekali".
Tak terasa air mataku menetes. Mengapa takdir begitu menyakitkan untukku.
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat