NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:116.5k
Nilai: 5
Nama Author: neng_yanrie

Mentari seorang gadis yang di besarkan oleh seorang suami istri yang berada, ibunya seorang pembantu di kediaman yang menampung kehidupan mentari dan ibunya, persahabatan dari bayi sampai sekarang membuat mentari begitu nyaman tinggal di kediaman itu. Datang sosok pria yang membuat kedua sahabat itu menyukainya, apakah mentari akan mengikuti perasaannya atau mengalah demi Sahabatnya. Yuk kepoin tentang cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_yanrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomor iseng..

Sesampainya di kediaman Papah Ibrahim Mentari segera turun dari mobil Reyhan, ia juga tak lupa untuk berterima kasih kepada Reyhan yang sudah mengantarkannya sampai ke rumah dan menyelamatkan dari para preman tersebut.

Setelah mobil itu melaju dan tidak terlihat lagi, membuat Mentari kaget sambil mengelus dadanya.

"Ibu bikin Nayla kaget saja," protes Mentari.

"Ngapain bengong sendirian disini, bukannya masuk , ini udah malam Tari." ucap Ibunya.

"Ini juga mau masuk, Ibu. Keduluan sama ibu mengagetkan Tari." alasan Mentari.

"Lagi lihatin apa sih?" tanya Ibunya yang melihat kearah anaknya yang memandang kearah jalanan.

"Gak lihat apa-apa, Bu. Yuk masuk, udah malam." ajak Mentari, ia tidak mau Ibunya bertanya lebih banyak lagi tentang ia di anterin siapa?

Ibunya mengangguk dan berjalan beriringan dengan anaknya kedalam rumah, Mentari yang merasa sangat lelah dan rasa trauma dengan kejadian tadi membuat ia takut untuk pergi sendiri.

"Tari, gimana keadaan teman kamu itu?" tanya Ibunya.

"Dia gak apa-apa, Bu. Dia yang menyelamatkan Tari dari para preman itu, Tari takut banget, untung ada dia." adu Mentari pada ibunya.

"Syukurlah, kalau teman kamu tidak terjadi sesuatu, ibu khawatir banget sama kamu, Tari."

"Ibu tenang saja, Tari akan jaga diri baik-baik, jangan cemaskan Tari ya," ucap Mentari yang menenangkan ibunya.

ibunya mengangguk, ia percaya dengan sang anak satu-satunya yang ia miliki di dunia ini, hanya Mentari yang ia punya sekarang, penyemangat hidupnya dan menjadi tujuan utama untuk ia bertahan hidup yang penuh dengan rasa yang begitu penuh dengan rasa sakit yang ia rasakan selama hidupnya yang dulu.

Mentari memisahkan dari ibunya, ia segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Mentari pergi menghampiri sang ibu yang masih ada didalam dapur sedang menyiapkan makanan untuk dirinya.

"Makan dulu, Tar. Ibu udah siapkan." ucap Ibunya yang sudah menyiapkan makanan untuk anaknya.

"Terimakasih, Bu. Ibu udah makan?" tanya Mentari.

"Sudah, jangan khawatirkan ibu, makan yang banyak ya," ucap ibunya yang mengelus rambut sang anak.

Mentari yang mengangguk, ia senang selalu diperhatikan oleh ibunya, walaupun ia dan ibunya bukan dari kalangan orang kaya, tapi Mentari begitu bangga memiliki seorang ibu yang penyayang dan sabar mendidiknya dengan seorang diri tanpa sosok seorang Ayah ada disampingnya.

Selesai makan malam, Tari mencuci piring bekas dirinya makan, ia langsung masuk ke dalam kamarnya. Sebelum ke ka kamarnya Tari berjumpa dengan Vina yang baru keluar dari kamarnya.

"Baru pulang, Tar," tanya Vina yang baru melihat sahabatnya, ia sudah tahu kalau sahabatnya itu berkerja, tapi tidak memberitahukan kepada Vina kalau tempat kerjanya itu adalah tempat orang tuanya Reyhan.

"Iya, Vin. Aku lelah banget, mungkin ini hari pertama aku kerja kali ya, harus beradaptasi dulu." ucap Mentari yang mengadu pada sahabatnya.

"Ya udah sih, gak usah kerja lagi, Tar. Kasihan sama badan dan otak mu yang terus dikuras tanpa jeda." jawab Vina yang khawatir dengan keadaan sahabatnya.

"Tapi ini aku yang mau kok, Vin. Mungkin ini hanya permulaan saja, kedepannya akan terbiasa." ucap Mentari yang meyakinkan sahabatnya, ia tahu kalau Vina begitu peduli terhadapnya.

"Ya udah terserah kamu saja. Tapi, jaga kesehatan kamu ya,"

Mentari menganggukkan kepalanya, ia tersenyum dan bahagia sudah memiliki sahabat yang pengertian dan perhatian padanya.

"Oh iya, Tar. Tadi di kampus kok aku gak lihat Reyhan ya," ucap Vina yang mengingat kejadian tadi pagi.

"Aku gak tau, Vin." jawab Mentari dengan asal.

Setelah selesai obrolan dengan Vina, Mentari masuk kedalam kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya yang begitu lelah ingin segera beristirahat. Tapi, tiba-tiba ada bunyi suara ponselnya yang menggangu nya, Mentari menoleh dan beranjak dari ranjangnya untuk mengambil ponselnya di meja belajarnya. Ada sebuah pesan yang masuk kedalam ponselnya, membuat Mentari menjadi penasaran ingin membukanya.

.

.

.

.

.

.

[Hay, cantik. Lagi ngapain?]

1
Lisa
Kok ga ada kelanjutannya
Nurhayati Nur
bagus cerita nya
in_JUMI
yee komen pertama ...
jangan lupa mampir di cerita aq y
in_JUMI
seru ceritanya ...
di tunggu mampiranya di cerita aq
Mutiara Veni
jngn lama2 up nya thor
Mutiara Veni
jbfan pisahkan mereka thor
Mutiara Veni
up pg dong
Kacan
baguss
Neng_yantie: makasih kak 🙏
total 1 replies
Nefertari Atika
Aku kasih bintang lima, dan gif buat kamu biar makin semangat belajar nulisnya🤗🤗
Neng_yantie: makasih kak
total 1 replies
Nefertari Atika
Hallo thor aku mampir, cerita kamu menarik, tapi banyak yang kosong, seperti tana spasi😘😘
Nefertari Atika: Mari kita sama-sama belajar, agar hasilnya kita rahi dengan kepuasaan 😘
total 2 replies
🐜⃝❥AnnaYoung
keren kak, lanjut. semangaaat
Neng_yantie: makasih kak 🙏
total 1 replies
hai, aku mampir nih, semangat ☺☺☺☺
Neng_yantie: makasih kak
total 1 replies
vijjasirini wati
semangat thor
Maryati Cngtip
next
Maryati Cngtip
next kk
Maryati Cngtip
lanjutan nya dong jdi penasaran gimn jadi nya hubungan mentri dan reyhan😢
Maryati Cngtip
lanjutan nya mana kak😢
Neng_yantie
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!