NovelToon NovelToon
Istri Tuan Amnesia

Istri Tuan Amnesia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:11.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Ia tengah lari dari perjodohannya. Nur Aida Rindayani tak pernah menyangka, Ia justru menemukan seorang pria yang tergeletak di pantai dan membawanya pulang. Sebuah fitnah keji, lalu memaksa mereka menikah dalam sekejap.

Arrayan Bima Hartono , adalah seorang pewaris dari perusahaan besar di kotanya. Suatu hari, Ia diculik secara dramatis oleh beberapa musuhnya. Ia sempat kabur, namun justru terjatuh ke dalam jurang yang menghubungkannya dengan lautan yang dalam.

Apakah akan tumbuh cinta diantara mereka? Bagaimana, jika ketika itu Gibran ingat akan semua masa lalunya? Bagaimana, nasib Aida selanjutya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa aku, Nur?

"Cieee, yang udah mulai cembukur. Iiihiiiiw!" goda Mei pada Aida.

"Cemburu, apaan? Aneh kamu sih. Ngga cemburu, tapi bener kan? Itu suamiku. Ngga pantes aku masukin sahabat di kamarku, apalagi dalam kondisi begitu." balas Aida, yang melangkahkan kakinya ke dapur.

Ia mencari sang nenek, untuk membantunya memasak sarapan pagi.

"Eh, udah mateng?" kagetnya, melihat isi tudung saji yang penuh makanan. Ia pun tertunduk malu, apalagi menatap jam yang memang sudah mulai siang.

"Sampai lupa waktu," manyun Mei, melempar sebuah serbet pada  sahabatnya itu.

"Dah ah, mau mandi." Aida berjalan genit, menggoyangkan pinggulnya memasuki kamar.

"Menyebalkaaaaan," gerutu Mei dengan megepalkan kedua tangannya.

*

"Mas, udah selesai mandinya?" tanya Aida yang melihat Tono tengah berkaca di kaca lemari kamar itu.

"Nur?" panggilnya, menatap seluruh tubuh tegapnya yang masih tersisa beberapa luka disana. Terutama di kepalanya.

"Iya, Mas?" Aida menghampiri dengan kemeja yang masih tergeletak di ranjang. Lalu, memakaikannya pada Tono.

"Pakai, nanti kamu masuk angin. Mau tanya apa?"

"Apakah, tak ada yang mencariku? Bukan Tono, tapi entah siapa. Dan mungkin, itu aku."

"Belum, Mas. Belum ada yang mencari. Tono pun, nama yang ku dapat dari KTP yang ada di dekatmu. Itu sudah luntur, dan hanya tersisa beberapa huruf itu." Aida merapikan pakaian Tono, dan membantunya menyisir rambut, meski harus dengan berjinjit.

Tono menatapnya lucu, tersenyum lalu melebarkan kedua kakinya agar Aida dapat meraihnya.

"Terimakasih," senyum Aida padanya.

Aida pun segera mengambil handuk yang tergelar di pintu lemarinya. Dan meletakkan nya di bahu untuk Ia bawa sendiri. Kamar mandi masih Satu, dan berada di belakang. Hingga mereka harus bergantian untuk itu.

"Sudah, keluar sana. Sarapan sudah siap, dan ada Mei disana. Tak usah sungkan dengan Mei, dia sudah seperti adik ku."

"Baiklah," angguk Tono, lalu keluar menuju meja makan.

Dan benar saja, disana ada Mei yang tengah sibuk dengan gawainya.

"Eh, Mas Tono. Udah selesai mandinya? Mau sarapan? Sini, Mei bantu ambilin."

"Iya, terimakasih. Nenek mana?" tanya Tono, yang mencari dengan tatapan tajam nya. Tatapan setajam elang, seperti tengah mencari mangsanya.

"Nenek? Nenek punya warung diujung. Pas di depan pantai. Apalagi hari minggu begini, pasti ramai." Mei bercerita sembari melayani Tono dengan baik.

"Jangan sungkan, Mei memang begini. Soalnya kalau nunggu Aida, lama mandinya. Kelaperan Mas nanti."  imbuhnya, lalu kembali dengan gawainya.

"Nenek, ngga ada yang bantu?" tanya Tono, yang tengah mengunyah makananya.

"Ada, nanti Aida sama Mei kesana. Bantu jaga warung, sekalian jaga pantai. Biasanya, ada aja yang hanyut. Atau bahkan tenggelam. Itu tugas Mei sama Ai."

"Berdua?"

"Engga, banyak temen lain." balas Mei.

Tono tampak menikmati hidangan itu. Ia pun makan dengan lahap, bahkan menghabiskan yang Mei ambilkan untuknya. Hingga Aida datang padanya. Aida sigap, dengan nampan berisi obat lengkap untuk Tono, beserta perlengkapan ganti verbannya.

"Nur, aku ikut ke pantai?"

"Istirahat aja dirumah lah. Di pantai panas, nanti pusing."

"Kamu, menemukan aku di pantai itu. Aku, hanya ingin mencoba...."

"Baiklah. Tapi, di warung aja kalau kepanasan. Itu lukanya, belum sembuh bener."

"Baiklah." jawab Tono padanya.

"Nur? Bukannya, Aida selama ini paling kesel kalau di panggil Nur?" gumam Mei dalam hati. Tapi, melihat ke akraban mereka, Mei tak berani menyela sama sekali.

1
Lisa Halik
happy ending thor..suka sama ceritanya
Lisa Halik
banyak typo thor...apakah mama lia itu mama nur
Lisa Halik
jadi lelaki malah takut isteri
Lisa Halik
menarik
Lisa Halik
saya mampir thor,ini cerita lama dalam library tapi baru ada kesmepatan baca...macam menarik ni cerita
Shifa Burhan
pemikiran munafik pria
melaknat pebinor dan memuja pelakor

pemikiran munafik wanita
melaknat pelakor dan memuja pebinor

dan novel ini menunjukan dirimu dengan cara kau memperlakukan pelakor dan pebinor
Shifa Burhan
begitu banyak novel pebinor menculik, memaksa istri orang untuk tinggal dengan nya, dan itu semua dibenarkan oleh author nya

bahkan ada novel istri diculik, tinggal bersama, bahkan tidur bersama dengan pebinor penculiknya dan ketika suami datang menyelamatkan nya dan menghajar pebinor itu istrinya malah membela pebinor karena dia bilang dia diperlakukan dengan baik, dan novel itu membenarkan

cari satu saja novel yang bertema pebinor menculik atau memaksa istri orang tinggal bersamanya, dan novel itu anggap itu sebuah kesalahan
kalian tidak akan dapat novel kayak gitu, karena faktanya semua novel akan membenarkan itu
Firma Firma
bagus banget Thor... 💪💪💪💪
Iis Sumarni
Luar biasa
Siskaa Ummu Yahya Fiona
kocaksss /Grin/
Tina Akbar
Luar biasa
WaTea Sp
good
herself_22
Luar biasa
L A
Biasa
Meimawati
Kecewa
Meimawati
Buruk
Najwa Naj
cerita bagus
Najwa Naj
bagus
Mili magaya
iya,memang jauh, jauh lebih kaya maksudnya
Mili magaya
tante gambreng gak tuh🙃🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!