NovelToon NovelToon
Modern God Of War

Modern God Of War

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / TimeTravel
Popularitas:98.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anni Cewexsmaniz

Pada zaman Dinasti Han. Tepat di abad 202 SM terjadi peperangan yang disebut dengan pertempuran Gaixia. Pertempuran tersebut menjadi awal mula kekuasaan Dinasti Han.


Namun keajaiban terjadi. Putri dari panglima perang yang ikut andil dalam perang, justru berteleportasi ke zaman masa kini. Sebuah kejutan untuk seorang gadis bernama Yoona Larasati. Putri panglima perang tersebut, menjadikan tubuh asli Yoona Larasati untuk membalaskan dendam kepada orang-orang yang dulu menindas pemilik tubuh asli Yoona Larasati.


Seorang pria bernama Lee Anggara Davidson, begitu tertarik dengan Yoona Larasati yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Akankah keduanya bisa bersatu? Seorang putri panglima perang, bersama dengan seorang raja film yang begitu terkenal. Simak kisahnya, hanya disini😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anni Cewexsmaniz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Hilang

Yoona Larasati tiba-tiba langsung melewati pagar dua gerbang, yang terbuat dari besi. Haris Maulana juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi, Yoona Larasati justru terdengar berteriak. Haris Maulana mendongakkan kepalanya. Kedua matanya membulat seketika.

"Nona Yoona Larasati!" pekik Haris Maulana. Sialnya, kedua orang itu raib seketika. "Apa ini yang dimaksud oleh sutradara, Jo Samuel? Batas waktu? Argh! Nona Yoona Larasati!"

"Lo, mengapa Tuan Haris Maulana berteriak? Memangnya Nona Yoona Larasati pergi kemana?" tanya Dion Leonardo dengan bingung.

"A-aku melihatnya! Nona Yoona Larasati, dibawa pergi oleh hantu!" seru Nana Maharani. Membuat Dion Leonardo terperanjat. Seketika, keduanya berlari dengan panik. Mereka berdua menghampiri Harris Maulana dengan suasana hati yang buruk.

"Tuan Haris!" panggil Nana Maharani. Wajah panik, sangat terlihat kentara. "Ke arah mana, hantu abal-abal itu membawa Nona Yoona Larasati pergi?" Nana Maharani tak mampu membendung rasa khawatirnya.

"Mereka ke arah sana. Kalian dengar apa yang dikatakan oleh sutradara Samuel Jo, tadi? Selama batas waktu tertentu, hantu abal-abal akan muncul," panik Haris Maulana.

"Sepertinya, misi kali ini lebih berat dari sebelumnya ya?" keluh Dion Leonardo.

"Astaga, kita harus mencari Nona Yoona Larasati kemana? Disini bukan hanya ada hantu saja, akan tetapi ada banyak tikus yang menjijikkan juga," cicit Nana Maharani. Tiba-tiba, bulu remang Nana Maharani berdiri. Membayangkan, berbagai hal negatif mengganggu mereka.

Dion merengkuh kedua bahu mungil, milik Nana Maharani. Kini, kedua mata mereka, saling bertubrukan. "Nona Nana Maharani, tenanglah. Semua akan baik-baik saja, okay? Lagipula Nona Yoona Larasati, adalah gadis yang kuat dan tangguh. Kita semua tahu itu. Sekarang, tenangkan dirimu ya." bujukan dari Dion Leonardo, membuat Nana Maharani sedikit tenang.

"Tapi aku takut, Nona Yoona Larasati dibawa pergi oleh mereka. Selain kita harus segera menyelesaikan misi ini, kita juga harus mencari Nona Yoona Larasati. Sedangkan kita semua tahu, tidak ada cahaya yang benar-benar baik di tempat ini. Terlebih, tempat ini juga tidak kecil!" celoteh Nana Maharani. Kembali, rasa takut itu muncul.

"Benar juga. Kita harus mencari ke arah sana. Akan tetapi, selanjutnya kita juga tidak tahu dibawa kemana lagi Nona Yoona Larasati ini." Haris Maulana menimpali.

Ketiga anak manusia itu bergegas. Mereka segera berjalan, menyusuri lorong dengan cahaya remang-remang dari senter. Sesekali mereka berteriak.

"Ya ampun, Nona Yoona Larasati. Aku takut sekali, dia kenapa-napa. Ini sudah lama. Tapi Nona Yoona Larasati, belum ditemukan juga." Nana Maharani kini semakin dirundung kecemasan.

"Kita cari lagi. Kita masih memiliki banyak waktu. Tenanglah, Nona Nana Maharani," bujuk Dion Leonardo dengan lembut.

"Bagaimana aku bisa tenang? Kita disini masih mending bertiga. Sedangkan Nona Yoona Larasati? Dia sendiri, di dalam kegelapan begini. Ini Pun tempatnya menyeramkan!" rengek Nana Maharani.

Kini mereka semakin awas, jika sewaktu-waktu ada hantu abal-abal yang menculik salah satu di antara mereka. Begitu pula dengan Haris Maulana. Meski pria itu bergeming, akan tetapi ia juga merasakan hal yang sama dengan Nona Nana Maharani.

"Argh! Apa itu?" teriak Nana Maharani. Gadis itu menjerit, sekaligus berusaha meloncat. "Tikus." pekiknya kemudian. Dion Leonardo dan Haris Maulana menoleh. Benar, ada seekor tikus lewat.

"Huh. Tentu saja di sini ada banyak tikus. Orang, asrama yang tidak terpakai. Kita harus bertahan sampai akhir. Jangan lengah. Tidak tahu, siapa yang akan diseret hantu abal-abal itu lagi," kata Haris Maulana.

Ketiga orang itu terdiam. Benar. Ini semua di luar dugaan mereka. Terlebih, ada banyak misi yang tidak terduga.

"Aku merasa variety show kali ini, benar-benar berbeda. Melihat dari awal, kita sudah disuguhi oleh penampilan dari Nona Yoona Larasati. Sekarang hari ini. Bukankah ini masih pagi? Tapi lihatlah, disini semua begitu gelap. Mereka benar-benar menguji, kemampuan kita," papar Haris Maulana. Pria itu cukup pintar dalam mengambil kesimpulan.

"Ayo kita lanjut mencari Nona Yoona Larasati. Jangan sampai, dia berjuang sendiri. Ada kita disini, jangan menjadi orang yang tidak berguna." Haris Maulana mencibir.

"Sepertinya Tuan Haris Maulana sedang menyindir seseorang?" tebak Nana Maharani.

"Ha-ha-ha. Kalian tahu itu. Dan ya, aku memang sedang kesal dengan seseorang. Dia begitu bodoh sekali. Kalian tadi juga sempat melihatnya bukan?" sekali lagi, Haris Maulana mencemooh Satria Hermawan.

Di sisi lain, Satria Hermawan dan Airi Cyntia berjalan beriringan dengan perasaan takut-takut. Hingga tiba-tiba, seekor tikus melewati kaki Airi Cyntia.

"Argh! Apa itu?" Airi Cyntia segera berlari. Tanpa lagi memperdulikan, kemana dirinya berlari. Rasa takut dan kalut, bergelayut hebat dalam hati Airi Cyntia. Tanpa Airi Cyntia sadari, jika di depannya ada sebuah kaleng minuman. "Argh." bruk. Tubuh Airi Cyntia terpelanting hingga terjungkal ke lantai yang kotor. Bukan hanya itu saja, kaki Airi Cyntia terkilir. "Argh! Sial!" umpat Airi Cyntia.

"Nona Airi Cyntia!" pekik Satria Hermawan. Pria itu segera berlari, wajah pria itu pias. "Ya ampun, Nona Airi Cyntia. Itu tadi hanya seekor tikus saja, Nona Airi Cyntia. Bagaimana kakimu?" tanya Satria Hermawan. Kedua mata pria itu mendelik. Kaki Airi Cyntia terlihat sedikit bengkak.

"Sa-sakit," rengek Airi Cyntia. "Gimana aku bisa jalan, sekarang?" Airi Cyntia sesekali meringis. Terlebih, ia mengenakan high heel dengan ujung yang runcing.

"Bagaimana kalau aku gendong? Em, itupun kalau kamu bersedia. Lebih lagi, dalam keadaan begini. Kita tidak mungkin berdiam diri disini terus, kan?" bujuk Satria Hermawan.

"Boleh. Terima kasih, Tuan Satria Hermawan. Ini sakit sekali," kata Airi Cyntia.

Satria Hermawan berusaha memapah Airi Cyntia. Lalu pria itu berjongkok, segera Airi Cyntia menghambur di punggung kokoh pria itu. Dengan sekuat tenaga, Satria Hermawan mulai bangkit.

Aduh, berat banget lagi. Sebenarnya aku malas, kalau harus sampai begini. Akan tetapi, ini adalah kesempatanku satu-satunya, yang aku miliki. Mungkin di lain hari, aku juga tidak akan menemukan kesempatan emas ini. Ya, benar. Kata Satria Hermawan dalam hati.

Dengan peluh yang bercucuran, serta jalan yang terseok-seok. Satria Hermawan terus saja menggendong Airi Cyntia tanpa menggerutu sedikitpun. Mereka berdua menuju ke arah dimana Yoona Larasati mengambil jalan ke UKS.

"Tuan Satria Hermawan, mengapa aku merasa ada kabut putih yang semakin banyak ya?" tanya Airi Cyntia. Kedua alisnya menukik tajam. Seketika muncul sosok yang menyeramkan, di balik kabut tersebut. "Argh!" Airi Cyntia berteriak histeris.

"Argh! Hantu!" karena Satria Hermawan termasuk pria yang pengecut, dengan cepat Satria Hermawan mendorong Airi Cyntia begitu saja.

"Argh! Tuan Satria Hermawan, kenapa kau melemparkanku? Huaa!" Airi Cyntia tiba-tiba saja diseret pergi oleh hantu abal-abal tersebut.

"Ya ampun! Nona Airi Cyntia!" teriak Satria Hermawan, saat ia sadar jika Airi Cyntia telah raib.

1
Al^Grizzly🐨
Maaf baru baca..tapi yang aku tahu dan semua orang di dunia pastinya juga tahu...termasuk authornya...kalau nama tiongkok kuno itu tdak ada nama larasati...yoona memang ada sih...tapi ada nama Klan di depan...contohnya Han Yoona....
Sun Yoona...Cheng Yoona...Song Yoona...bukan Yoona Larasati...apa itu..walaupun hanya cerita fantasy...tapi sesuaikan juga nama nya thor...hahah...Yg aku tahu kalau yg mengubah nama itu hanya nama artis atau aktor film atau penyanyi...aneh dan kurang berkesan.
Amar arjuna
ke nya seru ni
Seranita Nyit Nyit
🤣🤣🤣
Sri Aisyah
dewaperang suruh sembunyi biasanya ada di garis depan saat perang jiwa perang yoona meronta ronta😂😂😂😋
amelco
dewa perang suruh nyanyi apa kata anak buah nya dialam sana ☺️☺️☺️
AbC Home
sebenarnya lebih bagus klo negara dan kota di buat inisial aja.
entah bagaimana ini jd berasa ngk sreg gitu maaf cuman komen tp alur sampe sini ok
R@3f@d lov3😘
seruuuu 😁😁 dan menarik 😍😍
R@3f@d lov3😘
menarik 🤨🤨
Maya 😇
crazy up thor ☝️💪🥳
Putri Arista
krezy up thor
Erlan Toraja
sering sering up ya thor cerita.x sru😁
Emyl Ros Telaumbanua
aku jg sampai lupa akak ini cerita terakhir bacanya gmn 🤣🤣🤣😂
Siti Sukma
sampek lupa thor ak sama ceritanya😅
Ryani
akhirnya up jg
Numa_ni😊
semoga lancar updatean nya🤗🤗
Erlan Toraja
lanjut up🤩
Emyl Ros Telaumbanua
mampus kau satria Hermawan rasain itu sombong sih.itu akibatnya klo dah keterlaluan
Emyl Ros Telaumbanua
itu pasti si Sintya yg lakuin itu Krn cmn dia yg GK suka sama Yoona dan juga satria Hermawan.
siti fatimah
bagus yoona
Ryani
crazy up donk ka'
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!