NovelToon NovelToon
Heart To Fene

Heart To Fene

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Single Mom / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tya Calysta

Hai, hai!
Cerita cinta romantis, action, memperjuangakan cinta sejati,

memiliki bisnis yang sama, kisah cinta diantara dua pilihan abang dan adik tiri.

Pertikaian kedua mafia pemilik kasino Internasional, penuh drama keluarga,

sanggupkah Adrian memperjuangkan hatinya untuk Fene?

setelah kepergian Bram yang menyayat hati keluarga...

mampukah Jasmine mengahadapi permintaan Adrian untuk menikahi sahabatnya sendiri Fene?

sangat memilukan, saat Adrian harus kehilangan Jasmine istri pertamanya!

melanjutkan kehidupan membesarkan putri mereka Jasmine Moreno Lim sebagai artis cilik hollywood.

Bagaimana pertemuan Fene dan Samuel Hu?

bagaimana hubungan Adrian dengan Adik kandungnya Michel Leonard Kind?

dimana cinta Aliandra Leonard Kind akan berlabuh? karena Alea sangat mengidolakan Adrian.

simak kisahnya,

nikmati ceritanya Part by part, penuh haru, dan bahagia memperjuangkan perusahaan sekaligus cinta sejati.

terimakasih,
tya calysta

🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya Calysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16. Story

Pertemuan di Bali...

Kevin mengkonfirmasi pada Edward dan Bram tentang Holi Parker.

Mereka bertemu disalah satu restorant Italy.

Bram berdandan santai, begitu juga Fene.

Bram menggandeng erat Fene memasuki restorant.

Melihat kehadiran sahabatnya lebih dulu.

Meski terlambat mereka menyambut kehadiran dua insan ini sangat hangat.

"Hmm, mesum mulu deh otak gue ketemu kalian tu."

goda Kevin memeluk Bram dan Fene secara bergantian.

"Dasar... Omes." gelak Bram.

"Mana Holi?" tanya Fene penasaran.

"Kata orang seeeh otewe."

kekeh Kevin memanggil waiters memesan beberapa makanan pembuka.

Bram membuka kursi agar Fene duduk disebalahnya.

Fene menatap Adrian.

"Lo kenapa.?" tanya Fene lembut.

"Veni minta putus."

sedihnya, menunjukkan percakapannya melalui DM.

"Oooogh," kejut Fene.

"Udah, nikmati dulu, gue yakin Veni sedang mabuk rayuan pulau kelapanya Petter." gelak Kevin.

Adrian, menatap sosok gadis cantik masuk keresto tempat mereka berkumpul, disusul mata Bram, Kevin, Fene dan Nichole.

"Holi... Is beauty." batin Adrian.

Fene menatap tanpa berkedip.

"Wooooow...."

"Haiii, Holi." panggil Kevin.

Holi menghampiri mereka.

Memeluk Adrian, Bram, Kevin dan Nichole secara bergantian.

Terakhir Fene, mereka saling tatap.

Mata kedua wanita itu basah, menangis bersama.

Ada titik kerinduan dihati mereka.

"Kenapa kita dipertemukan sekarang.?"

Pertanyaan mereka sama.

"You oke.?"

Holi melepas pelukannya.

Menangkup wajah Fene.

Fene mengangguk.

"Guys, gue dimeja sana yah, ada private sama adik gue."

Fene memohon mengusap bahu Bram.

"Okee sweety." izin Bram.

Fene memasuki satu ruangan vip, telah disiapkan pihak restorant sesuai permintaan.

Fene dan Holi saling bertatapan sesengukan bak orang baru menemukan belahan jiwa.

Pada dasarnya sejak mereka lahir, mereka sudah terpisahkan.

Mereka dipertemukan kembali, di usia 24 tahun.

Tanpa diduga.

Hati mereka rapuh.

"Selamat Fen, gue seneng banget denger pernikahan lo."

Holi menyeka pipinya.

"Makasih sayang, gue nggak pernah tau wajah lo, ternyata kita ada kesamaan."

Senyumnya.

"Gue tau beberapa bulan lalu dari Aunty Marisa, gue kesal sama Papi, tega misahin kita.

Gue ribut, Fen.

Apalagi dengan pilihan lo, Bram. Secara kita lumayan deket sama Mami Bram."

jelas Holi menghela nafas dalam.

"Papi merasa Mark mempermainkannya, gue lebih memilih menghindar.

Papi nggak tau gue di Bali,

janjian sama temen gue Marsel,

CEO Bank di Paris, gue kecewa."

gerutu Holi.

"Lo tau Papi Mark?"

tanya Fene penasaran.

"Tau donk, kan gue beberapa kali jumpa, gue lebih sering ngabisin waktu sama Oma, makanya gue nggak deket ama keluarga."

tambahnya.

"Ooooogh," angguk Fene mengerti.

"Trus masalah bisnis papi gimana Hol? bukannya lo ada saham di Las Vegas." tanya Fene.

"Aaaaagh, gue nggak pernah tertarik ama bisnis haram itu, sampai saat ini nggak pernah gue terima uangnya, haram buat gue.

Mending gue urusin karier gue aja, setidaknya cukup buat gue."

racau Holi.

"Hmm.. gue juga nggak ngerti, sekarang gue mau hidup begini aja." jelas Fene.

"Iya, lakukan yang terbaik, agar semua menjadi baik Fen."

Pesannya.

"Gue nggak mau pergi dikawal, nggak bebas." gelaknya.

"Oooh yah, bisnis om Edward juga masih sama kan sama Papi?"

Holi berbisik ketelinga Fene.

"Ya."

Fene menggigit bibir bawahnya.

"Bram? nerusin?"

tanya Holi menatap Fene.

"Ya."

"Ooooogh God, kalian harus hati-hati, gue nggak mau kenapa-napa sama lo Fen."

sedihnya.

"Di Jakarta gue ada Garmen, rencana gue mau membangun rumah sakit khusus warga kita."

"Wooooow... great... good idea,

gue dukung lo, berapa lo butuh dana?"

Holi menggebu.

"Hmm, udah cukup seeeh."

jawab Fene.

"Lo jangan sungkan, gue akan dukung lo,

gue lihat lo makin cantik semenjak jadi istri Bram,

lebih cerah.

Beda ama gue, nggak pernah berhasil menjalin relationship."

Holi meratapi percintaannya.

Fene tertawa.

Menunjuk Adrian sesekali mencuri pandang pada mereka berdua.

"Dia anak Adriana kan?" bisik Holi.

"Iya, dia sahabat gue." jelas Fene.

"Maminya selingkuhan Mark, males gue, ntar dia selingkuhin gue." kekehnya.

"Adrian beda kali Hol."

Fene membela.

"Siapa bilang, darah mereka kan satu." jelas Holi.

"Beda dong."

"Sama, percaya deh ama gue."

Holi mengedipkan matanya melirik kearah Adrian.

"Gue udah tau semua, makanya gue nggak respect ama dia dari awal bertemu." jelas Holi.

"Yaaaah, terserah lo aja."

Fene sedih melihat nasib Adrian akan penilaian Holi.

"Media tau gitu?"

Holi coba mencari tau.

"Nggak seeeh, tapi ntahlah, gue juga males ikutin cerita saat ini."

tunduk Fene.

"Yang penting gue selalu dukung lo, lo butuh apa aja lo kasih tau gue, kita ini keluarga, gue cuma punya lo."

Holi menggenggam erat jari Fene.

Tak terasa mata Holi berembun.

"Gue mau cari cowok yang bener-bener dari keluarga baik, bukan dari hasil perselingkuhan, lo beruntung dapat Bram." lanjutnya.

"Tapi Hol, Adrian berbeda.

Dia sahabat gue dari kecil."

Bela Fene.

"Sahabat?"

Holi menaikkan satu alisnya.

"Apa dia nggak naksir ama lo?"

Fene menarik nafas dalam menatap mata Holi.

"Fen, gue nggak ada maksud buat ngejelekin sahabat lo,

bagi gue, jikalau seseorang dilahirkan dari hasil perselingkuhan, pasti menurun ke anaknya."

Holi meyakinkan Fene.

"Gue??"

Bola mata Fene membulat menunjuk dirinya.

"Lo anak Irane dan Hanz, tanpa pernikahan, benerkan?"

"Hmm, gue nggak ngerti, yang penting gue bersyukur punya adik kayak lo, melebihi detektif."

hahahhaa....

Gelak Fene.

Mereka tertawa berbagi cerita.

Holi melirik Adrian.

"Hmm, kalau dia nemanin gue malam ini dihotel nggak apa-apakan?" kekeh Holi.

"Gila lo, ngapain? mau test drive?"

Fene terkekeh mendengar adiknya lebih agresif.

"Yaaaa, gue colek dikit." hahahaha.

"Nanti lo ajakin aja.

Veni minta putus, kali aja kalian klop." jujur Fene.

"Hmmm, gue ni susah, buka hati. Males ribet ama perasaan."

"Kok sama.?"

Fene menatap Holi.

"Listen, lo bilang ceweknya Veni, Veni Smith bukan? anaknya William Smith pengusaha kuliner."

"Iya, lo kenal?" tanya Fene penasaran.

"Ya kenallah, dia kan pacarnya Marsel, temen gue yang di Paris, tadi jumpa sama Kevin juga."

jelasnya sangat santai.

"Maksud lo? mereka masih pacaran?"

Fene penasaran.

"Udah lama banget kali sayang."

Holi mencari foto kebersamaan Veni dan Marsel di hpnya.

"Inikan orangnya?"

Holi memperlihatkan foto Veni.

Fene menutup bibirnya.

Seakan tidak percaya.

Menatap Adrian.

"Ooooh my God."

Fene menyandarkan tubuhnya.

Tidak menyangka Veni setega ini pada Adrian.

"Heeeeeiiii, sekarang Marsel di Jakarta menemuinya, besok baru ke Paris." tambah Holi.

"Lo kirimin Foto itu ke gue, nanti gue, "

Fene ragu.

"Minta aja dia temenin gue,

tenang dia aman,

nggak gue pretelin." kekehnya.

"Yuuukz, kita gabung ama mereka, kasihan dari tadi kita tinggal."

Pinta Holi.

"Oke."

Fene memeluk tubuh Holi lagi, tidak menyangka Holi sangat welcome padanya.***

1
ren_iren
pilu sekali.....
Bram, cintamu ke fene sampai mati ....😭
ren_iren
astaga Adrian cinta sm fene tp mundurin diri terus ....
pusing aku Thor😂😂
ren_iren: tp aku langsung patah hati hbis baca part fene diselingkuhin sm Adrian rasax nyesek banget .....
cinta sejatix hanya Bram tanpa menyakiti...
total 2 replies
ren_iren
aku masih meraba, penasaran cerita awal mulax....
kenapa banyak cinta untuk fene, kenapa berjodoh denganx....
bentar tak baca sampai habis biar bisa tau jalan cerita n kisah mereka 🤗🤗🤗
ren_iren: tp saya suka mbak, ujian cintax fene...
tp yg mencintai fene penuh jiwa sampai mati cuma Bram seorang....
karna aku Uda sekilas baca cerita anakx yg stela disitu aku patah hati 😭😭😭
Bram Numbero Uno .....🤗🤗😘😘
sayang Uda gk ada...
total 2 replies
Zed Analytical Number Nine
hai ka mampir kembali ya.. like + favorit 🙏🙏
Penghargaan Pink
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
Pemenang YAWW 9 😴🤕: 🤭😂, terimakasih thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!