Raden Ayu Gendis atau bisa dipanggil gendis,
don't plagiat
semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunirahma2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan banyak
" kamu ngapain disini?? sendirian?? masih pake pakaian kantor yang tadi??" tanya Abi bertubi tubi
" saya tadinya mau makan sama yang lain pak tapi ada bazar murah jadi belanja karna ramai dan keasikan milih jadi kemalaman dan yang lain udah dijemput ya sama pacarnya ya sama suaminya tinggalan gendis sendirian pak, tapi karna tukang nasi Padang jam segini udah tutup ya mau nggak mau gendis makan disini nggak apa lah makan enak sekali kali"
" trus kamu belum makan??" dan dijawab gelengan
" mau makan dimana??" dan gendis menunjuk salah satu kedai fast food ayam selimut tepung.
" yaudah aku antar ayo"
" gausah pak"
lagi lagi menolak
" kenapa??"
" pakaian bapak santai terlalu ganteng gendis insecure pak mending bapak lanjut aja kalo ada urusan gendis bisa makan sendiri" ucapan gendis membuat Abi menggelengkan kepalanya "saya kesini karna ketemu temen lama tapi udah selesai"
" tapi bapak udah makan kan??" dan dijawab abi "ya makan lagi apa susahnya, saya masih mampu bayar buat makan lagi"
" CK sombong" umpatan gendis terdengar Abi namun ia hanya menahan tawa saja. gendis type orang yang suka langsung mengekspresikan apa yang ia rasakan
" mbak pesen chess burger dua fish fillet satu mocha float satu kentang goreng jumbo satu" ucap gendis dengan kasir dan Abi mendengarnya langsung melongo gak karuan apakah seorang gendis selalu makan banyak seperti ini. gendis menduga jika Abi pusing memikirkan total biaya "gendis yang bayar pak tenang aja" Abi mendengarnya hanya mendengus "saya kalo cuma bayarin makan kamu aja nggak akan bangkrut gendis, cuma saya heran aja makan kamu banyak tapi nggak gemuk gemuk"
dengan pedenya gendis menjawab "itulah keistimewaan gendis pak jadi makan banyak don't worry"
Abi hanya memesan cheese burger dan mocha float sebagai teman menemani gendis, gendis dengan lahap dan tanpa malunya memakan makanannya membuat Abi mengeluarkan liurnya, untung saja gendis tak tahu jika tahu habis lah dia.
" Alhamdulillah kenyang"
" mau tambah??" tanya Abi dan dijawab dengan gelengan kepala.
jam menunjukan pukul 21.30 namun mall masih ramai mengingat tanggal muda pada karyawan juga esok weekend. gendis sedaritadi tak mengecek ponselnya. ia memang selalu begitu padahal, Andri sedaritadi mencarinya.
sepanjang perjalanan, Abi hanya mendengarkan ocehan gendis yang apapun dia bahas, gendis bukan type gadis yang menyukai kesunyian. tak lama sebelum gang mawar, gendis memberhentikan laju mobil Abi
"pak... stopp dulu"
" kenapa??"
" bapak turunin gendis disini aja ya"
" loh masih jauh loh"
" nggak apa pak gendis mau makan martabak Kubang" Abi mendengarnya tersendat liurnya sendiri. gadis didepannya belum lapar juga rupanya
" apa perut kamu masih bisa nampung??"
" gendis cuma mau berbagi rezeki sama mang Kubang. dia butuh biaya buat anaknya dirumah sakit" gendis tak menjelaskan lagi, ia langsung turun dari mobil dan menghampiri pedagang martabak Bangka dan telur Kubang tsb
" mang Kubang apa kabar??"
" Masya Allah neng gendis cantiknya nggak pernah ilang deh"
" mamang ga bisa godain gendis kecuali Nanang kasih gendis martabak pandan keju kesukaan gendis baru bisa, pesen satu ya" ucap gendis tak lama gendis duduk di meja tempat menunggu
" mang saya pesan martabak Kubang telur spesialnya lima ya"
" oiya mas nya duduk dulu ya"
" ntar yang satu jadiin satu sama punya gendis bill nya gendis jadiin satu saja sama saya"
" pacarnya mas??"
" doain ya"
" emang Mba gendis peka??"
" bapak tahu??"
" hahahaha saya kenal Mba gendis udah lama sekitar empat tahunan mas, kalo dia beli biasanya banyak cowok pelanggan yang rame apalagi perumahan belakang fans nya Mba gendis banyak mas, kalo lagi jaga londry di tempat Mpok Sum pasti orang perumahan belakang pada laundry tapi sayang gendisnya bodo amat nggak pernah ditanggepin mas. sabar aja kalo sama mba gendis mah tapi orangnya baik kok"
fakta mengejutkan bahwa gendis bisa dibilang primadona gang mawar. semua orang mengenalnya. ia jadi yakin akan pilihannya.
" saya ke sana dulu ya mang"
" iya mang tunggu aja"
Abi menghampiri gendis, ia sedang memainkan ponsel jadulnya. ia gemas ingin merusak hp gendis lalu memberikannya yang baru tapi tidak ia yakin ada kenangan dengan ponsel jadulnya tsb.
" besok free??"
" bang Andri ngabarin londry tutup sampe Minggu jadi gendis free"
" jalan yukk"
" kemana pak??"
" hmmmm gendis boleh saya minta tolong kamu. please jangan panggil saya bapak atau pak saat kita sedang berdua gini. saya bukan bapak kamu apalagi nikah sama ibu kamu"
" tapi bapak atasan saya"
" kalo diluar gini kan cuma seorang pria dan wanita, please gendis, jadikan saya temanmu. jangan panggil saya dengan sebutan formal saat kita berdua baik dikantor atau di luar dan saat tidak dalam ikatan pekerjaan" ucap Abi dan gendis masih mencoba mencerna kata kata Abi barusan.
.
tbc
eyke ngantuk lanjut besok aja ya... hahahaha