Sarah Maulina di anggap pembawa sial dalam keluarganya.
Karena sewaktu melahirkan Sarah Ibunya Meninggal dunia.
Membuat dia harus dibenci oleh papa kandung dan kakaknya sendiri.
Tak sampai disitu, Sarah juga tidak di akui keberadaanya oleh keluarganya,
Suatu hari gadis berusia 25 tahun itu Harus Ter usir dari rumahnya sendiri.
Di sinilah perjuangan sarah berjuang untuk hidup dan bertahan.
Bagaimana kelanjutan kisahnya, simak kisah Berikut,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Ardhila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 PAGI HARI
pagi Hari....
Pagi yang cerah mengiringi hari ini, sinar mentari dengan hangat dan penuh kelembutan meresap dalam setubuh seorang gadis cupu berkaca mata dengan tubuh gemuk ya, ia begitu menikmati belaiannya hangat sang mentari. seakan tak ingin semua itu berlalu begitu saja, Sarah enggan beranjak dari tempatnya, Lama Sarah pandangi mentari itu dari jendela, dia hirup udara itu sedalam mungkin dan menghempasnya dengan lembut, ada perasaan tidak rela menyusup di hatinya, ia begitu tak rela dan begitu berat untuk meninggalkan semua kenangan yang ada di kamar yang selama ini menjadi tempat peristirahatannya.
Pagi itu Sarah habiskan dengan termenung di dalam kamarnya, semuanya begitu berat baginya, Sarah begitu tampak Rapi dengan pakaiannya, Barang barangnya sudah tersusun di dalam koper dengan rapi di depan pintu kamarnya. Tanpa Sarah sadari dalam waktu bersamaan datang bik ijah masuk dengan tanpa permisi, bik ijah hanya menatap Sarah dari belakang tanpa ingin menganggunya, bik Ijah menyayangkan Sarah yang harus pergi meninggalkannya dan meninggalkan rumah ini yang selama ini menjadi tempat dia berteduh.
Tiba tiba Bik ijah mendekat ke Sarah dan menyentuh lembut bahunya, seketika lamunan Sarah buyar ketika ada yang datang menghampirinya, Sarah salah tingkah, tapi sedetik.kemudian berhasil menguasai dirinya.
"Eh, bibi ngagetin aja". Ucapnya kikuk
"Maaf ya non, bibik main masuk aja" Jawabnya bik ijah cengengesan.
"Bibi tau apa yang non rasakan, Sabar ya non" tambahnya lagi
"Iyaa bik, Udah jangan khawatirkan Sarah, Sarah pasti baik baik saja, sarah juga pasti bisa ngelewatin semua ini". sahutnya cepat dengan tersenyum tulus
"Oh iya bik, Papa dan kak karina Apa sudah bangun?". Tanyanya kemudian
"Belum non, cuma non karina yang sudah bangun".
"Eumm, baiklah bik, Aku Akan pergi sekarang bik"
"Tunggu non, kenapa terburu buru untuk pergi?" Tanyanya sambil menahan lengan Sarah.
"Kenapa?, Bukan kah papa tidak mau melihatku bik" jawabku sendu
bik ijah menjadi merasa bersalah kepadaku, dia tampak menggaruk tengkuk yang tak gatal, dan mengalihkan pembicaraan
"Sarapan lah terlebih dahulu non". sambung ya lagi agar non tidak kelaparan di jalan.
Sarah mangut mangut mendengarkan penjelasan bik ijah
"Baiklah Ayo, Sebelum papa melihatku masih disini". Ucapnya sambil menarik lengan bik ijah menuntun keluar, sampai d depan pintu, Sarah menggeret kopernya sesekali bergantian dengan bik ijah yang membantu Sarah.
******
Di meja makan..
Terlihat Karina sedang asyik menikmati roti bakarnya di atas meja, posisinya yang duduk membelakangi kami berdua saat kami berhasil menuruni anak tangga, tentu saja dia tau yang datang itu adalah aku dan bik ijah,
Aku dan bik ijah sampai di meja makan, Lalu Sarah duduk di sebelah Karina, sementara bik Ijah kebelakang membuatkan Sarah susu putih. sarah melirik karina sebentar, dia hanya fokus pada sarapannya, dia tidak berbicara sepatah katapun,
Hening...
tak berapa lama kemudian karina sudah siap dengan sarapannya, karina berdiri dan mendorong kursinya dengan tubuhnya tanpa harus membalikkan badannya kebelakang.
Sarah yang melihat itu menoleh ke arah karina dan bertanya.
"Sudah selesai makannya kak" Tanyaku membuka pembicaraan lebih dulu
"Selara makan ku sudah hilang" Jawabnya cepat sambil beranjak meninggalkan meja makan menjauh dariku, saat hendak sudah di depan tangga ia berhenti dan berkata
"Cepatlah habisi makananmu, sebelum papa melihatmu". ucap lagi sambil berlalu begitu saja.
..
.
.Bersambung..
Jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak kalian ya readers Like, komen, love, serta vote Kalian buat Author ya.
Terima kasih 🙏