NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir : Sang Dewi

Mengubah Takdir : Sang Dewi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Balas dendam. / Peningkatan diri -peningkatan kecantikan / Tamat
Popularitas:192.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rasti yulia

Bagaimana rasanya jika seorang wanita terlahir dengan bentuk badan tambun, berwajah dan berkulit kusam? Pasti akan sangat menyedihkan bukan?

Dewi Sekar Kemuning, wanita berusia 27 tahun yang berprofesi sebagai penyanyi orkes melayu, selalu saja mendapatkan perlakuan diskriminatif dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Meski memiliki suara yang khas namun tidak lantas membuat orang-orang di sekitarnya memuji ataupun memberikan apresiasi. Ia justru dijadikan bahan caci maki dengan fisik yang ia miliki. Ditambah lagi, di usia yang terbilang matang ia sama sekali belum pernah menjalin hubungan kasih yang membuat cemoohan demi cemoohan itu semakin datang menyerang.

Hingga pada akhirnya ia nekad pergi ke kota untuk berusaha mengubah takdir hidupnya.

"Akan aku buktikan bahwa aku bisa menjadi sang dewi yang bersinar yang dielu-elukan. Dan akan aku buat mulut orang-orang yang menghinaku terbungkam."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Sambutan Kota Metropolitan

Langit yang bermandikan cahaya bulan masih memayungi kota Jakarta di jam empat dini hari. Taburan bintang yang bersinar terang bak kilau mutiara di dasar lautan, terlihat cantik sekali.

Gedung-gedung pencakar langit nampak berdiri gagah. Siluet cahaya penerangan yang terpantul di kaca jendela seakan menambah pemandangan malam semakin indah. Bunyi klakson dari kuda-kuda besi yang bersahutan seakan menjadi isyarat mencari celah untuk dapat segera berpindah.

Sepuluh jam Dewi berada di dalam armada bus yang ia tumpangi. Kelopak mata yang beberapa saat lalu terpejam untuk menyelami lautan mimpi kini terbuka untuk melihat keindahan kota Jakarta di malam hari.

Dari balik kaca, kedua netra Dewi menatap lekat suasana kota yang masyhur dengan sebutan kota metropolitan ini. Kota dengan segala kemolekan dan kemewahan yang dimiliki. Kota besar yang tidak pernah tertidur sepanjang hari. Selalu ramai dan padat dengan aktivitas penduduk yang tinggal di sini.

Binar wajah Dewi semakin kentara kala manik matanya terhenti pada billboard besar yang terpampang di sisi jalanan. Menampilkan wajah penyanyi pendatang baru yang karirnya tengah meroket dan dielu-elukan. Segala sisi hidup penyanyi itu kini hangat menjadi bahan perbincangan.

"Aku yakin di kota ini, aku bisa mengawali mimpiku, mengikuti jejak penyanyi itu. Tuhan, beri aku kesempatan untuk bisa membuat keluargaku terlebih ibuku bangga memiliki anak sepertiku yang dikenal hingga ke seluruh penjuru."

Monolog lirih yang terlisan dari bibir seakan menjadi pemantik api semangat yang berkobar dalam dada. Ketika semua yang bisa menguatkan telah hilang, hanya tersisa keyakinan akan kasih sayang Tuhan kepada hambaNya. Keyakinan itulah yang semakin memantik semangat Dewi untuk dapat mewujudkan mimpi yang ia punya.

"Kampung Rambutan, Kampung Rambutan. Para penumpang harap bersiap-siap untuk tiba di akhir pemberhentian. Jangan sampai ada barang yang tertinggal. Karena barang yang tertinggal di dalam bus jauh lebih menyakitkan dari rasa yang tertinggal di hati mantan. Dan jangan sampai meninggalkan jejak-jejak kotoran seperti jejak kenangan yang ditinggalkan oleh mantan. Terima kasih sudah mempercayakan perjalanan Anda semua dengan armada bus Arjuna Wiwaha. Semoga hari-hari Anda menyenangkan."

Sebuah informasi yang diselingi dengan jokes lucu dari asisten driver (kernet) mulai terdengar memenuhi penjuru area dalam bus. Dewi dan juga penumpang lainnya mulai bersiap-siap dengan barang bawaan yang mereka bawa. Seperti yang disampaikan oleh kernet driver ini, jangan sampai ada barang yang tertinggal, dengan seksama mereka mengecek kembali barang-barang mereka.

Bus telah berhenti sempurna. Bergabung dengan bus-bus lainnya yang sudah lebih dulu tiba. Berjajar rapi seperti barisan siswa yang mengikuti paskibraka. Perlahan, Dewi mengayunkan kakinya untuk turun dari armada. Sejenak, ia edarkan pandangan mata untuk melihat ke sekelilingnya.

Dewi mengambil langkah kaki lebar saat rasa ingin membuang sisa-sisa metabolisme di dalam tubuh kian menuntut untuk segera dikeluarkan. Gegas, ia mencari toilet untuk membebaskan rasa mulas yang tidak sudah tidak dapat lagi ia tahan.

Setengah jam lebih Dewi berada di dalam bilik kamar mandi. Bukan karena terlalu banyak sisa metabolisme yang dikeluarkan, namun karena sambil memutar otak perihal tempat mana yang akan ia tuju setelah ini. Pada akhirnya, Dewi memilih untuk bangkit dari posisinya dan bersegera keluar dari bilik kamar mandi.

Dewi menjejakkan telapak kakinya untuk keluar dari area terminal sembari terpaku pada layar ponsel yang ada di dalam genggaman. Bermaksud memberi kabar kepada dua orang yang menjadi kesayangan. Siapa lagi jika bukan ibu dan juga sang adik tersayang.

Namun baru saja Dewi mengetik kalimat pembuka, ada sebuah motor yang mendekati dirinya. Dewi mencoba untuk mengacuhkan keberadaan motor itu. Ia tetap fokus pada layar ponsel dalam genggaman tangan sambil mempercepat langkah kakinya. Namun tiba-tiba...

Bughhhh!!!

"Aaaaahhhh....!!!!"

Tubuh Dewi terhuyung dan terjatuh di atas aspal setelah salah seorang laki-laki yang berada di atas motor itu mendorong tubuhnya. Wanita itu terkesiap saat menyadari bahwa tas kecil dan ponsel yang ia bawa raib dari genggaman tangannya. Ia edarkan pandangan matanya, dan terlihat dua orang pria berbadan tegap dan berambut gondrong berhasil membawa kabur barang berharga miliknya.

"Jambreeeeetttt!!!"

Tanpa membuang banyak waktu, Dewi mencoba untuk bangkit dari posisi jatuhnya. Wanita itu berlari ke arah sepeda motor yang berhasil membawa kabur ponsel dan juga tas kecil yang ia bawa.

"Mbak, ada apa?"

Salah seorang pria paruh baya terlihat mendekati Dewi. Nampaknya ia juga begitu ingin tahu apa yang menimpa Dewi ini.

"Pak, tas dan ponsel saya dijambret orang itu. Tolong saya Pak, tolong saya!"

"Astaga .... tapi kalau sudah dijam...."

Bapak paruh baya itu terperangah karena belum sempat ia memberikan jawaban, Dewi justru semakin kencang berlari meninggalkannya. Bapak paruh baya itu hanya bisa tepol jidat sendiri saking tidak habis pikirnya.

Sementara itu, Dewi terus berlari kencang untuk dapat menjangkau komplotan jambret tidak berperikemanusiaan itu. Namun postur tubuhnya yang tambun benar-benar menghambat laju pergerakannya. Pada akhirnya, wanita itu menyerah. Tubuhnya membungkuk seraya ia pegangi kedua lutut kakinya. Rasa pegal benar-benar telah menguasai tubuh tambunnya. Nafasnya juga nampak terengah-engah dan kesulitan meraup oksigen di sekitarnya. Tanpa malu-malu ia meluruhkan tubuhnya untuk terduduk di atas aspal.

Peluh yang bercucuran semakin menambah kesan menyedihkan yang terpancar di wajah Dewi. Perlahan, wanita itu menyeka peluhnya dan menatap ke sekeliling dengan tatapan menerawang.

Ya Tuhan, ternyata seperti ini sambutan yang diberikan oleh kota metropolitan kepadaku? Sungguh sambutan yang sangat mengesankan. Setelah ini, aku harus bagaimana??

Mohon maaf pendek ya Kak... Ini sedang ada di perjalanan ke Madura🤗🤗🤗

Jangan lupa Vote, gift, like, dan komentarnya ya... Biar karya saya ini semakin bersinar layaknya mentari di pagi hari.. ❤️❤️

1
Sri Wahyuni
kisah yang mengharukan, namun akhirnya berakhir dengan kebahagiaan yang hakiki, adalah dikehidupan nyata akhir yg seperti itu... 🤔🤔🤔😘😘😘🌹🌹🌹👍👍👍💪💪🖕
Sri Wahyuni
hanya satu kata terucap, bahagia...
Naraa 🌻
idih najis gatau malu
Naraa 🌻
Dasar iblis EMG si Wenda, bisa jamin dah pasti dia terlibat dalam kecelakaan mamanya Bhumi, bego nya bapaknya mungut dan nikahin dia, mana udh di kasih clue nenek ga paham juga, parah bgt
Naraa 🌻
Jahat licik bgt para benalu
Wanda Pratiwi
good
Tina
Biasalah....iya kan thoorrrr , namanya jga kumpulan ibu2 julid hihihihihihi apalagi kerjaannya coba , kalau nggak menggosip & menjulid 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tina
Akhirnya.... mudah2an cita2mu segera tercapai ya Wi....💪💪💪💪 Wi.
Tina
Terima kasih ya thor, banyak pesan moral & kehidupan yg disampaikan disini, tp ceritanya tetap menarik 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰. ❤️ U thor 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗👍👍👍👍👍👍👍
Tina
Bener jga kata Radit Ga , perlu dipertimbangkan, walau bentuk fisik bukan yg utama ,tapi kesehatan jga penting Ga.
Tina
Wuaaahhhh selamat ya Wi ,udah mau buat pertunjukan di TMII, akhirnya buah kebaikan, pengorbanan & kesabaranmu membuahkan hasil, & jgn lupa jga memberi khabar ibu & adikmu ya Wi. Dan teruntuk author moga lekas sembuh & bisa lekas menyapa penggemarmu lgi ya.....sehat selalu thor
Tina
Maaf thor,🙏🙏🙏🙏🙏🙏sekali, nggak sengaja thor...padahal aq bukannya mau kasih 1 bintang lho, tp pas mau tekan bintang berikutnya, padahal udah tak tekan2 masih nggak bisa, eee tau2nya muncul notif penilaian berhasil,akhirnya ini deh hasilnya...sekali lgi maaf ya thor, nggak sengaja 🤗🤗🤗🤗 padahal ceritanya lumayan lho, typo jga nggak terlalu tu.... cuma aq nya aja yg buru2 nekan itu bintang, sekali lgi maaaaaffff ya thor,mungkin author akan kecewa , tp tolong jgn marah ya....🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Tina
Yang sabar ya Dewi , semoga buah cinta & kesabaranmu membuahkan hasil .
Yora Fitriani86
hahahahahh
Sriza Juniarti
ternyata bhumi adalah arga...keren oi..🥰💕
Sriza Juniarti
bagus...tapi likenya kok sediikit ya
semangat kk💕🥰🥰
Sriza Juniarti
jahatnya.. balas thor...😤😤🤲
Maliqa Effendy
ga heran daerah Kampung Rambutan dan sekitarnya...harus extra hati2. kalo ga penting bngt jngn keluarin HP atau dompet.siapin uang secukupnya dikantong celana ..
Maliqa Effendy
lagian Dewi gampang banget sih percaya.kan jatohnya jadi gini...
Maliqa Effendy
Covernya bagus banget,Thor...semoga ceritanya jg bagus..baru mau baca ini....
Rasti Yulia: alhamdulillah... makasih kak.. tapi ini termasuk novel yang sedikit gagal karena pop nya gak naik-naik dan sepi pembaca 😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!