NovelToon NovelToon
Wanita Kaya Tawanan Mafia

Wanita Kaya Tawanan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Persaingan Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: rnsa

Seorang mafia yang diberikan tugas oleh ayahnya untuk menculik seorang wanita kaya raya dengan alasan hutang lalu menyuruhnya untuk membunuh wanita itu, tetapi ada yang aneh dari ayahnya karena sebenarnya bukan hanya alasan hutang tetapi ada alasan yang lainnya.

**

“Kenapa kau tidak memberinya kesempatan untuk membayar semua hutang itu?” tanya Lucas karena sangat penasaran dengan alasan big bos.

Tidak terdengar apapun di seberang telpon membuat Lucas menyambung ucapannya. “Dan kenapa kau sangat menginginkan kematian wanita itu? Apa kau ada masalah yang lain?”

Big bos langsung mematikan telpon tanpa menjawab pertanyaan Lucas. “Tentu saja tidak hanya hutang.” Gumamnya sambil menyeringai.


Bagaimana kisah selanjutnya? Jangan lupa ikutin alur ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lucas mengetahui penyakit Clara?

HAPPY READING!!!

.

.

.

Terlihat Celine masih berdiri disana dengan matanya yang mulai berembun menahan tangis karena rindu dengan sosok Lucas.

“Lucas.” Teriak Celine lalu menunduk. “Dia terlihat semakin tampan, apa dia benar-benar tidak menginginkan ku lagi? Bukankah dia sangat mencintai ku?”

Sejenak Celine berdiri disana, beberapa menit kemudian Celine beranjak pergi dengan perasaan yang penuh tanda tanya mengenai wanita yang bersama Lucas tadi.

.

.

.

Langkah kaki mereka mulai keluar dari pintu utama rumah sakit menuju salah satu mobil mewah yang terparkir didepan sana. Hoshi (Supir) yang melihat kedatangan mereka pun langsung saja membuka pintu mobil bagian belakang.

Perlahan Clara berdiri lalu berjalan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba kepala Clara pusing lagi membuatnya ingin terjatuh tetapi dengan sigap tangan Lucas menahan tubuhnya, sesaat Lucas dan Clara saling tatapan.

Clara merubah posisinya menjadi berdiri tegap. “Terima kasih.” Masuk ke dalam mobil diikuti yang lainnya.

“Semoga kondisi mu cepat membaik.” Ucap suster sambil tersenyum.

Clara tersenyum tipis sambil mengangguk. “Terima kasih.”

Hoshi (Supir) pun menutup kembali pintu mobil itu. “Kami permisi dulu.”

Suster mengangguk pelan. “Hati-hati.” Masuk kembali ke dalam sambil mendorong kursi roda.

“Jalan!” titah Lucas.

Hoshi (Supir) menghidupkan mesin mobil. “Baik Tuan.” Mulai menjalankan mobil itu meninggalkan halaman rumah sakit menuju mansion.

Saat ini suasana didalam mobil sangat hening tidak ada percakapan apapun diantara mereka berdua.

Tatapan Clara keluar kaca sesaat bibirnya tersenyum tipis. “Lagi dan lagi tentang penyakit.” Batinnya.

Clara sudah sangat bosan bertemu dengan rumah sakit, dokter, suster dan juga obat yang selalu diminum setiap hari. Tapi apa boleh buat kalau penyakitnya itu memang belum bisa sembuh.

“Sejak kapan kau sakit seperti itu?” tanya Lucas memecahkan keheningan tanpa menoleh Clara.

Clara yang mendengar pertanyaan itu langsung menoleh Lucas. “Kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa jangan-jangan dia sudah mengetahui penyakit ku?” batinnya. “Semoga dia bisa membebaskan ku secepatnya.”

Terlihat di kursi bagian belakang, tatapan kedua bawahan sangat fokus ke depan dan Aaron (Bawahan 1) berusaha untuk tidak mendengar percakapan sang bos.

Darel (Bawahan 2) mendekati Aaron (Bawahan 1) lalu berbisik. “Diamlah! Tutup mulut mu itu, jangan penasaran dengan percakapan mereka.”

Aaron (Bawahan 1) mengangguk. “Kau tenang saja.” Bisiknya.

“Ekhemm…. Kenapa kau diam saja?” tatapan mata Lucas keluar kaca. “Apa kau mendadak bisu atau mendadak tuli setelah keluar dari rumah sakit.” Ucap Lucas sedikit kesal karena Clara tidak menjawab pertanyaannya.

Clara tersadar dari lamunannya. “Hah? Ah itu sudah lama. Hidup ku memang sakit-sakitan dan juga penuh penderitaan.” Melihat keluar. “Hahaha lebih tepatnya penderitaan yang tiada berakhir.”

Ketika Aaron (Bawahan 1) ingin berbicara dengan cepat Darel (Bawahan 2) menutup mulutnya dengan tangan. “Diamlah.” Kesalnya.

“Semenjak kepergian kedua orang tua ku, tidak ada lagi yang merawat dan menemani ku setiap bulan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi ku.” Clara mulai bercerita, kini Lucas hanya diam mendengarkan Clara.

Sesaat Clara terdiam lalu mengusap air mata yang tiba-tiba saja turun membasahi pipi karena mengingat Justin sang kekasih. “Walaupun aku memiliki kekasih tapi seperti wanita single tanpa kekasih.” Batinnya.

...Bersambung........

Jangan lupa dukung Karya ini agar Author tidak malas melanjutkan ceritanya:)

1
Secret
terima kasih kak, tunggu ya🤗 secepatnya Author akan membuat cerita lagi
Ruk Mini
ooo.. bahagia y... seneng bgt thorr..Happy ending..d tgg karya2 mu lgi thorr 🙏👍👍👍
Ruk Mini
ngeyel sich kau nenk
Ruk Mini
visual mn thorrr gemeszz pasti sm anak2 mereka
Ruk Mini
mank..mak2 hamil mah begono
Ruk Mini
co cuitt. Calon dedy
Ruk Mini
ooow..oooow.. seneng ye ..dede mo otw
Ruk Mini
otw..dede ye bank..
Ruk Mini
deuhhhh.baperr thorrr
Ruk Mini
semangat nenk....💪🥰
Ruk Mini
co.. cuint..assoy
Ruk Mini
nyang laen ngontrak bankk
Ruk Mini
bp ga ad adab
Ruk Mini
waduhhh...bisa kabur dr bank lux
Ruk Mini
ko ada ye org tua gtu sm anak sendiri.. ampun dh
Ruk Mini
dih..cm gara2 wadon duank ..ampyuunnn...ky g ada yg laen dah🙄🙄🙄
Ruk Mini
dendam amat ki... udh tue jg msh lom insaf 🤦🤦🤦
Ruk Mini
baru. sayang an sdi pisah lgi😭😭😭
Ruk Mini
waduhhh...kacauuu
Ruk Mini
deg........deg. nyoss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!