NovelToon NovelToon
Kenapa Menikahiku, Gus?

Kenapa Menikahiku, Gus?

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Konflik etika
Popularitas:176k
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Ini adalah novel religi pertamaku. Banyak banget yang butuh perbaikan sana sini. jika ada yang tidak sesuai, othor terima banget masukannya.

Tiba-tiba dilamar oleh seorang Ustad, membuat Arin berpikir dan melakukan berbagai cara untuk membatalkan pernikahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

Suasana rumahku nampak ramai dan penuh dengan banyak orang. Hari ini, kedua orang tuaku tengah sibuk melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan tamu istimewa mereka malam nanti.

Ya, siapa lagi kamu istimewa itu kalau bukan keluarga calon besan Bapak dan Ibu, yaitu Ustadz Wahab. Mereka terlihat antusias sekali menyiapkan banyak hal. Bahkan Mbak Musda juga sampai datang ke sini untuk membantu.

"Ngapain sih mereka berlebihan banget?" gerutuku kesal pada kedua orang tuaku yang nampak lebay.

Mbak Musda juga ikut datang ke sini untuk bantu-bantu. Mbak Musda juga sangat bersemangat, sama seperti kedua orang tuaku.

Sudah berulang kali aku menunjukkan sikap keberatan. Aku tak mau keluarga Ustadz Wahab datang berkunjung lagi. Aku ingin menyudahi semua ini. Tapi kedua orang tuaku tak peduli. Mereka tak menghiraukan perasaanku sedikitpun.

"Arin, kamu ngapain di pintu? Sini ajakin Satria dulu!" ujar Mbak Musda padaku.

"Mbak sampai bela-belain ke sini cuma buat bantu-bantu?" tanyaku pada Mbak Musda.

"Iya dong, Rin. Hari ini kan hari istimewa buat kamu," ucap Mbak Musda.

Hari istimewa apanya? Aku nggak nganggep istimewa sedikitpun hari ini. Apalagi hari ini keluarga Ustadz Wahab akan datang untuk melamar sungguhan. Setelah melewati hari ini, aku harus benar-benar menikah dengan Huda.

"Nggak perlu ngomong gitu deh, Mbak!" seruku kesal.

"Kamu main aja sama Satria sana! Mbak mau bantu Ibu di dapur," sahut Mbak Musda.

Mbak Musda sendiri juga sama saja. Mbak Musda nggak bisa bantu aku. Terpaksa aku harus menjalankan ide dari Wirda. Aku cuma perlu bersikap nggak sopan aja, kan? Meskipun aku akan digantung Bapak nantinya, yang penting aku bisa batalin lamaran ini dulu.

Kudengar acara ini akan didatangi oleh banyak anggota keluarga. Karena ini acara lamaran sungguhan, akan ada seserahan dan juga penentuan tanggal pernikahan.

Seharusnya ini menjadi momen impian setiap wanita. Tapi bagiku, hari ini hanyalah bagian dari malapetaka.

"Arin, malang banget nasib kamu!" gerutuku mengasihani diri sendiri.

Harusnya aku ikut antusias mempersiapkan banyak hal untuk acara penting hari ini. Tapi aku memilih untuk tidak menyiapkan apa pun. Bahkan untuk sekedar menyiapkan pakaian yang layak pun, aku tak mau. Aku hanya menyiapkan pakaian seadanya.

Ya, seadanya. Dan hanya ada kaus serta celana kain di lemariku. Aku tidak menyiapkan pakaian khusus. Aku hanya akan mengenakan kaus. Ibuku sebenarnya sudah memaksaku untuk menyiapkan hijab dan mengenakannya nanti, tapi aku tidak mau. Aku akan memakai pakaian yang aku suka. Aku tidak akan mau menuruti apa pun keinginan ibuku demi memberikan kesan baik pada keluarga Ustadz Wahab.

Pokoknya, hari ini aku akan mengacaukan acara lamaran. Hari ini, aku akan membuat keluarga Ustadz Wahab yang tidak mau bertemu denganku lagi.

Akhirnya malam pun tiba, dan keluarga Ustadz Wahab mulai berdatangan. Tidak hanya keluarga saja yang datang, tapi beberapa santri juga ikut hadir. Rumahku langsung ramai dengan banyak orang.

"Rin, buruan keluar! Lama banget sih siap-siapnya!" omel ibuku sembari mengetuk pintu kamarku dengan tergesa-gesa.

"Sebentar, Bu! Nanti juga Arin keluar!" sahutku pada ibuku.

Sebenarnya aku sudah siap sejak tadi. Memang tidak ada yang harus aku persiapkan juga. Aku hanya akan keluar dengan mengenakan kaus.

"Kamu udah siapkan, Rin? Mungkin bentar lagi kamu bakal babak belur dihajar sama Bapak Ibu. Tapi setelah ini, kamu nggak akan ketemu lagi sama Huda. Pengorbanan kamu nggak akan sia-sia!" gumamku menyemangati diriku sendiri.

Sebenarnya aku masih agak ragu dan takut untuk bersikap tidak sopan selama acara lamaran berlangsung. Tapi aku harus segera memantapkan hati untuk mengambil langkah ini.

Tak lama kemudian, aku pun keluar dan memperlihatkan diri di depan para tamu. Tentu saja kedatanganku sebagai bintang acara langsung mendapatkan sorotan. Tapi mungkin saat ini aku sudah mendapatkan umpatan dalam hati oleh orang-orang.

Aku keluar dengan penampilan yang dinilai tidak cukup pantas. Aku tidak mengenakan hijab seperti yang diminta oleh ibuku, dan aku juga muncul hanya mengenakan pakaian apa adanya.

Ibuku langsung melotot padaku begitu melihat penampilanku di depan Ustadz Wahab dan keluarga. Bapakku juga tak kalah terkejut saat melihat kelakuanku.

Tidak hanya memperlihatkan penampilan yang tidak pantas, aku juga mulai membuat ulah dengan memperlihatkan sikap yang tidak layak. Aku duduk dengan mengangkat dan melipat kaki ke atas kursi. Aku bahkan tidak menyapa Ustadz Wahab dan keluarga dengan benar.

"S-silakan dicicipi hidangannya!" ucap bapakku untuk mengalihkan perhatian keluarga Ustadz Wahab yang tengah menatapku saat ini.

"Arin! Turunin kaki kamu!" bisik bapakku sembari melotot padaku.

Aku hanya diam dan berpura-pura tidak mendengar omelan bapakku. Aku ikut mencomot makanan yang ada di hadapanku dengan tangan kiri. Aku juga menikmati makanan dengan cara yang kurang sopan.

Kulihat sekilas sepertinya bapakku benar-benar malu karena aku. Maafkan anakmu ini, Pak. Aku nggak akan begini kalau bukan karena Bapak yang maksa aku buat nerima lamaran!

"M-maaf, Ustadz. Arin nggak biasanya bertingkah seperti ini. Mungkin ini karena dia gugup," ucap bapakku terus menerus meminta maaf kepada keluarga Ustadz Wahab.

Tapi dari tadi aku amati, sepertinya keluarga Ustadz Wahab tidak mempermasalahkan sedikitpun tingkahku yang seperti ini. "Nggak masalah Pak Agung," sahut Ustadz Wahab.

Ha? Nggak masalah? Aku udah bersikap kayak gini dari tadi, tapi Ustadz Wahab sendiri masih nggak keberatan? Ok! Kalau gitu, aku bisa ngelakuin hal yang lebih gila dari ini!

Ya, setelah makan aku langsung asyik mengorek isi hidungku. Aku mengupil di depan semua orang. Hal ini pun sepertinya membuat bapakku semakin geram.

"Seumur-umur saya nggak pernah mengajarkan anak saya untuk bersikap nggak sopan di depan tamu," sindir bapakku padaku.

Lagi-lagi bapak meminta maaf dan benar-benar dibuat sungkan pada Ustadz Wahab karena aku. Sebenarnya aku juga malu melakukan hal ini. Tapi aku masih berharap jika tingkahku ini akan membuatmu keluarga Ustadz Wahab kesal.

Tapi sepertinya usahaku kembali sia-sia. Keluarga Ustadz Wahab terlihat biasa saja menanggapi tingkahku. Bahkan saat aku menoleh ke arah Huda, pria itu masih bisa tersenyum padaku. Mereka masih tetap bersikap santun, meskipun aku sudah menunjukkan perilaku yang kurang ajar.

Lama-lama aku pun dibuat malu sendiri di depan mereka. Setiap kali bapakku meminta maaf, mereka tidak melayangkan protes sedikitpun dan tidak mencoba merendahkanku yang sudah bersikap tidak sopan.

"Mereka ini sebenarnya kenapa, sih? Mereka beneran pengen punya mantu kayak aku? Apa cewek di dunia ini udah musnah?" batinku mulai kesal dan malu sendiri.

Acara lamaran pun tetap berjalan sesuai dengan rencana tanpa halangan sedikitpun. Kupikir setelah melihatku bersikap seperti tadi, keluarga Ustadz Wahab akan langsung pulang tanpa melanjutkan acara. Tapi juga salah besar. Mereka tetap melamarku dan bahkan lekas mendiskusikan pernikahan dengan kedua orang tuaku.

"Terima kasih banyak atas kunjungan Ustadz Wahab dan keluarga ke rumah kami. Kami benar-benar minta maaf atas kesan kurang baik yang dilakukan oleh putri kami. Semoga kedepannya urusan kita dimudahkan dan diberi kelancaran," ucap bapakku mengantarkan para tamu pulang.

"Kami sekeluarga juga mengucapkan banyak terima kasih pada keluarga Pak Agung yang sudah menyambut kami dengan baik. Kami akan berkunjung kembali untuk membahas mengenai kelanjutan acara berikutnya ," sahut Ustadz Wahab.

Usai para tamu pulang, aku segera berlari ke kamar dan mengurung diri di dalam sana. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan sikap keluarga Ustadz Wahab yang terbilang aneh. Normalnya tidak akan ada orang yang mau menerimaku sebagai menantu jika aku bersikap seperti tadi di hadapan mereka. Apalagi keluarga Ustadz Wahab merupakan salah satu keluarga terpandang di wilayahku. Tapi kenapa mereka tetap saja melamarku? Apa sebenarnya maksud dan tujuan mereka? Apa ada maksud tersembunyi dari acara lamaran ini?

Aku makin dibuat penasaran dengan keluarga Ustadz Wahab. Hingga beberapa hari kemudian, aku pun memutuskan untuk kembali mengunjungi pondok pesantren Ustadz Wahab.

"Aku harus cari tahu kebenarannya!"

****

1
Sur Yanti
ayo thor knpa Lama sekali up nya? semangat lah thor nulis nya 💪💪
Sur Yanti
semangat up thore 💪💪
Lukman Suyanto
welcome back...
Sur Yanti
setelah 2thn akhir nya up lagi thore
semangat up nya thor 💪💪💪
Dek Raraaa
uplagi 2th kakkk ..
Danie a: bisa ae.
total 1 replies
JandaQueen
lha....kalo gini, ga bener ni si wirda. ada gejala mo nikung sptnya...
JandaQueen
lanjut baca, penasaran
JandaQueen
lha itu...
JandaQueen
lanjut baca
JandaQueen
simpan jejak dl
Ade Hadijah
semoga Arin selamat sampai tujuan. Nekad juga
Riza Umi Nurjannah
lama up nya thot
Danie a: hahahh, iya, othor nya lagi ngk jelas nih🤭
total 1 replies
Bayu Priyadi
arin baper
Raudatul zahra
heehhh??? kupikir sudah tamat, karna novel author yg lain yg kubaca episode nya pendek².. ini udah 60 bab belum tamat.. yaa nggak pp siih.. seneng² aja aku.. tp kok lama banget nggak update lg yaa thor????
Raudatul zahra
aku ikut sakit hati mikirin perasaan nya Arin😭😭😭
Raudatul zahra
Arin mendengar isakan novi
Raudatul zahra
menyingkirkan Novi thoorr
Raudatul zahra
maafin yaa mas Huda.. nama nya istri nya baru beranjak dewasa.. masih suka tantrum² gitu dehh.. masih cemburuan..
Raudatul zahra
lanjooootttt
Raudatul zahra
ada yang ngarepin suami orang doonnggg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!